
Alex memutuskan membuat mie instan rasa Mie Goreng Aceh. Namun, ia baru menghubungi Margareth setelah Satu Minggu, sehingga gadis muda terkaya Kedua di Benua Grandland setelah Vera Voldemort itu tampak merajuk, karena Margareth mengatakan pada wartawan Koran Guild Pandora kalau Sarahmie varian baru akan rilis dalam waktu Tiga atau Empat hari lagi, tetapi Alex malah menghubunginya setelah Satu Minggu.
Alex berkilah harus melakukan ratusan percobaan agar berhasil membuat varian baru dengan rasa yang berbeda dengan Sarahmie Soto Lamongan dan Sarahmie Goreng Original, bahkan ia harus kurang tidur dan menghabiskan Puluhan Keping Emas untuk penelitian tersebut.
Namun, Margareth merasa Alex hanya berkilah saja, karena ia terlihat bugar dan Helena yang duduk di kursi Kasir malah tersenyum mendengar perkataannya.
Mata Margareth berbinar-binar saat Viola datang membawa Piring berisi mie instan yang malah terlihat mirip dengan Sarahmie Goreng Original.
“Jangan bilang, Bos Alex hanya merubah sedikit rasa Sarahmie Goreng Original?” Margareth langsung kecewa.
“Coba dulu baru berikan kritikan!” sela Alex tersenyum lebar.
Margareth tidak menyela perkataan Alex lagi dan segera menyendok Mie Instan. “Bentuk mie-nya sedikit berbeda dengan Sarahmie Goreng Original yang lebih bulat. Ini sedikit lebih besar.” Komentarnya sebelum mengunyah Mie Instan tersebut. “Hmm, tekstur mie-nya lebih lembut ... Pedas, tapi rasa rempahnya masih terasa.”
Dari raut wajah Margareth, jelas terlihat ia sangat menyukai varian rasa Mie Goreng Aceh tersebut. Bumbunya sendiri nanti terdiri dari Lima macam, Sambal, Kecap Manis, Minyak, Bawang Goreng, dan Bumbu Bubuk.
Margareth tidak berkomentar lagi, ia sibuk melahap Mie Goreng Aceh hingga tak tersisa lagi. Padahal Pengawal pribadinya, Evelyn yang duduk di sebelahnya tampak menelan air liurnya. Namun, Margareth berpura-pura tidak menyadari keberadaannya karena tidak ingin berbagi Mie Goreng Aceh tersebut.
“Bagaimana Nona Margareth? Apakah Anda puas dengan varian baru yang disebut Sarahmie Mie Goreng Aceh itu?” Alex bertanya setelah Margareth meletakkan sendok di atas piring.
Margareth tersenyum lebar, kemudian ia menenggak sedikit Jus Jeruk. “Produk baru kita ini pasti akan mengguncang Benua Grandland. Aku sudah tidak sabar segera merilisnya, kira-kira kapan Bos Alex dapat memproduksi bumbu-bumbu rahasianya?”
“Tentu saja besok Pabrik kita sudah dapat melakukan produksi dalam skala besar,” sahut Alex. Alasan ia lama menghubungi Margareth adalah karena ia sibuk membuat bumbu-bumbu Mie Goreng Aceh tersebut, atau lebih spesifiknya Bumbu Bubuk dan Sambal yang menjadi bumbu rahasia, sedangkan sisanya akan dibuat oleh Koki di Pabrik Sarahmie.
__ADS_1
Margareth akhirnya mengerti kenapa Alex lama menghubunginya. “Baiklah, bibi Evelyn tolong kabari Wartawan Koran Guild Pandora bahwa Kita akan merilis varian baru besok dan akan rilis perdana saat lusa.”
Margareth segera kembali ke Pabrik Sarahmie dan menyuruh Pendekar tingkat tinggi menuju Restoran Sarah menjemput peti-peti kaca berukuran besar berisi bumbu Mie Goreng Aceh.
Dia menyerahkan kertas berisi racikan Sarahmie Mie Goreng Aceh pada tim produksi agar rasa Sarahmie Goreng Aceh itu sama dengan yang dibuat Alex.
Saat Wartawan Koran Guild Pandora mewawancarainya, Margareth dengan semangat menceritakan varian baru Sarahmie tersebut. Dia dengan percaya diri mengatakan produk baru itu nantinya akan mengguncang Benua Grandland, serta para peniru Sarahmie akan gigit jari karena tidak dapat mendepak Perusahaannya.
Kalimat terakhir perkataannya itu ditujukan kepada Paman Pertamanya, Merlin. Semua orang tahu, kalau Kelurga Donovan sedang terpecah menjadi beberapa kubu yang bersaing memperebutkan tahta pewaris Kelurga Donovan, dan salah satunya adalah Margareth yang menggantikan posisi ayahnya.
...***...
Semua toko-toko Sarahmie diseluruh Benua Grandland dipenuhi antrian pembeli saat perilisan varian rasa baru Sarahmie. Bahkan beberapa Kota terpaksa mengirim Petugas Keamanan untuk mencegah terjadinya kekacauan.
