
Monster Bangau Putih menabrak dinding Kastil Pemimpin Kota Perdamaian yang membuat para Petugas Keamanan terkejut dan segera memeriksa siapa yang berani menyerang Kastil di siang bolong tersebut.
Mereka terkejut melihat Monster Bangau Putih tingkat 9 berlumuran darah tergeletak di dinding Kastil yang roboh akibat menabrak dinding Kastil dengan kecepatan tinggi.
Lukanya menganga lebar, sepertinya bukan karena menabrak dinding. Itu adalah luka akibat diserang oleh musuh kuat.
Seorang wanita tua juga tergeletak di sebelah Monster Bangau Putih itu dan kondisinya juga tak kalah mengenaskan, lengan kanannya buntung dan luka bekas tebasan menganga lebar hampir mengeluarkan isi perutnya.
“Wanita tua itu adalah Pemilik Toko Ramuan di sebelah Restoran Sarah!” seru Petugas Keamanan yang sering berpatroli di area disekitar Restoran Sarah itu.
“Cepat panggil Tabib!” Petugas Keamanan lainnya berteriak keras sembari mendekati wanita tua itu.
Wanita tua itu mengangkat tangannya agar Petugas Keamanan mendekat ke arahnya. Kemudian Pemimpin grup Petugas Keamanan yang sedang berjaga di Kastil Pemimpin Kota mendekatinya.
“Katakan pada Lord Michael... Segel di Hutan Monster telah dihancurkan oleh Pengikut Dewa Cthulhu,” kata Wanita tua itu dengan suara pelan hampir tak terdengar.
“Nyonya Elizabeth... bertahanlah! Tabib akan segera datang!” sahut Petugas Keamanan itu.
Namun, tiba-tiba lengan Elizabeth yang terangkat kehilangan kekuatannya dan langsung terjatuh, serta matanya tertutup dengan air mata mengalir membasahi pipinya.
“Nyonya Elizabeth ....” Petugas Keamanan itu memeriksa denyut nadi wanita tua yang selalu dipanggil oleh Sarah dengan sebutan Nenek Eli itu ternyata sudah tidak berdenyut lagi.
Petugas Keamanan itu meninggalkan tubuh Elizabeth yang terbaring disebelah tunggangannya, Monster Bangau Putih. Dia berlari dengan tergesa-gesa menuju ruang kerja Lord Michael.
Mendengar laporan Petugas Keamanan itu, Lord Michael tersentak kaget dan air matanya langsung menetes membasahi pipinya.
Petugas Keamanan itu tidak menyangka reaksi Lord Michael akan seperti itu, padahal ia terkenal sebagai sosok yang tegar dan tidak ada yang pernah melihatnya sesedih ini bahkan sampai menangis.
__ADS_1
Setelah jeda beberapa saat, Lord Michael menghela napas dalam-dalam dan menyeka air matanya. “Maaf sahabatku... seharusnya Aku tidak membiarkanmu pergi sendiri ke Hutan Monster,” gumamnya. “Perketat penjagaan di Kota Perdamaian! Terutama di wilayah timur!” Lord Michael memberikan perintah darurat.
Segel yang berada di Hutan Monster Kota Perdamaian adalah Jantung Dewa Cthulhu atau bagian inti dari tubuhnya, bila Jantungnya itu menyatu dengan bagian tubuh lainnya, maka akan sulit mengalahkannya karena sama saja melawan entitas sekuat Dewa.
Tangan Lord Michael gemetar saat menulis pesan yang tertuju pada seluruh Raja di Benua Grandland agar memperketat penjagaan di hutan Monster masing-masing.
Namun, saat ia hendak memanggil Jonathan untuk mengirimkan pesan yang ia tulis, tiba-tiba Jonathan masuk dengan ekspresi wajah panik.
“Lord Michael... Kerajaan Beasthuman, Kerajaan Orc dan Hutan Abadi mengirimkan pesan kalau Segel di Hutan Monster mereka telah dihancurkan!” seru Jonathan tanpa menunggu Lord Michael berbicara lebih dulu.
Kening Lord Michael mengkerut masam, ia merasa Dunia seolah-olah akan runtuh setelah mendengar kabar itu. Kini, hanya Hutan Monster di Kekaisaran Hazel dan Kerajaan Naga yang belum terkonfirmasi apakah dihancurkan oleh Pengikut Dewa Cthulhu, sementara Segel di Kerajaan Iblis sudah lama dihancurkan oleh Mordor; itulah mengapa dia bisa menjadi sangat kuat.
