Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Alex Membeli Monster di Guild Pandora


__ADS_3

Guild Pandora memiliki Dua Pintu masuk berbeda, satu pintu khusus untuk para Pemburu dan pelanggan yang ingin memesan jasa keamanan, sementara pintu yang lain untuk pelanggan yang ingin membeli Monster.


Alex berjalan ke salah satu meja resepsionis dan gadis cantik langsung tersenyum hangat menyambut kedatangannya.


Alex tercengang menatap gadis cantik itu, dia tidak menyangka Guild Pandora akan mempekerjakan Iblis dari Suku Succubus yang biasanya sering dijadikan sebagai pekerja di rumah bordil tersebut.


“Ada yang bisa kubantu, tuan tampan?” sapa gadis cantik itu sembari mengedipkan mata sehingga secara tak sengaja Alex juga mengedipkan matanya.


Alex berpura-pura batuk karena tidak menyangka akan terpengaruh oleh pesona gadis cantik Iblis Succubus tersebut. “Aku ingin membeli 100 Ekor Monster Ayam liar tingkat 4.”


“Tunggu sebentar, tuan,” sahut gadis Iblis Succubus itu tiba-tiba berubah sikap menjadi lebih profesional. Dia membolak-balikan buku berukuran besar. “Stok kami masih cukup banyak, Satu Ekor Ayam liar tingkat 4 adalah 100 Perak dan tuan memesan 100 Ekor maka totalnya adalah 10.000 Koin Perak atau 10 Koin Emas.”


Alex menganggukkan kepala dan berkata, “Baik, Aku akan membelinya.”


“Apakah tuan akan membawanya sendiri atau menggunakan jasa pengiriman kami? Kami juga memiliki jasa pemotongan Monster,” kata gadis Iblis Succubus itu. “Tuan hanya perlu membayar 200 Koin Perak saja,” katanya lagi.


Alex berpikir itu cukup murah, karena memotong 100 Ekor Ayam liar itu cukup menyita banyak waktu. “Baiklah, tolong antarkan ke Restoran Sarah,” katanya sembari memberikan 10 Koin Emas dan 200 Koin Perak.


“Apakah tuan masih membutuhkan yang lain? Seperti daging Monster tingkat tinggi untuk membuat Rendang,” kata gadis Iblis Succubus itu tampak bersemangat setelah mengetahui kalau Pria didepannya ini ternyata Koki Alex yang sangat terkenal itu.


Alex menggelengkan kepalanya dan berkata, “Itu saja untuk saat ini. Sampai jumpa nona ....”


“Ya, nanti siang kita akan bertemu lagi, kok... Aku sangat menyukai Soto Banjar Restoran Sarah,” sahut gadis Iblis Succubus itu tersenyum cerah.

__ADS_1


Alex sangat senang mendengar gadis Iblis Succubus itu memuji Soto Banjar buatannya itu. Dia berharap menu barunya nanti juga disukai oleh pelanggan.


Hannah menceritakan bukan hanya dari Kota Perdamaian saja pelanggan Restoran Sarah. Beberapa orang kaya dari Kota Ella juga datang ke Restoran Sarah hanya untuk mencoba hidangan dari Restoran yang sedang naik daun tersebut.


...***...


“Berhenti di depan gang kecil itu saja, Paman Rambo!” seru Viola, karena jalan ke gubuknya tidak dapat dilalui oleh Kereta Kuda. “Maaf Nyonya Bos, kita harus berjalan kaki Dua Ratus meter lagi—”


Sebelum Viola selesai berbicara, Helena menyela, “Tidak apa-apa... mari kita turun!”


Helena kemudian membayar ongkos mereka dan Rambo ingin menunggu mereka di sana, tetapi Helena memintanya untuk mencari penumpang lain saja, karena ia akan ke rumah Irina setelah selesai memeriksa kondisi tubuh Ibu Viola.


“Bangunan apa yang besar itu?” Helena bertanya saat berjalan di gang kecil dan tampak di kejauhan bangunan besar yang dari cerobongnya mengeluarkan asap hitam.


Helena teringat dengan ucapan Alex yang mengatakan Alex memiliki hak kepemilikan 35% atas perusahaan Margareth tersebut. “Ternyata di sanalah dibuat Sarahmie yang enak itu, besar juga Pabriknya... berapa banyak uang bagi hasilnya untuk kami nantinya, ya?” gumamnya sulit membayangkan berapa banyak uang yang akan mereka terima nantinya, karena Sarahmie kini diekspor ke seluruh Benua Grandland.


