
“Jangan tegang begitu,” kata Elizabeth menyunggingkan senyuman tipis yang cukup menakutkan. “Aku berada di hutan Monster saat kamu bertarung melawan sosok misterius itu dan mendengar ucapannya yang mengatakan kamu adalah Alex Acherron.”
Elizabeth menambahkan sedikit sambal rawit ke dalam mangkuk dan mencicipi kuah Bakso dengan sendok. Dia langsung men.de.sah nikmat yang membuat Alex menggelengkan kepala.
“Pria itu memancarkan Aura Kegelapan yang dimiliki oleh Dewa Cthulhu,” kata Elizabeth sembari melirik Alex yang tampak kebingungan. “Dia sepertinya berhasil melepaskan salah satu Segel yang mengekang bagian tubuh Dewa Cthulhu!” katanya lagi.
“Cthulhu?” Alex mengingat Dewa fiktif yang diciptakan oleh H.P Lovecraft dalam cerita pendek “The Call Of Cthulhu”. “Mungkinkah Dewa Cthulhu itu Manusia berkepala seperti Gurita, tubuh bersisik dan tampak elastis serta memiliki sayap di punggungnya?” tanya Alex penasaran.
Elizabeth menatap Alex sembari tersenyum dan berkata, “Kau juga sudah melihat Lukisan yang terpahat di dinding gua dekat Segel itu?”
Elizabeth sudah meneliti tentang Segel dan lukisan yang terpahat di dinding gua Hutan Monster selama 30 tahun, hingga akhirnya ia menyadari kalau yang disegel di sana adalah Dewa Cthulhu yang pernah hampir menghancurkan Dunia.
Para Dewa yang disembah oleh setiap Ras bersatu melawannya, akan tetapi Dewa Cthulhu selalu dapat menumbuhkan bagian tubuhnya yang terpotong.
Karena tidak dapat membunuhnya, para Dewa kemudian memisahkan bagian-bagian tubuhnya dan menyegelnya sebelum beregenerasi kembali. Namun, entah apa yang terjadi saat itu, para Dewa juga menghilang setelah menyegelnya dan hanya meninggalkan lukisan yang terpahat di dinding gua.
Lukisan itu mengandung makna, bahwa suatu saat nanti Segel akan melemah dan Dewa Cthulhu akan menghancurkan Dunia sekali lagi. Untuk mencegah kejadian itu terulang, maka Segel yang menyegel Dewa Cthulhu harus diperbaiki.
Elizabeth bersama beberapa temannya mulai mempelajari tehnik penyegelan dan meneliti tentang Dewa Cthulhu. Namun, sangat sedikit catatan yang menjelaskan tentang Dewa Cthulhu dan Lima tahun lalu, salah satu temannya akhirnya menyadari kalau bagian tubuh Dewa Cthulhu sebenarnya tersegel disetiap Hutan Monster.
Berkat bantuan Lord Michael, dibentuklah tim khusus yang mencari keberadaan Segel disetiap Hutan Monster. Namun, hingga kini tim khusus baru menemukan Sepuluh Segel saja dan Segel di Kerajaan Iblis telah rusak.
Bagian yang rusak itu belum menunjukkan dirinya hingga saat ini dan akhirnya Elizabeth menyadari kalau sosok yang dilawan oleh Alex memancarkan Aura Kegelapan Dewa Cthulhu, Aura itu sama dengan Aura yang dipancarkan oleh Segel di Hutan Monster yang dimiliki oleh Kota Perdamaian.
__ADS_1
“Aku tidak melihatnya, tetapi Aku pernah mendengar dongeng tentang Dewa Cthulhu saat masih anak-anak dari Pria tua asing,” sahut Alex berbohong.
Alex kini menyadari maksud dari Mordor, ternyata wadah yang ia maksud adalah menjadikan Putrinya sebagai wadah sementara untuk bagian tubuh Dewa Cthulhu itu.
Alex berpikir dirinya harus kembali lagi mengangkat Pedangnya untuk memburu Mordor. Keselamatan Sarah adalah diatas segalanya walaupun ia harus menghancurkan Dunia ini.
“Kau tidak bisa bersembunyi lagi,” kata Elizabeth tersenyum menyeramkan. “Aku akan menunjukkan padamu Segel di Hutan Monster nanti malam. Kekuatanmu sangat kami butuhkan untuk mencegah malapetaka kembali terulang di Dunia ini,” katanya lagi sembari memasukkan Bakso ke dalam mulutnya dan iapun kembali men.de.sah kenikmatan.
Alex memperhatikan Elizabeth cukup lama dan tidak merasakan jejak aura permusuhan darinya walaupun tatapan dan senyumannya cukup menakutkan. Dia menghela napas panjang, kemudian berjalan ke dapur tanpa menjawab seruan wanita tua misterius itu.
