Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Mordor XIV


__ADS_3

Sarah kembali masuk ke dalam gerbong Kereta Kuda dan tak lama kemudian keluar membawa Roti isi Kacang Hijau terakhir yang ia miliki. Kemudian ia dengan senyum cerah memberikannya pada gadis kecil berkulit gelap di hadapannya.


Namun, gadis kecil berkulit gelap itu malah menengadah menatap wajah ibunya, karena ia takut gadis setengah Elf di hadapannya ini hanya sedang mengerjainya—seperti yang biasa dilakukan oleh anak majikan ibunya; setelah ia menerima Roti itu, mungkin Sarah akan menampar pipinya atau menendang perutnya dan tertawa terkekeh-kekeh.


”Ayo ambil saja Kak... siapa namamu?” Sarah menyodorkan Roti itu masih dengan senyumannya yang menghangatkan hati siapapun yang melihatnya.


Gadis kecil setengah Elf berusia Lima tahun itu pun menerima pemberian Sarah setelah ibunya mengangguk pelan. ”Belle,” sahutnya sembari mengunyah dengan lahap Roti tersebut.


Mantan Budak Elf lainnya menelan ludah menatap Belle, rasa lapar mereka semakin menjadi-jadi. Namun, mereka tidak berani meminta Roti pada Sarah, karena takut Helena tersinggung dan tidak jadi menolong mereka.


“Kami akan ikut dengan Kereta Kuda ini ke Kota Perdamaian, hanya tempat itu yang menerima pasangan beda Ras,” kata Oliver menanggapi perkataan Helena sebelumnya.


”Oh, kalian ternyata pasangan beda Ras?” Helena tersenyum pada Chicie yang tampak malu-malu kucing. ”Aku juga sama seperti kalian, suamiku adalah Manusia dan gadis kecil ini adalah Putriku, namanya Sarah!”


“Sarah?” Oliver merasa nama itu terasa familiar.


Helena berjalan ke gerbong Kereta Kuda dan mengeluarkan Kotak Kayu berisi Sarahmie Soto Lamongan.


Tiger membantu Helena membawa Kuali besar, kemudian ia mengambil kayu bakar yang tergeletak di pinggir Hutan. Dia menghidupkan Api dan meletakkan Kuali diatas tungku tiga buah batu.


”Bos kecil! Tolong gunakan Elemen Sihir Airmu!” seru Tiger memanggil Sarah yang sedang mengobrol dengan Belle.


Sarah melompat-lompat seperti kelinci sehingga para mantan Budak Elf tertawa dengan tingkah lucunya itu. Dia kemudian menjentikkan jari tangannya dan air merembes dari ujung kukunya yang langsung memenuhi Kuali.


”Terimakasih Bos kecil!” kata Tiger dan Sarah mengangguk pelan sembari tersenyum cerah, kemudian ia kembali ke dekat Belle.


Oliver penasaran dengan identitas Wanita Elf cantik dan gadis kecil setengah Elf itu. Dia duduk di sebelah Rambo yang beristirahat di pinggir jalan. ”Paman, kenapa kalian memanggil Sarah dengan sebutan Bos kecil?

__ADS_1


Rambo menoleh ke arah Oliver dengan ekspresi wajah terkejut. ”Tuan tidak mengenali Bos kecil? Hampir seluruh Kota Perdamaian mengenalnya, bahkan mungkin sebagian besar Benua Grandland juga!”


”Seluruh Benua Grandland?” Oliver semakin tercengang dan berpikir apakah dirinya yang merupakan mantan Prajurit yang bertugas di bagian intelijen telah ketinggalan zaman atau sistem pengumpulan informasi di Kekaisaran Hazel terbelakang.


”Lihat itu!” Rambo menunjuk ke arah bungkus Sarahmie yang menampilkan gambar Sarah tersenyum cerah. Namun, telinga runcingnya tak terlihat karena ditutupi rambut peraknya.


Oliver terbelalak melihatnya dan butuh beberapa tarikan napas agar dapat mengeluarkan suara. ”Bos kecil ternyata Putri Pangeran Alex Acherron!” Oliver berteriak keras.


Semua mantan Budak Elf ikut terkejut mendengar teriakan Oliver. Mereka juga sering mendengar majikan mereka berbicara kalau gambar gadis kecil di bungkus Sarahmie adalah Putri dari Pangeran Alex Acherron dan mantan Putri Mahkota Helena Aebella.


“Ara... ara... Apakah Putriku sangat terkenal? Sampai tuan Pendekar tercengang begitu.” Helena tertawa.