Lord Michael tiba-tiba teringat dengan Alex dan berkata pada Jonathan, “Apakah Helena sudah memberitahu di mana Alex sekarang?”
“Alex menuju Kerajaan Naga dan Kerajaan Iblis serta setelah itu ia akan bergabung melawan Mordor di Kekaisaran Hazel,” sahut Jonathan.
Dia yakin hanya Alex yang dapat mengalahkan Pengikut Dewa Cthulhu, karena berkat bantuan Alex lah Kerajaan Orc gagal dihancurkan oleh Pengikut Dewa Cthulhu.
Jonathan kemudian berlari dengan tergesa-gesa menuju merpati pesan untuk mengirim pesan pada Alex agar ia memeriksa Segel di Hutan Monster Kerajaan Naga.
***
Sementara itu, di dapur umum yang terletak di pinggiran Kota Ella. Catherine sibuk membantu para Koki memasak makanan untuk Pasukan militer yang terus bertarung melawan mayat-mayat hidup dan gerombolan Serigala Putih.
Dua hari terakhir, Pasukan gabungan tidak lagi dipukul mundur setelah Kerajaan Orc mengirim 3000 Pasukan militer yang dipimpin oleh Pangeran Jonegoble.
Setelah merasakan bagaimana putus asanya Kerajaan Orc melawan mayat-mayat hidup, Raja Orc memutuskan melupakan dendam karena diserang oleh Kekaisaran Hazel.
__ADS_1
Dia percaya, bila Kekaisaran Hazel jatuh ke tangan Mordor—maka seluruh Benua Grandland juga akan berakhir, itulah sebabnya walaupun Kaisar Kekaisaran Hazel tidak meminta bantuan padanya, ia tetap berinisiatif mengirim Pasukan membantu Kekaisaran Hazel.
“Tuan Putri... Aku mendapatkan kabar baik!” seru Miranda menghampiri Catherine dengan senyum cerah.
Catherine menyeka keringatnya dan menatap Miranda dengan kening mengkerut. “Jangan bertele-tele Miranda... cepat katakan kabar apa itu?” sahutnya tak sabar ingin mendengar kabar baik yang membuat Miranda terlihat bahagia tersebut.
“Seratus Monster Elang telah terbang dari Pabrik Margareth yang membawa Sarahmie gratis!” kata Miranda, “sekarang kita tidak perlu pusing mencari persediaan makanan untuk Pasukan militer.”
Karena wilayah Selatan yang merupakan lumbung padi Kekaisaran Hazel telah dikuasai oleh Mordor, maka persediaan makanan di Kota Ella telah menipis dan harganya melonjak naik.
Catherine bernapas lega dan sudut bibirnya pun memancarkan senyuman tipis. “Apa cuma itu kabar baiknya?”
“Sebenarnya Kerajaan lainnya tiba-tiba mengirim bala bantuan militer dan kabarnya 10.000 Pendekar Iblis, baik itu Pasukan militer dan Pemburu telah menyeberang menuju pantai Barat. Mungkin Dua hari lagi mereka akan bergabung dalam Perang ini,” kata Miranda.
Catherine mengepal erat tangannya, dengan datangnya bala bantuan itu. Dia berharap mereka akan mengalahkan Mordor sehingga Benua Grandland aman kembali.
“Kembalilah ke istana dan jenguk Yang Mulia Lilia... biarkan saja Aku yang melanjutkan pekerjaanmu,” kata Miranda merebut spatula di tangan Catherine.
Namun, Catherine terlihat tidak senang dan berkata, “Kamu hanya tidur Tiga Jam saja. Kembalilah tidur dan Aku akan menjenguk ibu nanti Sore!”
Catherine hendak merebut spatula di tangan Miranda, tetapi Miranda mengelak.
“Aku sudah tidak mengantuk, kok, cepatlah pulang!” sahut Miranda tersenyum lebar. “Dan... juga, jangan lupa mandi. Masa tuan Putri beraroma bawang merah ha-ha-ha.”
Catherine mengerutkan keningnya dan mencium pakaiannya. Tiba-tiba ia ingin muntah, tetapi tidak ada yang keluar karena ia belum sarapan pagi.
“Cepatlah pulang ke istana dan jangan lupa mandi serta sarapan!” Miranda mendorong Catherine menjauh dari dapur umum.
__ADS_1
Catherine bersungut-sungut karena diusir oleh Miranda. Para Koki hanya tersenyum melihat tingkah gadis berdarah biru itu dan mereka masih merasa seperti bermimpi, memasak dibantu oleh Putri satu-satunya Kaisar Kekaisaran Hazel tersebut.