Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Sarah Selalu Menggemaskan Saat Makan


__ADS_3

Alex mendengarkan Lilia berbicara tentang pembangunan infrastruktur di selatan Kekaisaran Hazel dengan seksama dan sesekali Einar akan menyahut, kemudian memberikan penjelasan lebih lengkap.


Pembangunan infrastruktur di selatan Kekaisaran Hazel ternyata menguras keuangan Kekaisaran Hazel, beberapa bangsawan di bagian Utara banyak yang protes karena Kaisar menaikkan pembayaran upeti hingga mencapai 50%.


Belum lagi, Kaisar juga telah melakukan pinjaman dana Satu Juta Koin Emas dari Bank Voldemort untuk mendanai pembangunan bendungan dan irigasi.


Kalau hanya mengandalkan pendanaan dari upeti yang diberikan oleh Bangsawan dan penduduk di wilayah Utara, kemungkinan Kekaisaran Hazel tidak akan dapat melanjutkan pembangunan infrastruktur di selatan.


Tujuan kedatangan Einar ke Kota Perdamaian adalah mengundang Tujuh Pengusaha melakukan investasi di wilayah Selatan Kekaisaran Hazel.


Margareth yang merupakan pemilik Pabrik Sarahmie sudah menghubungi Einar lebih dulu. Dia tertarik melakukan investasi di wilayah Selatan yang terkenal memiliki tanah yang subur tersebut.


Margareth bersedia menyewa Sepuluh Juta Hektar lahan pertanian di sepanjang pantai untuk ditanami Pohon Kelapa. Dia juga menyewa lahan pertanian seluas Satu Juta Hektar di wilayah sub-tropis dekat wilayah paling selatan Kekaisaran Hazel untuk ditanami Gandum.


Alex terkejut mendengarnya dan tidak menyangka Margareth akan begitu gesit melakukan ekspansi bisnis. Kalau seperti ini, maka Dividen yang akan ia terima akhir tahun nanti pasti akan sedikit, tetapi untuk jangka panjang itu justru akan meningkatkan keuntungan Perusahaan.


Di Bumi, ekspresi bisnis sudah hal yang wajar di lakukan oleh sebuah Perusahaan. Bahkan ada Perusahaan yang awalnya hanya memproduksi mesin-mesin kendaraan bermotor, melakukan ekspansi bisnis ke bisnis perkebunan dan pertambangan sehingga keuntungan Perusahaan tersebut naik berkali-kali lipat.


Lilith, Viola, dan Elenna datang dari dapur membawa nampan berisi makanan yang mereka pesan tadi.


“Wah, Aku sudah tak sabar ingin mencicipinya!” Mata Catherine berbinar-binar menatap Tempoyak Ikan Patin, Pempek Palembang, dan Gado-gado di hadapannya.


Sarah mengambil Sumpit dan menjepit Pempek Kapal Selam, kemudian mencelupkannya ke dalam mangkuk berisi Cuko atau Kuah Pempek.

__ADS_1


“Hmm, enaknya!” Ekspresi wajah Sarah tampak menggemaskan dan cara dia mengunyah pempek berisi telur itu membuat siapapun yang melihatnya akan menelan air liur mereka.


“Aaaaaaaa! Aku sudah tak tahan lagi!” Catherine berteriak keras, setelah menelan air liurnya saat menatap Sarah mengunyah Pempek Palembang. “Kalau kalian mau berbincang-bincang maka teruskan saja, Aku sudah kelaparan!” keluhnya lagi.


Catherine mengambil Sumpit dan menjepit Pempek Lenjer, kemudian mencelupkannya ke dalam mangkuk berisi Cuko.


Wajah Catherine tampak bahagia saat mengunyah Pempek Lenjer itu. “Beruntung sekali Aku dapat memakan makanan dari Surga ini, apakah Kakak Alex adalah Dewa Pencipta Makanan?”


Lilia menggelengkan kepala mendengar perkataan nyeleneh Putrinya itu. Namun, tiba-tiba Alex malah menyahut kalau dirinya memang sudah menjadi Dewa, makanya ia dapat menciptakan makanan enak. Akan tetapi ia mengatakannya sembari tertawa.


“Aku merasa Kakak Alex benar-benar Dewa, karena hanya Dewa yang dapat bangkit kembali setelah terpuruk dan tiba-tiba menciptakan banyak mukjizat—”


“Catherine!” tegur Lilia menyela perkataan Catherine.


“Tempoyak Ikan Patin ini enak sekali, sepertinya bumbunya mengandung buah Durian,” kata Miranda merubah topik perbincangan mereka.


