
Di belakang Restoran Sarah, Alex mengasah Pedang Meteor agar tajam. Dia juga telah mengganti pakaiannya dengan pakaian berbahan kulit Monster, sehingga ia terlihat seperti Pendekar biasa saja. Hanya Pedang Meteor yang berukuran besar yang terlihat mencolok.
“Pangeran Alex!” sapa Logan yang diantar oleh Lilith ke halaman belakang setelah ia selesai sarapan pagi. Dia terkejut melihat Monster Pegasus yang sedang tiduran di atas rumput.
Logan teringat kalau Pangeran terkuat di Benua Grandland ini dulu selalu berkelana bersama Pegasus dan Elf cantik.
“Tunggu! Mungkinkah Elf itu ....” Logan teringat dengan Kasir Elf cantik dan Pelayan Elf berambut Pirang. Namun, ia yakin yang menjadi kekasih Pangeran Alex Acherron adalah Elf berambut perak itu, karena aura kecantikan lebih kuat dan membuat para Pria terpesona serta akan berangan-angan ingin memilikinya.
“Panggil saja Aku Alex ... sebenarnya Aku sudah menjadi warga Kota Perdamaian, jadi statusku sebagai Pangeran Ketiga Kekaisaran Hazel telah hilang,” sahut Alex berjalan mendekati Pegasus yang berpura-pura tidur.
Dia kemudian menutup hidung Pegasus yang langsung segera bangun karena kesulitan bernapas. Pegasus menatap Alex dengan tatapan tajam dan kemudian mendengus dingin.
“Hei, apa Kau sudah lupa siapa tuanmu?” Alex menempelkan Pedang Meteor ke wajah Pegasus. Sepertinya ia lebih suka bepergian bersama Helena dan Sarah serta merasa enggan mengikuti Alex melakukan perjalanan jauh. “Kamu hanya mengantar Kami ke Utara, setelah itu Kamu dapat kembali lagi ke sini!”
Pegasus langsung berkikik dan mengangkat kedua kaki depannya, kemudian ia mengeluskan kepalanya ke tangan Alex dengan manja.
“Cih, dasar Kuda licik!” gerutu Alex melompat ke punggung Pegasus. “Ayo tuan Logan! Tidak perlu ragu-ragu, Kuda satu ini memang banyak akal bulusnya!” Alex mencibir Pegasus yang hanya berkikik saja menanggapi cibirannya.
Logan terpana melihat pemandangan Kota Perdamaian dari langit. Dia tidak menyangka Kota ini kini jauh lebih makmur, bahkan di sisi timur Kota Perdamaian yang dulunya dipadati pemukiman kumuh, kini telah berdiri rumah-rumah layak huni dan beberapa Pabrik berukuran besar. Yang paling mencolok tentunya adalah Pabrik Sarahmie, bahkan Petugas Keamanannya saja adalah para Pendekar dari berbagai Ras.
Perjalanan menuju Kerajaan Beasthuman membutuhkan waktu setengah hari, karena letak Kerajaan Beasthuman berada di ujung Utara.
Saat pengikut Dewa Cthulhu melakukan huru-hara di berbagai wilayah, Kerajaan Beasthuman dan Kerajaan-kerajaan disekitarnya hanya menerima dampak kerusakan yang sedikit saja. Kemungkinan karena Mordor lebih fokus di Kekaisaran Hazel dan sekitarnya, makanya Kerajaan Goblin berhasil dilenyapkan oleh pengikutnya.
__ADS_1
Pegasus kini terbang di padang rumput yang dialiri sungai gletser yang sudah mencair karena sekarang ini musim semi. Biasanya para Beasthuman akan menggembalakan ternak mereka di padang rumput ini, tetapi sekarang yang terlihat hanya beberapa Rusa dan gerombolan Serigala Putih saja. Sepertinya para Beasthuman takut meninggalkan Desa mereka akibat ulah Organisasi Hercules yang melakukan t.e.r.o.r tersebut.
“Aku sudah lupa di mana letak Suku Harimau, tuan Logan.” Alex bertanya sekaligus membuyarkan lamunan Logan. Keduanya tidak berbicara setelah Pegasus terbang di luar Kota Perdamaian.
Logan memperhatikan pegunungan yang mengelilingi padang rumput dan tatapannya berhenti pada pegunungan paling rendah, kemudian menunjuk ke arah tersebut. “Di balik pegunungan itu ada dataran rendah Therondia dan di lereng pegunungan itu berdiri sebuah Kota kecil bernama Ravaryn yang juga tempat tinggal Kepala Suku Harimau,” sahutnya.
