Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pesta III


__ADS_3

Kepalan tangan kecil Sarah berbenturan dengan kepalan tangan Pendekar muda Kelurga Donovan itu.


“Ternyata bocah terkutuk ini adalah Pendekar tingkat 4!” Pendekar muda itu terkejut, sesaat kemudian tubuhnya dihempaskan sejauh Sepuluh langkah.


Pendekar tingkat 9 yang juga pelatih seni beladiri Kelurga Donovan yang tidak jauh sana segera menangkap tubuh Pendekar muda itu agar tubuhnya tidak menabrak Pohon.


“Terimakasih Paman Lewis!” kata Pemuda itu, akan tetapi tiba-tiba ia batuk dan menyemburkan seteguk darah.


Lewis mengerutkan keningnya, tidak menyangka gadis kecil setengah Elf itu ternyata Pendekar tingkat 4 yang juga berelemen Petir. “Segera minum ramuan penyembuh dan beristirahat lah,” sahutnya sembari berjalan ke arah Sarah.


Alex segera menggendong Sarah karena takut Lewis menyerangnya secara tiba-tiba.


Alex tersenyum tipis menatap Lewis dan berkata, “Tolong maafkan Putriku... Dia masih terlalu muda sehingga tidak memahami tata-krama.”


Lewis tentu tidak menerima permintaan maaf itu dengan mudah, karena bila ia memaafkan mereka dengan mudah—maka orang lain akan menganggap Keluarga Donovan sudah tidak bertaji lagi dan akan banyak kejadian seperti tadi terulang lagi di masa depan.


Aura Pendekar tingkat 9 merembes dari tubuh Lewis, para tamu undangan merasa tertekan sehingga mereka segera menjauh.


“Bos, mundurlah!” Elenna khawatir dengan keselamatan Alex dan Sarah, karena Alex hanya manusia biasa saja—hanya dengan tekanan dari Aura Pendekar saja, itu dapat membuatnya terbunuh.


“Kalian menjauh saja, Aku akan berbicara dengannya,” sahut Alex tersenyum masam.


“Serahkan bocah darah campuran menjijikkan itu dan tinggal Kastil Keluarga Donovan!” seru Lewis menatap tajam Alex dan Sarah.


“Hah?” Alex mengerutkan keningnya, darahnya mendidih saat mendengar hinaan Lewis pada Putrinya. “Coba ulangi lagi ucapanmu itu!” Sudut bibir Alex memancarkan seringai tipis dan melangkahkan kaki mendekati Lewis.

__ADS_1


Awal Alex tidak ingin membuat keributan di Kastil Keluarga Donovan untuk menghormati hubungan baiknya dengan Margareth, bahkan ia tetap sabar walaupun para Pramusaji tampak tidak senang melihat Sarah memakan Kue. Namun, bila sudah keluar kalimat yang membuat putrinya tampak sedih, tentu Alex akan marah.


“Hmm, brengsekkk! Kau mengancamku?” sahut Lewis mengerutkan keningnya, tiba-tiba area disekitarnya menjadi dingin dan kepalan tangannya dibalut elemen Es.


Jack sangat senang melihat Lewis akan menghajar sosok yang telah membantu keponakannya membuat Perusahaan baru tersebut.


Dia berharap Elf cantik dibelakang Alex juga menyerang Lewis, sehingga gadis Elf itu terluka dan Dia akan merawatnya dengan baik diatas ranjang.


Sementara itu, Lord Michael tampak khawatir Alex akan membunuh Lewis sehingga Kota Perdamaian akan menjadi kacau bila Keluarga Donovan berperang melawannya.


Margareth hendak berteriak pada Lewis agar tidak menyerang Alex. Namun, tiba-tiba wanita tua berpakaian serba hitam meninju wajah Lewis hingga terpental sejauh Lima Puluh Meter.


Semua tamu tercengang dengan peristiwa yang tidak terbayangkan di benak mereka sebelumnya itu, dan bertanya-tanya siapa wanita tua misterius itu.


Lord Michael tersenyum lebar, karena Elizabeth muncul sebagai Pahlawan yang mencegah terjadinya pertumpahan darah di Kota Perdamaian.


“Nenek Eli!” Sarah sangat senang melihat Elizabeth. Dia sempat ketakutan dengan Aura yang dipancarkan oleh Lewis tadi, walaupun Alex melindunginya.


“Oh, Sarah juga diundang ke Pesta ini?” Elizabeth berpura-pura terkejut melihat Sarah.


