Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Helena Menjadi Pusat Perhatian


__ADS_3

Sarah melambaikan tangan pada Kereta Kuda yang lewat di depan Restoran dan Kereta Kuda itu langsung berhenti. Pria paruh baya tersenyum lebar turun dari tempat duduk Kusir.


“Selamat pagi, Sarah... sudah beberapa hari Aku tidak melihatmu, apakah kamu pergi liburan bersama Bos Alex?” sapa Kusir tersebut.


“Kami pergi menjemput Ibu ke Hutan Abadi, Paman Rambo,” sahut Sarah sembari menoleh ke arah Helena yang langsung tersenyum hangat menatapnya.


Rambo tercengang melihat Helena dan tidak menyangka ibu dari gadis setengah Elf imut ini ternyata sangat cantik sekali. Kelopak matanya sampai tidak berkedip karena terpesona dengan kecantikan Helena.


Rambo tiba-tiba tersadar dari fantasinya, dia buru-buru membukakan pintu gerbong Kereta Kuda. “Silahkan masuk Sarah dan Nyonya ....”


“Helena,” sahut Helena memperkenalkan dirinya pada Rambo.


Rambo tersenyum lebar dan berkata, “Ya, silahkan masuk Nyonya Helena.” Dia kemudian berpikir dalam benaknya, “Mimpi apa Aku semalam sehingga bertemu bidadari surga. Cih, Bos Alex sangat beruntung sekali.”


“Haccimmm!” Alex bersin saat sedang memilah-milah cabai merah yang bagus di Pasar. Dia kebingungan, kenapa ia tiba-tiba bersin.


“Seharusnya kamu memakai Syal saat keluar rumah saat musim dingin begini!” Pedagang Cabai menegur Alex yang sedang mengelus hidungnya.


“Terimakasih atas sarannya, Bibi,” sahut Alex kembali memilah-milah Cabai tanpa menjelaskan kalau dirinya sebenarnya Pendekar berelemen Es, sehingga hawa dingin tidak akan berpengaruh padanya. Dia hanya menduga mungkin ada yang sedang mencibirnya, karena menurut mitos itulah yang menyebabkan seseorang tiba-tiba bersin.


Sementara itu di depan Restoran Sarah, Viola yang mengenakan seragam pramusaji juga naik ke gerbong Kereta Kuda dan Rambo hanya menebar senyum saja padanya, kemudian Rambo menutup pintu gerbong Kereta Kuda itu dan bergegas menuju tempat duduk Kusir.


Helena menggeser tirai yang menutupi jendela gerbong Kereta Kuda. “Kota Perdamaian jauh lebih maju dari terakhir kali Aku mengunjungi Kota ini.”


“Eh, Ibu pernah ke sini?” sahut Sarah terkejut mendengarnya. “Kenapa Ibu tidak mengunjungi kami?” tanyanya lagi dengan ekspresi kecewa.

__ADS_1


Helena mencubit pelan hidung Sarah dan berkata, “Itu sudah lama sekali... kalau tidak salah, itu Sepuluh tahun yang lalu saat kunjungan kenegaraan.”


Sarah langsung memeluk Helena dan tersenyum lebar. “Maaf Ibu... Sarah telah berpikiran aneh-aneh,” bisiknya.


Helena tetap tersenyum hangat dan mencubit pelan pipi mungil putrinya itu. “Tidak apa-apa,” sahutnya terus mencubit dan mengelus-elus pipi Sarah.


Setelah Kereta Kuda bergerak cukup lama, Kereta Kuda tiba-tiba berhenti dan sesaat kemudian, Rambo membuka pintu gerbong Kereta Kuda. “Kita sudah sampai di Sekolah Harapan, Sarah!”


Helena dan Sarah turun dari Kereta Kuda, sementara Viola tetap duduk di dalam gerbong Kereta Kuda karena mereka akan melanjutkan perjalanan menuju wilayah timur Kota Perdamaian setelah mengantar Sarah ke Sekolah Harapan.


Guru Isabella yang selalu menyambut kedatangan anak didiknya terkejut melihat Sarah diantar oleh orang lain kali ini, karena setahu dia Sarah hanya tinggal bersama Ayahnya saja.


Dia teringat kalau Alex merekrut Karyawan cantik dari berbagai Ras. Namun, Wanita cantik ini tidak terlihat seperti Karyawan, karena rambut dan matanya mirip dengan Sarah.


