Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Mengajari Valor dan Ayla Memasak


__ADS_3

Pio masih berdiri mematung menatap Kereta Kuda yang menghilang di ujung jalan. Dia masih sulit menerima kenyataan bahwa kekasihnya telah berselingkuh di depan matanya.


Dia tiba-tiba teringat dengan Pria yang menjadi kekasih baru kekasihnya. Dia merasa sosok itu terasa familiar, sehingga ia mencoba mengingat-ingatnya.


”Bukankah dia Pendekar yang satu Desa dengan kekasihku dan dia pernah ke bar yang kebetulan saat itu mantan kekasihku juga mengajakku minum anggur bersama,” pikirnya akhirnya mengerti kenapa Ayla membencinya. ”Dasar b.a.j.i.n.g.a.n itu! Sudah mengadu domba kami, Dia juga merebut Ayla dariku,” gerutunya.


Pio mengepal erat tinjunya, jejak kemarahan terlihat jelas dari matanya yang memerah dan terdengar beberapa kali ia menggumamkan nama Valor.


Ayla segera melepaskan pelukannya pada Valor dan kembali ke gerobak Kereta Kuda. Keduanya langsung tersipu malu, Alex hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.


”Oh, ya, apakah kalian memiliki tempat tinggal atau rumah sewa di Kota ini?” tanya Alex membuyarkan suasana hening. Alex juga bingung, Valor hanya mengarahkan Kereta Kuda di jalan utama dan kini mereka sudah melaju hingga ke tengah-tengah Kota Ardotalia.


Valor yang melamun karena dipeluk oleh Ayla secara tiba-tiba langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. ”Maaf Paman Alex, Kami biasanya tinggal di rumah Kepala Suku bila melakukan misi di Kota Ardotalia ha-ha-ha.”


Alex mengerutkan keningnya mendengar jawaban Valor. Kalau ia tidak bertanya, mungkin mereka akan berakhir di gerbang keluar Kota Ardotalia.


“Arahkan lah Kereta Kuda ke pemukiman padat penduduk. Kita akan menyewa rumah yang sewanya cukup murah,” kata Alex lagi sembari menghela napas panjang.


Valor yang sudah terbiasa keluar masuk Kota Ardotalia tentu sudah tahu di mana sewa rumah yang murah. Dia mengarahkan Kereta Kuda ke jalan yang tidak terlalu besar, tetapi masih bisa dilalui oleh Dua Kereta Kuda yang berlawanan arah tanpa perlu ada yang mengalah untuk memberikan ruang kosong.


Valor beberapa kali turun dari Kereta Kuda dan bertanya kepada penduduk sekitar apakah ada rumah kosong yang disewakan.


Setelah berputar-putar selama setengah jam dan langit mulai gelap, Valor akhirnya menemukan rumah kosong yang disewakan. Namun, rumah itu cukup besar dan harus disewa dalam jangka panjang.


Alex terpaksa mengeluarkan uang sewa sebesar 10 Koin Emas untuk sewa selama Satu tahun.

__ADS_1


Valor dan Ayla mengatakan bila Alex kembali ke Kekaisaran Hazel, maka mereka akan tetap tinggal di rumah itu sembari membesarkan anak-anak yang diselamatkan dari Desa yang dihancurkan oleh Organisasi Hercules tersebut.


Karena rumah itu cukup besar dan halamannya cukup luas, maka direnovasi sedikit sudah dapat dirubah menjadi Restoran sederhana.


Valor sangat bersemangat berubah profesi menjadi Koki setelah Alex memberitahunya bahwa dia mendapatkan resep rahasia dari Pangeran Alex Acherron, Pemilik Restoran Sarah yang kini terkenal di seluruh Benua Grandland karena Guild Pandora sering memuat resep masakan dari Restoran itu.


”Apakah kita akan tinggal di sini, Paman Valor?” tanya bocah Suku Ular berusia Tujuh tahun atau yang paling tua diantara anak-anak yang berhasil diselamatkan oleh Alex dengan Sihir Kehidupannya.


”Ya, Paman Alex yang dermawan telah menyewakan rumah besar ini untuk Kita,” sahut Valor dengan bangga sembari mengacungkan jempol pada Alex dan tersenyum bahagia.


Alex hanya ikut tersenyum walaupun sebenarnya ia mengutuk Valor dan Ayla, karena setelah kehilangan 10 Koin Emas atau berkisar 45 Juta Rupiah untuk sewa rumah, ia juga harus membeli pakaian, selimut, dan peralatan dapur untuk Mereka.


