Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Mordor VI


__ADS_3

Senyuman yang terpancar dari sudut bibir Pengendali itu tiba-tiba memudar setelah sosok yang dianggapnya Monster Serigala Putih itu menampakkan diri.


Walaupun sosok ini memiliki telinga Serigala dan berekor, Pengendali yakin sosok di depannya bukanlah datang untuk menyelamatkannya.


Dia langsung panik dan mengayunkan pedangnya yang diselimuti Elemen Sihir Kegelapan. “Kemuliaan untuk Dewa Cthulhu!” teriaknya.


“Tuan Rolf?” Hades tidak menyangka Beasthuman Serigala itu ternyata seorang Assassin.


Dua Pedang Pendek Rolf memotong tangan kanan Pengendali dan lehernya yang langsung menggelinding di permukaan tanah.


“Hei, kukira tuan Rolf Pendekar biasa sepertiku, ternyata Anda adalah Assassin yang sangat hebat!” Hades memuji Rolf yang langsung tersipu malu.


“Aku hanya Pemburu Monster biasa saja bukan Assassin,” sanggah Rolf. Namun, Hades tampak tak percaya. “Aku mengatakan yang sebenarnya. Namun, sebagai Beasthuman Serigala, setiap anggota Suku kami telah dididik bertarung seperti Assassin.”


“Apa yang kalian berdua lakukan di sini?” Pasukan yang berpatroli akhirnya datang dan terkejut melihat tubuh Prajurit Kekaisaran Hazel tanpa kepala tergeletak di dekat Keduanya, sehingga mereka langsung mengarahkan senjata mereka pada Hades dan Rolf. “Kenapa kalian membunuhnya?” bentaknya.


Hades dan Rolf menjatuhkan senjata mereka serta mengangkat kedua tangan ke atas sebagai tanda bahwa mereka tidak akan melawan.


“Perhatikan baik-baik! Dia memiliki Elemen Sihir Kegelapan dan Kami memergokinya menggali kuburan massal,” kata Hades membela diri.


Pemimpin Pasukan yang berpatroli itu memperhatikan tubuh Prajurit Kekaisaran Hazel yang tergeletak di permukaan tanah. Memang benar ada jejak Elemen Sihir Kegelapan dalam tubuhnya.


“Kami akan menahan kalian untuk sementara hingga tim khusus selesai menyelidiki apakah yang kalian katakan benar atau salah!” seru Pimpinan Pasukan itu. “Dari mana grup mana kalian?” selidiknya lagi.


“Kami berada di grup Komandan Jean dari Pasukan Kota Perdamaian,” sahut Hades dengan ekspresi wajah masam. “Bolehkah Kami membawa senjata Kami? Harganya itu sangat mahal, Aku takut kalian akan menukarnya dengan besi tua berkarat!”


Mendengar perkataan terakhir Hades, Pimpinan Pasukan itu mengerutkan keningnya. Kalau Hades bawahannya maka ia sudah memukulnya hingga babak belur. Namun, Hades berasal dari negara yang berbeda dengannya, sehingga ia tidak berani bertindak gegabah yang bisa meretakkan kerjasama antara Kekaisarannya dengan Kota Perdamaian.

__ADS_1


Dia mendengus dingin dan berkata, “Ambil saja dan ikuti kami!”


Hades sangat senang mereka tidak menyita Pedang yang harganya sangat mahal tersebut, walaupun yang menempanya adalah sahabatnya, Uran. Namun, harga yang dipatok Uran tetap menguras kantongnya.


...***...


Mendengar Hades dan Rolf ditahan oleh Pasukan yang berpatroli, Jean langsung menuju tenda Komandan militer Kekaisaran Hazel yang menahan keduanya.


“Apa yang terjadi?” Jean langsung bertanya begitu sampai di sana.


Komandan Pasukan Kekaisaran Hazel tersenyum ramah mengulurkan tangan pada Jean. “Bawahanmu berhasil mencegah Pengendali menggali kuburan massal,” sahutnya. “Aku mewakili Pasukan militer Kekaisaran Hazel sangat berterimakasih atas kontribusi mereka. Kini Kami memutuskan akan membakar jenazah rekan-rekan Kita yang dimakamkan di kuburan massal itu untuk mencegah Pengendali lainnya melakukan hal yang sama.”


Jean tidak menyangka Hades dan Rolf akan menjadi Pahlawan malam ini.


Tiba-tiba Jean teringat kalau Keduanya menghilang dari tenda setelah makan malam, sehingga ia terpaksa memasukkan nama mereka ke daftar Pasukan yang berpatroli pada shift jaga malam pertama.


“Maaf Komandan Jean, Kami telah merepotkanmu!” sahut Hades menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Sebenarnya Kami memasak Sarahmie tak jauh dari kuburan massal dan akhirnya bertemu dengan Pengendali itu.”


