Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pertemuan Di Kastil Pemimpin Kota


__ADS_3

Kusir Kereta Kuda, Rambo, membawa Alex dan semua pesanan makanan Kastil Pemimpin Kota. Karena jumlah pesanan makanan itu cukup banyak, Alex terpaksa duduk di kursi Kusir bersama Rambo.


”Apa Bos Alex tidak kedinginan?” tanya Rambo penasaran, Alex terlihat baik-baik saja hanya mengenakan kemeja putih—padahal sekarang lagi musim dingin.


“Aku baik-baik saja, Paman Rambo, kan... Aku ini Pendekar berelemen Sihir Api, sehingga tubuhku akan selalu hangat walaupun saat ini sedang musim dingin,” sahut Alex.


Rambo menatap Alex dengan senyuman tipis. ”Andai saja Aku juga Pendekar, maka Aku tidak perlu memakai jaket kulit tebal mengemudikan Kereta Kuda ini,” katanya lagi.


Alex langsung tertawa dan berpikir seharusnya jika Rambo adalah Pendekar, maka pekerjaannya paling tidak adalah Pemburu atau pengawal pribadi orang kaya, mana ada Pendekar yang berprofesi sebagai Kusir Kereta Kuda.


“Sepertinya Kastil Pemimpin Kota dijaga ketat hari ini,” kata Rambo menghentikan laju Kereta Kuda di depan gerbang Kastil yang megah di hadapannya itu.


Dua Petugas keamanan yang mengenakan Jirah besi memeriksa isi gerbong kereta kuda dan sesaat kemudian, mereka mempersilahkan Rambo memasuki Kastil Pemimpin Kota.


Jonathan langsung menyambut kedatangan Alex dan dengan senyum lebar menyapanya, ”Selamat datang tuan Alex!”


Alex segera mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. ”Semua pesanan makanan Lord Michael ada di dalam gerbong Kereta Kuda,” sahutnya.


Jonathan mengangguk pelan dan menoleh ke arah beberapa Pelayan di belakangnya yang langsung mendekati Rambo yang sedang membuka pintu gerbong Kereta Kuda.


Para Pelayan itu kemudian mengangkut semua pesanan makanan ke dalam Kastil, sementara Alex dan Jonathan juga masuk ke dalam Kastil Pemimpin Kota.


Keduanya tidak menuju ruang pertemuan, mereka justru menuju ruang kerja Lord Michael.


”Bagaimana hasil pertemuannya, apakah sudah kesepakatan yang telah dicapai atau perjanjian damai diperpanjang?” tanya Alex penasaran.

__ADS_1


“Agenda tadi pagi hanya membahas tentang Dewa Cthulhu dan semua pihak setuju untuk berbagi informasi tentang bagian tubuh Dewa Cthulhu yang disegel di Hutan Monster mereka. Namun, kabar yang mengejutkan adalah ternyata sudah banyak Segel yang rusak dan banyak petinggi penting yang memiliki Elemen Kegelapan atau sebagian Pendekar tingkat 10 mereka terindikasi menjadi pengikut Mordor,” sahut Jonathan.


Alex terkejut mendengarnya dan tidak menyangka pengikut Mordor jauh lebih besar dari yang ia duga. Sepertinya mencari sisa Kekuatan Dewa lainnya tidak dapat ditunda lagi, setelah pertemuan ini selesai—ia akan langsung menuju Kuil Kerajaan Orc.


Jonathan mengetuk pintu ruang kerja Lord Michael dan yang membuka pintu adalah Lord Torin yang langsung tersenyum hangat menatap Alex.


”Bos Alex... Kukira Kamu tidak akan datang karena sibuk memasak makanan untuk pelanggan Restoranmu,” canda Pria tua berambut putih yang sebaya dengan Kaisar, Kekaisaran Hazel tersebut.


Alex tersenyum dan berkata, ”Mana mungkin Aku berani menolak undangan dari Lord Michael, karena Aku adalah warga negara yang baik.”


Lord Michael muncul dari balik pintu dengan senyum tipis. ”Hentikan basa-basi kalian itu. Mari kita ke ruang pertemuan,” selanya, ”Aku tidak perlu berpura-pura tidak tahu lagi bahwa Kamu adalah Pangeran Alex Acherron, kan?”


Alex tersenyum mendengar perkataan Lord Michael dan mengangguk pelan.


