
Mayat hidup Naga membuka mulutnya lebar-lebar hendak memuntahkan Magma panas ke arah Hades, tetapi tiba-tiba Rolf muncul di bawah Naga itu sembari menebas dengan mengalirkan Elemen Sihir Angin ke arah dada Naga tersebut.
Menyadari ada musuh di bawahnya, mayat hidup Naga mengalihkan pandangan dari Hades dan menundukkan kepalanya mencari musuh yang menyerang dadanya itu.
“Sial! Kulitnya terlalu tebal!” keluh Rolf gagal melukai mayat hidup Naga yang merupakan Pendekar tingkat 10 tersebut. Dia kemudian menoleh ke arah Hades sembari tersenyum hangat dan berkata, “Lari Hades dan katakan pada istri dan anakku... Aku mencintai mereka!”
Hades mengerutkan keningnya dan menggertakkan giginya, bukannya kabur sesuai seruan Rolf. Hades justru melompat ke arah mayat hidup Naga sembari mengayunkan pedangnya.
“Siapa yang menyuruhmu boleh mati!” Hades berteriak keras.
“Bodoh! Jangan kembali!” Rolf mengutuk Hades sembari mengayunkan pedangnya ke arah mulut Naga.
Pedang Hades mengenai kening Naga tersebut, tetapi tidak dapat melukainya. Namun, itu berhasil membuat arah semburan Magma panas dari mulut Naga melenceng dari Rolf.
Rolf segera menggunakan Elemen Sihir Angin menjauh dari bawah Naga. Dia bernapas lega, ternyata belum saatnya ia meninggalkan Dunia yang sedang kacau balau ini.
“Mundur Hades!” seru Rolf, karena ia yakin mayat hidup Naga itu akan melakukan serangan balasan pada Hades yang berdiri di depannya.
“Kenapa kalian masih di sana? Cepat mundur! Pasukan Kekaisaran Hazel akan menembakkan Panah Raksasa itu lagi untuk melenyapkan Naga itu!” Jean tiba-tiba muncul sembari memapah seorang Humanbeast Beruang yang terluka. “Dan... tempat ini akan hancur berantakan, karena Kaisar dan Raja Naga akan turun tangan menghadapi Dewa Cthulhu. Tugas kita sekarang adalah mengevaluasi para penduduk keluar dari Kota Ella!”
Rolf mengangguk setuju, Anak Panah Raksasa tiba-tiba melesat ke arah mayat hidup Naga dan anak Panah itu menembus dadanya.
Tubuh Naga itu hancur berkeping-keping, kepalanya yang sangat besar melesat ke arah Hades yang sedang berlari ke arah Jean.
“Oh, tidak, Hades! Menunduk!” Rolf berteriak keras.
Hades menoleh ke belakang dan terkejut melihat Kepala Naga yang diselimuti oleh Elemen Sihir Kegelapan melesat ke arahnya. Tanpa memiliki kesempatan mengelak, mulut Naga itu memakan setengah bagian tubuh atas Hades.
__ADS_1
Jean dan Rolf bergegas menyelamatkannya, keduanya mengangkat Kepala Naga dari tubuh Hades yang mematung dan tidak bergerak lagi.
“Akh! Hadessssss!” Rolf menangis tersedu-sedu.
Jean menarik tangan Rolf untuk segera melarikan diri, karena semakin banyak mayat-mayat hidup yang memasuki bagian selatan Kota Ella tersebut.
Tubuh bagian atas Hades telah meleleh oleh Elemen Sihir Kegelapan terakhir mayat hidup Naga, sebelum pergi Rolf mengambil kertas bergambar lukisan wajah Lilith dari sakunya.
“Hades,” gumam Jean menghela napas panjang dan teringat dengan janjinya akan mentraktir Hades makan Rendang di Restoran Sarah bersama semua bawahannya yang kini hanya tersisa beberapa orang saja. “Rolf! Kuatkan dirimu! Kamu harus hidup agar perjuangan Hades tidak sia-sia!” Jean memarahi Rolf yang tampak enggan mengikutinya mundur menjauh dari sana.
Rolf menggertakkan giginya dan sekali lagi menoleh ke belakang untuk melihat setengah tubuh Hades yang tersisa. Namun, seluruh tubuh Hades telah terkorosif oleh Elemen Sihir Kegelapan mayat hidup Naga.
