Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Bahaya Mengintai


__ADS_3

Oliver segera kembali ke api unggunnya setelah memberikan peringatan kepada para Orc yang mencoba merampas makanan Orc lain.


Chicie tersenyum bangga dengan keberanian Kekasihnya itu dan ia langsung bersandar ke bahu Oliver yang hampir terjungkal karena tidak sanggup menahan beban berat tubuh gadis remaja Orc tersebut.


Alex tersenyum menatap tingkah lucu Chicie, kemudian ia bersandar pada pohon dan memejamkan matanya.


“Apa Pangeran Alex telah tertidur?” bisik Chicie menatap Alex yang duduk bersila dan tangan kanannya memegang gagang Pedang Meteor yang ujungnya tertancap ke tanah.


Oliver tersenyum tipis menatap Alex dan berkata, “Mana mungkin Pangeran Alex tertidur, dia hanya berpura-pura tidur untuk memancing musuh yang bersembunyi di kerumunan pengungsi menunjukkan dirinya dan menyerang Pangeran, kemudian ia akan melenyapkan mereka.”


Chicie langsung percaya dengan perkataan Oliver, karena kekasihnya itu adalah anggota militer yang tentu sudah terbiasa melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pangeran Alex.


Namun, tiba-tiba suara dengkuran keras memecahkan kesunyian malam itu dan banyak Orc yang menoleh ke arah Alex yang terus mendengkur, bahkan air liurnya sampai menetes dari sudut bibirnya.


Chicie menatap Oliver, tatapannya itu bermaksud mempertanyakan perkataan Oliver sebelumnya, yang mengatakan Alex sedang berpura-pura tidur untuk memancing musuh agar segera menampakkan diri.


Oliver mengangkat bahunya dan merentangkan kedua tangannya karena ia juga tidak menyangka dalam situasi mencekam begini, Alex masih dapat tertidur pulas.


“Kamu tidurlah lebih dulu, nanti sepertiga malam Aku akan membangunkanmu,” bisik Oliver memilih tidur bergantian untuk memastikan keselamatan mereka, karena tidak menutup kemungkinan dari ribuan pengungsi ini ada pengikut Dewa Cthulhu dan diam-diam akan melakukan penyergapan terhadap mereka.


“Kamu saja lebih dulu, Aku akan menjagamu,” sahut Chicie langsung merebahkan tubuh Oliver dan menjadikan pahanya sebagai bantal untuk kekasihnya itu.


Oliver tidak menyanggah ucapan Chicie, karena ia berpikir musuh akan bereaksi saat semua Orc tertidur lelap. Namun, dari sekarang hingga tengah malam nanti, sebagian besar Orc masih ragu-ragu memejamkan mata mereka karena takut tiba-tiba ada yang menyerang mereka.

__ADS_1


...***...


Sinar matahari pagi membuat Alex terbangun dari tidurnya dan ia langsung menguap dengan mulut menganga, kemudian menyeka sudut bibirnya.


Alex merasa tubuhnya cukup segar karena beberapa hari terakhir tidak pernah tidur, sebab terus berjalan bersama para pengungsi Orc tanpa beristirahat.


Beberapa Orc yang masih memiliki perbekalan memberikan Roti kering untuk anak mereka, sementara para Orc Dewasa memilih untuk tidak makan untuk menghemat bekal mereka yang masih tersisa. Mereka kemungkinan berpikir di pangkalan militer nanti, pihak Kerajaan Orc belum tentu akan memberikan mereka makanan karena ada jutaan pengungsi Orc dari berbagai penjuru yang akan menuju wilayah tengah Kerajaan Orc—yang belum ditaklukkan oleh Kekaisaran Hazel tersebut.


Satu persatu pengungsi Orc mulai berjalan ke arah wilayah tengah, mereka tidak menunggu para Orc yang masih tertidur atau yang sedang sarapan, karena mereka berpikir bila Pasukan Kekaisaran Hazel muncul, maka pengungsi yang berada di belakang lah yang dulu dimusnahkan oleh musuh.


Alex tersenyum pada Oliver yang tampak masih mengantuk dan ada garis hitam dibawah kantung matanya. Alex menduga Oliver mungkin tidak dapat tidur nyenyak tadi malam karena takut ada musuh yang menyergap mereka.


