
Dewan Kota Reus juga tidak ingin Sarah menjadi Assassin dan Alex adalah Pahlawan yang membantu menyembuhkan cucunya sehingga ia berkata, “Kelurga Reus berteman baik dengan tuan Alex. Bila ada yang memusuhi tuan Alex maka sama saja mereka mengusik Kelurga Reus.”
Romanov mengerutkan keningnya dan bingung kenapa Sekolah Harapan dan Reus tiba-tiba mengaku memiliki hubungan dengan gadis setengah Elf itu.
Dia tersenyum masam dan segera duduk. “Ah, sayang sekali... padahal Guild Pandora adalah tempat terbaik berlatih seni beladiri.”
“Kakek Reus!” Sarah melambaikan tangan pada Dewan Kota Reus yang langsung membalas lambaian tangannya sembari tersenyum lebar.
“Ehemmm ....” Margareth berdehem karena merasa topik perbincangan mereka telah melebar jauh. “Perkenalkan... tuan Alex adalah Pemegang Hak Kepemilikan terbanyak Kedua di Perusahaanku dan juga yang menciptakan Sarahmie. Hanya perlu direndam dengan air panas saja, mie telah siap disajikan; sangat praktis, bisa dibawa ke mana-mana dan harganya sangat murah. Cukup membayar 10 Koin Perak saja, kalian sudah dapat memakan mie yang sangat enak.”
Para tamu sangat terkejut mendengarnya dan berpikir tidak mungkin ada makanan enak yang harganya hanya 10 Koin Perak. Roti selai Keju dan coklat yang dibuat oleh Perusahaan Robert saja, menjual satu bungkus Roti seharga 50 Koin Perak.
Mereka juga berpikir mungkin rasanya sama dengan Roti kering yang dimakan penduduk miskin di wilayah timur seharga 5 Koin Perak itu.
Margareth bertepuk tangan, kemudian Puluhan Pramusaji datang membawa meja yang dapat didorong. Diatas meja itu bertumpuk-tumpuk piring berisi Sarahmie Goreng Original dan yang lain membawa mangkuk berisi Sarahmie Soto Lamongan.
Para Pramusaji mulai membagikan Piring-piring dan mangkuk berisi Sarahmie kepada para tamu undangan.
Para tamu sebenarnya tidak ingin memakan makanan berharga murah itu. Namun, karena yang memberikannya adalah Keluarga Donovan, maka mereka terpaksa memakannya.
“Hmm, enak sekali!” Dewan Kota Reus tercengang dan merasa menyesal tidak bekerjasama lebih dulu dengan Alex, padahal ia lebih dulu mengenal Alex dari pada Margareth.
Donovan terdiam sejenak setelah mengunyah sesendok Sarahmie Soto Lamongan. Dia bingung kenapa Margareth menjual mie yang sangat enak ini seharga 10 Koin Perak saja, seharusnya dijual di harga 50-70 Koin Perak saja tetap akan diserbu pembeli.
Para tamu mulai memuji kalau Sarahmie itu sangat enak dan tidak sabar menunggu Sarahmie beredar di pasaran.
__ADS_1
Beberapa Pengusaha nakal mulai berpikir untuk memborong Sarahmie yang beredar di pasaran dan menjualnya di tempat lain dengan harga tinggi, maka ia akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
“Sarahmie akan dijual di toko-toko berlogo Perusahaan Margareth di wilayah Barat dan Timur mulai besok,” kata Margareth tersenyum cerah karena respon para tamu tampak menyukai Sarahmie. “Namun, setiap Pembeli hanya boleh membeli paling banyak 10 bungkus saja untuk menghindari Pengusaha nakal menimbun barang sehingga Sarahmie menjadi langka di pasaran. Kami juga akan menindak tegas siapapun yang menjual ulang produk kami tanpa persetujuanku!”
Beberapa Pengusaha yang berniat membeli Sarahmie dalam jumlah besar akhirnya kecewa dan mengurungkan niat mereka, karena takut Pendekar Kelurga Donovan akan memburu mereka.
Pria Elf tampan yang duduk di sebelah Duta besar Kerajaan Hutan Abadi terus menatap Alex dan Sarah.
Dia sangat penasaran dengan identitas Alex yang terlihat mirip dengan Pangeran Alex Acherron tersebut, apalagi gadis kecil setengah Elf yang digendongnya itu tampak berusia sekitar Empat tahun. Kalau anak yang dilahirkan oleh Putri Mahkota Helena masih hidup, maka usianya juga Empat tahun.
