
Gray Pendragon tersenyum masam dan memperbaiki kerah pakaiannya. “Seharusnya Kamu berterimakasih karena Aku telah menyelamatkan bawahanmu,” sahutnya kesal.
Einar mengabaikan Gray Pendragon, kemudian ia menatap Putra Mahkota Kerajaan Naga. “Kami akan mengurus mayat-mayat hidup dan kalian mengatasi mayat hidup Naga itu!”
Putra Mahkota Kerajaan Naga menganggukkan pelan setuju dengan seruan Einar. Hanya para Naga yang dapat menghadapi mayat hidup Naga yang memiliki Sayap panjang serta memiliki kekuatan yang dapat menghancurkan dinding Es tersebut.
Para Naga mulai berubah wujud menjadi Naga dan terbang diatas hamparan Prajurit Kekaisaran Hazel. Mereka kemudian melesat ke arah mayat hidup Naga yang sekali lagi mengayunkan sayapnya yang panjang tersebut.
“Majuuuuuuuuu!” Jean berteriak keras.
Hades dan yang lainnya mengikuti Jean menerjang ke arah mayat-mayat hidup yang dengan mudah mereka hancurkan, karena mayat-mayat hidup itu bukan Pendekar.
“Aku sudah membunuh 100 mayat hidup!” seru Rolf dengan bangga.
“101, 102, 103!” Hades merespon perkataan Rolf yang membuat Beasthuman Serigala itu mengerutkan keningnya dan merasa Hades menantangnya.
“110, 111, 112!” sahut Rolf.
“113, 114, 115!” Hades tak mau kalah.
“Jangan lengah, ada Pendekar tingkat tinggi diantara kerumunan mayat-mayat hidup itu!” seru Jean melihat ada Pendekar tingkat 10 yang bergabung dalam kerumunan mayat-mayat hidup.
Tiba-tiba Dua Pendekar Iblis tingkat 7 terbelah oleh tebasan Pedang dari mayat hidup tingkat 10 yang dikatakan oleh Jean.
Hades hendak menyerang mayat hidup Pendekar tingkat 10 itu, tetapi tiba-tiba mayat hidup itu telah menghilang dalam kerumunan mayat-mayat hidup.
“Barisan depan mundur dan barisan belakang maju!” seru Jean.
__ADS_1
Hades dan yang lainnya segera mundur, kemudian grup yang dibelakang segera maju.
Hades menyeka keringatnya dan napasnya terengah-engah. “Sial! Mayat-mayat hidup itu ternyata licik juga. Mereka sengaja mengorbankan mayat-mayat hidup lemah agar kita lengah dan diam-diam menyerang kita!” gerutunya.
Rolf mengangguk setuju sembari menatap lurus ke arah rekan-rekannya yang bertarung melawan mayat-mayat hidup. Dalam beberapa tarikan napas saja, rekan-rekan yang tadinya bercanda dan tertawa bersamanya itu telah berguguran, serta ada yang menjerit kesakitan karena terluka parah.
“Mundur! Barisan belakang maju lagi!” seru Jean yang terus bertarung sejak pertempuran dimulai.
Hades mengenakan helm besinya dan menerjang ke arah mayat-mayat hidup, kobaran Api menyelimuti bilah Pedangnya yang langsung menghancurkan mayat-mayat hidup di depannya.
Saat matahari hampir terbenam, tiba-tiba seluruh mayat-mayat hidup itu mundur dan terdengar suara Mordor yang mengatakan akan membiarkan mereka beristirahat hingga matahari terbit kembali.
Einar tentu tidak percaya begitu saja dengan perkataan Mordor. Dia membagi waktu istirahat Pasukannya menjadi dua shift, sehingga tetap ada Pasukan yang siap bertarung bila mayat-mayat hidup tiba-tiba menyerang mereka.
“Berapa jumlah Pasukan yang tewas dan terluka?” Einar bertanya pada Jenderal August.
“Banyak sekali!” Einar terkejut mendengarnya, padahal yang mereka lawan sebagian besar adalah mayat-mayat hidup lemah, hanya sebagian saja mayat hidup Pendekar tingkat tinggi. Bahkan gerombolan Serigala Putih tidak ikut menyerbu.
Einar menatap Putra Mahkota Kerajaan Naga yang tampak murung karena Pendekar Naga tidak dapat mengalahkan mayat hidup Naga bersayap aneh itu. “Bagaimana dengan kalian?”
