
Alex langsung teringat dengan Tetua Elf yang memiliki Elemen Sihir Kegelapan dan berspekulasi Mordor mungkin telah merekrut banyak pengikut yang akan mempercepat kebangkitan Dewa Cthulhu.
“Nanti malam Aku harus melacak keberadaan pengikut Dewa Cthulhu di wilayah timur,” gumam Alex—takut para pengikut Dewa Cthulhu itu menculik atau melukai Sarah suatu hari nanti, karena Mordor mengincar Sarah untuk dijadikan sebagai wadah sementara Dewa Cthulhu.
Pintu Restoran di buka oleh tangan kecil dan gadis setengah Elf imut langsung tersenyum lebar pada Alex yang sedang melamun di kursi Kasir. “Siang Ayah... apakah makanan baru ciptaan Ayah sudah selesai dimasak?” selidiknya dengan mata berbinar-binar karena sudah tak sabar ingin mencicipi makanan baru itu.
Alex menganggukkan kepala dan berkata, “Ya, ayo ganti pakaianmu dan ayah akan menyiapkan hidangan baru itu untuk makan Siang kita semua.”
“Yeay... Aku akan mengganti pakaianku,” sahut Sarah segera berlari ke lantai atas Restoran, sementara Helena yang berjalan di belakangnya langsung tersenyum melihat tingkah lucu putrinya itu.
Alex berjalan ke dapur dan membuka lemari pemanas buatan Dwarf yang lumayan luas serta dapat menampung banyak makanan tersebut.
Dia memindahkan Dua Ayam Betutu yang masih dibalut daun pisang ke atas nampan, kemudian membawanya ke meja makan.
Hannah dan yang lainnya telah meletakkan piring berisi nasi serta gelas berisi air putih hangat di atas meja. Mereka sangat penasaran seperti apa rasa dari Ayam Betutu tersebut.
Dari Lima Karyawan Restoran Sarah itu, hanya Elenna yang sering makan makanan mewah saat tinggal bersama orang tua mereka, karena Elenna berasal dari keluarga Bangsawan Hutan Abadi.
“Aku sangat bersyukur diterima oleh Bos Alex menjadi Pramusaji di sini, mungkin Aku adalah Iblis paling beruntung yang kabur ke Kota Perdamaian ini,” gumam Lilith tersenyum menatap Alex yang sedang melepaskan daun pisang yang membalut Ayam Betutu.
Lilith telah mendengar kisah Iblis atau Ras lainnya yang kabur ke wilayah timur Kota Perdamaian, sebagian besar dari mereka malah semakin menderita dan menjadi wanita penghibur di rumah bordil atau dijual ke pasar gelap.
“Wah, Ayamnya besar sekali!”
Sarah tiba-tiba berteriak saat berjalan turun dari tangga dan berlari ke kursi dekat Alex. Dia segera mengambil piring, pisau kecil dan garpu. Matanya berbinar-binar dan berkali-kali menelan air liurnya karena sudah tak sabar ingin mencicipi Ayam Betutu itu.
“Aromanya menggiurkan sekali, apa nama hidangan ini?” tanya Helena segera duduk di sebelah Sarah dan mengelus-elus rambut perak putrinya itu.
__ADS_1
“Ayam Betutu,” sahut Alex tersenyum. “Nama itu muncul dalam mimpiku tadi malam dan di dalam mimpi itu Aku berada di tempat yang bernama Bali, kemudian seorang wanita tua—”
“Hmm, mulai lagi membualnya,” sindir Helena yang sudah terbiasa dengan perilaku membual Alex saat keduanya masih berpetualang bersama.
Hannah, Eva, Lilith, Elenna, dan Viola langsung tertawa karena Alex langsung terdiam serta mengerutkan keningnya saat disindir oleh Nyonya Bos.
“Bagian apa yang kamu inginkan, Sarah?” tanya Alex setelah selesai memotong-motong Ayam Betutu menjadi beberapa bagian.
“Hmm, berikan untuk Ibu bagian yang terbaik dulu dan Sarah mau bagian Paha-nya,” sahut Sarah yang membuat Helena tersenyum bangga saat melirik Alex, seolah-olah ia memenangkan sebuah pertarungan saja.
“Baiklah, Ibumu lebih dulu,” sahut Alex memindahkan bagian dada Ayam Betutu untuk Helena dan bagian Paha untuk Sarah.
Alex kembali meletakkan bagian tubuh Ayam Betutu lainnya ke piring Hannah dan yang lainnya, hingga yang tertinggal untuknya hanya dua bagian leher saja.
“B-bos... bagianku ini terlalu besar, bagaimana kalau setengahnya untuk Bos saja?” Eva merasa kasihan melihat Alex hanya memakan dua bagian Leher Ayam Betutu saja.
Eva dan yang lainnya tercengang mendengarnya dan mereka tidak menyangka sedang menikmati hidangan yang harganya setengah gaji mereka dalam sebulan tersebut.
