
Di salah satu tenda tempat Pasukan Kekaisaran Hazel beristirahat, seorang Jenderal bertekuk lutut di dalam tenda itu sembari menyerahkan sepucuk surat kepada Pria muda—yang seharusnya adalah bawahannya karena Pria muda itu hanya Prajurit berpangkat rendah.
Namun, Jenderal itu memperlakukan Pria muda itu seperti seorang Raja saja, bahkan ia tidak berani bersuara bila tidak disuruh berbicara lebih dulu oleh Pria muda itu.
“Surat dari siapa ini?” tanya Pria muda itu, karena tidak ada lambang atau nama yang tertera dari bagian luar Surat itu.
“Itu surat dari Pak tua Dario, Yang Mulia Lycus!” sahut Jenderal itu masih bertekuk lutut di hadapan Lycus.
“Oh, Mereka sepertinya berhasil bertemu dengan sosok yang ditakutkan oleh para Penyihir itu,” kata Lycus segera membaca surat tersebut.
Sudut bibir Lycus langsung memancarkan senyuman tipis, itu adalah pemandangan yang jarang terjadi setelah ia dikalahkan oleh Alex di Hutan Abadi.
__ADS_1
“Perintahkan pada semua anggota Organisasi Hercules untuk bersiap-siap berperang, Sekutu kita akan segera sampai,” kata Lycus, “Kita tidak perlu lagi menyembunyikan identitas Kita. Kata Pak tua Dario, mereka adalah orang-orang yang sangat kuat.”
Lycus langsung mempercayai ucapan Dario, karena Pendekar tingkat 10 itu adalah salah satu Pendekar sepuh yang telah melalui berbagai macam peperangan dan juga pernah ikut dalam perang rasial Seratus Tahun yang lalu. Jadi, tak ada alasan baginya untuk berdusta, karena para Pendekar yang ikut dalam perang rasial tersebut masih memendam kebencian terhadap Ras lain, karena saat itu Manusia hampir dimusnahkan oleh Ras lain; untung saja Ras Naga tidak turun tangan menghentikan peperangan itu.
“Akhirnya Aku tidak perlu lagi mengenakan Jirah Besi ini,” sahut Nathan, anggota Organisasi Hercules telah membunuh semua Iblis di Pulau tempat tinggal Hades. “Mengenakan Jubah Hitam nyaman dan kita bergerak lebih lincah dari pada besi tua ini!” keluhnya.
“Kalian tetap bertindak dengan hati-hati dan jangan mendekat ke arah yang dituju oleh Alex. Tujuan Kita adalah melenyapkan sebanyak mungkin Pendekar Ras lain,” sela Lycus tidak ingin kejadian di Kerajaan Beasthuman terulang lagi, di mana Organisasi Hercules kehilangan Tiga grup yang lenyap begitu saja dan belum diketahui siapa pelakunya. Namun, ia curiga itu dilakukan oleh Alex, karena kabarnya Alex muncul di sana dan memberikan resep masakan kepada Pemuda Suku Ular.
“Baik Yang Mulia Lycus, Aku akan bertindak hati-hati,” sahut Nathan sembari menoleh ke arah Eden, Pendekar tingkat 10 yang selamat dari menghilangkannya anggota grupnya karena saat itu ia tidak ikut melarikan diri dari Kota Ardotalia. “Apakah senior Eden dapat meramalkan apa yang akan terjadi pada Kita bila Perang telah meletus?” tanyanya penasaran.
“Apakah kemampuan meramal senior Eden telah memudar? Padahal Kita memiliki sekutu sekelompok Manusia kuat yang menguasai daratan luas di seberang lautan,” kata Nathan berpikir mungkinkah Eden masih trauma atas yang terjadi pada bawahannya, sehingga ia terus diliputi rasa ketakutan.
__ADS_1
Eden tidak menanggapi perkataan Nathan dan merasa aneh juga kenapa ramalannya kini tidak efektif bila muncul sosok yang kuat disekitarnya. Dia telah menyadari ada Pangeran Alex Acherron di sini dan itu mungkin yang menyebabkan ramalannya menjadi tidak dapat dipetik kesimpulannya.
“Ada Kapa raksasa di langit!” seru seorang Prajurit menerobos masuk ke dalam tenda. Namun, ekspresi wajahnya langsung kebingungan saat melihat Jenderal-nya malah bertekuk lutut di hadapan seorang Prajurit.
“Dasar tak punya sopan-santu!” gerutu Nathan menepuk pundak Prajurit itu, kemudian tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi Patung Es. “Seharusnya sapa dulu dari luar dan bila diijinkan masuk, barulah Kamu masuk! Dasar bodoh!” katanya lagi sembari keluar dari tenda.
Jenderal Kekaisaran Hazel itu, Lycus dan anggota Organisasi Hercules yang berada di dalam tenda segera mengikuti Nathan keluar dari tenda. Mereka langsung terkejut melihat Kapal besar yang dapat terbang di langit tersebut.
“Bagaimana mereka dapat membuat benda seberat itu melayang di udara, apakah itu semacam Sihir?” kata Nathan yang belum melihat Kapal Terbang Sihir milik para Penyihir, karena Ulrich menyuruh bawahannya menggunakan Kapal itu mengevakuasi penduduk Kerajaan Iblis menuju pantai Barat Kekaisaran Hazel.
Monster Elang berukuran besar terbang sejajar dengan Kapal Terbang Sihir berukuran besar tersebut, terlihat di punggung Monster Elang itu berdiri Raja Iblis, Raja Naga, Ratu Elf, Lord Torin, Lord Michael, Pangeran Einar, dan Alex.
__ADS_1
“Ternyata kalian sekarang sudah akur,” gumam Lycus menatap tajam ke arah Alex dan Einar yang berdiri berdampingan di atas punggung Monster Elang. “Ha-ha-ha ... tak lama lagi, Kalian akan mati di tanganku.” Dia mengepal erat tangannya.
Alex menoleh ke arah bawah karena merasa seperti ada yang memanggilnya, tetapi yang ia lihat hanya kerumunan Pendekar yang memiliki ekspresi wajah gugup, sepertinya mereka merasa tidak akan memenangkan Perang ini bila terjadi pertempuran saat ini.