Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pesta Makan Besar


__ADS_3

Alex mengisi waktu luang sembari menunggu gulai Asam Pedas Monster Hiu matang dengan bercerita tentang dongeng si kancil yang menipu buaya agar dapat menyeberangi sungai.


Hades dan bocah-bocah Iblis tampak bahagia mendengarnya, Alex juga mengatakan pada bocah-bocah Iblis itu pentingnya pendidikan agar sepintar Kancil.


“Berarti Aku saat ini adalah Buayanya? Sungguh malang sekali nasibku,” pikir Draven menghela napas panjang. “Apakah ini belum matang, tuan Alex? Kuahnya hampir mengering.”


“Tunggu sebentar lagi, biarkan Aku menceritakan kisah Pangeran jahat dulu,” sahut Alex membuat Draven mengerutkan keningnya dan merasa kenapa selalu dia yang disindir oleh Alex.


Sepuluh menit kemudian barulah Alex mengatakan Asam Pedas Monster Hiu itu telah matang. Dia kemudian menyuruh Draven membantunya menuangkan gulai Asam Pedas Monster Hiu itu ke piring-piring bocah-bocah Iblis dan penduduk Desa.


“Mengantri dengan teratur!” Draven membentak Pendekar Iblis yang hendak menyerobot antrian bocah-bocah Iblis. “Anak-anak dan wanita lebih dulu, baru penduduk biasa, kemudian yang terakhir adalah Prajurit militer.”


Pendekar Iblis itu segera mundur ke belakang. Draven kemudian tersenyum lebar, karena tidak membiarkan Alex mengambil kesempatan itu menegur bawahannya. Namun, saat ia melirik Alex, Alex malah berpura-pura tidak menyadari apa yang terjadi.


Butuh waktu Lima menit hingga akhirnya semua mendapat bagian.


“Ternyata enak sekali, seharusnya Aku membawa Koki Istana agar mereka dapat belajar memasak dari tuan Alex.” Draven memuji masakan buatan Alex tersebut. “Troya! Ambilkan untukku Lima potong daging Monster Hiu itu lagi!” serunya—padahal piringnya masih penuh. Namun, ia takut tidak mendapatkan jatah lagi, karena ia yakin dibenak semua orang pasti ingin nambah lagi.


“Tunggu!” sela Alex membuat Troya berhenti melangkah. “Antarkan saja sisanya untuk Prajurit yang masih berjaga-jaga di garis depan dan lihat situasi di sana, apakah Monster-monster Ikan ada tanda-tanda untuk menyerang kembali.”


“Oh, kalau itu sepertinya mereka tidak akan menyerang lagi,” sahut Troya. “Utusan Kerajaan Duyung melaporkan, Monster Ikan tingkat tinggi telah menjauh ke laut dalam.”


“Oh, begitu ... Syukurlah, tapi tetap bagikan itu untuk mereka!” seru Alex membuat Draven kecewa, karena tidak bisa nambah lagi.

__ADS_1


Alex memutuskan pulang ke Kota Perdamaian karena tidak ingin melewatkan pesta ulang tahun Sarah. Saat ia masih tinggal di bagian timur Kota Perdamaian, ia tidak pernah merayakan ulang tahun putrinya itu, karena tidak memiliki uang. Bahkan mereka hanya makan Roti kering sekali sehari saja.


Draven menyuruh salah satu bawahannya mengantar Alex ke Kota Perdamaian dengan menunggang Monster Elang.


Sebelum pergi, Alex berpesan pada Hades dan Iblis tua yang merawatnya, bila mereka bepergian ke Kota Perdamaian maka mereka harus singgah di Restoran Sarah. Dia berjanji akan mentraktir mereka makan gratis di sana.


Draven hendak mengatakan sesuatu, tetapi Alex langsung berkata bila Draven yang datang maka tetap harus membayar seperti pelanggan lainnya, karena Draven adalah Pangeran; yang berarti uang di sakunya pasti berlimpah walaupun negara dalam keadaan krisis moneter.


Draven merasa Alex seperti sangat membencinya, karena apa yang ia lakukan selalu salah di mata Alex.


...***...


