
Pangeran Kedua membanting gelas setelah mendengar kabar kalau Lancelot telah tewas dan yang membunuhnya adalah Pangeran Alex. “Ba.ji.ngan kau Alex!” umpatnya, tidak menyangka Kekuatan Alex akan pulih kembali setelah hampir tewas saat malam penyergapan itu.
“Apa yang akan kita lakukan, Pangeran?” tanya Pria tua berjubah hitam yang duduk di sebelahnya. “Apa tanggapan Kaisar setelah beredar kabar tentang Alex masih hidup?”
Alex menghela napas panjang dan menjawab, “Isi pikiran Pria tua itu sulit ditebak. Namun, sepertinya ia tidak peduli dengan kabar itu, malah ia setuju Aku mempercepat proses pernikahan politik dengan Helena agar Hutan Abadi bersekutu dengan Kekaisaran Hazel.”
Pangeran Kedua merasa ayahnya yang selalu berdiam diri di istana itu berambisi untuk menyatukan seluruh Benua Grandland, karena Kaisar juga diam-diam mengirim utusan ke Kerajaan Naga. Walaupun ia tidak tahu apa hasil pertemuan Kedua entitas terkuat di Benua Grandland itu, ambisi sang Kaisar mulai terlihat—karena Kaisar mengirim Pangeran Pertama merebut sebuah Pulau milik Kerajaan Iblis.
“Alex?” Pangeran Kedua berpikir sejenak memikirkan apa yang akan ia lakukan terhadap parasit yang satu itu. “Biarkan saja dia untuk saat ini, karena aku ingin melihat raut wajah kekecewaan darinya saat Aku mempersunting Helena.” Sudut bibirnya memancarkan seringai tipis.
Pria tua disebelah Pangeran Kedua tertawa terkekeh-kekeh. “Yang Mulia Pangeran kejam sekali ha-ha-ha.”
...***...
Di Restoran Sarah, Alex sedang membalut Pedang Meteor dengan kain dan memasukkan beberapa helai pakaian ke dalam Tas, termasuk pakaian milik Sarah.
“Ayah! Kapan kita pergi?”
Sarah menghampiri Alex dengan Pedang Kayu tergantung di punggungnya dan menutup wajahnya dengan kain hitam.
Alex menahan tawanya dan menggelengkan kepala. “Kenapa kamu berpakaian Assassin? Seharusnya kamu mengenakan pakaian bagus,” sahutnya.
“Tapi... kita akan pergi menyelamatkan Ibu,” kata Sarah sembari memasang kuda-kuda beladiri dan menghunus Pedang Kayunya. “Ayah... Elemen Sihir apa yang akan kugunakan agar dapat mengalahkan Pendekar Elf?” tanyanya penasaran, apakah tetap menggunakan Elemen Petir juga seperti biasanya.
Alex mencubit pipi Sarah dan berkata, “Kita tidak langsung menuju Hutan Abadi. Pertama kita akan menjemput tunggangan Ayah ke Hutan Monster di Kekaisaran Hazel.”
Dalam dokumen yang diberikan oleh Bryan, Pegasus miliknya bersembunyi di sana. Pada malam mencekam itu, Pegasus masih di Hutan Abadi bersama Helena. Namun, Helena memintanya pergi karena Tetua Agung hendak menjinakkan Pegasus itu untuk dijadikan tunggangan milik Kerajaan Hutan Abadi.
“Tunggangan?” Sarah kebingungan, karena mereka tidak pernah memiliki tunggakan selama ini.
__ADS_1
“Sudahlah... cepat tukar pakaianmu dulu,” kata Alex tidak menjelaskan tentang Pegasus atau Monster Kuda bersayap itu pada Sarah.
Alex dan Sarah meninggalkan Kota Perdamaian dengan menyewa Monster Elang agar perjalanan mereka lebih singkat.
Para entitas kuat yang bersemayam di Kota Perdamaian memperhatikan kepergian Alex itu. Mereka kemudian menduga-duga, Benua Grandland mungkin akan kacau seperti ratusan tahun yang lalu.
Butuh setengah hari untuk mencapai tempat yang dituju Alex, karena letak Hutan Monster itu di bagian tengah Kekaisaran Hazel.
Monster Elang mendarat di pinggiran Hutan Monster. Pemiliknya keheranan Alex yang tidak memancarkan Aura Pendekar itu malah berkunjung ke sarang para Monster tersebut, apalagi ia hanya mengandalkan putrinya yang merupakan Pendekar tingkat 4 saja.
