
Mordor menghancurkan bukit salju di ujung selatan Benua Grandland, sudut bibirnya memancarkan seringai tipis menatap Segel di hadapannya.
Segerombolan Monster Serigala berdiri di puncak bukit salju lain memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Mordor. Mereka tidak berani mendekati Mordor karena ia memancarkan Aura Elemen Sihir Kegelapan yang sangat besar.
Gerombolan Monster Serigala itu tahu sosok asing itu tidak dapat mereka kalahkan, makanya mereka tidak memburunya seperti yang mereka lakukan pada Manusia-Manusia dari Kekaisaran Hazel yang mencoba-coba mencari keberuntungan di wilayah yang selalu mengalami musim dingin sepanjang masa tersebut.
Wilayah ujung selatan Benua Grandland tersebut juga tidak memiliki Hutan Monster seperti di wilayah lain. Namun, para Serigala, Beruang Kutub, dan beberapa jenis hewan lainnya tetap berevolusi menjadi Monster karena kebocoran dari Aura Dewa Cthulhu.
“Segelnya masih aktif dan mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk merusak Segel ini,” kata Mordor setelah memperhatikan Segel di hadapannya.
“Tidak apa-apa... lakukan saja dengan santai karena wilayah ini jarang dimasuki oleh Manusia. Namun, salah satu budak Elfku telah tewas. Ini aneh sekali, Dia itu sama sepertimu yang telah mencapai Pendekar tingkat 11... siapa yang telah membunuhnya?” Suara Dewa Cthulhu menggema di benak Mordor.
“Mungkinkah Alex menyerap kekuatan bagian tubuh Dewa Cthulhu Yang Agung juga?” sahut Mordor hanya dapat menebak Alex lah lawan yang paling tangguh di Benua Grandland ini.
“Kalau Dia menyerap kekuatanku maka Aku akan terhubung dengannya, tetapi yang membunuh budak Elfku itu tidak terhubung denganku.” Suara Dewa Cthulhu kembali muncul dibenak Mordor. “Mungkin Dia mati keroyok oleh Pendekar Elf atau ada Pendekar yang telah mencapai Pendekar tingkat 11 juga selain kalian budak-budakku.”
Setelah mendengar penjelasan Dewa Cthulhu, Mordor merasa dirinya tidak perlu buru-buru menyerang Benua Grandland. Lebih baik ia mengumpulkan mumi-mumi Pendekar yang terkubur di bawah salju, karena tempat ini dulunya adalah medan Perang budak-budak Dewa Cthulhu melawan aliansi para Dewa dan pengikutnya.
Banyak Pendekar tingkat 10 yang terkubur di bawah salju ini dan Mordor juga akan memberikan kesempatan pada pengikutnya di berbagai tempat untuk menambah jumlah mayat hidup yang akan dijadikan sebagai Pasukannya.
“Baiklah, pertama-tama kalian tabraklah Segel itu!” Tiba-tiba Mordor berteriak keras ke arah gerombolan Monster Serigala yang memperhatikannya di bukit salju yang lain.
__ADS_1
Semua mata Monster Serigala itu berubah warna menjadi merah dan segera menerjang maju ke arah Segel yang menyegel bagian Sayap Dewa Cthulhu tersebut.
...***...
Lilia menangis tersedu-sedu di salah satu kamar Istana Kekaisaran Hazel, mulutnya terus mengucapkan permohonan pada Dewa Hercules agar menyelamatkan Putra Kedua yang terbaring tak sadarkan diri di atas ranjang.
Luka tebasan pedang menganga lebar di dada Putranya itu, sementara sang Kaisar yang berdiri di sebelahnya hanya mengeluarkan suara helaan napas panjang dan sesaat kemudian meninggalkan kamar itu.
“Yang Mulia Kaisar... Kerajaan Hutan Abadi telah mengirim sisa bawahan Pangeran Kedua yang tertinggal di sana ke perbatasan dan Ratu Elf meminta maaf atas insiden itu.” Pria tua yang merupakan penasihat Kaisar berbisik padanya.
Kaisar sudah tahu pelaku yang berusaha membunuh Lycus adalah Putra bungsunya. Dia bingung, bagaimana Alex bisa menjadi sangat kuat setelah hampir terbunuh empat tahun yang lalu dan menurut mata-matanya di Hutan Abadi, Alex telah menunjukkan Elemen Sihir Ketiganya yang merupakan Elemen Sihir Kehidupan.
