Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Nyonya Bos


__ADS_3

“Jenderal Ivan dan Hugo akan bergabung denganmu, tetapi bagaimana kamu akan melewati gunung batu itu?” sahut Panglima militer penasaran, Jenderal-jenderal lainnya juga menatap Jenderal August dengan seksama karena mereka juga penasaran bagaimana ia melewati Tornado ganas di sana.


Jenderal August tersenyum lebar dan berkata, “Aku berhasil merayu Odessa ke sisi kami.”


“Gadis itu? Bukankah Dia berasal dari Legiun Barat Pangeran Keempat!” Jenderal Ivan terkejut mendengarnya, karena sisa-sisa bawahan Alex di Legiun Barat telah diburu dan dibunuh oleh Pangeran Kedua.


Para Jenderal tampak iri pada Jenderal August karena memiliki bawahan seperti Odessa yang merupakan Pendekar tingkat 10 berelemen Sihir Besi yang cukup langka tersebut.


Di bekas penyergapan terhadap Alex empat tahun yang lalu, terdapat lubang besar di dalam tanah dan itu diyakini dilakukan oleh Odessa dengan merubah tubuhnya menjadi Bor Besi, makanya Alex dapat kabur dari penyergapan itu.


“Setelah sisa-sisa Legiun Barat berhasil membawa kabur Pangeran Alex, mereka pun berpisah di wilayah tengah dan saat itu Odessa kembali ke keluarganya. Kebetulan sekali, Aku berteman baik dengan Ayahnya dan saat Pangeran Kedua memburu semua mantan Prajurit Legiun Barat, Ayahnya khawatir dengan keselamatan Odessa dan mengirimnya padaku.” Jenderal August memberikan penjelasan kenapa Odessa bisa menjadi prajuritnya.


Kaisar tersenyum dan berkata, “Baiklah, Jenderal August bersama Jenderal Ivan dan Hugo akan menyerbu wilayah selatan Kerajaan Orc. Sementara Legiun Utara bersama Legiun Timur akan memusatkan Pasukan di perbatasan dengan Kerajaan Kerajaan Naga dan Kota Perdamaian.”


Dia harus mengantisipasi keadaan tidak terduga sehingga tidak merugikan Kekaisaran Hazel. Wilayah di dekat Kota Perdamaian dan Kerajaan Naga adalah lumbung gandum Kekaisaran Hazel, apapun yang terjadi wilayah itu harus dipertahankan agar tidak menimbulkan kekurangan pasokan pangan.


“Bagaimana dengan Hutan Abadi Yang Mulia Kaisar?” tanya Panglima militer, karena Legiun Barat yang baru dan Legiun Tengah telah dimobilisasi di perbatasan dengan Kerajaan Orc dan Hutan Abadi tersebut.


“Karena di masa lalu Ratu Elf tidak pernah menyerang Kekaisaran Hazel, maka lupakan saja mereka. Saat Jenderal August memulai serangan di wilayah selatan Kerajaan Orc, maka Legiun Barat dan Legiun Tengah akan menyerbu wilayah Utara Kerajaan Orc,” kata Kaisar sembari menunjuk gundukan pasir diatas meja. “Setelah kalian merebut wilayah Utara itu maka teruslah ke sisi Barat menyeberang menyerang Kerajaan Goblin.”


Kaisar tidak berniat menyerang bagian tengah Kerajaan Orc karena bangsa Orc terkenal memiliki fisik yang kuat dan sulit ditaklukkan, bahkan di masa lalu Ras Orc adalah yang terkuat Kedua setelah Ras Naga.


Dia yakin suku-suku Orc akan mundur ke wilayah tengah setelah serbuan mendadak dari Pasukannya.


Untuk mengalahkan mereka, Kaisar berencana mengurung mereka di wilayah tengah itu. Namun, Kekaisaran Hazel harus menaklukkan Kerajaan Goblin lebih dulu.


Diskusi rahasia itu berlangsung cukup lama, mereka tidak hanya membahas tentang penaklukan Kerajaan Orc dan Kerajaan Goblin.


Mereka juga mendiskusikan rencana bila semua Kerajaan di Benua Grandland bersatu melawan Kekaisaran Hazel.


Kaisar juga menangguhkan rencana menyerang Pulau-Pulau lain milik Kerajaan Iblis, karena Prajurit Kekaisaran Hazel kesulitan bertarung di lautan menggunakan Kapal.

__ADS_1


...***...


Pegasus mendarat di halaman Restoran Sarah. Helena tercengang menatap bangunan mewah di hadapannya. Dia masih merasa apa yang terjadi hari ini seperti mimpi saja.


Helena mencubit pinggang Alex yang langsung menjerit kesakitan karena tidak sempat mengantisipasi serangan mendadak tersebut atau mengalirkan tenaga dalamnya untuk meredam cubitan Helena agar tidak terasa menyakitkan.


“Ha-ha-ha... kenapa Ayah tertawa bila disentuh oleh Ibu?” Sarah tertawa kegirangan.


