Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Hutan Abadi X


__ADS_3

Orc yang pertama mencium aroma Sarahmie Soto Lamongan tiba-tiba melihat cahaya dari api unggun di sebelah kanannya.


“Bos Murag, lihat itu!” bisiknya, “memang ada Elf yang sedang memasak Sarahmie Soto Lamongan.”


Murag berhenti melangkah dan menoleh ke arah api unggun. Dia tidak menyangka ucapan Yarak memang benar ada yang memasak Sarahmie Soto Lamongan di hutan Kesunyian ini.


Namun, karena pihak lain tidak menyadari keberadaan mereka, Murag tidak ingin membuang-buang waktu di sini. Dia memberikan kode untuk melanjutkan perjalanan.


“Bos Murag... Kenapa kita tidak membunuh Elf Pria itu karena Elf wanitanya sangat cantik sekali, perhatikanlah!” Kronak yang berjalan ditengah berbisik pada Murag.


Murag tentu langsung memperhatikan wajah wanita Elf yang duduk di depan Api unggun bersama gadis kecil Elf.


“Eh, itu adalah setengah Elf?” Murag terkejut melihat Sarah yang asyik menyantap Sarahmie Soto Lamongan. “Kalau begitu Pria itu adalah Pendekar dari Ras Manusia,” gumamnya.


Murag merasa kenapa yang terlintas di benaknya adalah wajah Pangeran Alex dan informasi yang mereka terima yang akan menghentikan pernikahan politik Pangeran Kedua dengan Putri Mahkota Helena adalah Pangeran Alex.


“Mungkinkah itu Dia?” gumam Murag mau tak mau menjadi gelisah, karena bila lawan mereka adalah Alex maka lebih baik bunuh diri saja dari pada harus bertarung melawannya karena mereka pasti akan kalah.


Yarak masih tersenyum lebar dan telah berfantasi liar mem.per.ko.sa gadis Elf cantik itu dengan brutal. Namun, ia bingung kenapa ekspresi wajah Murag malah tampak gelisah.


“Lupakan saja mereka, misi kita lebih penting!” sahut Murag mempercepat langkahnya.


Yarak dan Kronak saling berpandangan serta terkejut Bos mereka tiba-tiba menjadi sosok yang pengecut, padahal biasanya Murag paling bersemangat bila berhubungan dengan wanita cantik dari Ras lain, bahkan mereka rela melintasi perbatasan demi menculik gadis-gadis dari Ras Manusia di Kekaisaran Hazel.


“Sudahlah Yarak... Mungkin Bos ingin segera menyelesaikan misi pengintaian ini dan setelah Kerajaan Orc berperang melawan Kerajaan Hutan Abadi maka kita tetap dapat menikmati para gadis-gadis Elf,” bisik Kronak segera berjalan mengikuti Murag.


Yarak seperti enggan berpisah dengan gadis Elf cantik yang duduk di pinggir Api unggun tersebut. Dia menatap wajah Helena beberapa saat sebelum berjalan melangkah mengikuti Kronak.

__ADS_1


“Eh, eh, eh... ada Monster besar menatap kita di sana!” Sarah melihat sosok bertubuh besar di kedalaman hutan Kesunyian setelah mengalirkan Elemen Sihir Cahaya ke kedua matanya.


Awalnya Sarah merasa ada sesuatu yang memperhatikan mereka dan ia penasaran siapakah yang sedang mengintai mereka, kemudian ia mengalirkan Elemen Sihir Cahaya ke matanya.


Karena ia pengguna semua Elemen Sihir, tanpa kesulitan pandangan mata Sarah berubah seperti mata Burung Hantu. Dengan jelas ia melihat Tiga sosok besar sedang berjalan ke arah Ibukota Kerajaan Hutan Abadi.


“Kita ketahuan, Bos Murag!” seru Karak setelah mendengar suara Sarah.


Murag mengerutkan keningnya dan menoleh ke arah api unggun, disaat bersamaan Alex juga menoleh ke arah mereka.


“Tidak salah lagi, Dia adalah Pangeran Alex!” pikir Murag langsung berkeringat dingin dan tubuhnya pun gemetaran, tetapi ia tetap berpura-pura tenang agar Kedua bawahannya tidak ketakutan.


Saat ini Alex tidak dapat melihat di mana sosok yang dikatakan oleh Sarah itu. Namun, ia percaya Sarah tidak mungkin berbohong.


“Kebetulan sekali, mungkin stok Rendang di Restoran akan habis bila pelanggan Restoran kita selalu penuh setiap hari,” kata Alex berniat menangkap Monster yang dikatakan oleh putrinya itu.