Sama seperti Guru Isabella, Irina terkejut melihat Elf cantik yang menggenggam tangan Sarah. Yang pertama muncul dalam benaknya adalah Elf itu adalah Istri Alex dan entah mengapa dadanya terasa sesak, kemudian ia merasa hal itu cukup aneh. “Apa Aku cemburu?” pikirnya sembari menggelengkan kepala dan menghela napas panjang. “Haduh, Irina... sadar diri, jangan merusak rumah tangga orang lain.” Dia menegur dirinya sendiri.


Helena melangkah mendekati Iriana dan mengulurkan tangan. “Anda pasti Nona Irina dan... gadis cantik ini adalah Jessica teman baik Sarah,” sapanya sembari tersenyum hangat. “Sarah sudah menceritakan tentang kalian dan Aku sangat berterimakasih karena telah menjaga Sarah dan suamiku dengan baik selama ini. Oh, ya, namaku Helena.”


Guru Isabella dan Ibu-ibu disekitar Helena langsung terkejut mendengarnya.


“Yah, kita akan patah hati nasional karena Bos tampan ternyata sudah memiliki istri,” kata Wanita gemuk sembari menghela napas panjang.


“Bukankah masih ada kesempatan menjadi Selir?” kata Wanita cantik berambut pirang.


“Ibu... aku akan mengadu pada Ayah kalau Ibu ingin menjadi Selir Ayah Sarah!” kata bocah laki-laki berusia Lima tahun di sebelah Wanita cantik itu.

__ADS_1


“Eh, Ibu hanya bercanda saja, tolong jangan beritahu Ayahmu, ya? Kalau kamu setuju, maka sepulang Sekolah nanti Ibu akan membawamu ke Restoran Sarah makan Ayam Crispy,” sahut wanita cantik berambut pirang itu, sehingga Ibu-ibu lainnya tertawa mengejeknya.


Mereka semua tahu kalau dia pasti takut kalau anaknya mengadu pada suaminya, maka suaminya yang merupakan pegawai Bank Voldemort itu akan menceraikannya sehingga ia tidak dapat lagi menjalani kehidupan yang mewah.


Helena tidak terusik dengan perbincangan Ibu-ibu tersebut, karena ia sudah menduga pasti banyak wanita yang jatuh cinta pada Alex. Bahkan saat terkekang di Hutan Abadi, ia sudah pasrah dan akan menerima bila Alex menikah lagi dengan wanita lain agar ada yang merawat Sarah. Namun, yang tak terduga adalah ternyata suaminya itu adalah Pria yang sangat setia, sehingga rasa cintanya pada mantan Pangeran Kekaisaran Hazel itu semakin besar.


“Senang bertemu denganmu nona Helena, Sarah sudah menceritakan tentang dirimu dan Aku tidak menyangka akan bertemu Putri Mahkota Kerajaan Hutan Abadi,” sahut Irina memaksakan diri untuk tersenyum.


Helena tetap tersenyum hangat, sementara para Ibu-ibu dan Guru Isabella semakin terkejut mendengarnya. Mereka tidak menyangka Ibu Sarah ternyata tokoh penting negeri Elf.


“Ara... ara... Aku sudah bukan Putri Mahkota lagi, saat ini Aku hanya ibu rumah tangga biasa saja,” sahut Helena, “Oh, ya... bagaimana kalau nona Irina naik Kereta Kuda yang sama denganku saja, karena Aku akan ke rumahmu untuk memesan beberapa helai pakaian.”


“Tentu dengan senang hati Aku tidak akan bisa menolak tawaran nona Helena,” sahut Irina tetap dengan senyuman palsunya yang menutupi kesedihannya.


Para Ibu-ibu mulai mengerumuni Helena, mereka ingin berteman baik dengannya dan tentunya mereka memiliki motif tersendiri mendekatinya.


Sarah sangat senang dan bangga Ibunya menjadi pusat perhatian, kemudian ia mengajak Jessica berjalan ke dalam Sekolah Harapan.


Helena menghabiskan waktu cukup lama meladeni sapaan Ibu-ibu yang mengerumuninya hingga akhirnya ia mengajak Iriana menaiki gerbong Kereta Kuda Rambo.


...***...


Setelah membeli Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai, Kunyit dan yang lainnya, Alex pergi ke Guild Pandora yang lokasinya hanya seratus langkah dari Pasar.


Dia meminta Kusir Kereta Kuda menunggunya sebentar di luar halaman Guild Pandora karena ia akan membeli Monster dari Guild Pandora.

__ADS_1


__ADS_2