“Sarahmie?” Jean malah fokus pada mie instan itu. Dia langsung mengutuk keduanya karena tidak mengajak dirinya juga. “Untuk kali ini Aku akan memaafkan kalian. Ayo kita kembali ke grup Kita dan kalian termasuk yang berjaga di shift pertama!”


Setelah kejadian yang mengejutkan para Pimpinan Pasukan militer tersebut, tidak ada kejadian aneh yang muncul hingga matahari kembali terbit menyinari medan Perang tersebut.


Pasukan Kekaisaran Hazel, Pasukan Kota Perdamaian, dan Pasukan Kerajaan Naga berbaris rapi menghadang ke arah hamparan mayat-mayat hidup yang hanya berjarak 500 meter dari mereka.


Naga bersayap aneh membentangkan sayapnya yang panjang dan terbang di atas mayat-mayat hidup. Mordor berdiri dengan menyilangkan kedua tangannya dan dengan seringai tipis menatap ke arah mereka.


“Apa tidur kalian cukup nyenyak?” Mordor berbasa-basi lebih dulu. “Oh, ya, jangan lupa sarapan pagi juga. Jangan sampai kalian tidak memiliki tenaga mengangkat Pedang he-he-he ... kasihan nanti bonekaku malah bertarung melawan sesamanya,” ejeknya menyamakan Pasukan Kekaisaran Hazel dengan mayat-mayat hidupnya.

__ADS_1


Para Pendekar sangat marah mendengarnya dan mengumpati Iblis yang membawa malapetaka ke Benua Grandland ini. Namun, Mordor malah senang mendengar teriakkan marah mereka.


“Naga bodoh! Berikan mereka sapaan pembuka yang meriah!” seru Mordor pada mayat hidup Monster Naga yang langsung memuntahkan Magma panas sembari menengadah ke arah atas.


Hujan Magma panas melesat seperti letusan gunung berapi.


Para Pendekar langsung panik, karena sebagian besar dari mereka bukan Pendekar tingkat 10, sementara mayat hidup Monster Naga itu adalah Pendekar tingkat 10. Hanya Pendekar yang setingkat dengannya yang dapat menahan serangan itu.


Saat semua Pendekar panik, tiba-tiba hujan deras turun dan sesaat kemudian, hujan itu berubah menjadi Dinding Es yang menahan hantaman magma panas.


“Kaisar?” Einar terkejut dengan kemunculan Pria tua yang berdiri di punggung Monster Elang Putih ditemani Tujuh Pendekar tingkat 10 berjubah hitam serta mengenakan penutup wajah berwarna hitam.


Mordor tersenyum lebar sembari mengangkat tangannya agar mayat hidup Naga berhenti memuntahkan Magma panas. “Selamat datang Yang Mulia Kaisar di medan perang yang meriah ini.”


Kaisar menatap tajam Mordor, terdengar suara gertakan giginya. Andai saja Mordor tidak ada, maka impiannya menyatukan seluruh Benua Grandland akan terwujud. Namun, hanya gara-gara Satu Iblis yang menyerahkan jiwanya pada Dewa Cthulhu tersebut, rencana itu langsung hancur berkeping-keping dan saat ini Kekaisaran Hazel tak ubahnya rumah tua yang sudah lapuk.


“Hei, hei... Kenapa Anda mengerutkan kening Yang Mulia Kaisar? Jangan terlalu banyak berpikir, nanti umurmu semakin pendek dan anak-anakmu akan senang , karena mereka dari dulu sudah memperebutkan tahta penerusmu ha-ha-ha ....”


Kaisar tidak menanggapi ejekan Mordor, tangannya tiba-tiba menunjuk ke arah depan dan senjata rahasia Kekaisaran Hazel langsung dikeluarkan oleh Assassin yang selalu melindunginya secara rahasia.


Dari kejauhan berlari Monster Badak sebesar Istana Kekaisaran Hazel, permukaan tanah langsung bergetar hebat setiap kali ia melangkahkan kaki.


Diatas punggung Monster Badak itu ada panah raksasa yang konon kabarnya ditempa oleh Dewa Helzvog, Dewa yang disembah oleh Ras Dwarf.


Kaisar awalnya ingin menggunakan senjata itu saat menghadapi Raja Naga dalam pertempuran terakhir dalam penaklukan Benua Grandland. Namun, siapa yang mengira, ia terpaksa menggunakan kartu trufnya itu untuk menghadang Mordor yang telah mendekati Kota Ella, Ibukota Kekaisaran Hazel.


“Hmm, apa itu?” Senyuman yang terpancar dari sudut bibir Mordor langsung memudar.

__ADS_1


__ADS_2