Lord Michael tidak ingin Perang Rasial Seratus tahun yang lalu terulang lagi, kenangan mencekam itu tak pernah hilang dari benaknya. Banyak penduduk yang tidak tahu apa-apa menjadi korban, kelaparan dan pemerkosaan terjadi di manapun.


Lord Michael, Lord Torin dan Kerajaan Naga yang tidak tahan lagi melihat kekejaman Perang Rasial itu, memaksa dilakukannya perjanjian damai.


Setelah perjanjian damai terlaksana, didirikanlah Kota Perdamaian sebagai jembatan penghubung antar semua Ras walaupun pada akhirnya Kota yang menjadi simbol perdamaian itu tetap menunjukkan ketimpangan sosial.


“Sebagai penduduk Kota Perdamaian, tentu Aku akan mengikuti perintah Lord Michael,” sahut Alex masih dengan senyum tipis yang terpancar dari sudut bibirnya.


Lord Michael merasa Alex menyimpan sesuatu di pikirannya. Namun, ia tidak dapat menebak apa yang dipikirkan oleh Pangeran Kekaisaran Hazel yang dijuluki Pangeran terkuat di Benua Grandland tersebut.


Lord Michael berharap tujuan mereka sejalan agar Benua Grandland tetap aman walaupun masih ada ketimpangan sosial yang harus mereka perbaiki ke depannya.

__ADS_1


”Oh, ya, Alex... terimakasih telah melenyapkan sampah masyarakat di wilayah timur, berkatmu Kami tidak perlu repot-repot berurusan dengan para Kakek tua Dewan Kota itu,” bisik Lord Torin.


Alex menggelengkan kepala dan menatap Lord Torin dengan ekspresi wajah keheranan. ”Maksud Lord Torin apa? Apa yang kulenyapkan? Tadi malam Aku tertidur pulas bersama istri dan putriku.”


Lord Torin mengerutkan keningnya, kenapa bocah ini masih berpura-pura Kami tidak tahu apa yang ia lakukan. ”Oh, pantas saja napasmu terasa berat, sepertinya lututmu juga terlihat keropos... Jangan terlalu dipaksakan bergulat di atas ranjang,” katanya dengan sinis.


Alex tidak lagi menanggapi perkataan Lord Torin, karena takut Pemimpin Petugas keamanan itu semakin jengkel padanya dan dia hanya tersenyum masam.


Saat mereka memasuki ruang pertemuan, Alex tidak menyangka utusan berbagai Kerajaan yang hadir cukup banyak. Selain para Pangeran, terlihat juga tuan muda berbagai Suku di Kerajaan masing-masing.


Para utusan itu langsung menyapa Lord Michael dan ada juga yang menyapa Alex.


“Oh, adikku tercinta ternyata telah menjadi warga Kota Perdamaian,” kata Pangeran Pertama menyapa Alex lebih dulu dengan senyum tipis terpancar dari sudut bibirnya. Namun, beberapa Tetua yang mendampingi Pangeran Pertama tampak menatap Alex dengan sinis.


Alex mengulurkan tangannya pada Pangeran Pertama dan menyapa dengan senyum lebar. “Kakak Einar... Anda tampak bersemangat seperti biasanya, oh ya... kalau Anda memiliki waktu senggang, datanglah ke Restoranku,” sahut Alex, ”Catherine saat ini ada di sana.”


Einar mengangguk pelan dan menepuk bahu Alex. “Baiklah, kalau ada waktu Aku akan ke sana sekalian menyapa keponakanku dan jangan lupa untuk berkunjung ke Kota Ella, Lycus saat ini terbaring di ranjang dengan kondisi mengenaskan. Dia selalu berteriak-teriak memanggilmu, sepertinya ia sangat rindu padamu.”


Alex mengerutkan keningnya dan tidak mengatakan apa-apa lagi, kemudian ia mengikuti Lord Michael dan duduk di dekatnya.


Alex memperhatikan para utusan itu dan melihat utusan Kerajaan Orc, Kerajaan Goblin, dan Kerajaan Iblis tampak selalu menatap tajam ke arah utusan Kekaisaran Hazel.


Hal itu pasti didasari oleh serangan mendadak militer Kekaisaran Hazel yang menduduki beberapa wilayah di Kedua Kerajaan.


Alex menghela napas panjang, merasa perjanjian damai ini tidak akan dapat diperpanjang lagi dan konflik besar akan melanda Benua Grandland.

__ADS_1


__ADS_2