“Ada apa Damian? Kenapa kamu terus melihat mereka?” tanya Duta Besar Kerajaan Hutan Abadi keheranan, Damian belum menyentuh Sarahmie Goreng Original di piringnya.
“Ah, aku hanya melamun saja, tuan!” sahut Damian berkilah.
Sudah Lima hari ia berada di Kota Perdamaian dan tidak ada Manusia selain Alex yang memiliki anak setengah Elf. Kini, dia yakin Alex yang berada disebelah Margareth adalah Pangeran Alex, suami Putri Mahkota Helena.
“Tuan Putri... tolong jangan bersedih lagi, suami dan anakmu tampak baik-baik saja di Kota Perdamaian,” pikir Damian menghela napas panjang, kemudian ia memakan Sarahmie Goreng Originalnya.
Margareth dan Alex banyak mendapat pujian dari tamu undangan. Alex juga memanfaatkan momentum itu mempromosikan Restoran Sarah. Dia mengatakan bahwa Restoran Sarah menyajikan hidangan yang mirip Sarahmie bernama Bakso. Namun, Bakso itu terbuat dari daging Monster tingkat 10, berbeda dengan Bakso yang dibuat oleh Restoran baru yang mengaku-ngaku sebagai pelopor makanan baru (Restoran Jack).
Jack, Robert dan Merlin merasa Margareth akan mengancam posisi mereka dalam perebutan tahta Pewaris Utama Kelurga Donovan tersebut. Dari respon para tamu saja, mereka sudah dapat menebak; Sarahmie akan laris dipasaran. Perusahaan Margareth mungkin dalam satu tahun saja akan mendulang jutaan Koin Emas dan itu melampaui perolehan seluruh Perusahaan Keluarga Donovan.
Alex segera pulang sebelum Pesta usai karena Sarah sudah mengantuk, lagi pula acara berikutnya hanya berdansa saja.
“Tuan Alex!” sapa Isabella sembari tersenyum hangat. “Kapan Sarah akan belajar di Sekolah Harapan, besok Sekolah Harapan akan menerima murid baru.”
__ADS_1
Alex tersenyum hangat juga dan senang mendengarnya kalau Sekolah Harapan akan menerima murid baru. “Aku akan membawanya mendaftar ke Sekolah Harapan besok,” sahut Alex.
Sarah tidak memperhatikan Isabella yang berbicara dengan ayahnya, karena matanya terasa berat dan tidak memperdulikan lagi orang-orang disekitarnya.
Isabella sangat senang murid sepintar Sarah akan memasuki Sekolah Harapan. Dia tak ingin mengganggu Alex lagi dan segera kembali ke rombongan teman-temannya.
“Jessica mungkin akan mendaftar ke Sekolah Harapan juga,” kata Hannah saat berjalan meninggalkan Kastil Keluarga Donovan.
“Mungkin,” sahut Alex juga berharap Irina mendaftarkan Jessica ke Sekolah Harapan, karena Irina sekarang sudah memiliki cukup uang setelah bermitra dengan Perusahaan Keluarga Reus.
Setelah sampai di Restoran Sarah, Alex meletakkan Sarah diatas tempat tidur dan berjalan ke balkon karena ada sosok yang mencurigakan yang mengikuti mereka sejak meninggalkan Kastil Keluarga Donovan.
Alex curiga sosok mencurigakan itu dikirim oleh Jack atau Pendekar tingkat 9 yang ditinju oleh Elizabeth.
“Jangan bersembunyi dibalik Pohon itu, nanti buahnya yang belum matang berjatuhan!” seru Alex menatap tajam ke arah Pohon Apel di sudut halaman Restorannya.
Sosok misterius itu terkejut mendengarnya. Dia tidak menyangka Alex menyadari keberadaannya padahal ia sudah menekan Aura Pendekarnya serta Assassin yang tidak pernah dapat diendus oleh musuh saat berkeliaran di berbagai Kerajaan.
“Keluar sekarang atau kamu akan mati!” ancam Alex tidak ingin berbasa-basi, karena ia juga ingin segera tidur sebab besok harus membawa Sarah mendaftar ke Sekolah Harapan.
Sosok yang mengenakan penutup wajah segera melompat turun dari Pohon Apel dan Alex juga melompat turun dari balkon.
Ujung Pedang Meteor sepanjang Dua Meter menyentuh lantai halaman Restoran Sarah sehingga mengeluarkan bunyi.
Sosok misterius itu mengerutkan keningnya menatap Pedang Meteor. Dia tahu siapa pemilik asli Pedang itu. “Kamu adalah... Pangeran Alex Acherron!”
__ADS_1