Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Keputusan Alex


__ADS_3

Alex dan Helena berdiskusi tentang tindakan apa yang akan mereka lakukan dalam menghadapi Dewa Matahari itu.


Zelma memohon kepada Alex agar menyelamatkan rekan-rekannya di Menara Sihir, sementara Delilah hanya memberitahu tentang Kekuatan seperti apa yang dimiliki oleh Dewa Matahari dan Tujuh Malaikat Penjaga.


Namun, Delilah mengatakan bahwa apa yang ia katakan itu hanya yang tertulis dalam buku saja, mungkin saja tidak semua Kekuatan Dewa Matahari dituliskan dalam buku tersebut.


Malam semakin larut, semua karyawan Restoran Sarah telah pergi ke kamar masing-masing. Hanya Alex yang masih duduk di kursi balkon lantai atas ditemani segelas kopi.


Asap tebal membumbung dari mulutnya sembari menengadah menatap bintang-bintang di langit dan teringat pada kehidupannya saat masih di Bumi.


Sebenarnya ia tidak merokok, tetapi kali ini ia merokok karena kepalanya terasa pusing. Dia membeli tembakau dan kertas, kemudian ia menggulung tembakau pada kertas itu, sehingga terbentuklah rokok kretek buatannya.


Setelah sebungkus tembakau yang ia beli habis, Alex menulis sesuatu di secarik kertas dan meletakkannya di atas meja rias Helena.


Dia mengecup pipi mungil Sarah dan kening Helena yang tertidur pulas. Kemudian ia melangkahkan kaki menuju balkon dan menutup pintu dengan perlahan-lahan agar tidak ada yang terbangun.


Sayap Putih membentang di punggung Alex, kemudian ia terbang tinggi ke langit.


Helena membuka matanya, sebenarnya ia tidak tidur karena Alex terus melamun, hal itu membuatnya khawatir. Apalagi tiba-tiba saja suaminya itu merokok dan menenggak Kopi, padahal biasanya Alex lebih sering minum teh.


Dia kemudian membaca surat yang ditinggalkan Alex. Air matanya langsung mengalir deras membasahi pipinya.


“Helena ... maafkan Aku pergi tanpa pamit padamu. Tolong katakan pada Putri kita bahwa Aku pasti akan kembali.

__ADS_1


Oh, ya, Aku telah mencapai kesepakatan bisnis dengan Ron. Kita memiliki Hak Kepemilikan 80% atas Perusahaan pembuatan Kapal Terbang Sihir.


Tunjuk saja Delilah sebagai manajernya dan gaji mereka adalah 10 Koin Emas. Bila mereka menolak atau membangkang, maka jangan segan-segan menghukum mereka agar mereka tidak berani melawanmu lagi.


Oh, Aku hampir lupa, setelah Ron selesai membangun Pabrik, maka suruh saja William memindahkan pembangunan Kapal Terbang Sihir itu ke Pabrik baru itu.


Hmm, apa lagi ya? Sepertinya tidak ada lagi yang kelupaan. Doakan Aku kembali dengan selamat, ya? Jangan menangis, nanti Sarah bangun.


Dan ... jangan pernah mencoba menyusulku ke Benua Vlorien. Ingat, keselamatan Sarah dan dirimu lebih penting.


Aku mencintaimu Helena, selalu dan ... akan selalu mencintaimu dan Sarah.


Oh, ya ... bila Aku tak kunjung kembali, maka Kamu berhak mencari Pria yang lebih baik dariku. Namun, semoga saja Aku kembali, karena Aku masih ingin selalu bersamamu he-he-he.


Sampai jumpa lagi!”


“Pegasus!” seru Helena.


Pegasus segera muncul di hadapan Helena, tanpa diberi perintah—Pegasus langsung terbang tinggi ke langit mengejar Alex. Namun, dalam sekejap mata, Alex telah menghilang dari pandangan mereka.


“Alexxxxxxxxxx!”


Suara teriakan Helena menggema di Kota Perdamaian. Lord Michael, Lord Torin, dan para Pendekar tingkat 10 langsung berspekulasi kalau Alex mungkin menuju Kota Perdamaian untuk melawan Dewa Matahari.

__ADS_1


Kabar tentang kemunculan Dewa Matahari telah menyebar di seluruh Kota Perdamaian. Para pelanggan Restoran Sarah lah yang menyebarkan kabar tersebut dan mengatakan Alex dengan percaya diri dapat mengalahkan Dewa Matahari seperti yang ia lakukan saat mengalahkan Dewa Cthulhu.


Pegasus berhenti mengejar Alex, ia tetap melayang di langit dan membiarkan Helena menangis tersedu-sedu.


...***...


Sementara itu, Alex telah terbang jauh melintasi samudera yang gelombangnya seperti tsunami. Terlihat juga, Monster Ikan sebesar Pulau melompat tinggi hendak menerkamnya.


Kini ia akhirnya mengerti kenapa tidak ada yang berani berlayar ke samudera, ternyata Monster di sini sangat mengerikan sekali. Pantas saja Benua Vlorien berhasil berinovasi mengubah Kapal yang seharusnya berlayar di atas air menjadi terbang di langit.


Cuaca di lautan tidak berujung tersebut juga sangat aneh, kadang-kadang cerah, hujan lebat, ada juga badai petir, badai awan gelap.


“Sial! Karena buru-buru pergi, Aku lupa membawa bekal makanan,” gerutu Alex yang tidak tahu telah terbang berapa lama diatas lautan tidak berujung.


Dia hanya terbang lurus tanpa berbelok, karena ia tidak memiliki peta atau kompas. Dia mengikuti perkataan Ulrich yang dulu mengatakan kalau mereka terbang lurus ke arah Barat dari Benua Vlorien dan akhirnya menemukan Benua Grandland, makanya Alex hanya terbang lurus ke arah timur agar tidak meleset dari Benua Vlorien.


Alex menangkap Monster Ikan dan memakannya mentah-mentah. Dia menganggapnya itu adalah sashimi versi ala kadarnya saja, karena tidak ada campuran apapun.


Setelah matahari terbenam dan terbit berkali-kali saat ia terbang melintasi lautan tak berujung, Alex akhirnya melihat batu karang. Dia yakin, ia telah memasuki lautan dangkal dan tak lama lagi pasti akan bertemu daratan.


“Akhirnya, Aku tidak perlu makan sashimi lagi,” gumam Alex tersenyum lebar. “Pertama-tama Aku harus makan sepuasnya di sana, barulah adu banteng dengan Dewa Matahari itu!” pikirnya lagi.


...***...

__ADS_1


{Libur beberapa hari terakhir karena saya sakit perut. Setelah menulis tentang mie Aceh, malamnya saya membeli mie instan yang duo atau isi dua. Merasa tidak akan puas makan Satu bungkus, saya beli lagi yang isi satu dan dimasak barengan hingga hasilnya ... piring pun hampir tumpah saking banyaknya. Hasilnya pun memuaskan, sakit perut, hidung berair, men*crettt😁😁😁😁😁😁}


Tapi saya curiga, mungkin itu karma karena keluhan tidak crazy up, sebenarnya janji crazy up itu terpenuhi loh, walaupun cuma dua hari doang 🗿😁.


__ADS_2