Alex tersenyum tipis menatap Elizabeth, kalau Elizabeth tidak muncul maka nasib Lewis pasti akan tragis, dan mungkin akan kehilangan nyawa bila ia tak sanggup menahan pukulan darinya.


“Kami diundang oleh Kakak cantik itu!” sahut Sarah menunjuk ke arah Margareth yang berdiri di dekat para Dewan Kota.


Para tamu undangan terkejut mendengarnya dan tidak menyangka kalau Pria yang memiliki anak setengah Elf itu ternyata diundang langsung oleh Margareth.

__ADS_1


Mereka bertanya-tanya, apa hubungan Alex dengan Margareth. Apalagi Alex terlihat sangat asing, hanya Ron dan teman-temannya saja yang mengenalinya.


“Maaf tuan Alex, seharusnya kami mengawalmu dari Restoran sehingga tidak mengalami perlakuan yang tidak bisa dimaafkan ini. Kami berjanji akan menghukum mereka yang telah menyingungmu,” kata Evelyn menundukkan wajahnya di hadapan Alex.


Para tamu undangan semakin bingung, Pengawal pribadi Margareth justru sangat menghormati Pria asing itu.


Alex menghela napas panjang, dia sudah merasa tidak nyaman lagi berada di acara Pesta ini. Namun, demi mendapatkan dividen dari Perusahaan Margareth, terpaksa ia menyunggingkan senyuman tipis dan mengikuti Evelyn tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Sampai jumpa Nenek Eli!” Sarah melambaikan tangan pada Elizabeth yang langsung tersenyum lebar, akan tetapi senyumannya itu terlihat menakutkan.


Hannah dan Elenna tidak ikut dengan Alex menuju meja tempat para Dewan Kota berkumpul. Keduanya mengikuti Elizabeth agar tidak ada yang mengusik mereka, karena mereka sudah tahu kalau Elizabeth adalah Pendekar tingkat 10 yang juga pemilik toko ramuan herbal disebelah Restoran Sarah.


...***...


Margareth tersenyum menatap Alex. “Maafkan kami tuan Alex,” sapanya merasa sangat bersalah atas peristiwa yang terjadi itu. Seharusnya ia tidak menyembunyikan identitas Alex sebagai Pemegang Hak Kepemilikan terbanyak kedua, karena awalnya ia ingin membuat kejutan yang pada akhirnya malah berakhir dengan tragedi tadi.


“Apakah Dia Pemegang Hak Kepemilikan terbanyak Kedua itu?” selidik Donovan memperhatikan Alex dengan seksama. Ekspresi wajahnya terlihat tenang dan seperti tidak terpengaruh oleh pertikaian antara anggota keluarganya dengan Alex tadi.


Sebelum Margareth menjawab pertanyaan Donovan, Romanov tiba-tiba berdiri dan menjabat tangan Alex.


“Putrimu sangat hebat sekali,” kata Romanov tersenyum lebar. “Usianya masih sangat belia, tetapi sudah menjadi Pendekar tingkat 4. Kalau dilatih dengan baik, maka dia akan mencapai Pendekar tingkat 10 sebelum menginjak usia Dewasa serta mungkin akan lebih kuat dari Pangeran Alex.”


Alex curiga Dewan Kota pemilik Guild Pandora ini ingin merekrut Putrinya kecilnya untuk dijadikan sebagai Assassin atau mesin pembunuh bayaran.


Dewan Kota lainnya juga memiliki pikiran yang sama dengan Alex dan mereka tentu tidak ingin Alex melepaskan Putrinya pada Guild Pandora, karena bisa saja suatu hari nanti Romanov melepaskan gadis setengah Elf itu untuk memburu mereka.

__ADS_1


Kepala Sekolah Harapan berdehem dan melirik Isabella yang tadi hendak menyelamatkan Sarah saat bertikai dengan Pendekar muda Kelurga Donovan.


“Romanov... gadis kecil itu sebenarnya murid Sekolah Harapan,” katanya sembari tersenyum tipis. Namun, Romanov mengerutkan keningnya dan hendak mengatakan sesuatu, akan tetapi Kepala Sekolah Harapan segera berkata lagi, “Walaupun tidak resmi. Namun, Guru Isabella selalu mengajarinya menulis dan membaca, saat usianya sudah cukup maka ia akan mendapatkan beasiswa sehingga langsung diterima di Sekolah Harapan.”


__ADS_2