“Apakah Kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan tadi malam?” tanya Alex, “maaf tadi malam Aku ketiduran, padahal Aku berencana untuk berbagi shift jaga denganmu.”


“Oh, ya... apakah Legiun Barat telah membalas surat yang kamu kirim?” tanya Alex lagi.


Oliver memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan menyerahkan selembar kertas pada Alex.


Alex segera membaca surat itu dan keningnya langsung mengkerut. Dia tidak menyangka Pasukan Legiun Barat dan Legiun Tengah yang memasuki Kerajaan Goblin telah dikalahkan oleh mayat-mayat hidup Goblin, hanya sebagian kecil yang dapat melarikan diri kembali ke wilayah Utara Kerajaan Orc ini.


Untuk sementara, Jenderal tertinggi Legiun Barat akan menarik mundur semua militer yang tersisa ke perbatasan, sementara di wilayah Selatan Kerajaan Orc, Pasukan Jenderal August juga dihancurkan oleh mayat-mayat hidup. Namun, pelakunya adalah salah satu Komandan militer dari Pasukan Jenderal Ivan.


Hanya Jenderal August dan belasan bawahannya yang dapat melarikan diri ke wilayah Kekaisaran Hazel.

__ADS_1


“Kekacauan yang diakibatkan oleh pengikut Dewa Cthulhu ini lebih mengerikan dari yang aku duga!” keluh Alex menghela napas panjang, apalagi sulit mendeteksi mereka kecuali mereka menunjukkan Elemen Sihir Kegelapan atau memanggil mayat-mayat hidup.


“Apakah kita benar-benar tidak dapat melawan mereka?” tanya Oliver terlihat putus asa dan menatap Chicie. “Sebaiknya setelah kamu melapor kepada militer Kerajaan Orc, kita segera menuju Kota Perdamaian.”


Menurut Oliver, hanya Kota Perdamaian lah tempat paling aman di Benua Grandland, karena hanya Alex yang mampu melenyapkan mayat-mayat hidup dengan mudah. Alasan lainnya, istri dan putri Alex tinggal di sana, sehingga Alex pasti akan menghancurkan siapa saja yang mencoba mengusik tempat itu.


“Sebenarnya bila kita mengalahkan Pemimpin mereka, maka ancaman dari pengikut Dewa Cthulhu akan berkurang dan mungkin mereka tidak akan menampakkan diri untuk waktu yang lama. Namun, masalahnya Mordor entah bersembunyi di mana? Atau mungkin ia sedang menghancurkan Segel Dewa Cthulhu di suatu Hutan Monster,” sahut Alex, “baiklah, mari kita berangkat juga.”


Alex mengikuti barisan paling belakang pengungsi Orc yang kebanyakan adalah anak-anak, wanita dan Orc yang terluka.


“Bersembunyi!” Tiba-tiba salah satu Orc berteriak keras sembari menunjuk ke arah Barat. “Ada Pasukan Manusia yang mendekat!” katanya lagi.


Para Orc segera merebahkan tubuh di rerumputan, karena wilayah Kerajaan Orc sebagian besar adalah Padang rumput dan hanya ada sedikit pepohonan disekitar mereka, sehingga tidak ada tempat untuk bersembunyi.


Alex tidak ikut merebahkan tubuhnya di rerumputan, ia justru menatap ke arah kelompok Manusia yang melesat ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.


Alex langsung mengindentifikasi kalau mereka adalah Pendekar, yang berarti mereka adalah Pasukan militer Kekaisaran Hazel. Namun, kenapa mereka berlari dengan tergesa-gesa.


“Sial! Kita Ketahuan!” gerutu Alex mengerutkan keningnya. “Kenapa mereka berbelok ke arah Kita? Jangan-jangan ada sesuatu yang mengejar mereka dan menggunakan para pengungsi Orc sebagai umpan untuk memberikan kesempatan bagi mereka menjaga jarak dengan sesuatu yang mengejar mereka itu!”


“Mungkinkah mayat-mayat hidup Goblin?” tebak Oliver, karena dalam surat yang ia terima dari Jenderal Legiun Barat; Pasukan Kekaisaran Hazel dikalahkan oleh mayat-mayat hidup Goblin di Kerajaan Goblin.


Alex mengangguk setuju, siapa lagi yang membuat sekelompok Pasukan militer kabur kecuali musuh yang sangat kuat seperti mayat-mayat hidup tersebut.

__ADS_1


__ADS_2