Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hancurnya Perisai Yang Melindungi Benua Grandland


__ADS_3

Kapal yang membawa Iblis kecil telah menjauh dari Pulau. Dari kejauhan, ia hanya melihat kobaran Api menyelimuti tubuh Roth yang melompat ke arah Nathan.


Dia terus menangis, karena hanya dirinya saja yang selamat dari pembantaian massal oleh Organisasi Hercules tersebut. Kini ia tidak tahu harus pergi ke mana, Pulau tempatnya lahir semakin mengecil terlihat dari Kapal dan akhirnya lenyap; sekelilingnya kini hanya lautan tak berujung saja.


...***...


“Kau adalah Pendekar tingkat 9 terkuat yang pernah kuhadapi!” Nathan memuji kehebatan Roth karena mampu menahan serangannya, padahal dirinya adalah Pendekar tingkat 10 yang seharusnya dengan mudah akan mengalahkan Pendekar tingkat 9.


Roth menyeka darah yang menghalangi pandangannya. Luka-lukanya mulai pulih secara perlahan-lahan.


Salah satu kemampuan Ras Iblis yang tidak dimiliki oleh Ras lain adalah tubuh mereka dapat melakukan penyembuhan secara alami. Namun, proses penyembuhannya berjalan lambat, sehingga tidak terlalu berpengaruh saat sedang bertarung.


Roth menggenggam erat gagang tombaknya serta memasang kuda-kuda beladiri bertahan, mengantisipasi serangan mendadak dari Nathan.


“Ah, Yang Mulia telah meninggalkan Aku, sepertinya mereka bosan menonton pertunjukan yang kubuat,” keluh Nathan menatap ke arah Lycus dan anggota Organisasi Hercules yang hampir sampai mendaki tangga ke Kuil di puncak bukit. “Baiklah, mari kita selesaikan pertarungan ini dengan cepat!”


Jubah yang dikenakan oleh Nathan berubah menjadi Jubah Es, begitu juga dengan seluruh tubuhnya sehingga tanaman disekitarnya ikut membeku.


Roth merasa Elemen Sihir Api miliknya seperti kehilangan suhu panasnya, karena tubuhnya terasa dingin. Hal itu membuat Roth menggertakkan giginya, ternyata saat pertarungan tadi; musuhnya tidak bertarung dengan serius.


“Kemarilah dasar Manusia terkutuk!” Roth meraung keras sembari mengayunkan tombaknya ke arah depan.


Namun, Nathan dapat menghindari tusukan tombak itu, kemudian bilah pedangnya menebas leher Roth yang langsung menggelinding di permukaan pasir pantai.

__ADS_1


Pendekar terkuat di Pulau terluar Kerajaan Iblis tersebut tewas dengan sorot mata tajam, tidak ada jejak ketakutan dari sorotan mata itu. Mungkin catatan sejarah di masa depan akan menganggapnya sebagai Pahlawan lokal bila Ras Iblis masih ada di Benua Grandland.


Nathan membawa Kepala Roth yang telah dibalut oleh Elemen Sihir Es, sehingga Kepala itu akan awet selama tidak ada yang menghancurkan Es-nya.


“Apa yang kau lakukan dengan Kepala itu, Nathan?” Senior Nathan di Organisasi Hercules terkejut melihat Nathan dengan Kepala Iblis.


Nathan menatap Kepala Roth dan berkata, “Dia adalah Pendekar tingkat 9 terkuat yang pernah kuhadapi, jadi sudah selayaknya Dia mendapatkan rasa hormat sebagai Pendekar.”


Seniornya itu mengerutkan keningnya, tetapi pada akhirnya ia membiarkan Nathan melakukan sesuka hatinya dengan Kepala Iblis itu mengingat usia Nathan masih muda, sehingga masih idealis. Namun, saat pemikirannya sudah sangat Dewasa nanti, pemikiran idealis itu akan memudar digantikan dengan pemikiran yang lebih realistis.


Nathan meletakkan Kepala Roth di pintu masuk Kuil, sementara Lycus dan Lima anggota Organisasi Hercules sedang sibuk mencari di mana letak Segel ataupun artefak kuno yang dapat merusak Perisai yang melindungi Benua Grandland.


Satu jam kemudian berlalu dan mereka masih belum menemukan petunjuk apapun, bahkan Nathan sampai masuk ke dalam sumur yang dalamnya mencapai 100 Meter. Namun, saat ia mencapai dasar sumur, tak ada apa-apa di sana.


