Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Tamu Asing


__ADS_3

Ulrich menceritakan kalau mereka berasal dari Benua Vlorien, sebuah daratan luas yang dihuni oleh Manusia penyembah Dewa Matahari dan Manusia yang terlahir dengan bakat Sihir Dewi Sihir.


Penyihir di Benua Vlorien adalah kelompok minoritas yang selalu ditindas oleh Kesatria Suci. Tujuan mereka datang ke Benua Grandland adalah mencari keberadaan Dewa yang mengalahkan Dewa Cthulhu dan meminta bantuan kepada Dewa itu untuk menyelamatkan para Penyihir dari penindasan pengikut Dewa Matahari.


Dia juga mengatakan kalau dulunya banyak Dewa-Dewi di Benua Vlorien, tetapi semua telah dihancurkan oleh Dewa Matahari bersama Tujuh Malaikat-Nya serta Kesatria Suci Kuil Matahari.


Ras seperti Elf, Dwarf, dan Iblis pernah hidup berdampingan di sana jutaan tahun yang lalu sebelum perang antar Dewa berlangsung.


Ulrich juga menceritakan tentang kedatangan Kesatria Suci Kuil Matahari ke Benua Grandland untuk meminta penduduk Benua Grandland menyembah Dewa Matahari, kalau penduduk Benua Grandland menolak menyembah Dewa Matahari maka mereka akan bernasib sama dengan semua Ras selain Manusia yang telah binasa di Benua Vlorien.


Alex sempat berpikir untuk pindah agama saja agar tidak perlu berperang melawan Kesatria Suci Kuil Matahari itu, karena melawan mereka hanya mendatangkan malapetaka saja. Apalagi ada Dewa Matahari dan Malaikat-Nya yang dapat mengalahkan gabungan para Dewa-Dewi, dengan kata lain Dewa Matahari itu adalah entitas paling kuat di alam semesta ini.


Namun, Zelma yang curiga dengan apa yang ada dipikiran Alex langsung mengatakan, Kesatria Suci pasti akan menahan Sarah. Karena Sarah kini adalah Penyihir Agung yang menjadi Pemimpin semua Penyihir di Benua Vlorien.


Ekspresi wajah Alex langsung menjadi muram, kenapa Putrinya yang masih kecil selalu dilibatkan dalam pertikaian besar? Sebelumnya, Dewa Cthulhu ingin menjadikan Sarah sebagai wadah dan para Dewa-Dewi Benua Grandland juga hendak menjadikannya Pendekar yang akan mewarisi Kekuatan mereka. Kini Dewi dari antah-berantah ingin juga menjadikannya sebagai tameng melawan Dewa Matahari.


Zelma berkeringat dingin dengan perubahan ekspresi wajah Alex, samar-samar ia merasakan Kekuatan yang jauh lebih kuat dari Penyihir Agung Xavier dan Saint Kuil Cahaya merembes dari tubuh Alex.

__ADS_1


Helena meraih tangan Alex sehingga aura Dewa yang merembes dari tubuhnya langsung menghilang, Sarah juga tampak bingung menatap wajah ayahnya itu.


“Ayah ... Mereka adalah orang baik dan mereka juga mengatakan yang sejujurnya,” bisik Sarah yang langsung membuat Alex dan Helena keheranan, kenapa Putri semata wayang mereka membela Dua orang asing itu.


“Ayah tahu, tetapi gara-gara mereka, Kamu kini akan diincar oleh ....” Alex tidak melanjutkan perkataannya karena Sarah malah tersenyum hangat. “Baiklah, pertama-tama kita tunggu dulu kedatangan Kesatria Suci itu. Kalau mereka seperti yang dikatakan oleh Dua orang asing ini, maka Ayah akan menendang wajah mereka!”


Zelma hendak mengatakan agar Alex ikut dengan mereka ke Benua Vlorien untuk menyelamatkan sisa-sisa Penyihir di sana, tetapi Ulrich segera memegang tangannya dan berbisik agar Zelma tidak mengatakan sesuatu yang justru dapat membuat Alex marah dan pada akhirnya ia tidak mau membantu mereka.


Zelma menundukkan wajah dengan ekspresi wajah sedih, khawatir dengan keadaan teman-temannya di Menara Sihir—bagiamana nasib mereka saat ini.


“Kira-kira sekuat apa Kesatria Suci itu dan apakah mereka memiliki artefak atau alat Sihir yang dapat menghancurkan gunung dan membelah lautan?” tanya Alex penasaran dengan kekuatan musuhnya, apalagi saat masih hidup di Bumi—ia sering membaca novel Bang Regar yang Kekuatan tokoh utamanya diluar nalar. Kalau ia menghadapi musuh seperti itu, lebih baik ia membawa anak dan istrinya bersembunyi di tempat paling terpencil dari pada harus menawarkan nyawanya pada pengikut Dewa Matahari itu.


