
Lord Torin segera menuju Kastil Pemimpin Kota setelah mendengar laporan dari Jean bahwa seorang wanita Elf dari Restoran Sarah telah membunuh beberapa Preman di wilayah timur Kota Perdamaian.
“Apa yang membuatmu kemari dengan tergesa-gesa, Torin?” tanya Lord Michael sembari meletakkan tumpukan dokumen diatas meja, kemudian ia duduk di kursi bersebelahan dengan Torin.
“Baru sehari berada di Kota Perdamaian, istri Alex telah membuat keributan,” kata Torin sembari menuangkan teh hangat ke gelas dan menenggaknya.
Lord Michael menatap sahabatnya itu dengan ekspresi kebingungan. “Tidak ada yang salah dengan tindakannya itu, kan?” tanyanya lagi, karena ia yakin para Preman lah yang pertama mengusik Helena—sebab mereka tergoda dengan kecantikannya.
Lord Torin tersenyum lebar. “Memang tidak ada yang salah,” sahutnya, “tetapi seluruh Benua Grandland akan segera mengetahui kalau mereka tinggal di Kota Perdamaian. Bagaimana kalau kita mengundang mereka untuk bergabung dengan kita dan dengan pengaruh atau nama besar mereka, kita dapat menekan para Dewan Kota licik itu.”
Akhirnya Lord Michael memahami kenapa Lord Torin tergesa-gesa menemuinya. “Kita tidak bisa mengusik mereka untuk saat ini, situasi di Benua Grandland sedang kacau dan mungkin akan mengarah kepada Perang Rasial lagi.”
Karena bila Perang berlangsung di Kota Perdamaian, maka dukungan dari Dewan Kota sangat diperlukan—sebab mereka memiliki banyak Pendekar dan juga keuangan.
Lord Torin menggelengkan kepala dan berkata, “Kita tidak perlu sampai terlalu mengusik mereka. Yang perlu kita lakukan hanyalah mulai membenahi wilayah timur dengan mengatasnamakan Alex.”
Lord Michael terkejut mendengarnya, sesaat kemudian ia menganggukkan kepala tanda setuju dengan usulan Pemimpin tertinggi Petugas Keamanan Kota Perdamaian tersebut. Apalagi Alex juga memiliki Hak Kepemilikan atas Pabrik Sarahmie yang telah mengurangi ribuan pengangguran di wilayah timur.
Beberapa hari yang lalu, Lord Michael mendapatkan informasi kalau Guru Isabella yang juga berteman baik dengan Alex hendak membangun cabang Sekolah Harapan di wilayah timur dan itu juga didukung oleh Alex, karena Alex menyumbangkan sebagian keuntungan Restorannya untuk membiayai cabang Sekolah Harapan itu.
Entah mengapa, Lord Michael merasa Alex ini seperti Pahlawan yang diutus oleh Dewa untuk membuat perubahan di Benua Grandland. Dia menjadi pionir makanan baru, mungkin bila pemilik modal lainnya merayunya untuk menciptakan makanan awet lainnya, maka akan berdiri lagi Pabrik skala besar di wilayah timur yang tentunya akan mengurangi pengangguran di sana.
Setelah berbincang-bincang tentang Alex, Lord Michael teringat dengan laporan dari Elizabeth beberapa hari lalu. “Apa kamu sudah menemukan keberadaan para pengikut Dewa Cthulhu yang bersembunyi di Kota Perdamaian ini?” tanyanya penasaran, karena sudah banyak penduduk yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
__ADS_1
Lord Torin menggelengkan kepala dan berkata, “Sepertinya mereka mengendurkan aktivitas mereka. Aku takut mereka mungkin sedang menyusun rencana untuk melakukan sesuatu yang akan mengejutkan kita.”
Berdasarkan lukisan di dinding gua Hutan Monster, perang antara pengikut Dewa Cthulhu dengan Dewa-Dewa lainnya lebih mengerikan dari pada Perang Rasial Seratus tahun yang lalu. Benua akan menjadi hamparan mayat hidup dan hanya segelintir berbagai Ras saja yang dapat bertahan setelah para Dewa menyegel Dewa Cthulhu.
