Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hades


__ADS_3

Alex sedang sibuk menghancurkan Monster-monster Ikan, tiba-tiba saja muncul sebuah Kapal yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya.


Alex mengerutkan keningnya karena tak ada tanda-tanda Kapal itu akan berbelok atau berubah arah, bahkan kecepatannya pun tidak berkurang.


“Apa Kapal itu dikendalikan oleh perompak? Tapi perompak bodoh dari mana ini yang malah berani bermain api dengan Pendekar tingkat tinggi?” gerutu Alex menghentakkan kakinya, sehingga permukaan laut membeku semakin luas dan memaksa Kapal itu berhenti melaju.


Bocah kecil Iblis keluar dari ruang kemudi Kapal, Dia langsung menangis histeris dan meminta agar dirinya tidak dibunuh.


Alex tentu kaget mendengarnya, kenapa bocah Iblis itu takut melihatnya. “Aku tidak akan membunuhmu, Nak. Coba ceritakan apa yang terjadi padamu dan di mana orangtuamu?” Alex bertanya dengan suara lembut agar bocah Iblis itu tidak takut padanya.


Bocah Iblis itu menyeka air matanya dan menatap Alex dengan seksama. Dia merasa Manusia di hadapannya memancarkan aura yang menyejukkan hati, seolah-olah ketakutannya akan kematian telah memudar.


“Desa di serang oleh Manusia yang memakai penutup wajah bermotif tengkorak dan semua Iblis dibunuh oleh mereka!” sahutnya, kemudian ia kembali menangis tersedu-sedu karena teringat dengan orang tuanya yang tewas menjadi Patung Es.


Alex teringat dengan pemberitaan Koran Guild Pandora tentang Organisasi Hercules yang menargetkan pembunuhan terhadap Ras selain Manusia.


Semua Raja dari berbagai Ras sangat gelisah atas ulah Organisasi Hercules itu. Mereka menargetkan musuh yang lemah dari mereka atau menyergap lawan di tempat sepi.


Alex tidak menyangka mereka membunuh semua Iblis di Desa bocah ini.


“Ikutlah denganku, Kita akan menuju Pulau terdekat!” Alex mengajaknya, karena bocah Iblis itu akan lebih aman bila tetap bersamanya dari pada pergi sendirian dengan Kapal, mengingat Monster Ikan sedang mengamuk.


“Ba-baik, Paman!” sahut bocah Iblis itu melompat turun dari Kapal.


“Siapa namamu, Bro?” tanya Alex sembari mengelus rambut bocah Iblis itu.


“Hades, Paman,” jawabnya.

__ADS_1


“Hades? Namamu itu mengingatkan Aku akan teman lama,” sahut Alex teringat dengan Pemuda Iblis yang selalu mencuri-curi pandang pada karyawannya. Namun, sayang sekali, ia gugur ketika Perang melawan Mordor.


Hades menatap Alex dengan ekspresi wajah kebingungan, kenapa Manusia ini terlihat sedih setelah mendengar namanya.


Alex kemudian tersenyum hangat menatap Hades. “Baiklah, ayo kita pergi!”


Hades baru menyadari kalau disekitar mereka banyak Monster-monster Ikan yang mengambang. Dia langsung ketakutan dan mempercepat langkahnya sembari memegang tangan kiri Alex.


Hades juga takjub saat melihat setiap kali Alex melangkah, permukaan laut akan membeku. “Apa semua Pendekar manusia memiliki Elemen Sihir Es?” tanyanya penasaran. “Manusia yang menyerang Desa juga memiliki Elemen Sihir Es.”


“Tidak seperti Iblis yang kebanyakan memiliki Elemen Sihir Api, Pendekar Manusia justru memiliki Elemen Sihir yang bervariasi dan ada juga Pendekar Manusia yang hanya memiliki Kekuatan fisik saja,” sahut Alex memberikan penjelasan.


Hades menganggukkan kepala tanda mengerti penjelasan Alex dan berpikir pantas saja para Iblis mengatakan kalau Ras Manusia itu sangat menakutkan. Bahkan ibunya memperingatkan dirinya agar tidak bergaul dengan mereka, karena suatu saat Manusia itu mungkin akan menikamnya dari belakang.


Namun, ia bingung, kenapa Manusia yang satu ini terlihat sangat baik atau tidak semenakutkan yang ibunya katakan. Rasanya seperti tidak akan ada yang akan menyakitinya bila terus bersama Manusia ini.


Namun, tanpa Alex sadari, hal itu membuat Hades bermotivasi ingin menjadi Pahlawan dan suatu hari nanti ia akan mengalahkan Manusia yang menghancurkan Desanya.