Secara umum dataran rendah Therondia itu adalah milik Suku Harimau, sedangkan yang mereka lewati sekarang adalah wilayah Suku Serigala atau kampung halaman Pendekar Rolf; Pendekar yang bertarung melawan mayat-mayat hidup bersama Hades dalam Pasukan yang berada dibawah pimpinan Komandan Jean.
“Pegasus! Mendarat di puncak pegunungan paling rendah itu saja!” seru Alex. Kalau mereka mendarat di Kota Ravaryn, takutnya ada Organisasi Hercules yang mengenali Pegasus sehingga mereka melarikan diri dari sana atau memperingatkan seluruh Organisasi Hercules agar berhati-hati karena dirinya telah muncul di Kerajaan Beasthuman.
Pegasus mendarat di tempat yang ditunjuk oleh Alex. Saat Alex dan Logan turun dari punggungnya, ia langsung terbang menjulang tinggi ke langit dan melesat ke arah selatan.
Alex menggertakkan giginya dan mencibir, “Sepertinya ia terlalu dimanja oleh Putriku. Saat pulang nanti Aku akan memberikannya rumput yang mengandung gatal-gatal.”
“Ikuti Aku tuan Alex,” kata Logan, “kebetulan sekali, Aku melewati rute ini saat pergi ke Kota Perdamaian.”
Logan berjalan ke dalam Pohon-pohon Cemara yang tumbuh di lereng pegunungan. Dia mengatakan mungkin mereka akan sampai ke Kota Ravaryn saat malam hari, karena butuh Dua Jam menuruni lereng bukit.
Alex mulai bertanya apakah Logan sudah berkeluarga untuk menghilangkan rasa sunyi berjalan di bawah Pohon Cemara, yang mengingatkannya dengan film-film Hollywood berlatar Alaska dan biasanya musuh tokoh utama adalah Beruang Grizzly atau Beruang Coklat berukuran besar.
Logan memberitahu kalau ia sudah berkeluarga dan memiliki Dua Putra. Satu berusia Tujuh tahun dan Satu lagi berusia Empat tahun.
Dia mengatakan sangat khawatir saat meninggalkan mereka di Kota Ravaryn, tetapi tidak banyak Pendekar tingkat tinggi yang tersisa di Suku Harimau. Dia pun memutuskan menerima perintah dari Kepala Suku untuk meminta bantuan kepada Alex di Kota Perdamaian setelah membujuk istrinya.
__ADS_1
“Berhenti melangkah tuan Logan!” seru Alex tiba-tiba.
Logan yang asyik menceritakan tentang Keluarganya pun berhenti melangkah dan menatap Alex dengan bingung.
Mereka seharusnya tidak melambatkan langkah mereka, karena matahari hampir tenggelam dan akan sulit berjalan di kegelapan malam nanti.
Alex mengambil selembar kain di bawah Pohon Cemara. Ada noda darah di batang pohon Cemara itu, sepertinya itu adalah noda darah dari benturan kepala.
“Bukankah itu penutup wajah bermotif tengkorak milik Organisasi Hercules,” kata Logan dengan suara pelan.
Alex mengangguk pelan sembari memperhatikan darah di batang pohon Cemara itu. “Darahnya belum mengering sepenuhnya,” bisiknya memperhatikan sekeliling Pohon Cemara.
Ada bekas seretan di rumput dan noda-noda darah. Seretan itu mengarah ke lereng yang akan mereka tuju.
“Apakah ada legenda Beruang Grizzly di Kota Ravaryn, tuan Logan?” Alex bertanya dengan suara pelan.
“Beruang jenis apa itu?” Logan belum pernah mendengar nama Beruang tersebut. “Yang kutahu, Monster Beruang Coklat sesekali terlihat di pegunungan ini. Namun, mereka tidak pernah turun gunung, mungkin takut dengan Kami Suku Harimau.”
Alex tentu percaya dengan ucapan Logan. Di Bumi, Harimau disebut sebagai Raja Hutan, semua hewan di hutan pasti takut pada Harimau. Namun, Beruang juga tidak dapat disepelekan, ia memiliki kekuatan yang sangat besar dan juga cakar yang tajam.
“Apa tuan Alex curiga anggota Organisasi Hercules tersebut dibunuh oleh Monster Beruang Coklat?” tanya Logan penasaran, lagi pula biasanya anggota Organisasi Hercules selalu berkelompok. Kenapa mereka membiarkan teman mereka mati diterkam Monster Beruang? Kecuali Monster Beruang Coklat itu adalah Monster tingkat tinggi juga.
“Mungkin,” sahut Alex yang sebenarnya berspekulasi karena di film-film Hollywood yang menggunakan latar Pohon Cemara di Alaska, musuh utamanya biasanya adalah Beruang Grizzly.
__ADS_1