Sarah menyapu halaman Restoran setelah ia selesai sarapan pagi. Dia melirik ke arah balkon toko di sebelah Restoran dan teringat dengan Nenek Eli yang kata ayahnya melakukan perjalanan jauh serta entah kapan akan kembali.


Namun, ia mulai ragu perkataan ayahnya itu karena beberapa hari yang lalu, orang lain mulai tinggal di sana. Dia bertanya-tanya apakah Nenek Eli tidak akan pernah kembali lagi.


Monster Elang Putih tiba-tiba mendarat di halaman Restoran. Dia melihat sosok yang familiar di atas punggung Monster Elang Putih itu.


Sarah membuang sapunya dan berlari ke arah Catherine yang langsung merenggangkan kedua tangannya. “Bibi Catherine!” serunya keras.


Lilia tersenyum hangat melihat cucu bermata biru yang menggemaskan itu. Dia kemudian teringat dengan pertemuan pertama mereka di Kota Perdamaian, saat itu Sarah makan Cake Caprese dengan rakus. Namun, ia tidak menyangka bocah menggemaskan itu ternyata cucunya.


“Keponakanku yang cantik!” sahut Catherine tersenyum lebar hendak menangkap Sarah. Namun, tiba-tiba Sarah menghindar dengan gesit dan melesat ke arah Lilia yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


“Nenekkkkkkkkkkkkkk!” Sarah melompat ke pelukan Lilia. “Selamat datang!”


Lilia terkejut Sarah masih mengenal dirinya, padahal wajahnya kini berkeriput dan tidak seperti dulu saat mereka bertemu, di mana saat itu wajahnya tampak seperti Wanita berusia Tiga Puluhan tahun.


Namun, ia mengorbankan Elemen Sihir Kehidupannya demi menyelematkan nyawa Lycus yang berada diujung tanduk, tetapi sayangnya Lycus tidak dapat melarikan diri dari serangan mayat-mayat hidup saat Kota Ella diobrak-abrik Mordor.


“Sarah, cucuku!” Lilia langsung mencium pipi mungilnya.


“Kenapa Nenek menangis?” sahut Sarah menyeka air mata Lilia, kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Lilia dan mencium pipinya. “Apakah bibi Catherine nakal? Kalau iya, maka Aku akan mengadu kepada Ayah agar bibi dipukuli hingga menangis.”


Lilia tersenyum mendengar perkataan polos cucunya itu. Namun, Catherine mengerutkan keningnya dan mencium pipi Sarah hingga Sarah mengeluh karena wajahnya dipenuhi air liurnya.


Sarah merasa Nenek Lilia lebih baik dari Nenek Ratu Elf yang kelakuannya mirip dengan Catherine, karena selalu mencium pipinya hingga dipenuhi air liur dan baru berhenti bila ia mengeluh.


Pintu Restoran terbuka dan Helena keluar sembari tersenyum hangat, kemudian menyapa Lilia, Einar dan Catherine serta Miranda, kemudian ia hanya menundukkan sedikit wajahnya saat menatap Pengawal Pribadi Einar.


Helena memberitahu mereka bahwa Alex masih berada di Kerajaan Iblis dan menceritakan tentang serbuan Monster-monster Ikan serta Perisai yang melindungi Benua Grandland telah lenyap.


Einar terkejut mendengarnya karena kemarin saat ia masih di Kekaisaran Hazel, ia tidak menerima informasi itu. Dia berpikir mungkin Kaisar tidak ingin dirinya menunda pekerjaannya ke Kota Perdamaian, makanya tidak diinformasikan peristiwa penting tersebut.


“Apakah Kita akan kembali ke Kota Ella?” tanya Catherine sembari menatap saudara tertuanya itu.


Einar menggelengkan kepala dan berkata, “Kalian dapat tinggal di sini, sedangkan Aku akan pergi ke Kedutaan dan mengunjungi beberapa Dewan Kota.”

__ADS_1


Selain ingin meminta bantuan kepada Alex agar diberikan ide bisnis untuk Kekaisaran Hazel, tujuan lain Einar ke Kota Perdamaian adalah kerjasama investasi dengan Tujuh Kelurga Pengusaha.


Catherine sangat senang mendengarnya, karena ia bisa bermain-main lebih lama dengan Sarah dan tentunya menikmati makanan enak Restoran Sarah.


__ADS_2