
Sarah langsung turun dari lantai atas ketika mendengar suara Alex. Dengan senyum cerah, ia melompat ke pelukan Alex dan menggerutu karena Alex tidak membawanya berpetualang bersama.
“Ibu juga mengeluh Kakak Alex pergi terlalu lama,” kata Catherine sembari melirik Lilia yang baru saja turun dari lantai atas bersama Sarah.
“Kita sudah terlalu lama di Kota Perdamaian, Aku takut Ayah kalian kelelahan bekerja sendirian di Kota Ella,” sahut Lilia tersenyum hangat.
Alex ingin mengatakan kalau semua tugas-tugas Kaisar sudah terjadwal, termasuk makan dan istirahatnya. Namun, ia tidak mengatakannya karena ia tahu perkataan ibunya hanya berkilah saja agar dibolehkan pulang ke Kota Ella.
“Baiklah, Ibu dan Catherine boleh pulang akhir pekan nanti,” kata Alex yang berarti Ibunya harus tetap tinggal selama Lima hari lagi.
Catherine sangat senang mendengarnya, karena berarti ia akan menikmati kelezatan masakan baru saudaranya itu.
“Namun, Aku tidak memiliki inspirasi akhir-akhir ini sehingga tidak bisa menciptakan menu baru lagi,” kata Alex lagi yang membuat Catherine cemberut.
Alex tidak ingin terlalu banyak menu baru yang beredar dalam waktu singkat, sehingga para pelanggan bingung harus menikmati makanan yang mana. Untuk kedepannya ia akan memunculkan menu baru Tiga Bulan sekali saja.
“Masakan Saksang dan Daging Sapi Belacang yang sedang naik daun di Beasthuman itu adalah buatanmu, kan?” selidik Catherine, “tolong masakkan untuk Kami?”
“Ya, ya!” Sarah mengangguk setuju sembari menatap Alex dengan mata berbinar-binar.
Alex tersenyum masam dan telah berjanji pada dirinya tidak akan memasak kedua menu itu hingga Musim Dingin mendatang. “Bagaimana saat liburan sekolah saja Kita berliburan ke sana dan Aku akan memperkenalkanmu pada Ros dan Eris?”
“Siapa itu Ros dan Eris?” tanya Sarah penasaran, sementara Helena mengerutkan keningnya dan menatap tajam suaminya itu.
“Mereka setahun lebih muda darimu,” sahut Alex, “Eris adalah Putri dari Paman Logan ... eh, Logan belum bertemu denganmu, ya?” Dia teringat saat itu Logan datang ke Restoran Sarah ketika Sarah masih berada di Cabang Sekolah Harapan.
“Wah, berarti mereka akan menjadi adikku he-he-he.” Sarah tertawa kegirangan. “Aku akan bicara dengan Kepala Sekolah Isabella, apakah jadwal liburan sekolah bisa dimajukan saja,” katanya lagi.
__ADS_1
Alex mencubit hidung putrinya itu dan berkata, “Tidak boleh! Kalau bukan masalah pelajaran, jangan pernah berbicara aneh-aneh dengan Kepala Sekolah Isabella atau dengan guru lainnya.”
“Baiklah,” sahut Sarah lesu—kemudian tersenyum cerah lagi. “Ayah, masakkan makanan enak untukku lagi, masakan ibu membosankan sekali. Ibu hanya memasak itu-itu saja setiap hari, malah lebih hebat Nenek Lilia.”
Helena mengerutkan keningnya mendengar perkataan putrinya itu dan tidak menyangka Sarah semakin hebat saja membual. Dia mulai berpikir mungkin karena Sarah dirawat oleh Alex semenjak dari bayi, sehingga sifat-sifat Alex lebih menular padanya.
“Baiklah, Kamu ingin makan apa?” sahut Alex menurunkan Sarah dari pelukannya dan segera menggulung lengan bajunya.
Sarah berpikir sejenak dan berkata, “Nasi Goreng pedas pakai ikan asin, petai, dan telur mata sapi.”
“Ooh, seleramu sama seperti Ayah,” sahut Alex tersenyum lebar.
“Aku juga suka makan Nasi Goreng,” sela Helena, “seleraku yang menurun padanya!”
Alex kebingungan mendengar perkataan istrinya itu. Kenapa terdengar mereka seperti berkompetisi sifat siapa yang lebih dominan menurun pada Sarah.
Alex tersenyum tipis dan mengangkat tangannya. “Ya, selera Sarah sama dengan ibunya.”
“Aku juga mau Nasi Goreng!” seru Catherine. “Bagaimana dengan Ibu?” tanyanya pada Lilia.
“Aku nasi goreng saja,” sahut Lilia tidak ingin Putranya kelelahan bila memasak hidangan berbeda-beda, apalagi Alex baru saja pulang dari perjalanan jauh.
