
Kereta Api tanpa rem melaju dengan kecepatan tinggi sejauh seratus kilometer dari kota Avelon. Alex yang telah pindah ke gerbong penumpang sangat puas dengan hasil uji coba itu.
”Kenapa ada empat jalur kereta apinya?” tanya Alex penasaran.
”Oh, itu kami sengaja melakukannya agar tidak terjadi tabrakan,” sahut Laura yang duduk di sebelah Alex. ”Dua jalur berlawanan arah akan diperuntukkan untuk Kereta Api berkecepatan tinggi, sementara Dua jalur lagi akan digunakan Kereta Api berkecepatan rendah.”
Dia menjelaskan Kereta Api berkecepatan tinggi menggunakan Kristal Sihir tingkat 10, yang berarti ongkos yang dibebankan kepada penumpang akan mahal, sementara Kereta Api berkecepatan rendah menggunakan Kristal Sihir tingkat 7 kebawah yang mudah didapatkan, sehingga ongkos yang dibebankan kepada penumpang menjadi jauh lebih murah.
Alex tersenyum mendengarnya dan tidak menyangka Laura akan memikirkan hal itu, kemungkinan ia belajar dari perusahaan Sarahmie yang mendapatkan keuntungan Jutaan Koin Emas, padahal modalnya hanya beberapa Koin Perak saja.
“Bagaimana Bos Alex, apakah ada yang masih kurang dari Kereta Api ini?” sahut Uran.
”Aku rasa sudah bagus, setelah sistem pengereman dikembangkan maka Kereta Api ini sudah dapat beroperasi di seluruh Kekaisaran Hazel,” jawab Alex mengangguk puas. “Namun, Aku penasaran, kenapa Koran Guild Pandora tidak pernah memuat berita tentang Kereta Api ini? Kalian pasti sudah mengujinya berkali-kali, kan?”
Dia penasaran, karena uji coba Kereta Api itu pasti akan melaju hingga keluar Kota Avelon dan pembangunan Rel Kereta Api juga sudah mencapai Kota Perdamaian—lengkap dengan stasiun yang cukup megah.
Uran tersenyum lebar sembari melirik Laura. ”Gadis itu sudah menyumpal mulut Guild Pandora, makanya mereka diam seribu bahasa ha-ha-ha.”
Alex tertawa mendengarnya, tidak menyangka Kekaisaran Hazel akan menggunakan cara seperti itu agar proyek penelitian kereta api ini menjadi rahasia.
__ADS_1
Kereta Api mulai memperlambat lajunya saat sebuah Kota kecil terlihat dari kejauhan. Tak lama kemudian Kereta Api memasuki stasiun, tetapi masih melaju pelan dan kemungkinan akan berhenti diluar stasiun.
Alex menggunakan Elemen Sihirnya menghentikan laju Kereta Api itu, kemudian mereka meninjau stasiun. Ketika Laura bertanya pendapatnya tentang stasiun itu, Alex hanya menjawab dia sangat puas dan memujinya sangat bagus.
Setelah itu Kereta Api kembali ke Kota Avelon, Uran dan timnya langsung bekerja melakukan penelitian tentang sistem pengereman, sehingga Alex hanya ditemani oleh Laura saja.
“Apa yang dilakukan oleh Pangeran Pertama saat ini? Saat Aku berkunjung ke Kota Ella, dia tidak ada di sana.” Alex bertanya setelah mereka berjalan dalam keadaan hening sangat lama sekali.
“Pangeran Pertama sibuk di wilayah Selatan, tetapi mungkin ia akan datang kemari karena Aku sudah mengirim pesan bahwa penelitian Kereta Api hampir selesai,” sahut Laura.
”Ooh ....” Alex mengangguk pelan dan tidak tahu apa lagi yang harus didiskusikan dengan kepala Divisi keuangan Kekaisaran Hazel tersebut. “Kalau begitu Aku akan pulang ke Kota Perdamaian dan tidak perlu memanggilku lagi, kecuali itu sesuatu yang sangat penting. Aku cukup sibuk akhir-akhir ini.”
