Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Mordor II


__ADS_3

Jean mulai menjelaskan kalau Lord Torin mengatakan Mayat-mayat hidup itu lemah terhadap Elemen Sihir Kehidupan. Namun, itu bila Kekuatan mereka setara dengan Mayat-mayat hidup itu.


Tetua Elf yang menjadi pengikut Dewa Cthulhu tetap kebal terhadap Elemen Sihir Kehidupan, karena Tetua Elf itu lebih kuat dari para Pendekar Elf. Hanya Alex lah yang dapat mengalahkan Tetua Elf itu.


Jean menjelaskan lagi, selama mereka bekerjasama dan saling melindungi maka mereka pasti dapat mengalahkan mayat-mayat hidup itu.


Seperti dugaan Jean, mereka langsung bergerak menuju wilayah Selatan bersama Dua Ratus Lima Puluh Ribu Prajurit Kekaisaran Hazel.


Itu adalah jumlah yang fantastis, tetapi sayang sekali—jumlah Pendekar tingkat 10 Kekaisaran Hazel hanya tersisa 2300 saja, selebihnya telah tewas saat Perang di Kerajaan Orc dan Kerajaan Goblin.


Untung saja pihak bangsawan dan Akademi Kekaisaran bersedia mengirim Pendekar tingkat tinggi mereka dalam Perang menghadapi mayat-mayat hidup tersebut.


“Apa Kau gugup Rolf?” Hades berbisik pada Beasthuman Serigala di sebelahnya.


Rolf menghela napas panjang dan menjawab, “Tentu Aku gugup! Ini pertama kalinya Aku bertempur bersama lautan manusia seperti ini.” Dia menoleh ke segala arah dan ia hanya melihat hamparan Manusia berzirah Besi. “Di tanah kelahiranku di Utara Benua Grandland, Kami hanya tinggal berkelompok serta nomaden (berpindah-pindah tempat) dan kadang-kadang bentrok dengan Suku lain, tetapi tidak pernah bertarung dengan jumlah sebanyak ini.”


Karena bosan hidup Nomaden, Rolf memutuskan pindah ke Kota Perdamaian Sepuluh tahun yang lalu dan menjadi Pemburu Monster. Dia juga menikah dengan gadis Manusia, makanya ia dengan sukarela bergabung dengan Pasukan Kota Perdamaian, karena ia sudah menganggap dirinya sebagai bagian dari Kota Perdamaian.


“Bagaimana denganmu, Hades?” Rolf menatap Hades yang terlihat cukup tenang.


“Tentu Aku juga akan gugup,” sahut Hades tersenyum lebar.


“Tapi yang kulihat Kamu cukup tenang, tuan Hades?” sela Rolf penasaran, apakah Hades memiliki trik khusus untuk menghilangkan rasa gugupnya. Namun, Hades tidak mengatakan apa-apa lagi, sehingga Rolf sedikit kecewa—padahal ia sangat ingin menantikan jawaban dari Hades.


“Lihat itu! Astaga... Mereka ternyata sudah dekat dari Kota Ella!” Hades menunjuk ke arah Selatan, di mana Sayap aneh yang sangat panjang terbentang.


Pemandangan mengerikan mulai terlihat di bawah Sayap aneh itu, Serigala Putih dan mayat-mayat hidup yang tak terhitung jumlahnya berlari dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Hades bahkan merasakan, diantara mayat-mayat hidup itu ada yang bukan Pendekar, yang menandakan kemungkinan besar mereka adalah Penduduk Kekaisaran Hazel di wilayah Selatan yang telah diubah menjadi mayat-mayat hidup oleh Pengendali.


“Semua bersiap!” seru Jean menghunus Pedangnya.


Hades, Rolf, dan Pendekar lainnya segera menghunus senjata masing-masing. Mereka dalam mode siap tempur dan menunggu aba-aba dari Jean untuk menyerbu ke barisan musuh.


...***...


Mordor yang berdiri diatas punggung Naga mayat hidup tersenyum menatap ke arah hamparan Manusia di depannya.


Pertempuran ini akan menjadi penentu, apakah Dia dapat menaklukkan Benua Grandland atau harus bersembunyi lagi dan mengumpulkan lebih banyak mayat-mayat hidup di masa depan.


“Apakah mereka sudah menghancurkan semua Segel-Segel itu, Yang Agung Dewa Cthulhu?” Mordor berbicara sendiri.


Sebuah Suara terdengar di benak Mordor. “Mereka telah bergerak menuju semua Hutan Monster. Aku yakin mereka dapat menghancurkan Segelnya, karena musuh-musuhmu sedang lengah dan fokus menghadapi mayat-mayat hidup yang para Pengendali lepaskan.”