Alex tersenyum masam. “Ayah tidak tertawa, Nak... Ayah ingin menangis nih, kenapa Kamu mencubitku, sayang?”


Helena tersenyum lebar dan berkata, “Untuk memastikan apakah Aku sedang berhalusinasi atau tidak!”


Alex menggelengkan kepala dan berkata, “Seharusnya kamu menampar pipimu saja! Jangan malah mencubit orang lain.”


Alex kemudian mendekati pintu Restoran dan mengeluarkan kunci untuk membukanya. Namun, lampu Restoran tiba-tiba hidup dan Pintu terbuka dari dalam.


“Kak Hannah... kami pulang!” Sarah berlari menghampiri Hannah. “Lihatlah itu... Dia ibuku. Cantik, kan?”


“Rambut Perak dan mata biru, sama persis dengan Sarah,” gumam Hannah berdiri tertegun di depan pintu.


Elenna, Eva, Lilith, dan Viola juga berjalan ke pintu, keempatnya tercengang menatap wanita disebelah Alex.


Mereka kini akhirnya mengerti, kenapa Alex tidak pernah tertarik pada pelanggan wanita cantik yang merayunya—ternyata ia memiliki istri yang sangat cantik.


“Eh, bukankah Anda tuan Putri Mahkota Helena?” Elenna tiba-tiba mengenali wajah yang familiar di depannya.


Helena yang tersenyum hangat sejak tadi juga baru menyadari kalau ada karyawan dari Ras Elf di depannya. Dia memiliki rambut pirang yang berarti gadis Elf ini bukan berasal dari Keluarga Istana Kerajaan Hutan Abadi.


“Aku bukan lagi Putri Mahkota Kerajaan Hutan Abadi, panggil saja Aku Nyonya Helena atau Nyonya Bos mulai sekarang,” sahut Helena masih mempertahankan senyuman hangat.


“Nyonya Bos?” Alex terkejut mendengarnya. “Apakah Sarah mengatakan kalau karyawanku memanggilku Bos dan mereka memanggil Sarah Bos kecil, sehingga ia ikut-ikutan ingin dipanggil Bos juga?” pikirnya Alex menggelengkan kepala.

__ADS_1


“Perkenalkan Aku... Eva, Nyonya Bos!” Eva segera mengulurkan tangannya.


“Senang bertemu denganmu, Eva,” sahut Helena berjabat tangan dengan Eva.


“Nyonya Bos memancarkan aura keibuan yang menyilaukan, seolah-olah Aku melihat Malaikat,” kata Hannah menutup matanya berpura-pura seperti melihat cahaya yang menyilaukan.


“Ah, silau sekali!” Sarah ikut-ikutan menutup matanya, tetapi sela-sela jarinya masih mengintip Helena.


Helena tetap mempertahankan wibawanya, sehingga ia hanya tersenyum tipis saja dan segera menggendong Sarah. “Sayang... Cuaca diluar sini sangat dingin. Bagaimana kalau kita makan yang panas-panas.” katanya sembari melirik Alex.


Namun, Alex malah menyeringai nakal dan mengedipkan mata. “Aku akan membereskan tempat tidur, mintalah pada Hannah untuk membuatkan Bakso atau Soto Banjar... Kedua hidangan itu akan menghangatkan tubuhmu.”


Hannah dan yang lainnya keheranan melihat tingkah laku aneh Bos yang biasanya selalu bersikap elegan tersebut.


Helena mengerutkan keningnya karena ia sudah tahu apa yang ada dipikiran Alex. Dia kemudian masuk ke dalam Restoran dan berkenalan dengan Hannah, Elenna, Lilith dan Viola.


“Nyonya Bos mau makan Bakso atau Soto Banjar?” tanya Hannah saat hendak berjalan ke dapur.


“Dua-duanya saja,” sahut Helena.


“Nyonya Bos, kata Elenna Elemen Sihir Kehidupan Anda berada ditingkatan tertinggi, ya?” tanya Viola penasaran.


“Apakah keluargamu ada yang sakit?” sahut Helena malah bertanya, alih-alih menjawab pertanyaan Viola.


“Iya, Nyonya Bos!” sahut Viola.


“Baiklah, besok bawa Ibumu kemari dan Aku akan memeriksanya apakah dapat disembuhkan dengan Elemen Sihir Kehidupanku,” kata Helena yang membuat Viola bahagia.


Setelah berbincang-bincang dengan Viola dan yang lainnya, Hannah dan Sarah datang dari dapur membawa nampan berisi mangkuk Bakso dan Soto Banjar.


“Ibu... Perhatikan bagaimana cara memakan Baksonya,” kata Sarah sembari tersenyum cerah dan mengambil Sumpit, kemudian ia menjepit bola Bakso dan mengunyahnya. “Ummmm... enakkkkkk!” katanya lagi yang membuat Helena dan yang lainnya tertawa.

__ADS_1


__ADS_2