Elemen Sihir itu sama dengan yang dimiliki oleh Lilia. “Sayang sekali, anak itu seharusnya adalah kandidat yang cocok menjadi penggantiku. Namun, hatinya terlalu lembut dan tidak memikirkan nasib Manusia kedepannya,” gumam Kaisar. Namun, ia berpikir bila Alex lahir dan Dewasa saat masih perang rasial seratus tahun yang lalu, maka Alex pasti akan mendukung cita-citanya untuk menyatukan seluruh Benua Grandland dibawah kendali Ras Manusia.
Kaisar tiba-tiba berhenti melangkah dan berpikir sejenak. “Suruh Einar ke Kota Perdamaian dan katakan padanya hanya mengatakan Dia tidak bisa membuat keputusan bila perundingan itu meminta memperpanjang perjanjian damai, tetapi bila mereka membahas tentang Dewa Cthulhu maka Kekaisaran Hazel akan ikut bergabung dengan keputusan terbanyak.”
“Baik Yang Mulia Kaisar,” sahut Penasihat itu segera berjalan ke arah yang berlawanan dengan arah yang dituju oleh Kaisar.
Diujung lorong istana, Kaisar berbelok ke arah ruangan yang di depan pintunya dijaga oleh Dua Prajurit.
Kaisar mengangguk pelan saat keduanya langsung memberi hormat dan membukakan pintu, kemudian belasan Jenderal yang duduk di ruangan itu segera berdiri dan menunjukkan sikap hormat padanya.
__ADS_1
“Silahkan duduk kembali!” seru Kaisar dengan suara lembut.
Semua Jenderal segera duduk dan Kaisar memperhatikan gundukan pasir diatas meja yang membentuk topografi wilayah Barat Kekaisaran Hazel.
Pria tua yang merupakan Panglima militer mengambil tongkat komando dan berkata, “Agen mata-mata kita di Hutan Abadi mengirim pesan kalau Ribuan Orc telah memasuki Hutan Monster milik Kerajaan Hutan Abadi. Mereka melewati celah ini!” Dia menunjuk gundukan tanah dengan tongkat komandonya.
Kaisar hanya mengangguk saja dan mendengar dengan seksama penjelasan dari Panglima militer itu.
“Agen mata-mata kita di Kerajaan Goblin tidak dapat mengakses informasi dari kalangan elit Istana. Namun, ia mengirim pesan kalau Pendekar Goblin tingkat 10 banyak yang bergerak ke arah perbatasan dengan Kerajaan Hutan Abadi,” kata Panglima militer itu lagi.
“Sepertinya Kedua Kerajaan itu hendak mengeroyok Hutan Abadi, bagaimana kalau kita ikut bergabung saja? Dengan begitu kita akan melenyapkan satu musuh dengan mudah,” kata Jenderal Frey tersenyum lebar. “Pasukanku siap kapanpun menyeberang ke wilayah Kerajaan Hutan Abadi dan mereka dalam siaga tempur,” katanya lagi.
Hampir semua Jenderal setuju dengan pendapat Jenderal Frey, apalagi Kerajaan Hutan Abadi baru saja mengalami insiden yang menewaskan banyak Pendekar tingkat 10 merasa, termasuk Tetua Agung—Veteran Pendekar Elf yang memiliki pengaruh besar di militer Kerajaan Hutan Abadi.
“Tapi Alex mengatakan dia akan melawan siapapun yang mencoba mengusik Hutan Abadi,” sela Jenderal August. “Informasi itu bawahanku dapatkan dari Guild Pandora dan saat ini para Jenderal Orc kini terpecah dalam diskusi apakah akan menyerang Hutan Abadi atau tidak.”
Ekspresi wajah Kaisar tampak mengkerut mendengar perkataan Jenderal August.
Panglima militer menoleh ke arah Kaisar untuk mendengarkan pendapatnya.
Kaisar melempar Pena bulu merak ke gundukan pasir diatas meja itu. “Berarti wilayah selatan Kerajaan Orc adalah wilayah paling lemah. Namun, perbatasan wilayah kita dengan tempat itu dibatasi oleh gunung batu yang memiliki Angin Tornado yang sangat ganas. Kira-kira siapa yang berani menyerang ke sana?”
__ADS_1
Semua Jenderal saling berpandangan, gunung batu itu adalah benteng alami kedua kubu sehingga di kedua sisi menjadi wilayah paling aman saat terjadi perang.
Jenderal August mengangkat tangannya dan berkata, “Aku dapat memobilisasi prajuritku melintasi wilayah itu. Namun, kabarnya suku-suku Orc di sana cukup tangguh, kemungkinan besar Pasukanku akan kesulitan menaklukkan wilayah itu karena kami hanya memiliki 25 Pendekar tingkat 10.”