Alex menoleh ke belakang dan mengerutkan keningnya karena Helena telah mengambil mangkuknya yang masih berisi setengah porsi Sarahmie Soto Lamongan.


“Hmm, bayaran karena mengambil mie milikku adalah Kamu harus bersiap lembur hingga pagi, Sayang ....” Alex mengedipkan mata menggoda Helena.


“Kok, Ayah bertingkah aneh setelah bertemu ibu, ya?” Sarah tampak kebingungan menatap Alex.


“Anak kecil makan yang banyak saja,” sahut Alex tersenyum lebar. “Semakin sedikit yang kamu tahu, maka itu semakin baik untukmu!” candanya lagi.


Helena menggelengkan kepala dan membagi sebagian mie milik Alex yang ia ambil untuk Sarah, sehingga Sarah tersenyum lebar dan menjulurkan lidahnya pada Alex; mengejek ayahnya itu karena takut pada ibunya.


Alex hanya tersenyum saja dan berjalan ke dalam hutan kesunyian sembari menghunus Pedang Meteor. Dia melesat ke arah yang ditunjuk oleh Sarah dan saat ia mendekati tempat itu, ia menyadari bukan Monster yang mengintai mereka. Namun, itu adalah Orc, sehingga ia bingung apa yang Orc lakukan di wilayah Elf.

__ADS_1


“Pendekar Manusia itu adalah Pendekar tingkat 10, ayo lawan bersama-sama!” teriak Murag segera mengangkat Palu besar miliknya.


Namun, saat Yarak dan Kronak melesat ke arah Alex dengan mengayunkan senjata masing-masing, Murag malah melarikan diri secepat mungkin, bahkan ia membuang Palunya agar mengurangi bebannya.


Boooooommmmmm!


Yarak dan Kronak terhempas menabrak pepohonan yang langsung tumbang. Keduanya memuntahkan seteguk darah, senjata mereka terpotong oleh Pedang Pendekar Ras Manusia itu dan yang paling membuat mereka terkejut adalah dada mereka ternyata terluka menganga lebar.


Sebelum menghembuskan napas terakhir, Yarak dan Kronak mengutuk keras Bos mereka yang malah menjadikan mereka sebagai tumbal agar ia dapat melarikan diri.


“Aku ... Alex Acherron akan menghancurkan siapa saja yang berani mengusik Kerajaan Hutan Abadi!” Alex berteriak keras agar Murag mendengarnya, walaupun sebenarnya ia tidak akan ikut campur dalam urusan internal Kerajaan Hutan Abadi. Namun, Ratu Elf tetaplah mertuanya dan istrinya akan sedih bila sang Ratu tewas bila kalah melawan Kerajaan Orc.


Alex sangat yakin, namanya akan kembali tenar seperti dulu setelah tersiar kabar tentang kematian Tetua Agung Elf ditangannya dan Pangeran Kedua yang entah bagaimana nasibnya sekarang, apakah Dia mati atau hanya terluka parah saja.


“Apa yang terjadi?” tanya Helena setelah Alex meletakkan Dua mayat Orc di dekat api unggun.


“Sepertinya mereka adalah tim pengintaian dan mungkin Kerajaan Hutan Abadi akan berperang melawan Kerajaan Orc,” sahut Alex.


Helena menatap Kedua mayat Orc itu tanpa berkedip, sesaat kemudian ia menghela napas panjang. “Semoga saja Kerajaan Hutan Abadi dapat melewati badai yang akan menerjang.”


Alex memilih diam saja, karena ia tidak memiliki kata-kata mutiara menghibur istrinya itu. Dia juga tiba-tiba teringat dengan ibunya, Lilia. Mungkin Lilia akan sedih setelah mengetahui apa yang terjadi pada Lycus dan pelakunya adalah juga Putranya sendiri.


Alex berpikir mungkin ia tidak akan pernah bertemu lagi dengan ibunya itu.


“Kenapa rasanya Ayah dan Ibu terlihat sedih?” Sarah berkata pelan membuyarkan lamunan Alex dan Helena.


Alex tersenyum hangat dan berkata, “Baiklah... mari kita pulang ke rumah kita dan besok Ayah akan membuat hidangan baru lagi yang tentunya tidak kalah enak dengan menu yang lama.”

__ADS_1


“Horee... ayo cepat, Bu! Aku juga harus tidur lebih awal agar tidak terlambat ke Sekolah Harapan,” sahut Sarah sembari menarik tangan Helena berjalan ke arah Pegasus.


__ADS_2