
Jack terdiam sejenak untuk memahami ucapan Lancelot, hingga akhirnya ia menyadari sosok yang mengenakan penutup wajah dihadapannya ternyata adalah Pangeran Alex Acherron yang dirumorkan telah mati empat tahun yang lalu tersebut.
“Tidak mungkin!” Ekspresi wajah Jack memucat. Semua orang di Benua Grandland tahu kalau Pangeran Acherron adalah Pendekar tingkat 10 terkuat, kenapa Lancelot malah sengaja memancing amarahnya? “Apa mungkin Pemilik Restoran Sarah adalah Pangeran Alex Acherron?” pikir Jack mundur beberapa langkah, menjauh dari Lancelot.
“Pangeran!” seru Jack dengan gugup. “Aku tidak memiliki hubungan khusus dengannya dan Aku juga terkejut Dia menculik Elf itu!”
Lancelot mengerutkan keningnya, tak menyangka perkataan memalukan seperti itu keluar dari mulut Jack yang angkuh dan kejam tersebut.
“Jack... apakah Kau ingin menjadi musuh Pangeran Kedua?” Lancelot melontarkan pertanyaan dengan ekspresi wajah menatap jijik Jack.
“Eh, aku ....” Jack akhirnya menyadari kalau keadaan tidak memihak dirinya dan telah melontarkan pernyataan yang menjerumuskan dirinya ke dalam masalah pelik. “Tuan Lancelot—”
Sebelum Jack menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba terdengar suara dentuman Petir yang memekakkan telinga.
Pangeran Alex telah muncul di depan Lancelot, bilah Golok dan Pedang panjang Lancelot telah berbenturan.
“Panas!”
Walaupun Jack telah menjauh dari Lancelot, kobaran Api yang menyelimuti Pangeran Alex tetap membuat Jack merasakan hawa panas yang membakar kulitnya.
Elenna juga merangkak menjauh walaupun ia juga Pendekar tingkat 7. Namun, elemen Api Pangeran Alex tetap membuatnya merasa kepanasan.
Lancelot sendiri akhirnya menyadari kenapa Pangeran Alex dijuluki sebagai Pendekar terkuat di Benua Grandland dan dibutuhkan aliansi Ribuan Pendekar untuk menaklukkannya saat itu.
Kebetulan saat malam mencekam itu, Lancelot tidak ikut menyergap Pangeran Alex karena untuk menghindari kecurigaan Kaisar bila tiba-tiba seluruh Pendekar milik Pangeran Kedua menghilang dari Ibukota Kekaisaran.
Lancelot yang terhempas beberapa langkah segera mengalirkan elemen Angin ke sekujur tubuh dan Pedangnya.
Dengan begitu, pergerakan Lancelot bertambah berkali-kali lipat atau menjadi secepat badai tornado, bahkan keramik lantai di halaman rumah Jack hancur berkeping-keping oleh pancaran Elemen Angin Lancelot.
__ADS_1
Lancelot menusukkan ujung pedangnya ke arah depan, dalam satu kedipan mata ujung pedangnya telah sampai di depan wajah Pangeran Alex. Namun, suara dentuman Petir kembali berbunyi dan Pangeran Alex telah menghilang dari hadapan Lancelot.
“Dia lebih cepat dariku?” Lancelot mengerutkan keningnya, keadaan saat ini sangat tidak menguntungkan baginya.
Terlintas dalam benaknya untuk segera melarikan diri, tetapi ia segera menepiskan niatnya itu karena Pangeran Alex pasti dapat menyusulnya walaupun elemen anginnya membantu kecepatannya berlari.
Satu-satunya pilihannya adalah menahan serangan Pangeran Alex selama mungkin hingga Petugas Keamanan menghentikan pertarungan mereka. Walaupun ia tertangkap, maka itu tidak masalah karena Pangeran Kedua pasti akan membebaskannya.
Lancelot menggenggam erat gagang Pedangnya dan matanya tak berkedip mencari keberadaan Pangeran Alex.
“Belakang!” gumam Lancelot segera mengayunkan pedangnya dengan kuat sembari berbalik badan.
Dentuman keras terdengar saat bilah Golok Pangeran Alex dan bilah Pedang Lancelot beradu. Lantai halaman Jack hancur berkeping-keping oleh pancaran Dua energi Pendekar tingkat 10 tersebut.