“Mereka memiliki Kapal Terbang Sihir yang memiliki meriam Sihir, sementara Kesatria Suci sepertinya memiliki kemampuan yang mirip dengan Pendekar di Benua ini. Namun, untuk membelah lautan kurasa tidak ada yang dapat melakukan itu, kecuali Dewa ....” Tiba-tiba Ulrich teringat Kuil Cahaya memiliki Dewa Matahari. “Ehmm, kurasa Dewa Matahari tidak akan ikut campur. Dalam catatan sejarah, setelah perang antar Dewa berakhir; Dewa Matahari maupun Tujuh Malaikat tidak pernah terlihat lagi. Sementara Pangeran Alex adalah Dewa di Benua ini—”


“Tunggu! Siapa yang mengatakan Aku adalah Dewa? Aku ini adalah K-O-K-I! Sekali lagi Aku adalah Koki, apakah kalian paham!” sela Alex menyesal dulu mengaku-ngaku sebagai Dewa setelah mengalahkan Dewa Cthulhu, dia tidak menyangka penduduk dari Benua lain akan percaya dengan rumor tersebut.


“Tidak perlu berkilah Pangeran ... tadi energi Sihir yang merembes dari tubuhmu bukanlah energi Sihir yang mirip dengan para Pendekar, mungkin Anda seperti Putri Anda yang mendapatkan Kekuatan spesial dari Dewa,” sahut Ulrich, “yang jelas Anda dapat mengalahkan Dewa Cthulhu, maka Kamu sudah setara dengan Dewa.”

__ADS_1


Alex hanya menghela napas panjang dan tidak lagi menanggapi perkataan Ulrich, percuma saja berkilah; Kedua orang asing ini terlalu pintar dan sulit dikelabui.


Dia kemudian mengalihkan perbicangan mereka dan bertanya tentang Kapal Terbang Sihir. Dia langsung tertarik dengan kendaraan Sihir yang mirip dengan pesawat terbang di Bumi tersebut, bila teknologi itu diterapkan di Benua Grandland maka itu akan menggantikan posisi Monster Burung dan tentunya akan menjadi pendulang uang.


Namun, Ulrich mengatakan pembuatan Kapal Terbang Sihir itu membutuhkan biaya yang sangat mahal dan mungkin bahan-bahannya harus didatangkan dari Benua Vlorien.


Alex tidak terlalu kecewa, lagi pula ia sudah memiliki hak kepemilikan atas Perusahaan Kereta Api Kekaisaran Hazel, alat transportasi yang sedang menjadi primadona di Benua Grandland saat ini.


“Silahkan dinikmati tehnya ... Teh hijau itu adalah yang terbaik di Benua Grandland dan merupakan teh berusia 100 tahun yang tumbuh di puncak bukit Everest!” Alex membual dengan meniru novel-novel fantasi China yang sering menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai sumber energi spiritual.


“Ayahhhhhh! Dari mana Kristal Sihir berkilauan yang banyak ini?” Tiba-tiba Sarah keluar dari kamar membawa Kantong kulit berisi Kristal Sihir yang dibeli Alex dari Ulrich dan Zelma.


“Ah, itu ... itu Ayah beli dari tuan muda Xiao Fang ha-ha-ha.” Alex tertawa masam sembari menoleh ke arah lain menghindari tatapan tajam Zelma.


“Ara ... ara ... Ayahmu kini sudah tidak transparan lagi soal kekayaan, ya? Apa jangan-jangan ia sudah memiliki wanita simpanan di luar sana?” Helena tersenyum dengan kedua tangan dilipat menopang gunung kembar di dadanya.


Butuh beberapa menit bagi Ulrich untuk menyadari apa yang sedang terjadi, kenapa Pangeran Alex yang berwibawa itu terlihat tertekan oleh senyuman istrinya. “Ah, ternyata Pangeran Alex yang telah menipu kami di jalan tadi!” seru Ulrich teringat dengan wajah sosok yang mengaku sebagai tuan muda tersebut. “Tapi tak apa-apa, anggap saja hadiah dari Kami walaupun hanya dibayar satu Kantong kulit yang lusuh berisi beberapa Koin Emas dan Perak!” katanya lagi dengan santai.

__ADS_1


Namun, Alex langsung mengutuk Ulrich, kenapa harus disebutkan nominalnya; itu terkesan bahwa ia adalah seorang penipu. Dia takut Putrinya akan meniru perilakunya itu, karena Sarah sering meniru perilakunya.


__ADS_2