
Alex menghunus Pedang Meteor dari sarung pedang di punggungnya dan berjalan ke arah sekelompok Pendekar Kekaisaran Hazel tersebut.
“Suruh para pengungsi Orc untuk tetap berjalan!” seru Alex pada Oliver. “Katakan musuh sudah mengetahui keberadaan mereka.”
Sebelum Oliver mengatakan sesuatu dari mulutnya, barisan pengungsi Orc di belakang langsung berlari dengan tergesa-gesa sehingga para pengungsi Orc lainnya ikut berhamburan, berlari dengan panik.
Alex mengayunkan Pedang Meteor ke arah depan secara horizontal, Cahaya menyilaukan melesat dari bilah Pedang Meteor seperti bulan Sabit.
“Oh, tidak ada serangan dari arah Pengungsi Orc! Apakah ada Pendekar tingkat 10 yang mengawal mereka?” Salah satu Pendekar Manusia berkata dengan ekspresi wajah terkejut melihat Cahaya menyilaukan melesat ke arah mereka.
Jenderal yang memimpin para Pendekar tingkat tinggi Kekaisaran Hazel mengangkat tangan kanannya sebagai tanda agar mereka berhenti berlari.
Kening Jenderal itu mengkerut masam, tetapi saat ia memperhatikan dengan seksama Cahaya menyilaukan yang melesat ke arah mereka itu. Dia menyadari kalau itu adalah Elemen Sihir Kehidupan yang tidak berbahaya atau justru itu malah akan menyembuhkan luka mereka bila terkena Elemen Sihir Kehidupan itu.
“Mungkinkah ada tabib diantara kerumunan pengungsi Orc itu? Tetapi untuk apa ia mengirim elemen Sihir Kehidupan pada kita?” Jenderal itu bertanya-tanya dengan ekspresi wajah kebingungan.
“Jenderal... mayat-mayat hidup kini bertambah dekat dengan kita, cepat buat keputusan atau kita akan bernasib sama dengan mereka!” seru salah Pendekar dengan raut wajah ketakutan menatap mayat-mayat hidup yang sebagian dari mereka adalah rekan-rekannya di Legiun Barat dan Legiun Tengah.
Jenderal itu menoleh ke belakang dan menggertakkan giginya, “Lari ke arah Cahaya menyilaukan itu!”
Walaupun Elemen Sihir Kehidupan tidak berbahaya, tetapi tidak menutup kemungkinan di balik Cahaya menyilaukan itu mungkin telah berbaris Pendekar Orc yang akan melawan mereka, sehingga beberapa Pendekar Manusia itu menerjang maju dengan hati gelisah dan bercampur gugup.
__ADS_1
“Tutup mata kalian!” seru Jenderal itu saat Cahaya menyilaukan menabrak mereka dan luka-luka di tubuhnya langsung sembuh dalam sekejap. Matanya terbelalak melihat hanya ada seorang Pria yang menyambut mereka dibalik Cahaya menyilaukan itu. “Pa-pangeran Alex Acherron!”
“Pangeran?”
“Kenapa Pangeran Alex ada di pihak musuh?”
“Hei, pelankan suaramu atau kepala kita akan terpenggal!” Salah satu Pendekar Manusia menegur rekannya.
“Mayat-mayat hidupnya lenyap oleh Elemen Sihir Kehidupan itu, Jenderal!” Pendekar yang lainnya berteriak keras saat menoleh ke belakang.
Semua Pendekar Manusia itu ikut menoleh ke belakang, mereka tercengang Ribuan Mayat-mayat hidup yang mengejar mereka telah berubah menjadi butiran debu.
“Kekuatan Sihir yang mengerikan, mungkinkah Pangeran Alex telah mencapai Pendekar tingkat diatas 10?” gumam Jenderal itu.
“Terimakasih Pangeran Alex telah menyelamatkan kami,” sapa dengan tulus.
“Apa hanya kalian saja yang tersisa atau masih ada Pasukan di belakang kalian?” sahut Alex.
Jenderal itu menggelengkan kepala dan menghela napas panjang. “Sejak mayat-mayat hidup muncul, kami dikalahkan dengan mudah dan Aku merasa hanya sedikit diantara kami yang dapat meloloskan diri.”
Pendekar lainnya tampak sedih, karena teringat dengan rekan-rekan seperjuangan mereka yang berubah menjadi mayat hidup atau saat rekan mereka memohon agar diselamatkan saat Mayat-mayat hidup mengerumuni tubuhnya, ada juga yang tetap berusaha melarikan diri walaupun tangannya telah terpotong.
__ADS_1
“Apakah kalian melihat sosok yang mengendalikan mayat-mayat hidup itu?” tanya Alex lagi.
“Mereka itu dikendalikan?” Jenderal itu dan bawahannya terkejut mendengarnya. “Karena situasi sangat kacau saat kami disergap, Kami tidak memperhatikan apakah mayat-mayat hidup dikendalikan atau tidak. Namun, saat sebagian mayat-mayat hidup mengejar kami, sebagian besar lainnya malah berputar arah menuju wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Goblin.”
“Nah, itu Dia!” sahut Alex, “Mayat-mayat hidup itu memang ada yang mengendalikannya dan Pengendalinya itu akan menjadikan seluruh Ras Goblin menjadi mayat hidup!”
“Apaaaaaa?”
Jenderal itu dan bawahannya semakin terkejut, serta menyadari kalau mayat-mayat hidup itu bukanlah senjata rahasia Kerajaan Goblin. Namun, mayat-mayat hidup itu akan menjadi seluruh Benua Grandland menjadi seperti mereka.
“Kita harus segera kembali ke Kekaisaran Hazel dan memperkuat pertahanan di perbatasan untuk mencegah mayat-mayat hidup itu memasuki tanah air kita,” kata Jenderal itu.
Alex mempersilahkan mereka pergi tanpa memberitahu kalau di dalam Kekaisaran Hazel kemungkinan masih ada sosok seperti Owen di tubuh militer dan bisa saja sudah mulai menyebarkan mayat-mayat hidup di sana.
Tatapan Alex tertuju ke arah Barat, sesaat kemudian ia menarik napas dalam-dalam. “Sepertinya Aku harus melakukan perjalanan ke Kerajaan Goblin,” gumamnya sembari berbalik badan dan bergabung dengan rombongan para pengungsi Orc.
Melihat Alex datang dengan cepat, Oliver langsung bergegas mendekatinya. “Apakah Pangeran sudah melenyapkan mayat-mayat hidup itu?” tanyanya penasaran.
Alex mengangguk pelan dan keningnya mengkerut menatap para pengungsi Orc berhamburan lari dengan tergesa-gesa sehingga beberapa Orc terjatuh dan terinjak-injak.
Oliver tersenyum masam dan berkata lagi, “Aku sudah meminta mereka agar tidak berdesak-desakan, tetapi tidak ada yang mau mendengarkan seruanku.”
__ADS_1
“Ya sudahlah, biarkan saja! Nanti mereka akan kelelahan juga dan mayat-mayat hidup itu tidak akan mengejar kita,” sahut Alex, karena menurut Jenderal Kekaisaran Hazel tadi, sebagian besar mayat-mayat hidup itu menuju wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Goblin.
Alex melepaskan Elemen Sihir Kehidupan mengobati para pengungsi Orc yang terluka dan terus melanjutkan perjalanan menuju pangkalan militer Kerajaan Orc terdekat.