Beberapa Pria berpakaian kumuh menatap Ketiga wanita cantik itu dengan tatapan penuh n.a.f.s.u, terutama Elf berambut perak dengan buah dada yang memanjakan mata para Pria tersebut. Namun, mereka tidak berani mengusik mereka karena Viola mengenakan seragam Restoran Sarah, yang berarti mereka entitas yang tak dapat mereka singgung bila masih ingin hidup lebih lama lagi di Dunia ini.


Insiden penculikan karyawan Restoran Sarah telah menjadi buah bibir di seluruh Kota Perdamaian, penculiknya yang merupakan Pendekar tingkat 10 tewas dibunuh oleh Alex dan tuan muda Kelurga Donovan juga ikut terseret dalam kasus itu, sehingga Jack tewas dengan kepala terpenggal.


Viola merasa tak nyaman dengan tatapan para Pria itu pada Nyonya Bosnya, dia kemudian mempercepat langkahnya.


Tak lama kemudian, Viola menunjuk gubuk kecil berdinding bambu yang telah lapuk sehingga dari celah-celahnya dapat dilihat penghuni yang berada di dalamnya.

__ADS_1


“Ibuuuuuuu!” Viola berteriak saat melihat dari celah-celah dinding itu, ibunya tergeletak di lantai bukan beristirahat di tempat tidur.


Viola mendorong pintu dan wanita berusia empat puluhan tahun langsung menoleh ke arahnya. Viola bergegas membantu wanita itu berjalan ke tempat tidur.


“Kenapa kamu ke sini? Apakah kamu dipecat lagi, Viola?” Wanita itu bertanya dengan suara serak dan lebih mengkhawatirkan Viola di pecat daripada kesehatannya, karena ia khawatir bila ia meninggal maka tak ada yang melindungi Viola dan para Preman menjualnya ke rumah bordil.


Viola tersenyum walaupun air matanya mengalir membasahi pipinya. “Aku ke sini bersama Nyonya Bos untuk memeriksa apakah penyakit Ibu dapat disembuhkan dengan Elemen Sihirnya,” sahutnya.


Helena masuk ke dalam gubuk bersama Irina, kemudian Ibu Viola mencoba untuk duduk. Namun, Helena melarangnya dan mengatakan dirinya hanyalah ibu rumah tangga biasa, sehingga tidak perlu diperlakukan dengan istimewa.


Helena menggenggam tangan Ibu Viola, kemudian mengalirkan Elemen Sihir Kehidupan padanya. Dia terkejut saat mengetahui penyakit yang diderita oleh Ibu Viola.


“Di mana ayahmu, Viola?” tanya Irina penasaran, karena gubuk itu terlihat berantakan. Namun, Viola menggelengkan kepala. “Ah, maaf... seharusnya Aku tidak bertanya, suamiku juga telah meninggal saat berburu ke Hutan Monster.”


Namun, Viola menggelengkan kepala bukan karena ayahnya telah meninggal. Dia menggelengkan kepala karena ia tidak tahu siapa Ayahnya dan bila ia bertanya pada ibunya, maka ibunya tidak mau menjawab.


Viola curiga Ibunya juga tidak tahu siapa Ayahnya, karena saat ibunya masih sehat-sehat saja; ibunya selalu pulang saat menjelang pagi. Bau arak akan tercium dari napasnya dan kadang-kadang ibunya juga terluka, saat Viola bertanya siapa yang menganiayanya maka ibunya hanya akan tersenyum saja dan memberikan Viola uang serta menyuruhnya membeli roti.


“Bagaimana Nyonya Bos, apakah ibuku dapat disembuhkan? Dan... apa penyakit yang dideritanya, kenapa para tabib selalu mengatakan itu adalah penyakit aneh dan sulit diobati,” kata Viola menatap Helena dengan tatapan penuh tanda tanya di benaknya.


Helena sudah mengetahui apa yang menyebabkan tubuh Ibu Viola melemah, tetapi sulit mengatakannya pada Viola karena ibunya sebenarnya sakit karena berhubungan badan dengan banyak pria yang telah terkena penyakit k.e.l.a.m.i.n.


Helena curiga, Ibu Viola mungkin dipaksa berhubungan badan dengan para Preman dilingkungan kumuh ini atau bekerja di rumah bordil. Akhirnya Helena mengerti kenapa para tabib itu tidak mengatakan pada Viola apa penyakit yang diderita oleh ibunya.

__ADS_1


__ADS_2