Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Melawan Monster Hiu


__ADS_3

“Tak apa, itu sudah pilihan Hades.” Alex menyela perkataan Troya. “Kalau Pangeran Draven memang Iblis yang baik, Dia dapat memberikan beasiswa untuk Hades. Kurasa itu sudah cukup.”


Karena Alex sudah berkata begitu, Troya hanya tersenyum sembari mengangguk setuju. “Tentu Pangeran Draven akan memberikan beasiswa untuknya,” sahutnya.


“Sebentar lagi akan malam, Kita harus menaklukkan atau mengusir Monster Hiu raksasa itu. Jangan sampai penduduk tidak bisa tidur dengan nyaman karena takut sewaktu-waktu Pulau ini ditenggelamkan oleh Monster itu,” kata Alex sembari menoleh ke Hades. “Apa tidak apa-apa Paman meninggalkanmu dengan Kakek itu?”


Hades menganggukkan kepala dan tersenyum lebar. “Aku akan baik-baik saja, terimakasih telah menyelamatkan Aku, Paman.”


“Tenang saja Pangeran Alex, Aku akan merawat Hades seperti merawat cucuku sendiri. Yang penting sekarang adalah mengusir Monster Hiu itu,” kata Iblis tua itu.


Alex sangat senang Hades merasa nyaman dengan Iblis tua itu. “Tenang saja, Aku akan berusaha mengusirnya atau Kita akan mengadakan pesta makan Monster Ikan Hiu asam pedas ha-ha-ha.”


Hades, Iblis tua itu dan para penduduk Iblis yang tinggal di sekitar pantai barat Pulau itu tertawa mendengar guyonan Alex, hanya Troya yang tetap diam saja.


“Kami akan pergi sebentar dan Aku akan kembali lagi nanti ke sini untuk mengadakan pesta makan besar itu,” kata Alex berjalan mengikuti Troya menuju pantai timur Pulau tersebut.


Hades melambaikan tangan pada Alex dan berkata, “Ya, Kami akan menunggumu, Paman!”


Dia sangat percaya Alex dapat mengalahkan Monster Hiu sebesar Pulau itu, karena tadi Alex mengalahkan Monster yang mendekati mereka hanya dengan menamparnya saja; Monster-monster itu langsung mati dan ada yang hancur berkeping-keping.


...***...


Saat mereka sampai ke bagian sisi timur Pulau itu, Alex terkejut melihat belasan mayat Iblis sedang diangkut dari laut. Mereka semua adalah Pendekar tingkat tinggi yang gugur saat melawan Monster Hiu.


Pangeran Draven langsung tersenyum begitu melihat sosok Alex muncul di belakangnya. Dia pun memelankan suaranya, padahal beberapa saat yang lalu ia selalu berseru dengan suara keras pada para Prajurit militer yang sibuk bertarung melawan serangan Monster Ikan.


“Pangeran Alex ....” Draven menyambut kedatangan Alex sembari tersenyum lebar.

__ADS_1


“Aku sudah bukan penduduk Kekaisaran Hazel, jadi panggil saja Aku Alex,” sahut Alex tersenyum tipis, tatapannya beralih pada Monster Hiu yang terlihat samar-samar di lautan karena Matahari sudah tenggelam. “Apakah serangan gabungan Pendekar tingkat 10 tidak dapat mengalahkannya?” selidik Alex penasaran.


Draven menggelengkan kepala dan berkata, “Hiu itu memiliki Elemen Sihir Air yang merupakan counter atau penangkal alami Elemen Sihir Api.”


Apalagi hampir semua Pendekar Iblis hanya memiliki Elemen Sihir Api, kecuali mereka yang memiliki Dua Elemen Sihir. Namun, Pendekar Iblis yang memiliki lebih dari Satu Elemen Sihir sangat langka sekali.


“Sementara Pendekar yang datang dari luar Kerajaan Iblis tidak berani ikut melawan Hiu itu,” kata Draven sembari menghela napas panjang.


“Aku akan mencoba melawannya,” sahut Alex berjalan di atas permukaan laut yang langsung membeku setiap kali ia melangkahkan kaki.


Draven tak ingin melewatkan kesempatan melihat pertarungan Alex yang terkenal sebagai Pendekar terkuat di Benua Grandland tersebut.


“Troya! Panggil penunggang Monster Elang!” seru Draven.


“Baik, Pangeran!” sahut Troya bergegas memanggil penunggang Monster Elang.


Para Prajurit militer Kerajaan Iblis segera berhenti menyerang Monster Hiu begitu melihat Alex berjalan di permukaan laut mendekati Monster Hiu.


Mereka sangat senang melihat yang muncul tersebut adalah Pendekar terkuat di Benua Grandland, seolah-olah kemenangan telah tercapai walaupun Alex belum bertarung melawan Monster Hiu tersebut.


Monster Hiu yang ukurannya sebesar Pulau tersebut segera menyelam setelah melihat keberadaan Alex.


