Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Sarah: “Siapa Paman Yang Mirip Ayah Itu?”


__ADS_3

“Apakah Kekaisaran Hazel kalah melawan Kerajaan Orc?” Catherine bertanya dengan ekspresi wajah sedih. Setelah saudaranya tercerai-berai, kini negeri yang ia cintai yang hancur karena ulah Ayahnya sendiri yang dengan gegabah menyerang Kerajaan tetangga.


Einar menggelengkan kepala menyanggah perkataan Catherine. “Mayat-mayat hidup misterius dan gerombolan Monster Serigala Putih muncul dari wilayah Selatan Es Abadi, Legiun Selatan yang berjaga di sana telah dimusnahkan,” sahutnya masih dengan ekspresi wajah datar.


“Baiklah, Aku akan ikut denganmu!” seru Catherine sembari menatap Helena. “Kak Helena... Tolong sampaikan salamku pada Kak Alex, suatu hari nanti Aku akan kembali lagi ke sini.”


Sebelum Helena menjawab perkataan Catherine, Catherine langsung menghampiri Sarah dan memeluknya. Dia mencium pipi mungil Sarah berulang-ulang hingga Sarah mengeluh kalau pipinya basah oleh air ludah Catherine.


“Apakah Kamu tidak akan menyapa keponakanmu itu? Kalau Kamu ingin memberikan hadiah, tidak perlu mewah-mewah... keponakanmu itu sangat menyukai Koin Emas, apalagi kalau jumlahnya banyak.” Helena tersenyum tipis setelah mengatakan hal itu pada Einar.


Einar melambaikan tangannya sembari berjalan ke arah Kereta Kuda dan berkata, “Aku sedang sibuk! Lain kali saja Aku menyapa bocah itu.”


Helena dan Catherine mengerutkan kening mendengar jawaban Einar yang tetap tidak peduli dengan Sarah walaupun Sarah menatapnya dengan mata-mata berbinar-binar, karena penasaran siapa sosok yang mirip dengan ayahnya itu.


Catherine mencubit pipi mungil Sarah dan berkata, “Dia adalah Paman tertuamu dan... Dia selalu berpura-pura bersikap dingin dan misterius. Abaikan saja dia dan jangan bersedih, ya?”


Sarah menganggukkan kepala setelah mendapatkan jawaban dari Catherine, kalau sosok yang mirip ayahnya itu ternyata Pamannya. Namun, ia merasa sedih, kenapa saudara kandung Ayahnya itu tidak sebaik Bibi Catherine dan berpikir mungkin kah Paman yang satu lagi juga memiliki sifat yang sama dengan Paman yang ini.


Jasper yang menjadi Kusir Kereta Kuda Einar tiba-tiba menyerahkan Kantung kulit. “Pangeran Pertama menyuruhku menyerahkan ini padamu,” katanya sembari tersenyum hangat agar Catherine menganggapnya sebagai Pria yang baik hati. “Gunakanlah baik,” katanya lagi sembari melirik Catherine, tetapi Catherine malah mengabaikannya.

__ADS_1


Sarah tersenyum lebar dan berlari ke pintu masuk Restoran. Dia menatap ke arah gerbong Kereta Kuda yang dinaiki oleh Einar dan berteriak, “Terimakasih Paman Einar... datanglah kemari suatu hari nanti dan Aku akan mentraktirmu Rendang, Ayam Betutu, Ayam Crispy, Bubur Tinutuan, Nasi Goreng, Bakso, Soto Banjar—”


Sebelum Sarah menyelesaikan perkataannya, Helena tiba-tiba menggendongnya dan mencium pipinya. “Pamanmu sedang sibuk, suatu hari nanti saja Kamu berbicara dengannya, ya? Atau Kita akan pergi ke Kota Ella bertemu dengannya dan juga Nenekmu.”


Namun dalam benaknya, Helena ragu apakah hal seperti itu bisa terjadi karena Benua Grandland akan memasuki masa paling kelam, di mana ramalan Dewi Luna akan benar-benar menjadi kenyataan; Dewa Cthulhu akan kembali membawa malapetaka.


Hannah datang dari dapur membawa Kotak makanan berisi semua daging Rendang yang tersisa di lemari penyimpanan. Dia kemudian menyerahkannya pada Catherine.


“Maaf Kak Catherine... Stoknya tinggal sedikit dan Bos Alex belum pulang-pulang sehingga Kami belum memasak Rendang lagi,” kata Hannah tersenyum tipis.