“Apa tuan yakin turun di sini? Kenapa tuan tidak menyewa Pemburu saja bila memang membutuhkan daging Monster?” tanya Pemilik Monster Elang penasaran dengan tujuan Alex ke Hutan Monster ini.
Alex membayar ongkosnya dan hanya tersenyum, kemudian ia bersiul.
Hutan Monster bergemuruh, ribuan monster jenis burung langsung terbang berhamburan dan sesaat kemudian, Kuda Putih dengan tanduk emas di dahinya serta bersayap Putih muncul di langit.
“Pegasus?”
“Tingkat 10!”
Monster Elang miliknya menjadi gelisah dan mengepakkan sayapnya untuk segera melarikan diri karena takut dengan aura yang dipancarkan oleh Pegasus.
“Sampai jumpa tuan!” Pemilik Monster Elang segera melarikan diri, takut Monster miliknya dibunuh oleh Pegasus.
Mata Sarah berbinar-binar menatap Pegasus yang mendekat ke arah mereka. Dia menoleh ke arah Alex, “Apa Pegasus itu adalah tunggangan milik Ayah?”
Alex menganggukkan kepala dan tersenyum lebar. “Bagaimana? Apakah kamu menyukainya?”
Sarah menganggukkan kepalanya dan kembali menatap Pegasus dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
Air mata mengalir deras dari sudut mata Pegasus saat mendarat di depan Alex. Sepertinya ia sangat merindukan tuannya itu atau mengira Alex telah tewas empat tahun yang lalu.
“Jangan bersedih, Aku datang untuk menjemputmu!” Alex mengelus kepala Pegasus yang tampak senang dan ekornya langsung bergoyang-goyang.
“Aku juga ingin mengelus wajah Pegasus!” seru Sarah melompat-lompat hendak mengelus wajah Pegasus.
Pegasus menoleh ke arah Sarah dan langsung menundukkan kepalanya hingga Sarah dapat mengelus wajahnya. Dia langsung jinak pada gadis setengah Elf itu, karena dapat merasakan garis darah Alex dan Helena darinya.
“Baiklah, waktu kita sangat terbatas... tolong bawa kami ke pinggiran Kota Hazel, Pegasus!” seru Alex sembari mengangkat Sarah ke punggung Pegasus.
Setelah Pegasus terbang menjauh dari Hutan Monster, para Pemburu yang bersembunyi tak jauh dari sana—langsung bernapas lega. Mereka tidak menyangka, ternyata Monster tingkat 10 itu telah memiliki tuan.
Mereka sudah lama mendengar desas-desus ada Pegasus yang bersembunyi di Hutan Monster itu. Namun, tak ada yang pernah menemukannya hingga Akhirnya menampakkan diri setelah tuannya menjemputnya ke sini.
“Pendekar itu sangat beruntung sekali, apakah ada yang mengenalinya?” salah satu Pemburu bertanya.
“Entahlah, tapi dulu hanya Pangeran Alex Acherron yang memiliki tunggangan Pegasus. Mungkinkah penunggang Pegasus itu adalah Dia?”
...***...
Pegasus terbang sangat tinggi, sehingga para manusia yang berjalan di permukaan tanah tidak menyadari kalau ada Pegasus yang terbang di atas mereka.
Menjelang malam, Pegasus mendarat di pinggiran Kota Ella, Ibukota Kekaisaran Hazel.
“Bersembunyilah di gunung terdekat!” seru Alex pada Pegasus yang tampak enggan berpisah dengannya. “Untuk saat ini, keberadaan kita belum boleh diketahui oleh orang lain. Namun, setelah kita menjemput Helena, maka kamu akan tinggal bersama kami,” katanya lagi.
Pegasus menganggukkan kepala tanda menyetujui perintah Alex. Dia kemudian terbang ke langit.
“Sampai jumpa lagi, Pegasus... nanti kita terbang bersama lagi!” Sarah berteriak sembari tersenyum lebar dan dia juga enggan berpisah dengan Pegasus yang sudah dianggapnya sebagai temannya itu.
__ADS_1
Alex mengganti pakaiannya dengan pakaian pejiarah Kuil Cahaya, yaitu mengenakan jubah putih dan bertudung putih dengan bentuk kerucut.
Alex sengaja menggunakan pakaian pejiarah itu, karena ia curiga Kekuatan Dewa Hercules tersembunyi di Kuil Cahaya—mengingat Dewa Hercules adalah Dewa yang disembah oleh Manusia.