Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Mordor VII


__ADS_3

Suara Dewa Cthulhu terdengar di benak Mordor yang mengatakan kalau benda raksasa di atas punggung Monster Badak itu adalah Busur Panah yang ditempa oleh Dewa yang disembah oleh Ras Dwarf.


Dewa Cthulhu tidak menyangka benda itu masih tersimpan baik hingga sekarang. Dia memperingatkan Mordor kalau benda itu cukup merepotkan, karena anak panahnya dapat menembus tubuh Dewa Cthulhu serta meninggalkan rasa sakit yang sangat menyakitkan.


Namun, sudut bibir Mordor malah memancarkan seringai tipis. “Yang Agung Dewa Cthulhu tidak perlu khawatir. Kita tidak akan merasakan rasa sakit, karena ada Naga bodoh ini yang akan menanggung penderitaan itu.”


Sayap Dewa Cthulhu yang dibebaskan dari Segel di ujung selatan Benua Grandland masih terhubung dengan mayat hidup Naga, yang berarti bagian tubuh itu belum menyatu dengan tubuh utama Dewa Cthulhu.


“Atur saja agar mereka fokus melawanmu, beberapa Pengendali telah berhasil menghancurkan Segel di Hutan Monster. Untuk sementara, bagian tubuhku itu akan menyatu dengan mereka.” Suara Dewa Cthulhu kembali terdengar di benak Mordor.


Mordor tersenyum lebar, senang mendengarnya. Setelah semua bagian tubuh Dewa Cthulhu menyatu, maka ia tidak perlu lagi melakukan permainan membosankan ini.


Assassin mulai mengalirkan Elemen Sihir Api pada anak panah sepanjang 100 meter dan melepaskan tali Busur Panah Raksasa.


Anak Panah melesat seperti meteorit yang melintas di malam hari, dalam satu kedipan mata; anak panah itu telah mencapai tempat Mordor berdiri.


Namun, Sayap aneh pada mayat hidup Naga mengibaskan anak panah itu, sehingga terpental kembali ke arah barisan Pasukan militer Kekaisaran Hazel.


Anak Panah berdiameter Tiga Pohon Kelapa tersebut membuat barisan Pasukan Kekaisaran Hazel berhamburan menghindarinya. Namun, naas sebagian dari mereka tidak dapat menghindarinya sehingga tubuh mereka hancur tertimpa hempasan anak panah itu.


Mordor bertepuk tangan sembari tersenyum lebar. “Senjata rahasia Kekaisaran Hazel cukup hebat, lihatlah! Sayap Naga bodoh ini sampai robek menganga lebar.”


Namun, robekan pada sayap mayat hidup Naga itu segera beregenerasi dan dalam sekejap telah pulih seperti semula.


Itu adalah salah satu kehebatan Dewa Cthulhu, makanya para Dewa dahulu menyegel bagian-bagian tubuhnya secara terpisah agar tidak menyatu kembali karena kecepatan penyembuhannya sangat cepat sekali.


Kaisar mengerutkan keningnya, jelas sekali Mordor sedang mempermainkan mereka. Sebenarnya dari awal ia sudah dapat mengalahkan Pasukan gabungan ini, tetapi kenapa ia tidak melakukannya.


Tiba-tiba Kaisar teringat dengan lukisan utuh Dewa Cthulhu, Sayap pada mayat hidup Naga itu sangat mirip dengan Sayap yang dimilikinya.

__ADS_1


“Tetua Jarvis... bawa Pendekar terkuat bersamamu dan periksa semua Segel di Hutan Monster Kekaisaran Hazel. Bila ada sesuatu yang tidak beres, maka segera beritahu aku!” seru Kaisar.


Tetua Jarvis yang merupakan salah satu dari Tujuh Assassin pelindung Kaisar segera melompat dari punggung Monster Elang dan berpindah ke punggung Monster Badak.


“Turunkan Busur Panah Kuno itu dan suruh Pangeran Pertama mengatur Prajurit menggantikan posisi kalian!” seru Tetua Jarvis.


Mereka langsung menurunkan Busur Panah Raksasa itu, setelah berkoordinasi dengan Pangeran Pertama. Mereka segera meninggalkan medan perang bersama dengan monster Badak.


Para Pendekar bertanya-tanya kenapa Pendekar tingkat tinggi itu pergi? Apakah mereka akan dijadikan tameng hidup menghadang mayat-mayat hidup.


“Cepat ambil kembali anak panah itu dan tembak mayat hidup Naga itu!” Einar berkata dengan lantang.


Para Prajurit Kekaisaran Hazel segera menuruti perintahnya dan butuh Ratusan Pendekar mengangkat anak panah itu.