“Tapi seutas harapan tetap ada, karena mata-mata kita di Hutan Abadi melaporkan kalau Alex telah membunuh Tetua Elf yang memiliki Elemen Sihir Kegelapan dan Dia mendengar perbincangan Alex dengan Tetua Elf itu tentang Pendekar tingkat 11. Namun, karena keadaan di sana sangat kacau, ia tidak mendengar apa kelanjutan perbincangan mereka,” kata Lord Torin lagi.
“Mungkinkah Alex telah melampaui Pendekar tingkat 10?” Lord Michael berspekulasi.
“Mungkin saja, itulah mengapa Aku ingin kita membuat Alex menjadi Sekutu kita,” kata Torin.
Lord Michael tentu sangat mendukung usulan sahabatnya itu.
Setelah Lord Torin pergi, Lord Michael memanggil sekretaris pribadinya untuk menanyakan apa masih ada dana yang bisa digunakan untuk merenovasi beberapa tempat di wilayah timur.
Lord Michael menghela napas panjang saat kembali duduk di kursi kerjanya dan berpikir ia hanya dapat merubah wilayah timur Kota Perdamaian secara perlahan-lahan saja.
...***...
Guild Pandora telah mengirim monster Ayam liar pesanan Alex ke Restoran Sarah. Kini Alex mulai membuat menu baru yang akan dijual perdana saat makan siang nanti.
Alex memasukkan Dua Puluh Ayam utuh ke dalam ember, sedangkan Delapan Puluh lainnya disimpan ke dalam mesin pendingin buatan Dwarf di gudang khusus di sebelah dapur Restoran.
Hannah yang sedang sibuk memasak makanan untuk pelanggan Restoran keheranan melihat Bos-nya itu datang membawa Ayam utuh tanpa dipotong-potong seperti pada Ayam Crispy.
__ADS_1
“Bos... Apakah menu baru itu terbuat dari Ayam?” tanya Eva yang baru saja selesai menggoreng Lima Paha Ayam pesanan pelanggan.
Alex menganggukkan kepala dan berkata, “Aku akan menamakannya ‘Ayam Betutu’ atau Ayam panggang utuh seperti Restoran Raella di dekat Jembatan Elbrus itu. Namun, Ayam Betutu ini memiliki bumbu-bumbu yang khas buatanku sehingga rasanya akan berbeda dengan mereka.”
Dengan bangga Alex mengaku telah menciptakan Ayam panggang khas buatannya sendiri, padahal sebenarnya Ayam Betutu itu adalah makanan khas Bali di kehidupannya yang sebelumnya.
Hannah dan Eva sangat senang mendengarnya, tetapi mereka juga merasa kasihan dengan Restoran Raella, sebab pelanggan setianya mungkin akan beralih ke Ayam Betutu karena menu baru ciptaan Bos mereka tidak pernah gagal dan selalu akan menjadi yang terenak.
Hannah dan Eva tidak membantu Alex dalam memasak Ayam Betutu itu, karena keduanya juga sibuk memasak hidangan untuk pelanggan.
Alex mulai mencuci semua Ayam itu dan mempersiapkan bahan-bahannya, seperti perasan air jeruk nipis, garam, minyak untuk menumis, serai, daun singkong, daun pisang dan yang lainnya.
“Bos tampan dan elegan sekali saat mulai serius bekerja,” pikir Eva melirik Alex yang sedang melumuri Ayam utuh dengan garam dan air perasan jeruk nipis secara merata satu persatu.
Setelah itu Alex memanaskan minyak, kemudian menumis bumbu halus dan serai hingga harum.
Dia kemudian mengambil sebagian bumbu itu, kemudian mengaduknya bersama daun singkong dan daun jeruk. Setelah itu ia memasukkannya ke dalam perut hingga rongga Ayam. Sementara sisa bumbu lainnya dilumuri ke seluruh permukaan Ayam secara merata.
Dia kemudian membungkusnya dengan daun pisang dan mengukusnya.
“Begitu saja Bos cara membuatnya?” tanya Hannah penasaran.
“Setelah dikukus selama 45 menit, nanti akan dipanggang lagi,” sahut Alex sembari berpikir berapa harga yang akan ia patok nantinya. “Karena prosesnya cukup lama dan yang dihidangkan setiap hari juga terbatas, maka Ayam Betutu ini akan menjadi menu paling mahal. 500 Koin Perak sepertinya tak terlalu mahal,” gumamnya mematok harga senilai setengah Upah Minimum Kota Perdamaian tersebut.
__ADS_1