
Melihat ekspresi wajah cemberut Hades, Uran langsung tersenyum lebar karena sudah menduga teman baiknya itu terkejut dengan harga yang tertera di daftar menu.
Karena penasaran berapa harga Ayam Betutu itu, Uran segera membuka daftar menu dan dia pun langsung membelalakkan mata.
“Apa Bos Alex ingin membuat kita jatuh miskin atau Dia sudah tidak sabar ingin menjadi orang kaya baru sehingga sejajar dengan para Delapan Keluarga Pengusaha?” Uran mengutuk Alex karena harga makanan buatannya semakin tak wajar saja dan menguras isi saku.
Uran menjadi kasihan pada Hades yang mungkin tabungannya telah menipis karena Pedang pesanannya cukup mahal, karena ditempa dengan besi kualitas terbaik dan dapat melukai Monster tingkat 10.
Namun, sesaat kemudian Uran kembali tersenyum karena yang menderita bukan dirinya. Dia yakin dalam beberapa hari Hades dapat mengumpulkan uang yang banyak lagi karena Hades adalah Pendekar yang bekerja sebagai Pemburu Monster.
“Hei, jangan murung begitulah kawan ....” Uran menggoda Hades yang duduk dengan ekspresi wajah masam.
Namun, Hades hanya mendengus dingin dan bertambah kesal karena diejek oleh Uran. Kini ia merasa Uran tidak setia kawan karena meledeknya yang sedang jatuh miskin tersebut.
Lilith datang membawa nampan yang diatasnya adalah Ayam Betutu yang dibalut daun pisang.
Wajah murung Hades langsung berubah cerah dan dia mencuri-curi pandang pada gadis Iblis tersebut.
Uran mengerutkan keningnya melihat tingkah Hades itu. “Kenapa kamu tersipu malu begitu?” ejeknya yang membuat Hades mengerutkan keningnya.
“Dwarf sialan! Bisakah kamu tidak bercanda dalam situasi seperti ini?” gerutu Hades dalam benaknya karena takut Lilith akan mengira dirinya jatuh cinta padanya, walaupun sebenarnya setiap ia melihat Lilith; detak jantungnya akan berdebar kencang.
Uran menghela napas panjang dan berkata pelan hampir tak terdengar, “Percuma saja menjadi Pendekar... Ternyata menghadapi seorang wanita, nyalimu ciut!”
__ADS_1
Hades semakin kesal dengan ulah Uran, kalau saja saat ini mereka ada di hutan—maka ia akan memenggal kepala Uran dan tidak peduli lagi dengan persahabatan mereka.
Namun, Hades tercengang dengan tanggapan Lilith yang hanya tersenyum manis padanya dan tangannya yang dibalut sarung tangan plastik sedang melepaskan balutan daun pisang pada Ayam Betutu. Setelah itu, Lilith membelah Ayam Betutu itu menjadi dua bagian dan memindahkannya ke dalam piring.
“Silahkan dinikmati tuan Uran dan tuan Hades!” kata Lilit sembari tersenyum.
Hades malah terpana menatap Lilith, sehingga Uran dibuat kembali tertawa terkekeh-kekeh dan berkata, “Ya, Lilith... hati-hati juga, mungkin seseorang sedang mencoba mencuri hatimu.”
Hades tidak tahu lagi bagaimana menanggapi candaan Uran yang membuatnya salah tingkah dihadapan Lilith. Untuk menghilangkan kegugupannya, Hades segera meraih Pisau dan memotong bagian sayap Ayam Betutu.
“Ummm, enak sekali!” Suasana hati Hades langsung berubah cerah dan melahap Ayam Betutu dengan rakus.
Uran mengerutkan keningnya dan segera menarik piring yang berisi setengah bagian tubuh Ayam Betutu lainnya ke dekatnya. “Umm, Bos Alex selalu berhasil membuat makanan enak, dari Koki Legendaris mana ia belajar memasak seenak ini, ya?” gumamnya penasaran.
Sementara itu di bagian dalam Restoran Sarah, Victor dan para tuan muda lainnya langsung terhanyut dalam kenikmatan makanan buatan Alex tersebut. Ada yang tiba-tiba menangis, sementara yang lain tersenyum bahagia karena bekas luka ditubuh mereka tiba-tiba menghilang.