Wajar saja Miranda merasa ada rasa duriannya dari Tempoyak Ikan Patin itu, karena Tempoyak sendiri adalah fermentasi daging Durian. Etnis Melayu di Sumatera dan Kalimantan menggunakan Tempoyak sebagai bumbu masakan dan juga dicampur dengan Sambal.


Lilia pun mencicipi Tempoyak Ikan Patin itu. “Ini sangat enak sekali, kapan Kamu akan merilisnya di Koran Guild Pandora agar penduduk di Kekaisaran Hazel dapat menikmati hidangan seenak ini?


Alex tersenyum lebar dan berkata, “Karena Aku baru saja merilis beberapa masakan baru hari ini, maka Ketiga menu ini baru akan dirilis Bulan depan.”


“Bos Alex sudah merilis menu baru?” Miranda terkejut mendengarnya, karena ia tidak mendengar kabar itu.

__ADS_1


“Karena serbuan Monster-monster Ikan di Kerajaan Iblis, stok Ikan laut menjadi melimpah ruah. Dari pada tidak laku dan terbuang sia-sia, Aku merilis menu Balado Ikan Tuna, Sup Kepala Ikan, Oseng Pedas, Asam Pedas, Tuna Masak Kecap, dan Gulai Kuah Santan. Sebenarnya masih ada beberapa olahan Ikan Laut lainnya, tetapi Aku akan menyimpannya khusus dirilis perdana di Restoran Sarah dulu,” sahut Alex tersenyum lebar.


“Kamu harus membeli Koran edisi hari ini agar Kita tidak ketinggalan resep masakan itu.” Catherine berkata pada Miranda. “Apakah itu dapat digunakan untuk jenis Ikan Sungai?” tanyanya lagi.


“Tentu saja bisa, tinggal bagaimana Koki yang memasaknya dan menentukan takaran bumbunya agar terasa enak. Koki berpengalaman pasti bisa melakukannya,” sahut Alex yang tidak jadi-jadi memasukkan sendok berisi Bubur Tinutuan ke mulutnya.


Lilia tersenyum hangat menatap Alex sehingga Alex merasa canggung.


“Ada Bu, apakah ada yang salah dengan wajahku?” selidik Alex penasaran.


Lilia menggelengkan kepala dan berkata, “Aku bangga Kamu telah menciptakan banyak jenis variasi resep memasak makanan. Bahkan kini, semua orang dapat memasak makanan enak tanpa harus pergi ke Restoran mewah.” Karena Restoran mewah biasanya selalu merahasiakan resep masakan mereka agar hanya mereka yang menjual makanan enak tersebut.


Alex tidak tahu harus berkata apa, kalau yang berbicara adalah Catherine maka ia akan berkata ngawur dan menyombongkan diri. Namun, ia tidak berani melakukannya pada Ibunya sehingga akhirnya ia hanya tersenyum saja.


Einar meletakkan Pisau dan garpu setelah selesai menghabiskan Ayam Betutu. Dia kemudian mengelap bibirnya sapu tangan bersih dan menenggak Teh hangat.


“Apakah Kamu sudah kenyang, mari kita berbicara tentang bisnis?” Einar berkata pada Alex yang lagi-lagi gagal memasukkan sendok berisi Bubur Tinutuan ke mulutnya, karena harus menjawab pertanyaan dari Ibunya, Catherine, dan Miranda. Namun, Einar memilih diam saja sejak tadi, bahkan hanya menjawab seadanya saja pertanyaan Alex.


“Gado-gado ini enak juga, ini seperti salad kacang tanah!” kata Catherine melirik Alex.


“Tolong nanti saja bila kalian ingin bertanya sesuatu, biarkan Aku sarapan pagi dengan tenang!” sahut Alex, karena cacing di perutnya telah berdendang ria karena asupan nutrisi tak kunjung datang.


“Cih, siapa yang melarang Kakak makan? Kakak saja yang menunda-nunda sendok berisi Bubur Tinutuan itu masuk ke mulutmu, padahal sendoknya sudah hampir menyentuh bibirmu,” gerutu Catherine sembari melahap Gado-gado dengan rakus. “Ah, nikmatnya ... kalau saja tidak banyak pekerjaan yang harus kuurus di Kekaisaran Hazel, maka Aku akan Cuti selama Setahun agar dapat makan enak sepanjang hari di sini.”

__ADS_1


“Tapi Bibi selalu mengeluh saat disuruh Ayah mencuci piring!” sela Sarah dengan ekspresi wajah polos—yang membuat semua orang tertawa, sementara Catherine tampak malu.


__ADS_2