Saat menjadi Pangeran yang melakukan penjelajahan ke seluruh penjuru Benua Grandland, Alex tidak pernah bertemu dengan Elizabeth ataupun mendengar namanya. Namun, aura yang dipancarkan oleh Elizabeth itu adalah Pendekar tingkat 10.
Alex berpikir Elizabeth mungkin adalah Harimau penyendiri yang tidak mau menampakkan dirinya dan sosok sepertinya cukup banyak di sekeliling Kaisar dan Kaisar itu sendiri memiliki kekuatan yang cukup misterius yang belum pernah ia tunjukkan ke publik.
Elizabeth menganggukkan kepala dan bersendawa setelah mengunyah bola Bakso yang terakhir. “Ini sangat enak dan aku memutuskan akan memakan Bakso setiap pagi,” sahutnya sembari tersenyum. “Ternyata sisi lain Pendekar tingkat 10 terkuat di Benua Grandland itu memiliki bakat memasak diatas rata-rata,” candanya yang membuat Alex tersungkur saking kagetnya.
“Bos!” Hannah mencoba menangkapnya, akan tetapi langkah kakinya terlalu pendek dan wajah Alex mencium keramik lantai dapur. “Ah, gawat darurat! Ke mana aku harus mencari tabib?” Hannah langsung panik dan membantu Alex berdiri kembali.
“Aku tidak apa-apa, Hannah!” sahut Alex mengusap wajahnya yang memerah. “Cih, sungguh memalukan Pendekar tingkat 10 tersandung angin,” gumamnya menggerutu.
Elizabeth menyerahkan 100 Koin Perak pada Sarah dan langsung meninggalkan Restoran. Saat Sarah hendak menuju tempat Kasir, Uran datang bersama Pria gemuk mengenakan pakaian cukup mewah.
“Selamat datang Paman Dwarf dan Paman berlemak,” sapa Sarah sembari tersenyum manis.
__ADS_1
Pria gemuk itu mengerutkan keningnya dan hendak memarahi gadis kecil anak pemilik Restoran Sarah tersebut. Namun, saat melihat gadis kecil setengah Elf itu sangat menggemaskan, amarahnya langsung memudar dan tersenyum lebar menatap Sarah.
Dia menatap Uran yang hendak mencegahnya untuk tidak memarahi gadis kecil setengah Elf itu. “Yang kau katakan itu benar sekali, Uran... gadis kecil setengah Elf ini memang sangat menggemaskan walaupun ucapannya sangat menyayat hati,” candanya.
Uran menghela napas lega dan tersenyum tipis. “Baiklah, mari kita duduk di sana dan memesan makanan. Tuan Ron pasti akan kecanduan setelah mencicipinya walaupun harga di Restoran Sarah ini lebih mahal dari Restoran lain,” sahut Uran.
Setelah duduk, Ron langsung melihat daftar menu dan sedikit mengerutkan keningnya menatap harga yang tertera di menu.
Ron adalah Pengusaha yang cukup sukses walaupun bukan dari kalangan Delapan Keluarga Pengusaha besar. Tadi ia mengunjungi pabrik Dewan Kota Milles dan Uran tiba-tiba mengajaknya untuk makan pagi di Restoran Sarah.
Awalnya ia menolak karena nama Restoran Sarah terdengar sangat asing. Namun, Uran tetap memaksanya untuk ikut dan bila ia menolak maka Uran tidak akan mau mengerjakan pesanannya sehingga Ron terpaksa menuruti kemauan Uran.
“Sepertinya ada menu baru,” kata Uran tersenyum lebar menatap gambar Bakso di daftar menu. “Hannah, aku ingin Bakso ini!” katanya pada Hannah yang langsung menganggukkan kepala.
“Aku... Ayam Crispy dengan sambal pedas saja,” sahut Ron sembari menutup daftar menu.
“Baiklah, tunggu sebentar tuan-tuan!” Hannah tersenyum hangat dan menundukkan sedikit wajahnya.
Kereta Kuda berhenti di luar Restoran Sarah dan Pria paruh baya turun dari Kereta Kuda dengan ekspresi wajah mengkerut saat menatap papan nama Restoran Sarah.
Sebagai Koki yang didatangkan dari Kekaisaran Hazel, Dia merasa harga dirinya turun karena disuruh meniru makanan dari Restoran yang terlihat sangat sepi ini.
“Tidak apa-apa, Aku harus bersabar karena tuan muda Jack akan menjadikan Aku menjadi manajer Restoran bila berhasil meniru semua makanan dari Restoran tak laku ini,” gumam Leonardo yang langsung menebak, makanan dari Restoran Sarah pasti makanan umum seperti Ayam Goreng dan Sup Daging Monster saja.
__ADS_1