Oliver segera menutup mulutnya karena malu atas tindakannya itu. Kini ia akhirnya menyadari pantas saja tadi Helena begitu mengerikan saat menyerang dirinya, seolah-olah ia seperti Pendekar yang baru saja belajar beladiri melawan Pendekar terlatih.


”Kami diselamatkan oleh tuan Alex dari serangan mayat-mayat hidup dan tuan Alex juga mengawal ribuan pengungsi ke Ibukota Kerajaan Orc. Aku sangat senang bisa bertemu dengan Nyonya Helena dan Nona Sarah, tolong sampaikan juga rasa terimakasihku pada tuan Alex, Nyonya Helena ....” Chicie membungkuk badannya di depan Helena.


Helena membuka bungkus Sarahmie dan mengeluarkan bumbu-bumbunya, kemudian ia memasukkan air panas ke dalam bungkus Sarahmie.


“Diamkan selama Tiga menit atau setelah mie-nya mengembang. Nanti, masukkan bumbu-bumbunya dan ....” Sebelum Helena selesai berbicara, tiba-tiba Sarah menyahut, ”Siap dimakan dan Kita bisa menggunakan ranting pohon sebagai pengganti sumpit!”


Helena mengangguk tanda setuju dengan perkataan Sarah.


Para mantan Budak Elf segera mengikuti cara penyajian yang ditunjukkan oleh Helena. Mereka tampak bahagia saat memakan Sarahmie tersebut dan seorang Elf tiba-tiba mengatakan ini pertama kalinya ia memakan makanan yang begitu nikmat.


Helena tersenyum hangat mendengar perkataan Elf tersebut dan mengatakan mereka dapat memakan Sarahmie kapan saja setelah sampai di Ibukota Kerajaan Hutan Abadi, karena Sarahmie itu tersedia di seluruh Benua Grandland.


”Kak Belle... biarkan Aku membantumu mendinginkan mie-mu,” kata Sarah merasa kasihan melihat Belle harus meniup-niup mie-nya. “Jurus mendinginkan Sarahmie Soto Lamongan; Salju Peri!”

__ADS_1


Setelah Sarah mengatakan kalimat yang membuat para Elf tertawa tersebut, Peri Salju seukuran telapak tangan melayang mengelilingi bungkus Sarahmie milik Belle dan sesaat kemudian, mie miliknya tidak terlalu panas lagi.


“Wah Kamu sangat hebat, Sarah!” Belle tersenyum hangat menatap Sarah.


“Mewhehe... tapi Ayahku jauh lebih kuat dan Dia mengirim Kami surat kalau Ayah memakan Tentakel Dewa Cthulhu saat bertarung melawannya!” Sarah berkata dengan bangga.


Namun, Oliver tersedak mie dan terbatuk-batuk. Dia tidak menyangka ada Pendekar yang berani memakan tubuh Dewa.


Dia menatap Helena dan bertanya, “Apakah itu benar Nyonya Helena?”


Semua mata tertuju pada Helena yang langsung mengangguk setuju, sehingga Oliver tercengang dan berpikir apakah Alex adalah mahkluk diatas Dewa? Namun, memangnya masih ada entitas kuat selain Dewa di alam semakin ini.


“Hmm, apa Aku menyembah Bos Alex saja?” Tiger tiba-tiba berbicara yang membuat Oliver hampir terjungkal ke belakang. “Kan, menurut catatan sejarah yang kita pelajari di sekolah, Dewa itu terbentuk oleh kehendak Dunia karena sekelompok Ras terus menyembah sosok yang mereka anggap Tuhan, dengan semakin banyaknya orang menyembah yang mereka yakini sebagai Tuhan itu, maka akhirnya muncullah Dewa yang pada akhirnya mengajari penyembah-Nya menggunakan Sihir.”


“Ya, itulah sebabnya setiap Ras memiliki Dewa yang berbeda.” Oliver setuju dengan pendapat Tiger. “Kalau Kita menyembah tuan Alex, mungkin Kita akan diberikan berkah Sihir yang dapat menciptakan makanan baru juga!”


Helena berdehem dan menggelengkan kepala. “Pikiran kalian sudah kacau, apa kalian tidak takut mendapatkan laknat dari Dewa yang kalian sembah selama ini?” Dia menegur Keduanya.


“Dewa Hercules... Kami hanya bercanda saja, tolong jangan tersinggung!” Tiger dan Oliver segera berdoa.


Rambo dan yang lainnya langsung tertawa dengan tingkah lucu keduanya.


...***...


(Photo Belle)


__ADS_1


__ADS_2