Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pesta Ulang Tahun Sarah II


__ADS_3

Teman-teman Sarah langsung memberikan tepuk tangan meriah begitu Sarah muncul di pintu Restoran.


Gadis kecil setengah Elf itu tersenyum cerah sembari melambaikan tangannya. Sesekali ia menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa gugupnya.


“Selamat ulang tahun, Sarah!” seru Jessica yang merupakan sahabat terbaik Sarah sembari menyerahkan seikat bunga mawar.


Jessica terlihat cantik mengenakan gaun pesta berwarna putih yang dibuat langsung oleh Irina, Ibunya.


“Selamat ulang tahun Sarah,” sapa Irina yang berdiri di belakang Jessica.


“Kamu cantik sekali Sarah,” sahut Jane, ibu Hannah.


“Ya, Aku sampai tidak mengenalinya,” kata Pak tua Mag—Ayah Hannah.


“Selamat ulang tahun Sarah,” sapa Rosa, Ibu Viola.


“Selamat ulang tahun Sarah dan semoga Kamu semakin berprestasi,” kata Isabella, Kepala Sekolah Harapan di wilayah timur Kota Perdamaian tersebut.


Dewan Kota Reus dan cucunya juga mengucapkan selamat ulang tahun pada Sarah, tak ketinggalan Lord Michael juga datang bersama istrinya, begitu juga Margareth dan Vera Voldemort.


Uran bahkan membawa hadiah yang katanya akan mengejutkan semua orang. Dewan Kota Avena yang tidak diundang juga datang. Duyung cantik itu mengenakan gaun berwarna merah muda.


Bella, Julian dan bocah-bocah Elf teman satu kelas Sarah juga datang bersama Ratu Elf di kawal oleh Pendekar Elf tingkat 10. Mereka datang sedikit terlambat, tetapi masih sempat mengucapkan selamat ulang tahun sebelum Sarah naik ke panggung.


Karena panggungnya tidak terlalu besar, hanya Sarah, Jessica, Helena, Alex, Lilia,dan Ratu Elf yang ikut bersamanya ke atas panggung.


Diatas panggung sendiri ada sebuah Kue ulang tahun setinggi dirinya dan ada beberapa lilin kecil di puncaknya serta angka Lima dalam huruf Benua Grandland.


“Ayo Sarah tiup lilinnya,” bisik Alex tersenyum hangat pada Putrinya itu, sementara anak-anak di bawah panggung berteriak meminta Sarah meniup lilinnya dan beberapa anak laki-laki langsung meniup terompet memeriahkan pesta.

__ADS_1


Sarah menarik napas dalam-dalam serta memejamkan matanya. “Sebelum Aku meniup lilinnya, Aku ingin mengucapkan terimakasih kepada semua teman-temanku dan bila kalian ulang tahun juga, maka katakan padaku dan Aku akan membantu kalian membelikan Kue ulang tahun serta biaya perayaannya.”


Sarah tahu teman-temannya dari wilayah timur tidak akan sanggup mengadakan pesta ulang tahun, karena ia pernah juga berada di posisi yang sama dengan mereka sebelum Ayahnya tiba-tiba bangkit dan merubah segalanya ke arah yang lebih baik.


Dia juga yakin sebagian besar teman-temannya itu berandai-andai agar dapat merayakan ulang tahun seperti dirinya. Dia ingin mereka mewujudkan impian itu.


“Tenang saja, Aku banyak tabungan kok, karena Aku sering diberikan Tip oleh pelanggan Restoran Sarah saat menjadi Kasir dadakan he-he-he.” Sarah tertawa.


Para tamu undangan pun ikut tertawa dan tidak menyangka Dia sangat baik sekali. Mereka langsung memberikan tepuk tangan meriah.


“Tiup lilinnya!”


“Tiup lilinnya!”


Teman-teman Sarah mulai berseru sembari bertepuk tangan dan Sarah pun melangkah ke depan Kue ulang tahun, kemudian menarik napas dalam-dalam.


Dia meniup lilinnya dan tiba-tiba kembang api muncul di langit.


“Potong kuenya Sarah,” bisik Alex.


Sarah memotong kuenya dan memindahkannya ke piring kecil, kemudian ia bingung siapa yang akan ia suapi lebih dulu. Semua yang berada di atas panggung adalah keluarga yang ia cintai dan sahabat terbaiknya.


Alex memberikan kode mata untuk memberikan suapan pertama pada Jessica, karena Jessica lah teman pertama yang mengajak Sarah bermain.