Beberapa saat kemudian, Monster Hiu itu muncul ke permukaan laut sembari melompat tinggi dan saat tubuhnya kembali menghantam permukaan laut; Tsunami setinggi Seratus Meter melesat ke arah Alex.


“Wow, Kau langsung menyerangku tanpa memberikan kesempatan untuk berbasa-basi lebih dulu,” cibir Alex segera menghunus Pedang Meteor dari sarung pedang di punggungnya.


Alex menghentakkan kakinya, Tsunami setinggi Seratus Meter yang hampir menghantamnya tiba-tiba membeku.

__ADS_1


Elemen Sihir Kehidupan memancar dari tubuhnya yang membuat area disekitarnya menjadi terang. Kemudian ia meluncur dengan kecepatan tinggi di atas permukaan Es sembari mengayunkan Pedang Meteor.


Kilatan-kilatan Petir memercik dari bilah Pedang Meteor, sesaat kemudian sambaran Petir memekakkan telinga terdengar saat Alex menebas Kepala Monster Hiu yang tidak dapat bergerak karena air laut disekitarnya membeku.


“Kenapa Hiu tak dapat menghancurkan bongkahan Es itu? Apakah rumor yang mengatakan kalau Alex telah mencapai Pendekar tingkat di atas 10 memang benar?” Draven terkejut melihat Monster Hiu tak berdaya di hadapan Alex, sementara Pasukan militer Kerajaan Iblis hancur lebur di hadapan Monster Hiu tersebut.


Kalau Draven dan Pendekar Iblis mengetahui kalau Alex adalah sosok yang mengaku sebagai Dewa yang mengalahkan Dewa Cthulhu, maka mereka tidak akan terkejut dengan Kekuatan Elemen Sihir Alex. Karena sudah wajar bagi Alex mengalahkan Monster yang hanya setara dengan Pendekar tingkat 11 saja, sementara kekuatannya setara dengan Dewa yang dapat menyeberangi lautan dengan santai atau hampir menghancurkan Benua Grandland.


Pedang Meteor hanya menggores luka sedikit saja pada kepala Monster Hiu. Namun, sambaran Petir yang melesat dari bilah Pedang Meteor menghancurkan kepala Monster Hiu itu.


“Hanya begitu saja?” Draven tersenyum masam, kalau ia tahu dari awal kalau Kekuatan Alex begitu mengerikan, maka ia akan pergi ke Kota Perdamaian untuk meminta bantuan padanya—sehingga Prajurit Kerajaan Iblis tidak perlu gugur menghadapi Monster Hiu.


Tubuh Monster Hiu sebesar Pulau itu mengambang di atas permukaan laut tanpa Kepala, air laut yang biru langsung berubah menjadi merah oleh darah yang mengalir deras keluar dari tubuh Monster Hiu.


“Kalian bawakan beberapa daging terbaik ke Desa, Aku akan mengadakan pesta makan besar serta memberikan resep Asam Pedas ha-ha-ha.” Alex tertawa sembari menyeka darah Hiu yang melumuri wajahnya, bahkan pakaiannya kini telah basah oleh darah Monster Hiu tersebut.


Draven segera turun ke permukaan laut yang masih membeku. Dengan senyum cerah ia berkata, “Tenang saja tuan Alex ... Kami akan memotong-motong tubuh Monster Hiu ini dan membagikannya ke seluruh Penduduk Pulau. Apa Kami kirim juga sebagian ke Restoran Sarah?”


Sebagai Pangeran Pertama Kerajaan Iblis, Draven telah dilatih tehnik pencitraan oleh guru besar Akademi Kerajaan Iblis. Dia sudah hapal betul cara berkomunikasi dengan lawan yang kuat atau sekedar menyenangkan hati rakyatnya.


“Sebenarnya Aku ingin menangkap beberapa Monster Tuna Sirip Biru tingkat 10, tetapi sepertinya Monster-monster Ikan telah kembali ke lautan setelah Monster Hiu mati,” kata Alex men.de.sah dan memasang tampang wajah sedih.


Draven tidak tahu, kalau pengalaman hidup Alex jauh lebih tinggi darinya. Saat masih tinggal di Bumi, ia sudah melihat berbagai macam watak politisi dan anehnya banyak pendukung mereka yang mendukung mereka mati-matian, bahkan ada yang rela menyisihkan harta dan mengorbankan nyawa.


Draven tersenyum masam dan bingung bagaimana cara berkilah. Kalau ia mengatakan Pasukannya tidak mendapatkan Monster Tuna Sirip Biru, itu tak mungkin karena Pulau ini berada di garis depan melawan serangan-serangan Monster Ikan.


“Apakah tidak ada? Ah, sayang sekali, padahal Aku berencana membuat olahan Tuna Sirip Biru yang sangat enak,” kata Alex kembali berpura-pura sedih dan melangkahkan kaki menjauh dari Draven yang sedang melamun.

__ADS_1


__ADS_2