Mordor sangat senang mendengarnya, karena seluruh tubuh Dewa Cthulhu akan menyatu dan bila itu terwujud, maka tak akan ada yang dapat mengalahkan Dewa Cthulhu sebab tak ada Dewa lain lagi di Benua Grandland ini.


Walaupun Annabeth tidak mendapat jawaban dari Alex atau ia mencoba mencegah Alex menjawabnya, tetap saja Dewa Cthulhu telah menebak Kekuatan Alex berasal dari Patung-patung para Dewa yang menyegel bagian-bagian tubuh dirinya tersebut.


“Apa Kita akan mengambil Patung-patung lainnya?” tanya Mordor juga penasaran, apa yang tersimpan dalam Patung tersebut.


“Tidak perlu untuk saat ini, Kita harus melepaskan Segel-Segel di Hutan Monster saja karena para Pengendali mayat-mayat hidup jumlahnya terbatas,” sahut Dewa Cthulhu.


“Maaf Yang Agung Dewa Cthulhu... Karena keterbatasan waktu, Aku hanya dapat mengumpulkan sedikit Pendekar tingkat 10 Puncak untuk dijadikan sebagai Pengendali.” Mordor merasa bersalah, apalagi ia juga harus meningkatkan kekuatannya juga.


“Tidak apa-apa, bila Kamu gagal menyatukan seluruh tubuhku, Kita masih memiliki rencana cadangan. Bocah itu sangat cocok menjadi wadahku dan dia memiliki Elemen Sihir yang tak terbatas.”

__ADS_1


Perkataan Dewa Cthulhu membuat Mordor teringat dengan Putri Alex yang berusia Empat tahun tersebut.


Kalau Alex berada di Kerajaan Orc, maka Sarah tetap berada di Kota Perdamaian. Namun sayang sekali, Pion-Pion yang ia taruh di sana telah dihancurkan oleh Alex dan sebagian lainnya telah melarikan diri ke wilayah lain.


Lamunan Mordor tiba-tiba dibuyarkan oleh Pidato berapi-api Pangeran Pertama Kekaisaran Hazel yang berdiri paling depan dengan mengendarai tunggangan Monster Harimau berbadan besar.


“Naga bodoh! Berikan mereka salam perkenalan!” kata Mordor menyeringai tipis dan menatap sinis Pangeran Pertama.


Mayat hidup Naga yang merupakan Ayah Eva atau gadis Naga yang bekerja di Restoran Sarah tersebut membuka mulutnya lebar-lebar. Semburan magma panas melesat ke arah hamparan Manusia berzirah Besi di hadapannya.


...***...


“Mereka telah menyerang!” seru Einar menatap tajam mayat-mayat hidup yang menerjang ke arahnya.


“Aku akan melawan mayat hidup Naga itu!” sahut Pangeran Gray Pendragon yang tergabung dalam Pasukan Kerajaan Naga. Namun, ia bukan pemimpin Pasukan, yang memimpin Pasukan adalah Putra Mahkota atau Saudara laki-laki tertuanya.


“Bodoh! Apa Kamu mencari kematian? Mordor menunggangi Naga itu!” Einar membentak Gray yang langsung tersenyum masam, karena merasa perkataan Einar memang benar. Namun, ia merasa malu dibentak oleh Einar, sebagai Ras terkuat Einar harusnya berkata dengan sopan padanya.


Gray tetap maju beberapa langkah dan memutuskan akan menghentikan semburan Magma panas yang melesat ke arah Pendekar Manusia yang dipimpin oleh Einar.


Gray berubah wujud menjadi Naga dan menyemburkan Elemen Sihir Es yang telah berevolusi menjadi lebih kuat setelah ia menyantap Ayam Betutu Restoran Sarah.


Dinding Es muncul di hadapan Gray Pendragon yang langsung menahan semburan Magma panas, serta membekukannya.


Mordor tersenyum dan tidak menduga akan ada Naga yang memiliki Elemen Sihir cukup kuat. Awalnya ia mengira akan menghadapi para Pendekar berdarah panas tetapi tidak memiliki pengalaman bertarung sehebat Alex, karena para Raja dan Kaisar tidak muncul di medan Perang ini.


“Naga bodoh! Pergilah berikan tontonan yang menarik padaku!” seru Mordor sembari turun dari punggung Naga itu.

__ADS_1


Naga bersayap milik Dewa Cthulhu itu melesat ke arah depan sembari mengibaskan sayapnya. Dinding Es yang dibuat oleh Gray Pendragon hancur berkeping-keping.


“Sudah kukatakan hati-hati, dasar Naga bodoh!” Einar memarahi Gray Pendragon setelah menariknya menjauh dari jangkauan Sayap Naga mayat hidup itu.


__ADS_2