“Eh, ada Naga seperti Kak Eva!” Sarah berteriak keras dari tempat duduk Kasir dan menunjuk ke halaman Restoran.
Alex dan para pelanggan Restoran Sarah segera menoleh ke arah halaman Restoran Sarah.
Jantung Eva berdebar kencang dan merasa gugup karena ini pertama kali ia melihat sosok yang berasal dari Ras Ayahnya itu, sementara dirinya hanyalah setengah Naga karena ibunya berasal dari Ras Manusia.
Eva tidak menyangka Naga yang baru muncul itu dua kali lebih besar darinya saat dalam bentuk Naga. Namun, setelah berubah menjadi Manusia, Naga yang baru muncul itu berubah menjadi Pemuda tampan berambut Putih bermata biru dan memancarkan aura sedingin Es.
__ADS_1
“Selamat datang Paman Naga!” sapa Sarah tersenyum cerah saat Pemuda Naga itu masuk ke dalam Restoran Sarah.
Pemuda Naga itu berhenti melangkah dan menoleh dengan tatapan dingin ke arah Sarah.
Dia tidak langsung menjawab dan dia malah memperhatikan Sarah dengan seksama. “Gadis setengah Elf yang imut... Berarti Kamu adalah Putri dari Pangeran Alex Acherron dan Putri Mahkota Helena Aebella,” katanya dengan suara pelan. “Selamat siang Sarah!” sapanya juga sembari melambaikan tangan.
Alex dan para Pelanggan Restoran Sarah keheranan dengan sikap Pemuda Naga itu, ia seperti menghapal informasi tentang Restoran Sarah saja—makanya ia menilai Sarah lebih dulu apakah sesuai dengan informasi yang ia dapatkan, barulah ia menyapanya.
Pemuda Naga itu memperhatikan ruangan Restoran dan tatapannya terhenti pada Victor Romanov. Seutas senyum terpancar dari sudut bibirnya dan iapun melangkahkan kaki menuju meja tuan muda Kelurga Romanov tersebut.
“Hai, Pangeran Gray Pendragon... apa yang membuat Sang Pangeran jauh-jauh datang ke Kota Perdamaian?” sapa Victor lebih dulu sembari berdiri dan meletakkan tangan kanannya di dada serta menundukkan sedikit wajahnya.
Semua pengunjung Restoran Sarah terkejut mendengar ucapan Victor Romanov itu dan bertanya-tanya bagaimana bisa seorang Pangeran berkeliaran tanpa dikawal oleh Pendekar tingkat tinggi.
Alex mencoba-coba mengingat apakah pernah bertemu dengan Pangeran Naga itu saat berkunjung ke Kerajaan Naga. Namun, yang ia ingat hanya Pangeran Naga Pertama yang mengajak berduel dengannya dan hanya dalam sekali tebasan saja, Pangeran Naga Pertama itu langsung terhempas jauh karena Level Pendekar-nya satu tingkat dibawah Alex.
Gray Pendragon tidak langsung menjawab sapaan Victor. Dia segera duduk dan membuka daftar menu, kemudian mengangkat tangannya sembari berkata, “Ayam Betutu satu!”
Victor hanya tersenyum tipis menatap Gray yang mengabaikan sapaannya.
Gray meletakkan daftar menu ke atas meja dan tersenyum menatap Victor. “Bukankah Guild Pandora menyebarkan informasi kalau menu baru di Restoran ini dapat membuat elemen Sihir berevolusi?” jawabnya singkat.
Victor tetap tersenyum dan berkata, “Itu belum pasti dan hanya kemungkinan saja.”
__ADS_1
Gray mengerutkan keningnya mendengar jawaban Victor itu. Kalau tidak ada efeknya, untuk apa dia kabur dari Kedutaan dan saat kembali ke sana nanti, Tetua Naga pasti akan memarahinya.
“Jangan marah dulu, biar kujelaskan,” kata Victor lagi setelah melihat perubahan ekspresi wajah Pangeran Naga tersebut. “Salah satu Koki Restoran Sarah ini adalah setengah Naga dan elemen Sihirnya langsung berevolusi setelah memakan Ayam Betutu, sehingga Bos Alex menyimpulkan, kemungkinan Elemen Sihir Ras Naga dapat berevolusi setelah memakannya seperti Koki setengah Naga itu.”