Alex masih ingat saat kedua masih belajar merangkak, suatu pagi tiba-tiba Jessica telah mengetuk pintu gubuk mereka agar dapat bermain bersama dengan Sarah. Irina sampai berteriak histeris dari rumahnya karena putrinya menghilang dari tempat tidur saat ia sedang memasak di dapur.


Sarah mengangguk pelan dan berjalan ke depan Jessica yang langsung kebingungan serta menoleh ke arah Alex dan Helena yang hanya tersenyum menatapnya.


“Suapan pertama ini khusus untuk sahabat terbaikku, Jessica,” kata Sarah tersenyum hangat.

__ADS_1


Jessica terharu dan menitikkan air mata, kemudian ia buru-buru menyekanya. “Terimakasih Sarah,” bisiknya.


Tamu undangan segera bertepuk tangan lagi, Alex kemudian meminta Pramusaji menghidangkan makanan pada semua tamu. Para anak-anak segera kembali ke meja masing-masing, sementara anak-anak dari Hutan Abadi terpaksa duduk di dalam Restoran karena mereka sebenarnya tidak diundang sehingga Alex tidak menyiapkan meja khusus untuk mereka di halaman Restoran Sarah.


Para anak-anak sangat senang saat Pramusaji menghidangkan Pempek Palembang, Ayam Crispy, Bakso Bakar, Tuna Fillet Crispy, Tuna Fillet Goreng Tepung, Tuna Fillet Goreng Asam Pedas.


Alex sengaja menghidangkan Satu Tuna yang diberikan oleh Pangeran Draven dalam pesta ulang tahun Sarah ini. Tuna itu diolah menjadi Fillet yang sering dijual di Restoran mewah atau di hotel-hotel di Bumi.


Para tamu undangan terkejut melihat Tuna Fillet tersebut, karena mereka belum pernah melihat olahan ikan seperti itu, sehingga orangtua teman-teman Sarah itu lebih memilih memakan Tuna Fillet lebih dulu dari pada memakan Ayam Crispy atau Pempek Palembang. Namun, teman-teman Sarah yang masih polos malah memakan Ayam Crispy lebih dulu.


“Untung saja Aku menunda perjalanan bisnisku,” kata Ron yang datang bersama istri dan anak-anaknya. Pengusaha bertubuh gemuk itu bahkan berebut Tuna Fillet dengan istrinya, sementara anak-anaknya memakan Ayam Crispy.


Uran yang satu meja dengan Ron langsung menggelengkan kepala melihat tingkah suami istri itu. Dia menoleh ke meja tempat Alex, Helena, Sarah, Irina, Jessica, Jane, Pak tua Mag, Ratu Elf, dan Lilia duduk.


“Kenapa olah ikan Tuna ini bisa enak sekali, Bos Alex?” tanya Uran penasaran.


Orang-orang Dewasa langsung mengarahkan telinga mereka ke arah Alex agar dapat mendengar rahasia dibalik kelezatan Tuna Fillet tersebut.


“Tentu enak sekali, karena Tuna yang digunakan adalah Monster Tuna Sirip Biru tingkat 10,” sahut Alex tersenyum lebar, kalau di Bumi Tuna Sirip Biru berkualitas tinggi akan dihargai miliaran Rupiah.


“Pantas saja enak sekali!” sahut Ron yang mulutnya penuh dengan Tuna Fillet Goreng Tepung.


“Ayah curang!” Anak tertua Ron marah karena tidak memberitahu mereka kalau hidangan terlezat ternyata Tuna Fillet.


Anak-anak yang lain juga mulai menggerutu pada orangtua masing-masing setelah mengetahui kalau Tuna Fillet adalah makanan mewah.


“Ha-ha-ha ... tenang saja, setelah istirahat sejenak. Kita akan mengadakan kuis berhadiah dan kemudian mengadakan makan sesi Kedua!” Alex menenangkan anak-anak yang marah tersebut.


Mendengar ada permainan yang bisa mendapatkan hadiah, para anak-anak itu sangat senang mendengarnya.

__ADS_1


Pesta itu berlangsung hingga tengah malam, setelah itu para tamu undangan diantar pulang oleh Rambo dan Kusir lainnya, sementara para pelanggan Restoran Sarah yang sebagian besar adalah orang kaya menggunakan Kereta Kuda pribadi masing-masing.


Helena meminta Ratu Elf dan anak-anak yang ia bawa untuk menginap di Penginapan terdekat. Namun, Ratu Elf menolak gagasan itu dan memilih langsung pulang ke Hutan Abadi, karena Monster Burung yang dibawa oleh Prajuritnya memiliki gerbong, sehingga anak-anak Elf itu dapat tidur di dalamnya.


__ADS_2