Catherine tersenyum lebar dan sangat senang diberikan hadiah Rendang itu. Dia yakin ibunya pasti menyukainya, apalagi kalau ia tahu yang memasak Rendang ini adalah Putranya sendiri; bisa-bisa Rendang ini akan dianggap sebagai harta Karun Nasional.


“Sampai jumpa Sarah!” Catherine segera menuju kereta kuda, karena takut Einar meninggalkannya bila berlama-lama di dalam Restoran, mengingat Einar hendak segera kembali ke Kota Ella untuk memimpin Pasukannya melawan serbuan gerombolan Monster Serigala Putih dan Mayat-mayat hidup di Selatan Kekaisaran Hazel.


Setelah kereta kuda yang ditumpangi Paman dan Bibi Sarah itu pergi, ia segera membuka penutup Kantung Kulit yang diberikan oleh Jasper padanya. Matanya langsung terbelalak melihat kilauan Keping Emas di dalamnya.


“Ara... ara... Pamanmu itu cukup murah hati juga, Dia memberikanmu 10 Koin Emas.” Helena tersenyum menatap Sarah yang tampak bahagia memandangi Kepingan Emas di dalam Kantung Kulit itu.


Sarah kemudian berlari ke lantai atas Restoran untuk menyimpan hadiah Kepingan Emas dari Einar itu. Sementara Helena mengangkat tangannya dan tiba-tiba Damian muncul di sebelahnya.

__ADS_1


“Tuan Putri Helena,” sapanya sembari menundukkan wajahnya.


“Kembalilah ke Hutan Abadi dan lindungi Yang Mulia Ratu, serta perhatian Hutan Monster di sana. Aku curiga pengikut Dewa Cthulhu sengaja membuat kekacauan agar perhatian semua pihak fokus ke mereka dan saat Kita lengah, mereka menghancurkan Segel di Hutan Monster itu,” sahut Helena.


Bukan hanya Helena saja yang curiga hal itu yang sedang dilakukan oleh pengikut Dewa Cthulhu, Lord Michael dan Raja Naga juga menduga hal yang sama.


Kedua sosok terkuat di Benua Grandland tersebut telah memperketat pengawasan terhadap Segel di Hutan Monster masing-masing, mereka juga meminta para Sekutunya melakukan hal yang sama.


Damian tidak langsung menjawab setuju dengan seruan Helena. Dia justru bertanya, “Bagaimana dengan tuan Putri Helena dan tuan Putri Sarah? Kalau pengikut Dewa Cthulhu memutuskan melakukan kekacauan di seluruh Benua Grandland, maka target Kedua mereka pasti tuan Putri Sarah.”


Karena Alex sudah menceritakan pada Damian, bahwa Mordor ingin menjadikan Sarah sebagai wadah sementara Dewa Cthulhu.


“Bagaimana kalau tuan Putri bersembunyi di Hutan Abadi saja, Aku takut serangan mereka di wilayah Selatan Kekaisaran Hazel hanya pancingan saja agar semua Kerajaan fokus ke sana. Mungkin mereka juga memiliki Pasukan mayat hidup berjumlah besar di wilayah Utara.” Damian mengungkapkan kekhawatirannya.


Namun, Helena menggelengkan kepala. “Kota Perdamaian adalah benteng terakhir Benua Grandland, yang berarti di sinilah tempat paling aman dan mereka belum cukup berani mengusik Kota ini, karena Alex telah mengusir dan membunuh pengikut-pengikut Mordor beberapa hari yang lalu.”


Apalagi setelah Kekaisaran Hazel diserang oleh Pasukan mayat hidup, seluruh Kerajaan di Benua Grandland mengalami hal serupa. Namun, bedanya di Kerajaan lain dalam skala kecil yang membuat Kerajaan-Kerajaan itu enggan mengirim bala bantuan membantu Kekaisaran Hazel, hanya Kota Perdamaian dan Kerajaan Naga yang bersedia mengirimkan Ribuan Pendekar membantu Pasukan Kekaisaran Hazel.


Damian tahu, Helena tak akan mau meninggalkan Kota Perdamaian karena ada Alex yang melindunginya—walaupun saat ini Alex masih berada di Kerajaan Orc. Namun, bila Helena dan Sarah dalam bahaya, maka Alex pasti akan kembali dengan cepat dengan tunggangannya. “Baiklah, Aku pamit dulu tuan Putri Helena... Sampai jumpa lagi!”

__ADS_1


Helena mengangguk pelan sembari tersenyum hangat. “Kamu juga berhati-hatilah!”


__ADS_2