“100 Naga tewas dan 300 lainnya terluka, tetapi kabar baiknya mereka dapat disembuhkan,” sahut Gray Pendragon yang duduk disebelah Putra Mahkota Kerajaan Naga.
“Pasukan Kota Perdamaian yang paling menderita,” kata Lord Torin tanpa ditanya lebih dulu oleh Einar. “Dari 1000 Pendekar Kami, 600 tewas dan 300 terluka serta hanya 100 Pendekar yang dapat sembuh total, sehingga besok Kami hanya bertarung dengan 200 Pendekar saja.”
Einar hanya menarik napas dalam-dalam, dia sudah menduga Pasukan Kota Perdamaian akan dihancurkan dengan mudah oleh mayat-mayat hidup. Karena kebanyakan dari mereka adalah Pendekar dari Keluarga Pengusaha yang tidak terbiasa bertarung di medan Perang.
“Untung saja Ras lain bergabung dengan Kota Perdamaian, mereka lah yang cukup tangguh dan dapat bertahan melawan musuh,” kata Lord Torin lagi. Terutama Pendekar dibawah Komando Jean, hanya sepertiga dari mereka yang meninggal dan sisanya terluka, tetapi tetap dapat disembuhkan oleh Elf.
__ADS_1
“Untung saja Hutan Abadi mau mengirim Elf mengobati yang terluka walaupun mereka tidak ikut terjun ke medan pertempuran,” kata Gray Pendragon bernapas lega. “Pasti Nyonya Helena yang meminta Ratu Elf agar Hutan Abadi ikut membantu kita,” katanya lagi.
“Itu bukan karena Dia!” sahut Einar mendengus dingin. “Bukankah semua Kerajaan sepakat untuk bertarung bersama bila pengikut Dewa Cthulhu menyerang. Justru beberapa Kerajaan tidak mengikuti kesepakatan yang telah dibuat bersama.”
Gray tersenyum masam dan tidak membalas perkataan Einar, karena memang benar beberapa Kerajaan tidak mengirim bala bantuan dengan alasan Kerajaan mereka juga diserbu oleh mayat-mayat hidup walaupun tidak separah Kekaisaran Hazel, Kerajaan Orc dan Kerajaan Goblin.
...***...
Setelah makan malam, Hades membawa Rolf ke tempat sepi yang cukup jauh dari perkemahan Pasukan.
“Apa Kamu tidak takut Kita diserang oleh mayat-mayat hidup?” Rolf berbisik sembari memperhatikan sekelilingnya.
“Tenang saja, Mordor itu pasti tidak mengingkari perkataannya,” sahut Hades mengumpulkan kayu kering dan menumpuknya, kemudian menyalakan api.
“Kenapa Kamu begitu yakin Dia tidak akan ingkar janji?” selidik Rolf penasaran. “Bukankah kata-kata orang jahat itu tidak dapat dipercaya, mereka selalu menusuk kita dari belakang!”
Hades tidak langsung menjawab, ia justru mengisi air ke dalam panci yang baru saja ia keluarkan dari tasnya. Kemudian, ia merebus air tersebut dan meletakkan Dua Sarahmie Soto Lamongan di atas daun pisang.
“Setelah menganalisa pertarungan tadi, Aku menduga Mordor sengaja mengulur waktu atau sengaja membuat pertarungan ini berlangsung lama. Entah apa yang ia rencanakan, sebelum rencananya itu terwujud maka kita tidak akan diserang dengan kekuatan penuh oleh Mordor,” kata Hades menghela napas dalam-dalam.
Rolf terkejut mendengarnya dan tidak menyangka Iblis di hadapannya ini cukup hebat menganalisa pertarungan tadi. Padahal ia mengira pertarungan tadi sudah mencapai k.l.i.m.a.k.s dan besok mungkin akan menjadi pertarungan penentuan, pihak mana yang akan kalah atau dihancurkan.
Namun, siapa sangka Hades menduga pertarungan ini akan berlangsung panjang hingga apa yang direncanakan oleh Mordor terwujud.
“Duduklah! Tidak perlu cemas begitu!” Hades tersenyum. “Masalah strategi atau lain-lainnya biarkan saja para petinggi yang memikirkannya, kita yang berada dibawah ini cukup mengikuti perintah dan mencoba agar tetap bertahan hidup. Ayo nikmati Sarahmie ini, apakah tuan Rolf pernah memakannya?”
Rolf mengangguk-angguk pelan sembari menatap bungkus Sarahmie Soto Lamongan. “Istriku pernah memasaknya dan itu sangat enak,” sahut Rolf.
__ADS_1