“Pantas saja enak sekali,” sahut Hannah yang berpikir ingin membawa Ayam Betutu untuk orangtuanya saat akhir pekan nanti, tetapi setelah mendengar harganya yang begitu fantastis, ia langsung mengurungkan niatnya itu.
Viola juga memikirkan hal yang sama dengan Hannah, tetapi ia harus kecewa setelah mendengar harganya yang sangat mahal tersebut.
“Umm, nikmatnya! Besok aku harus makan ini lagi karena uang tabunganku masih banyak dan nanti Aku akan bekerja lagi menjadi Kasir,” kata Sarah menjilati tulang paha Ayam Betutu.
Alex tidak tahu apakah harus senang atau menangis mendengar perkataan putrinya itu. Dia tahu Sarah berkata begitu karena dirinya mengatakan harganya mahal sehingga Sarah berpikir dirinya mengeluarkan uang yang banyak untuk membuat Ayam Betutu itu.
Padahal bila dikalkulasikan, Alex hanya mengeluarkan 100 Koin Perak untuk Satu Monster Ayam Liar tingkat 4 dan 10 Koin Perak untuk bumbu-bumbu dan bahan lainnya, sehingga keuntungannya sebenarnya sangat besar sekali.
__ADS_1
Alex mengelus kepala Sarah dan berkata, “Selama Sarah suka, maka Ayah akan membuatnya untukmu dan itu gratis!”
Sarah menoleh ke arah Alex dan mengedipkan matanya. “Tenang saja, Ayah... kalau aku duduk dengan santai di Kursi Kasir maka Paman Uran dan yang lainnya sering tidak mau mengambil kembalian uang mereka.”
“Eh, ternyata itu alasannya!” Alex terkejut mendengarnya.
Helena tersenyum hangat dan mengelus kepala Sarah. “Sarah pintar sekali, kamu mirip dengan ibu saat masih muda dulu,” kata Helena sembari mengedipkan matanya pada Alex.
Alex berdehem dan berkata, “Sewaktu kecil dulu, Aku juga sangat pintar. Bahkan Aku tidak perlu melakukan apa-apa, semua akan dilakukan oleh pelayan pribadiku.”
“Ara-ara... sampai-sampai seseorang itu kencing pun dibantu oleh pelayannya, ya?” ejek Helena yang membuat Alex tersenyum masam.
“Setidaknya setelah dia dewasa, dia menaklukkan Peri berambut perak di air terjun—” Sebelum Alex menyelesaikan perkataannya, Helena tiba-tiba berdehem dan memberikan kode rahasia; tidak akan ada jatah nanti malam bila Alex terus menyanggah perkataannya. “Ehemm, mari kita makan sepuasnya!” Akhirnya Alex mengakhiri debat tidak jelas tersebut.
Sinar terang tiba-tiba menerangi tubuh Eva yang langsung membuatnya panik dan mundur beberapa langkah dari meja makan, karena ia takut sinar yang muncul dari tubuhnya akan menyakiti Bos dan teman-temannya.
“Apa yang terjadi?” Alex terkejut melihatnya.
“Elemen Sihir Api Putih sepertiku!” seru Sarah langsung menyadari pancaran cahaya menyilaukan itu, karena Elemen Sihir Apinya juga berwarna Putih. “Itu baru saja bangkit sehingga belum terasa auranya, kalau bangkit sepenuhnya akan menghanguskan meja dan kursi disekitarnya.”
Alex langsung melompat ke arah Eva dan menggendong Eva keluar dari Restoran. Dia tidak ingin Kursi dan Meja yang harganya cukup mahal itu akan di hanguskan oleh Elemen Sihir Api Eva. Namun, ia merasa kenapa tatapan yang mematikan sedang diarahkan padanya.
Eva berubah wujud menjadi Naga dan yang mengejutkan adalah tubuh Naganya kini berwarna Putih, walaupun saat ia kembali ke wujud Manusia rambutnya tetap Merah seperti sebelumnya.
“Apakah kamu sedang berevolusi?” tanya Helena penasaran. “Dalam literatur kuno, Dewa Naga itu berwarna Putih juga... apa mungkin kamu menerima Kekuatan Dewa Naga?” selidiknya penasaran.
Namun, Eva menggelengkan kepala dan tersenyum bahagia. “Mana mungkin Aku mendapatkan Kekuatan Dewa,” sahutnya, “tetapi mungkin ini karena Ayam Betutu buatan Bos Alex sehingga Elemen Sihir Apiku berevolusi.”
__ADS_1
Alex menjadi bersemangat setelah mendengar perkataan Eva. Dia kemudian menjentikkan jari tangannya dan api merah seukuran kuku muncul di jari tangannya. “Eh, kenapa Apiku tidak berevolusi, ya?” Alex langsung kecewa.