Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Gado-Gado Betawi


__ADS_3

Sudah Tiga hari berlalu setelah Perang melawan Dewa Cthulhu berakhir. Namun, Alex masih terbaring di rumah pohon di Hutan Abadi, Helena sangat khawatir dengan keadaannya itu dan setiap hari ia selalu menyalurkan Elemen Sihir Kehidupan mengobati suaminya itu, tetapi tidak ada tanda-tanda Alex akan siuman.


Sarah baru saja bangun pagi. Dia langsung mencium pipi Alex, tetapi matanya tiba-tiba menjadi cerah dan tersenyum lebar.


Sarah segera berdiri dan menarik napas dalam-dalam.


”Apa yang Kamu lakukan, Sarah?” Helena bertanya, curiga dengan tingkah Putrinya itu dan tiba-tiba Sarah melompat ke arah perut Alex. ”Sarahhhhhhhh! Jangannnnnn!” Helena takut suaminya itu akan tewas ditimpa oleh Sarah.


Alex yang berpura-pura pingsan selama Tiga hari terakhir agar dapat istirahat dengan tenang tiba-tiba membuka matanya dan langsung mengerutkan keningnya saat menatap Sarah yang tersenyum cerah melayang jatuh ke arah perutnya.


Alex menjerit keras dengan mata terbelalak. Dia tidak sempat menggunakan Kekuatan Pendekarnya untuk meningkatkan Kekuatan fisiknya, sehingga saat ini dirinya tak ubahnya seperti manusia biasa.


“Ha-ha-ha... Ayah ternyata sudah siuman, kenapa Ayah masih berpura-pura tidur?” tanya Sarah tertawa terkekeh-kekeh duduk di atas perut Alex.


Alex tidak menjawab pertanyaan Sarah, dia malah bertanya, ”Kenapa Kamu tahu Ayah berpura-pura tidur?” Itu membuatnya penasaran, padahal ia merasa aktingnya sudah setara artis profesional di kehidupannya yang sebelumnya.


Sarah menunjuk dengan jarinya ke sudut bibir Alex dan berkata dengan bangga, “Ini adalah kebiasaan Ayah yang tidak dapat Ayah sembunyikan!”


Alex menyeka bekas air liur di sudut bibirnya dan berpikir tadi malam ia mungkin tidur terlalu pulas sehingga tidak dapat mengontrol agar air liurnya tidak menetes.


Helena menatap Alex dengan tatapan tajam, karena ia sudah berhasil menebak kalau suaminya selama Tiga hari ini ternyata berpura-pura pingsan. Untung saja Sarah sudah mengenal tabiat Alex hingga ke akar-akarnya sehingga kedok suaminya itu terbongkar.

__ADS_1


Alex tersenyum masam sembari menggaruk-garuk kepalanya. “Kalian pasti lapar, kan? Bagaimana kalau Aku akan memasakkan hidangan baru hari ini—”


“Wah, hidangan baru? Apakah itu enak?” Wanita Elf cantik tiba-tiba muncul di pintu rumah Pohon.


Sarah melompat dari perut Alex, kemudian memeluk wanita cantik yang mirip dengan wajah Helena tersebut. “Nenekkkkkkkk!” sapanya dengan senyum cerah.


Ratu Elf segera menggendong Sarah dan mencium pipinya berkali-kali hingga Sarah mengeluhkan tindakannya itu, kemudian ia tertawa—senang melihat Sarah cemberut.


“Tentu saja enak ... Yang Mulia Ratu!” sahut Alex segera berdiri sembari menundukkan wajahnya dan meletakkan tangan kanan di dada sebagai tanda hormat pada Pemimpin Ras Elf tersebut. “Karena Elf adalah vegetarian kecuali mantan Putri Mahkota dan Putri kecilku, maka Aku akan membuat hidangan bernama Gado-gado.”


“Gado-gado?” Ratu Elf merasa nama itu cukup aneh, tetapi ia tidak mempermasalahkannya karena reputasi menantunya sebagai pencipta makanan baru sangat terkenal di seluruh Benua Grandland dan ia yakin Alex pasti membuatkan makanan yang enak.


Ratu Elf duduk di kursi yang terbuat dari anyaman rotan masih menggendong Sarah dan Helena juga duduk di sebelahnya.