Valor dan Ayla mengatakan tidak memiliki tabungan, karena gaji mereka selain disisihkan sebagian untuk keluarga di Desa. Sisa uang mereka akan habis untuk kebutuhan sehari-hari, makanya mereka berjalan kaki dari perbatasan.


“Jangan ganggu Paman Alex, biarkan Dia beristirahat dengan tenang!” seru Ayla yang membuat Alex merasa ada yang salah dengan perkataannya. ”Ayo Kita mandi bersama dan nanti Paman Alex akan membuatkan makanan enak untuk Kita,” ajaknya pada anak-anak itu.


“Ayo tunjukkan padaku, resep rahasia dari Koki Legendaris Pangeran Alex Acherron itu, Paman Alex.” Valor mendesak Alex yang sedang melamunkan perkataan Ayla.


”Ya, ya ... sabar lah sedikit!” gerutu Alex karena didorong oleh Valor menuju dapur. ”Belajar memasak itu tidak bisa instan, harus dilakukan dengan sabar.”


Karena saat masih menjadi Koki magang di Bumi, Alex membutuhkan waktu lama untuk belajar memasak yang setara dengan Koki senior dan menjadi Master Chef saat di puncak karirnya sebelum tiba-tiba kembali lagi ke tubuhnya yang sekarat di Kota Perdamaian.


”Rumah sebelah itu cukup berisik juga, ya?” kata Alex mendengar suara tertawa yang cukup berisik. Padahal ada tembok yang cukup tinggi memisahkan kedua rumah.


“Terdengar seperti sekumpulan orang yang sedang berpesta minuman keras,” sahut Valor curiga, karena sehabis gajian ia sering pergi ke Bar untuk menenggak anggur merah dan orang-orang yang mabuk sering tertawa lepas serta berbicara dengan suara lantang, bahkan memanggil rekan mereka dengan kalimat kotor.

__ADS_1


Alex khawatir rumah disebelah dihuni oleh Pendekar bayaran atau sekumpulan preman, sehingga ia khawatir mereka akan menggangu Valor, Ayla, dan anak-anak.


Dia berpikir besok akan memeriksa apa kegiatan mereka di sana. Bila perlu ia akan mengusir mereka agar Valor dan anak-anak tinggal dengan nyaman di sini.


Valor segera mengenakan celemek dan mengambil spatula, dengan senyum lebar menghidupkan kompor bertenaga Kristal Sihir yang diimpor dari Kerajaan Dwarf tersebut.


Alex tersenyum melihat tingkah Valor yang terlalu bersemangat tersebut. ”Kenapa Kamu memegang spatula? Apakah Kamu sudah tahu apa yang Kita masak?” candanya.


Valor mengerutkan keningnya dan malu ditertawakan oleh Alex.


“Rebus daging sapi itu!” seru Alex sembari mengeluarkan bawang merah, bawah putih, cabai merah keriting, terasi, garam, gula merah, kecap manis, daun bawang, dan asam jawa dari keranjang belanja.


Alex berencana membuat Daging Belacang masakan khas Nusa Tenggara Timur.


Selama daging sapi masih direbus, Alex menyuruh Valor membuat bumbu-bumbu. Kebetulan juga, Alya telah selesai memandikan anak-anak, Dia langsung mengenakan celemek dan memarahi Valor karena tidak menunggunya terlebih dahulu sebelum mulai memasak.


Valor hanya dapat tersenyum masam, padahal Alex lah yang menyuruh dirinya untuk ikut memasak ke dapur. Namun, dia juga yang kena getahnya dan Alya malah tersenyum hangat ketika menatap Alex.


Alya dan Valor memotong-motong daging sapi yang telah direbus menjadi bentuk kotak tipis, kemudian Alex menyuruh mereka menggorengnya.


Alex menumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum, kemudian menambahkan bawang, kecap manis, dan air asam jawa sembari diaduk secara merata.


“Masukkan daging gorengnya!” seru Alex.


Ayla dengan gugup memasukkan daging sapi yang telah digoreng ke dalam wajan. Alex sudah mengecilkan volume Api terlebih dulu agar masakan itu tidak gosong, karena bagian akhir ini hanya untuk meresapkan bumbu dengan daging sapi goreng.

__ADS_1


Gadis kecil Suku Ular yang pemalu tiba-tiba mengintip dari pintu dapur, hanya sepertiga kepalanya yang terlihat—sehingga Alex langsung tersenyum hangat padanya.


“Kak Alya ....” Dia memanggil Alya dengan suara sangat rendah, tetapi masih terdengar. Sepertinya ia ragu untuk melangkahkan kaki ke dapur karena ada Alex dan Valor di sana.


__ADS_2