“Nathan! Geledah lah rumah-rumah penduduk dan bawa kemari benda-benda aneh yang tersimpan di rumah mereka!” seru Lycus.


Nathan berjalan melewati tengah-tengah Kuil dan tatapannya tiba-tiba tertuju pada Patung Dewa Iblis, hanya Patung itu satu-satunya yang belum mereka geledah di dalam Kuil tersebut.


“Nathan! Kamu mau ke mana?” tanya seniornya karena Lycus menyuruhnya menggeledah rumah penduduk, tetapi ia malah berjalan ke arah Patung Dewa Iblis.


Nathan tidak menjawab pertanyaan seniornya, pedangnya terhunus dari sarung pedang yang menggantung di punggungnya. Kemudian ia menebas Patung Dewa Iblis yang berukuran besar tersebut.


Lycus dan Lima anggota Organisasi Hercules tercengang dengan tindakan Nathan itu. Walaupun Organisasi Hercules tidak pandang bulu dalam memusnahkan Ras selain Manusia, mereka tidak pernah menghancurkan Patung Dewa musuh.

__ADS_1


“Nathan apa yang Kamu ....” Lycus tiba-tiba terdiam saat menatap Cahaya menyilaukan melesat ke langit.


Nathan tersenyum lebar, seolah-olah ia ingin mengatakan agar mereka memuji dirinya karena berhasil menemukan petunjuk yang mereka cari.


Langit berubah seperti kertas yang terbakar atau seperti berganti kulit. Bila tidak diperhatikan dengan seksama, maka tidak akan ada yang menyadari perubahan di langit tersebut.


Namun, jauh di kedalaman laut, Ras Duyung tiba-tiba panik karena Monster dari laut dalam atau Samudera memasuki wilayah Kerajaan Duyung.


Ratu Duyung bergegas menuju Kuil Dewa Poseidon di kawal Belasan Pendekar Duyung tingkat 10. Ratu Duyung juga telah mengaktifkan Perisai Air atau pusaran air yang akan menghempaskan siapapun yang mendekati pusaran air itu. Namun, Perisai Air itu hanya mencakup sepertiga wilayah Kerajaan Duyung, yang berarti Kerajaan Duyung hanya dapat melindungi Kerajaannya saja dan tidak akan melindungi Kerajaan Iblis di permukaan atau seluruh pantai Benua Grandland.


“Saint Suci ... apa yang terjadi? Kenapa Perisai yang melindungi Benua Grandland lenyap begitu saja?” Ratu Duyung bertanya dengan tergesa-gesa tanpa menyapa dengan hormat lebih dulu.


Duyung berukuran sebesar Kapal Induk di Bumi muncul dari dalam Kuil. Rambutnya Putih dan wajahnya mengkerut seperti wanita tua, sementara ekor ikannya memiliki sisik berwarna Perak.


“Sudah berapa ribu tahun Aku tidak keluar dari Kuil? Apakah Dewa Cthulhu telah bangkit kembali?” tanya Saint Ras Duyung tersebut dengan suara lembut dan napasnya terdengar terengah-engah.


“Dewa Cthulhu telah dibinasakan oleh seorang Dewa yang dapat menggunakan banyak Elemen Sihir, Saint Suci!” sahut Ratu Duyung segera bersujud yang juga diikuti oleh para Pendekar pengawalnya.


“Dewa baru yang menggunakan banyak Elemen Sihir?” Saint Duyung itu bergumam dan merenung sejenak, menggali ingatannya yang telah memudar sehingga banyak kenangan yang telah ia lupakan.


Saint Duyung teringat dengan warisan yang dititipkan oleh Dewa Poseidon padanya sebelum Dewa yang disembah oleh Ras Duyung tersebut mengorbankan dirinya untuk menyegel Dewa Cthulhu.


“Pasti ada pengikut Dewa Cthulhu yang merusak Segel Perisai yang melindungi Benua Grandland,” kata Saint Duyung sembari menghela napas panjang.

__ADS_1


“Untung saja kita masih memiliki Perisai Air sehingga Kerjaan Duyung tetap terlindungi dari bahaya Monster yang berasal dari Samudera,” sahut Ratu Duyung.


Namun, Saint Duyung menggelengkan kepala dan kembali menghela napas dalam-dalam yang membuat Ratu Duyung keheranan, mau tak mau ia menjadi khawatir—mungkinkah masih ada Monster yang lebih menakutkan selain Monster dari Samudera.


__ADS_2