“Baiklah, bagaimana dengan kalian?” Alex menoleh ke arah gadis-gadis cantik Karyawan Restoran Sarahnya tersebut.
“Kami sudah ma—” Eva hendak menanggapi perkataan Alex, tetapi Hannah menutup mulutnya.
“Kami juga akan makan Nasi Goreng, Bos!” sahut Hannah dengan semangat. “Masakan buatan Bos selalu yang terbaik dan sulit dilupakan. Dan ... tentunya gratis he-he-he.”
__ADS_1
...***...
Dua bulan berlalu, Benua Grandland kembali melewati masa-masa damai. Keberadaan Organisasi Hercules juga seperti lenyap ditelan bumi, hanya perampokan kecil atau perselisihan antar tetangga saja yang dimuat oleh Koran Guild Pandora.
Lilia, Catherine dan Miranda telah kembali ke Kota Ella diantar oleh Alex sekeluarga serta seluruh karyawan Restoran Sarah. Namun, sebelum mereka menuju Ibukota Kekaisaran Hazel tersebut, mereka lebih dulu berwisata ke Pulau tempat Bocah Iblis Hades tinggal.
Alex terpaksa membawa mereka liburan ke sana, karena Helena telah membuat janji dengan Sarah akan membawa mereka semua ke sana. Namun, perjalanan itu tertunda karena kedatangan Lilia dan Catherine.
Dalam menikmati hari-hari damai tersebut, Alex lebih sering berada di dapur membantu Eva dan Hannah.
“Ayah ada surat dari Paman Uran untukmu,” kata Sarah berlari ke dapur.
Alex menyuruh Hannah menggantikan posisinya memasak Rendang. Dia kemudian membaca surat yang berisi permintaan Uran agar Alex segera datang ke Pabrik rahasia pembuatan Lokomotif Kereta Api di Kota Avelon untuk mendiskusikan tentang Lokomotif yang baru saja selesai mereka buat.
Uran menceritakan dalam surat itu bahwa Lokomotif bertenaga Kristal Sihir itu mengalami sedikit kendala. Lokomotif itu melaju sangat cepat, tetapi masinisnya bingung bagaimana memprediksi kecepatan Lokomotif agar saat sampai ke stasiun langsung berhenti, bukan malah berhenti sebelum mencapai stasiun atau malah melewati stasiun karena tidak dapat langsung berhenti walaupun aliran energi Sihir telah diputus menuju mesin penggerak Roda Lokomotif.
Alex menepuk keningnya karena lupa memberitahu Uran tentang sistem pengereman. “Ha-ha-ha ... Uran pasti kesal kalau Aku mengatakan padanya bahwa Aku melupakan bagian yang satu itu.”
Namun, Alex merasa Uran dan timnya sangat luar biasa, karena dalam Dua bulan saja berhasil membuat Lokomotif bertenaga Kristal Sihir hanya dengan melihat replika Kereta Api Uap yang ia perlihatkan dulu.
“Bangsa Dwarf memang hebat sekali, pantas saja di setiap cerita fantasi mereka selalu disebutkan sebagai Penempa yang hebat dan juga pembuat alat-alat Sihir yang tidak dapat diciptakan oleh Manusia,” pikir Alex tersenyum lebar dan membayangkan hujan uang yang akan mengalir deras ke kantongnya bila Kereta Api tersebut sudah beroperasi di seluruh Benua Grandland.
Untuk saat ini, Einar baru membangun jalur Rel Kereta Api diseluruh Kekaisaran Hazel dan Kota Perdamaian.
Pembangunan Rel Kereta Api itu berjalan lancar, karena Einar berhasil meminjam dana besar dari Bank Voldemort dan pembayaran dicicil selama Dua Puluh Lima Tahun.
Awalnya Einar menawarkan Hak Kepemilikan 30% dengan syarat Bank Voldemort akan membiayai pembangunan Rel Kereta Api tersebut dan Vera Voldemort hampir menyetujuinya karena ia yakin proyek ambisius Einar itu pasti berhasil, sebab ide bisnis itu berasal dari Alex. Namun, Dewan Kota Voldemort dan para tetua Keluarga menentangnya.
__ADS_1
Vera Voldemort tidak menyerah begitu saja, ia menyetujui pinjaman jangka panjang yang beratasnamakan Kekaisaran Hazel. Dengan begitu tidak ada lagi yang menentangnya, tetapi Bank Voldemort hanya menikmati bunga pinjaman sebesar 5%.
Vera Voldemort sempat menawarkan perjanjian terpisah, bila proyek ambisius Kekaisaran Hazel itu berhasil—maka Bank Voldemort akan menghapuskan semua hutang piutang dan akan membiayai pembangunan Rel Kereta Api di seluruh Benua Grandland. Namun, mereka harus diberikan Hak Kepemilikan, tetapi Einar langsung menolaknya.