Dari bilah Golok Pangeran Alex tiba-tiba meluncur elemen Es yang membuat suhu disekitar mereka menjadi dingin.
Lancelot segera mundur beberapa langkah untuk menghindari elemen Es itu mengalir ke bilah Pedangnya dan membekukan tubuhnya.
Jack juga sudah memprediksi hasil akhir pertarungan mereka. Dia segera meminta Faramir, Pengawal pribadinya untuk membawanya kabur ke Kastil Keluarga Donovan.
Namun, Elenna menghadang langkah Jack, sehingga ekspresi wajahnya menjadi masam dan melirik Faramir untuk segera mengatasi gadis Elf cantik tersebut.
Faramir tentu tahu dirinya tidak akan mungkin menang melawan Pendekar tingkat 7, karena dirinya hanya Pendekar tingkat 5 saja.
Faramir mundur beberapa langkah dan berkata, “Maaf Bos... untuk saat ini, mari jaga keselamatan diri masing-masing!”
Jack mengerutkan keningnya menatap Faramir yang menyeringai tipis dan Faramir segera berlari ke arah tembok rumah Jack.
“Kabur?” gerutu Elenna segera mengejar Faramir. Namun, saat tubuhnya melintas di sebelah Jack; tiba-tiba warna merah sebesar benang muncul melingkar di leher Jack, sesaat kemudian Kepala Jack menggelinding ke permukaan lantai.
__ADS_1
Detak jantung Faramir berdebar kencang, seolah-olah kematian juga akan segera menghampirinya. Dia mengerahkan semua tenaganya untuk menambah kecepatan larinya setelah melihat gadis Elf itu tanpa ragu membunuh tuan mudanya itu.
Namun, perbedaan Kekuatan antara Pendekar tingkat 7 dan Pendekar tingkat 5 masihlah sangat jauh, dengan beberapa tarikan napas saja Elenna telah menyusul Faramir.
Elenna kembali mencabut sehelai rambutnya yang langsung dialiri elemen Sihir agar menjadi kuat atau menjadi tegang seperti tongkat besi.
Faramir menggertakkan gigi dan dengan putus asa mengayunkan pedangnya ke arah Elenna yang dengan mudah menghindari tebasannya, kemudian lingkaran berwarna merah juga menghiasi leher Faramir yang tampak membelalakkan mata.
“Cih, itulah adalah penghakiman yang pantas untuk orang-orang tercela seperti kalian!” cibir Elenna sembari menyeka darah yang mengalir dari keningnya. Luka itu ia terima dari Lancelot yang membenturkan kepalanya ke lantai.
Elenna menatap ke arah rumah Jack karena penasaran dengan keadaan penolongnya yang menurut Lancelot adalah Pangeran Alex Acherron yang dirumorkan telah mati empat tahun yang lalu tersebut.
Elenna tentu sangat familiar dengan Pangeran Alex, karena dulu ia sering berkunjung ke Kerajaan Hutan Abadi bersama Tuan Putri Mahkotanya.
“Eh, di mana Pangeran Alex?” Elenna terkejut tidak melihat keberadaan Alex dan hanya melihat sosok tubuh yang terbakar dilahap api.
Dari Pedang yang digenggam oleh sosok yang terbakar itu, Elenna memastikan tubuh itu pasti milik Lancelot yang menculiknya.
Pria tua berambut Putih menunggangi Monster Elang tingkat 10 muncul Sepuluh meter dari atas rumah Jack. Tatapan Pria tua itu tertuju kepada Elenna dan sosok yang terbakar di halaman rumah Jack.
“Siapa yang membakar Pendekar tingkat 10 itu?” Suara serak Pria tua itu menggema di benak Elenna.
Dengan gugup Elenna menjawab, “Pa-pangeran Alex Acherron, tuan!”
“Dia?” Pria tua itu mengerutkan keningnya.
Jean dan Ratusan Petugas Keamanan memasuki halaman rumah Jack yang telah hancur berantakan.
“Lord Torin ....” Jean langsung menyapa Pria tua itu sembari menundukkan wajahnya dan hendak mengatakan sesuatu lagi, tetapi Torin melambaikan tangan.
__ADS_1
“Antar gadis Elf itu ke Restoran Sarah dan minta maaf lah pada pemilik Restoran karena Kota Perdamaian gagal melindungi karyawannya serta berjanji kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” kata Torin segera menerbangkan Monster Elang tingkat 10 miliknya ke Kastil Pemimpin Kota Perdamaian.