
“Saudarimu adalah kekasihku dan kini ia sedang mengandung buah hati Kami,” kata Pipins dengan suara pelan atau hampir tak terdengar.
“Apaaaaaaaa?” Isen mengerutkan keningnya. “Kurang ajar Kau Pipins! Beraninya kalian bermain-main di belakangku? Pantas saja si cerewet itu akhir-akhir ini sering berdandan cantik dan pulang larut malam. Ternyata Kau telah merusak pemikiran polosnya!”
Isen menghunus pedangnya dan langsung menebas Pipins yang langsung mundur beberapa langkah menghindari tebasan Pedang Isen.
“Hei, Kakak Ipar ... Kami sungguh-sungguh saling mencintai dan berencana akan menikah setelah Aku kembali ke Menara Sihir Utama,” sahut Pipins.
Namun, Isen terus mengejar Pipins dan menebas rekannya itu.
“Jangan panggil Aku Kakak Ipar, dasar b.a.j.i.n.g.a.n sialan!” Isen semakin marah dan melupakan kalau Pria tampan yang membawa Monster sebesar bukit kecil telah berdiri di depan gerbang Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat menonton pertunjukan mereka.
“Hei, seharusnya Kau terima saja dia sebagai adik Iparmu walaupun dimatamu dia terlalu kurus dan kurang tampan, sehingga Kamu malu menjadi Kakak iparnya,” kata Alex masih berdiri di luar Perisai. “Atau tanyakan pada saudarimu apakah dia benar-benar mencintai Penyihir kurus itu. Kalau dia dipaksa, maka bunuh saja dia. Namun, bila saudarimu memang mencintainya, maka Kamu hanya bisa pasrah saja. Kalau Kamu membunuhnya, maka saudarimu pasti akan membencimu seumur hidupnya.”
Isen berhenti mengejar Pipins dan merasa apa yang disebut oleh Pria di hadapan mereka itu memang benar.
__ADS_1
“Ehhhhhhhhhhh!”
Isen langsung mundur dengan ekspresi wajah ketakutan dan berpelukan dengan Pipins. Keduanya tidak menyangka kalau mereka sebenarnya berbicara dengan sosok menakutkan yang telah membunuh Monster Cacing Alaska tadi dengan Sihir yang sangat spektakuler, karena langit ditutupi oleh duri-duri besar dan panjang.
“Apakah Aku terlihat menyeramkan seperti Hantu?” Alex menunjuk wajahnya sendiri. “Tenang saja, Aku adalah Alex ... Teman dari Penyihir Ulrich.”
Namun, Isen dan Pipins masih terlihat ketakutan dan terus berkata agar mereka tidak dibunuh, sehingga Alex berpikir apakah mereka tidak mengenali Ulrich si tampan berambut Putih dan bermata biru itu.
Alex berpikir Pemuda tampan hanya populer di kalangan gadis-gadis muda saja, di manapun tempatnya. Sedangkan para Pria biasanya lebih sering mengingat gadis cantik, gadis Anime atau istri tetangga yang cantik.
“Berarti tuan berasal dari Benua lain?”
Tiba-tiba gerbang masuk Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat terbuka. Penyihir berusia Lima Puluhan tahun muncul di kawal Belasan Penyihir muda. Namun, hanya Penyihir paruh baya itu saja yang memancarkan energi Sihir yang cukup kuat. Dia hampir setara dengan Ulrich dan Zelma.
“Ah, maaf ... Kami terlambat menyambut tamu terhormat,” kata Penyihir tua itu segera menundukkan wajahnya sembari menaruh tangan kanannya di dada. Para Penyihir yang mengikutinya segera mengikuti gerakannya juga. “Kepala Penyihir Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat, Aragon menyambut kedatangan tamu terhormat.”
__ADS_1
Sebenarnya Aragon ragu sosok di hadapannya itu berasal dari Benua lain. Karena bila ia memang berasal dari sana, maka seharusnya Ulrich ada di sini juga. Namun, ia tetap terpaksa membukakan pintu gerbang karena Perisai Sihir tidak akan dapat menahan Kekuatan sosok yang telah membunuh Monster Cacing Alaska yang berkamuflase menjadi pegunungan tersebut.
Belum lagi, energi Sihir yang terpancar dari tubuh sosok misterius itu mirip dengan Sihir Suci Kesatria Suci Kuil Matahari. Namun, ada juga sedikit jejak energi Sihir yang sama dengan Penyihir terpancar dari tubuhnya.
Aragon bersikap ramah terhadap sosok misterius itu, hanya untuk berharap sosok misterius itu mengampuni mereka. Apalagi suasana hati sosok misterius itu terlihat baik, bahkan ia tersenyum melihat pertengkaran Pipins dan Isen.
Alex meletakkan Monster Landak raksasa di depan Menara Sihir Tanah Tandus Ujung Barat, kemudian tersenyum menatap Aragon. Akhirnya ada juga yang mengenali Ulrich dan Zelma.
Sebelum berangkat ke Benua Vlorien, Zelma mengatakan kalau dirinya dan Ulrich sangat terkenal di kalangan Penyihir, karena keduanya adalah generasi muda Penyihir paling berbakat.
Tadi ia mengira Zelma hanya membual saja, karena Dua Penyihir di hadapannya terlihat seperti tidak mengenali Ulrich dan Zelma.
“Senang bertemu denganmu, Penyihir Aragon,” sapa Alex menundukkan wajahnya juga dan meletakkan tangan kanannya di dada. Hal itu membuat Aragon gugup, karena biasanya sosok kuat akan bersikap angkuh terhadap yang lebih lemah darinya. “Aku adalah Pendekar Alex dari Benua Grandland. Anda pasti mengira Aku adalah Kesatria Suci, karena memiliki kemiripan dalam energi Sihir. Namun, Pendekar tidak menggunakan Sihir Suci, yang kami gunakan adalah Elemen Sihir. Itu seperti gabungan Sihir dan Sihir Suci, tetapi Pendekar tidak bisa menggunakan semua jenis Sihir atau terbatas saja.”
Aragon langsung tercerahkan, pantas saja ia merasakan jejak energi Sihir dan Sihir Suci Kesatria Suci dari Alex.
__ADS_1
“Silahkan masuk Pendekar Alex,” sahut Aragon menyambut Alex dengan senyuman cerah. Pahlawan yang akan menyelematkan para Penyihir akhirnya muncul di hadapannya. “Pendekar Alex pasti butuh istirahat sejenak setelah melalui perjalanan jauh melintasi lautan tak berujung,” katanya lagi berbasa-basi dan perkataannya itu sudah ia pikirkan dengan hati-hati agar tamunya itu tidak tersinggung atau kesal dengan perkataannya.