“Huh, seandainya aku tinggal di Kota Perdamaian, maka Aku tidak perlu antri begini.” Catherine mengeluh, apalagi terik matahari telah membuatnya berkeringat. “Kakak sialan itu juga, kenapa ia tidak mengirim beberapa dus Sarahmie varian rasa baru ini untukku?” Dia mengutuk Alex.
“Sabar tuan Putri Catherine, Aku yakin Pangeran Alex pasti akan mengirim Sarahmie varian baru itu untukmu,” sahut Miranda yang dulu pernah menjadi Koki Pribadi Pangeran Kedua sebelum menjadi pengawal pribadi Catherine.
“Mana mungkin, Restoran Sarah merilis menu baru saja ia tidak memberitahuku,” keluh Catherine. Ketika membaca Koran Guild Pandora lah ia mengetahui kalau Saudara laki-lakinya itu telah merilis Tiga menu baru sekaligus.
Kemarin, Catherine sangat senang saat ia mendapat kiriman makanan dari Alex. Dengan tergesa-gesa ia membuka Kotak makanan itu dan ternyata isinya hanya Rendang saja, padahal ia berharap itu berisi Tiga menu baru Restoran Sarah seperti yang disebutkan oleh Koran Guild Pandora.
Setelah Satu Jam mengantri, akhirnya tibalah giliran Catherine. Wajahnya yang muram akhirnya menjadi cerah kembali, dengan semangat ia mengatakan ingin membeli Lima Puluh bungkus Sarahmie Mie Goreng Aceh. Namun, penjaga toko mengatakan pembelian dibatasi hanya boleh membeli maksimal Lima bungkus Sarahmie Mie Goreng Aceh. Alasannya untuk mencegah produk mereka diperjualbelikan kembali atau mencegah pengusaha nakal memborong Sarahmie Mie Goreng Aceh dalam jumlah besar.
__ADS_1
Catherine kembali berwajah murung saat meninggalkan Toko itu. Miranda segera menghiburnya dan memberitahu kalau Pangeran Pertama beberapa hari lagi akan menuju Kota Perdamaian, Dia menyuruh Catherine untuk meminta Pangeran Pertama membeli Sarahmie Mie Goreng Aceh dalam jumlah besar di sana.
Namun, Catherine malah tersenyum licik, sehingga Miranda berpikir apakah ia telah mengatakan sesuatu yang tabu.
“Ayo kita segera ke dapur Istana, kenapa bibi Miranda malah melamun?” tegur Catherine mempercepat langkahnya dan sudah tidak sabar ingin mencicipi Sarahmie Mie Goreng Aceh.
“Ah, eh ... tunggu Tuan Putri Catherine!” Miranda mempercepat langkahnya, tetapi ia segera berhenti melangkah karena melihat sosok yang mencurigakan di gang kecil. Sosok itu mengenakan penutup wajah bermotif tengkorak dan pakaiannya serba hitam, sosok itu berjalan mengikuti Gadis Orc yang baru saja keluar dari Toko Sarahmie.
“Ada apa Bibi Miranda?” Catherine bertanya dan ikut berhenti melangkah serta menoleh ke arah yang dituju oleh Miranda.
Sebelum Miranda menanggapi perkataan Catherine, tiba-tiba di ujung gang kecil itu muncul Empat Pria yang mengenakan pakaian yang sama dengan Pria yang mengikuti gadis Orc itu.
Catherine dan Miranda tentu merasa ada yang janggal. Kedua hendak memanggil gadis Orc itu untuk segera kembali ke jalan raya, tetapi tiba-tiba Pria misterius di belakang gadis Orc itu mengeluarkan belati yang diselimuti Elemen Sihir Api.
“Awassssssssss!” teriak Miranda.
Gadis Orc itu menoleh ke belakang dan terkejut melihat sebuah Belati telah tertancap di dadanya. Kantung plastik berisi Sarahmie Mie Goreng Aceh ditangannya langsung terlepas, tubuhnya kemudian ambruk dengan mata terbelalak.
Lima bungkus Sarahmie Mie Goreng Aceh berserakan karena diinjak oleh Pria misterius itu, air matanya mengalir deras membasahi pipinya dan teringat dengan nasihat ibunya agar tidak keluar dari lingkungan Akademi Kekaisaran Hazel, karena Koran Guild Pandora mengabarkan akhir-akhir ini ada kelompok misterius yang menargetkan pembunuhan terhadap Ras selain Manusia.
Namun, ia merasa Manusia telah berubah setelah Perang melawan pengikut Dewa Cthulhu. Kini mereka menerima semua Ras dan Akademi Kekaisaran Hazel memberikan beasiswa kepada Pemuda yang berprestasi dari Ras lain.
“Nona! Bertahanlah!” Itulah suara terakhir yang didengar oleh gadis Orc itu sebelum matanya tertutup selamanya.
__ADS_1