Saat matahari hampir terbenam, mereka akhirnya menemukan sebuah Pulau yang cukup besar dan beberapa Kilometer dari Pulau itu terlihat Monster Hiu yang sangat besar, bahkan lompatannya dapat membuat gelombang tsunami; untung saja banyak Pendekar tingkat 10 di Pulau itu—yang langsung menghadang gelombang tsunami itu, sehingga tidak mencapai pantai.


...***...


“Pangeran Draven! Pangeran Alex datang ke Pulau ini,” kata Pendekar Iblis melapor pada Pangeran Pertama Kerajaan Iblis yang memimpin Pasukan militer melawan serbuan Monster-monster Ikan tersebut.


“Dia datang?” Draven terkejut mendengarnya, tetapi sesaat kemudian ia tersenyum lebar. Akhirnya ada Pendekar kuat yang sepadan untuk melawan Monster Hiu yang membuat Monster-monster Ikan di lautan berhamburan ke laut dangkal tersebut.


Pasukannya kewalahan melawan Monster Hiu tersebut, Ratusan Prajurit Kerajaan Iblis tewas, sementara Pendekar dari Kerajaan lain tidak begitu berguna karena mereka hanya mau melawan Monster tingkat rendah saja.

__ADS_1


“Troya ... bawa Pangeran Alex kemari dan layani juga Dia dengan baik,” kata Daven.


“Baik, Pangeran!” sahut Troya segera menuju sisi Barat Pulau menyambut kedatangan Alex.


Saat Alex menginjakkan kaki di Pulau itu, beberapa Iblis yang merupakan penduduk asli Pulau itu segera menyambut kedatangan Alex.


“Pangeran Alex! Tolong selamatkan Pulau ini, kalau Pulau ini jatuh ke tangan Monster Hiu itu maka Puluhan Ribu penduduk Pulau ini akan mati,” kata Iblis tua—yang mengenali wajah Alex karena beberapa kali membaca Koran Guild Pandora.


Di beberapa edisi khusus Koran Guild Pandora, lukisan wajah Alex akan muncul di satu halaman penuh yang disertai dengan resep masakan ciptaannya.


“Jangan khawatir, Kakek ... Aku akan membantu Pasukan Kerajaan Iblis melawan Monster tersebut,” sahut Alex membantu Iblis tua itu berdiri. “Oh, ya ... Aku menemukan Iblis kecil ini terombang-ambing dengan kapalnya di lautan. Katanya semua Iblis di Pulaunya telah dibunuh oleh ... Manusia.” Alex merasa malu ketika menyebutkan nama pelakunya, karena ia juga seorang Manusia.


Iblis tua itu menatap Hades yang bersembunyi di belakang Alex. Dia tersenyum hangat pada bocah Iblis itu dan mengulurkan tangannya. “Kemarilah—”


“Pangeran Draven akan merawatnya, Pangeran Alex,” sela Troya tiba-tiba muncul dari belakang Iblis tua sembari membungkukkan tubuhnya untuk menunjukkan rasa hormat pada Alex.


Iblis tua itu menarik kembali tangannya dan tersenyum lebar pada Troya. “Aku rasa anak itu lebih cocok dirawat oleh Pangeran Draven dari pada Iblis tua sepertiku,” sahutnya.


Troya tidak menanggapi perkataan Iblis tua itu karena ia hanya Iblis biasa saja, yang ia tunggu adalah jawaban Alex—mengingat Pangeran Draven menyuruhnya untuk melayani Alex dengan baik.


“Syukurlah Pangeran Draven mau merawatnya,” kata Alex tersenyum sembari melirik Hades. “Bagaimana, siapa yang akan Kamu pilih sebagai walimu? Mereka semua adalah Iblis yang baik, kalau mereka berani menyakitimu maka Aku akan mendatangi mereka.”


Walaupun Alex berbicara sembari tersenyum, Troya dan Iblis tua itu merasa itu seperti sebuah ancaman sehingga bulu kuduk mereka langsung berdiri.


Hades tidak menyukai Troya, karena tampangnya mengingatkannya pada Pendekar Manusia yang menyerang Pulau-nya. Kemudian tatapannya beralih pada Iblis tua, ia merasa Iblis tua itu adalah Iblis yang baik hati. “Aku akan tinggal dengan Kakek,” jawabnya.


“Eh, kenapa tidak bersama Pangeran Draven saja? Beliau akan membelikanmu pakaian mewah dan menyekolahkan Kamu ke Sekolah terbaik di Ibukota!” Troya tak menyangka bocah Iblis itu akan memilih Iblis tua lusuh di sebelahnya.

__ADS_1


__ADS_2