Para Elf mantan Budak Orc itu memilih menjadi Pelayan di istana setelah Ratu Elf memberikan mereka pilihan, menjadi Pelayan istana atau diberikan tanah pertanian. Mereka lebih memilih menjadi Pelayan di istana karena sudah terbiasa melakukan pekerjaan itu saat menjadi budak.


“Sejauh ini baik-baik saja walaupun masih ada beberapa Elf yang mendiskriminasi mereka, tetapi tidak ada yang berujung kekerasan fisik,” sahut Ratu Elf.


Para Tetua Elf sebenarnya banyak yang menentang kebijakannya yang melarang diskriminasi terhadap Setengah Elf, tetapi saat ia meninggikan suaranya; para Tetua Elf itu langsung diam pertanda mereka setuju dengan kebijakannya itu.


Sementara itu di dapur, Alex memperhatikan bahan-bahan makanan yang ada di sana. Seluruh bahan makanan yang dibeli oleh Helena adalah umbi-umbian, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran.

__ADS_1


Sepertinya Helena kembali menjadi Elf yang murni setelah tinggal di Hutan Abadi, sementara saat Helena tinggal di Restoran Sarah maka ia akan menyantap apa saja atau tiba-tiba menjadi Omnivora.


Alex merebus Kentang, Kacang Panjang, dan Wortel. Sementara Tauge hanya diseduh dengan air panas. Setelah semua selesai, dia membuat bumbu kacang tanah dan menyiramnya ke atas tumpukan Kentang, kacang panjang, dan lainnya itu. Untung saja masih ada beberapa Lontong nasi buatan Helena sehingga lengkaplah bahan-bahan gado-gado itu, hanya kurang telur rebus saja karena Elf menganggapnya cikal-bakal mahluk hewani sehingga mereka tidak memakan telur.


Begitu Alex keluar dari dapur membawa nampan besar berisi Gado-gado, Sarah langsung melompat dari pelukan neneknya dan berlari menghampiri Alex dengan mata berbinar-binar menatap Gado-gado diatas nampan besar itu.


Alex meletakkan nampan besar berisi Gado-gado diatas meja dan duduk di kursi rotan. “Gado-gado buatan Koki Restoran Sarah siap dihidangkan!” kata Alex dengan bangga mempersembahkan Gado-gado khas Betawi tersebut.


“Gado-gado!” Sarah berteriak keras sembari mengambil sendok dan menyantapnya lebih dulu. “Emmmm, enak!” Mata birunya kembali berbinar-binar.


Helena tak mau ketinggalan, bahkan ia lupa menawarkan hidangan itu lebih dulu pada ibunya sehingga Alex tersenyum melihat tingkah istrinya itu. “Akh... Enak sekali!” Dia tiba-tiba men.de.sah yang membuat Ratu Elf mengerutkan keningnya.


Alex tentu menggelengkan kepala dengan tingkah Helena itu dan merasa istrinya sudah lupa dengan tata krama setelah bukan menjadi Putri Mahkota lagi.


Ratu Elf segera menyendok Gado-gado ke mulutnya dan tiba-tiba ia juga men.de.sah kenikmatan seperti Helena sehingga Ratu Elf malu.


Namun, Alex berpura-pura tidak mendengarnya dan menyantap Gado-gado dengan lahap, tetapi tiba-tiba Helena dan Ratu Elf saling berpandangan, kemudian tertawa.


“Ha-ha-ha... Enak sekali!” Sarah ikut-ikutan tertawa walaupun tidak tahu apa yang membuat ibu dan neneknya tertawa. ”Eh, eh... Elemen Sihir Pohon Nenek dan Ibu meningkat!” katanya lagi dengan mulut masih berisi penuh dengan lontong dan kacang panjang serta Tauge.


Ratu Elf terkejut mendengarnya dan memejamkan matanya untuk memeriksa Elemen Sihir Pohonnya. Ucapan cucunya itu memang benar, Elemen Sihir Pohonnya telah meningkat atau jauh lebih kuat dari yang sebelumnya—yang memungkinkannya untuk menerobos ke tingkat Pendekar tingkat 11.

__ADS_1


Namun, ia tidak buru-buru melakukannya karena cucunya yang imut masih di Hutan Abadi. Dia tidak akan melewatkan kesempatan yang langka ini bersenang-senang dengan Sarah, karena kesempatan seperti ini mungkin jarang terjadi di masa depan.


__ADS_2