“Cih, sungguh membosankan!” gumam Mordor merasa tidak menarik lagi dengan Perang ini. “Serigala Putih! Sekarang giliran kalian yang melakukan pertunjukan! Jangan kecewakan Aku, minimal kalian harus melenyapkan sepertiga dari mereka.”


Ribuan Monster Serigala Putih langsung berlari dengan kecepatan tinggi seperti sedang berburu mangsa. Puluhan ribu mayat-mayat hidup berlevel rendah juga mengikuti gerombolan Monster Serigala Putih itu.


Jean langsung menebas Monster Serigala Putih yang menerjang ke arah grupnya.


Rolf tiba-tiba melolong seperti para Monster Serigala Putih, kemudian dia menghunus Dua Pedang pendeknya dan melesat ke arah Monster Serigala yang menerjang ke arah Jean.


“Tuan Rolf! Apakah kamu ingin unjuk gigi sekarang?” Hades bercanda. Tubuhnya dipenuhi kobaran Api dan melompat ke arah Monster Serigala Putih sembari mengayunkan pedangnya.


Pertempuran kali ini jauh lebih b.r.u.t.a.l dari yang kemarin setelah gerombolan Monster Serigala Putih bergabung dalam pertempuran.


Sebagian besar Monster Serigala Putih adalah Monster tingkat tinggi dan Ratusan diantaranya setara dengan Pendekar tingkat 10, sehingga jatuh korban di pihak Pasukan gabungan jauh lebih banyak dari yang kemarin.


Seperti pertempuran kemarin, Mordor tiba-tiba memerintahkan Monster Serigala Putih yang tersisa untuk mundur saat matahari hampir terbenam.

__ADS_1


Dia juga berjanji tidak akan menyerang Pasukan gabungan hingga matahari terbit kembali keesokan harinya.


Hades bernapas dengan terengah-engah karena bertarung tanpa beristirahat, sekujur tubuhnya dipenuhi bekas luka cakaran Monster Serigala Putih. Untung saja Ras Iblis memiliki pemulihan yang cepat, darah mulai berhenti mengalir dari luka-lukanya itu.


“Apa Kamu baik-baik saja, Hades?” tanya Jean menepuk pundak Hades yang bertekuk lutut sembari bertumpu pada Pedangnya yang ditancapkan ke tanah.


“Aku baik-baik saja, nanti malam semua luka-lukaku akan sembuh sendiri,” sahut Hades. “Di mana tuan Rolf? Dia bertarung dengan gagah berani hari ini, apakah itu karena melawan sesama Serigala?”


“Kau menghinaku?” Rolf muncul dengan wajah bermandikan darah.


Hades malah tertawa terkekeh-kekeh menatap Beasthuman Serigala tersebut. “Sepertinya Aku lebih hebat dari tuan Rolf hari ini. Melihat luka yang masih menganga di keningmu, maka Aku dapat memastikan Kamu hanya mengalahkan beberapa ekor serigala saja. Berbeda denganku yang mengalahkan 1000 Serigala.” Dia membual.


Rolf mengerutkan keningnya dan berkata dengan sinis, “Mana mungkin Serigala yang memiliki kecerdasan seperti manusia kalah dengan Serigala bodoh itu. Aku membunuh 1001 Ekor!”


“Apaaaa? Aku 1002!” Hades tidak mau kalah.


“1003!” sahut Rolf.


“1004!” sela Hades lagi.


Jean tertawa mendengar guyonan keduanya, bisa-bisanya keduanya masih memiliki tenaga untuk bercanda. Padahal yang lain langsung merebahkan tubuh di tanah untuk mengatur ritme pernapasan mereka.


Para Elf segera membantu mengobati yang terluka, sedangkan Pendekar yang gugur ditumpuk menjadi satu gundukan besar. Kemudian mereka dibakar agar tidak dijadikan mayat hidup oleh Pengikut Dewa Cthulhu.


Semua Pendekar tampak sedih menatap mayat-mayat rekan mereka yang sedang dilahap kobaran Api. Mereka berandai-andai mungkin besok giliran mereka yang akan berada ditumpukkan mayat itu.


“Kalau Aku tidak bisa kembali ke Kota Perdamaian, maukah kamu memberitahu istriku kalau Aku memiliki Akun Bank Voldemort dan kata sandinya adalah tanggal lahirnya,” kata Rolf pada Hades yang menatapnya dengan kening mengkerut.


“Kenapa Kamu merahasiakannya dari istrimu?” selidiknya penasaran.

__ADS_1


“Itu bukan rahasia, kok... Dianya saja yang tidak pernah bertanya!” sahut Rolf sembari tersenyum.


“Jawaban macam apa itu? Baiklah, Aku akan memberitahunya setelah pulang dari sini!” Hades berkata sinis dan berencana akan memberitahu istri Rolf tentang Akun Bank itu walaupun Rolf tetap selamat dari Perang ini.


__ADS_2