“Sibuk? Bukannya Pangeran hanya memasak di dapur setiap hari!” sahut Laura menatap Alex dengan ekspresi wajah datar.
“Koran Guild Pandora yang membuat artikel khusus tentang Anda beberapa hari yang lalu, karena banyak ibu-ibu yang terus mengirim pesan pada mereka; menanyakan kapan resep masakan Restoran Sarah yang baru dipublikasikan,” sahut Laura.
Alex tak dapat mengelak lagi dan hanya tersenyum masam. Dia juga tidak menyangka ibu-ibu di seluruh Benua Grandland sudah tidak sabar menunggu publikasi resep masakan yang baru.
Setelah percakapan singkat, Alex pun meninggalkan Kota Avelon dan kembali ke Kota Perdamaian melakukan pekerjaan rutin memasak di dapur.
__ADS_1
Sebulan kemudian, Koran Guild Pandora mempublikasikan bahwa Kekaisaran Hazel telah menciptakan inovasi baru dalam sistem transportasi. Hal itu membuat Benua Grandland gempar, apalagi semua Raja dan tokoh-tokoh penting diundang dalam peluncuran perdana Kereta Api itu.
Mereka melakukan perjalanan singkat selama 20 menit dari Kota Avelon ke Kota Ella, sehingga mereka pun memohon pada Kaisar agar dibagikan cara pembuatan Kereta Api tersebut. Namun, Kaisar dengan tegas menolaknya, tetapi ia bersedia untuk membuka jalur kereta api di wilayah mereka.
Pada saat itu, Alex yang membawa Helena dan Sarah dalam peresmian itu akhirnya bertemu langsung dengan Kaisar. Namun, Alex dan Kaisar hanya menyapa dengan formal saja—seperti rekan bisnis, hanya Sarah yang langsung meminta digendong setelah mengetahui Pria tua di hadapannya adalah Kakeknya. Setelah itu, barulah ekspresi wajah Kaisar memancarkan senyuman cerah sepanjang acara peresmian itu.
...***...
Kapal terbang Sihir melayang di atas sebuah Pulau milik Kerajaan Iblis, hampir semua Iblis menengadah menatap langit dan mereka penasaran Monster Burung apa yang melayang di langit itu, kenapa bentuknya seperti Kapal laut.
“Mereka seperti Iblis dalam catatan sejarah, apakah Kita terbang ke tempat yang salah?” tanya William, Penyihir yang berspesialisasi dalam penelitian alat sihir tersebut.
“Iblis dikabarkan adalah makhluk yang jahat dan memakan manusia, untuk saja jutaan tahun yang lalu semua Manusia bersatu memusnahkan mereka dari Benua Vlorien,” kata Penyihir yang lain sembari mengisi Kristal Sihir ke dalam Meriam Sihir. “Apa yang akan Kita lakukan Penyihir Ulrich?” tanyanya pada Kapten Kapal Sihir terbang tersebut.
“Iblis adalah musuh Manusia, Kita akan menyerang mereka!” seru Ulrich menghunus pedangnya.
“Tunggu!” sela Zelma keluar dari ruang kemudi Kapal Sihir terbang. “Penyihir Agung memberikan Kita misi mencari entitas kuat yang mengalahkan Dewa. Jadi, jangan mencari masalah dengan penduduk asli Pulau ini, apalagi mereka tidak menunjukkan sikap permusuhan pada Kita.”
Ulrich merasa yang dikatakan oleh Zelma memang benar, para Iblis itu terlihat hanya penasaran terhadap Kapal Sihir terbang mereka, serta tidak takut terhadap mereka walaupun para Iblis itu sangat lemah.
__ADS_1
”Mungkinkah di Benua ini Manusia dan Iblis hidup rukun?” Ulrich penasaran. ”Simpan senjata kalian, Kita akan turun ke Pulau itu sembari menggali informasi dari mereka,” katanya lagi.
Zelma bernapas lega, rekan-rekannya tidak menyerang Iblis-Iblis yang lemah itu. Namun, ia tetap terkejut akhirnya dapat melihat sosok yang hanya tertulis dalam catatan sejarah tersebut dan hanya ada beberapa lukisan tentang Iblis di Menara Sihir.