Walaupun mayat hidup Naga itu lebih sering menggunakan Elemen Sihir Api Magma saat bertarung, ia sebenarnya secara otomatis memiliki Elemen Sihir Kegelapan setelah menjadi mayat hidup seperti mayat-mayat hidup lainnya, makanya Hades langsung tewas saat ditelan oleh mayat hidup Naga tersebut.
Rolf merasa sangat bersalah atas kematian Hades, andai saja Hades melarikan diri saat dirinya terjebak di bawah tubuh mayat hidup Naga itu, maka Hades tidak akan mati saat ini dan dia dapat bertemu dengan pujaan hatinya.
“Tolongngngng! Akhhhhhhhhhhhh!” Prajurit Kekaisaran Hazel menjerit histeris karena tubuhnya dicabik-cabik mayat hidup.
Rolf, Jean, dan Pendekar lainnya terus mempercepat langkah mereka menuju bagian tengah Kota Ella.
Saat mencapai bagian tengah Kota Ella, terlihat ratusan Prajurit Kekaisaran Hazel membentuk barikade bertahan dan mundur secara perlahan-lahan.
Mereka kemudian memberikan celah agar Rolf, Jean dan para Pendekar dapat memasuki zona aman.
“Segera bergabung dengan Pasukan lainnya di benteng Utara! Dari sana Kita akan melakukan serangan balasan!” seru Komandan militer yang memimpin Prajurit Kekaisaran Hazel itu pada Jean.
“Bagaimana dengan penduduk? Apakah semuanya telah berhasil diungsikan?” tanya Jean.
__ADS_1
“Semua penduduk telah meninggalkan Kota Ella dan saat ini berada diluar Benteng tembok Utara!” sahut Komandan tersebut.
“Baiklah, ikuti Aku menuju tembok Utara!” seru Jean pada Rolf dan Pendekar lainnya.
Baru melangkah sejauh seratus meter, terdengar teriakan kesakitan dan suara senjata yang beradu di belakang. Barikade yang dibuat oleh Prajurit Kekaisaran Hazel itu telah dihancurkan oleh mayat-mayat hidup.
Prajurit yang berada di barisan belakang segera melarikan diri karena merasa mereka tidak lagi dapat menahan serangan mayat-mayat hidup.
“Apa Dunia ini akan hancur?” pikir Jean menggelengkan kepala dan segera mempercepat langkahnya.
Namun, tiba-tiba dari arah Utara melesat cahaya menyilaukan berbentuk Bulan Sabit selebar Kota Ella.
Jean dan para Pendekar yang melarikan diri langsung berhenti melangkah. Mereka kebingungan, dari mana datangnya cahaya menyilaukan itu? Apakah Dunia sedang kiamat.
Namun, saat Cahaya menyilaukan itu mengenai tubuh mereka, seluruh luka-luka ditubuh mereka menghilang.
Jean dan yang lainnya kebingungan, kemudian mayat-mayat hidup langsung berubah menjadi butiran debu saat diterjang oleh cahaya menyilaukan tersebut.
Dalam sekejap, pihak musuh hanya menyisakan Monster Serigala Putih, beberapa Pengendali atau pengikut Dewa Cthulhu yang membawakan bagian-bagian tubuhnya, dan Mordor yang berdiri di atas Kastil Istana Kekaisaran.
“Dia telah datang!” Mordor menghunus pedang hitam miliknya. “Namun, di mana Dia?” Mordor masih tidak dapat melihat sosok yang dicarinya itu.
Dewa Cthulhu yang melayang di atas Kota Ella juga mencari keberadaan sosok yang melenyapkan semua mayat-mayat hidup yang susah payah dikumpulkan oleh para pengikutnya itu.
“Keluarlah Kau Alex! Aku tahu Kamu sudah berada di sini? Mari kita mulai pertarungan yang sebenarnya, bukan melawan Tentakelku!” Dewa Cthulhu berkata sinis.
Kini tidak ada Tentakel di tubuhnya, karena bagian tubuh itu telah dimakan oleh Alex. Namun, bagian tubuh lainnya berhasil dibawa oleh pengikutnya.
__ADS_1