Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Mordor


__ADS_3

“Kawanan Monster Banteng!” Alex tidak menyangka Monster yang ingin ia tangkap akan muncul di sini. “Aku harus menggiring Monster Banteng itu ke arah lain,” pikirnya karena tidak ingin Shireen diseruduk Monster Banteng, sedangkan untuk Tiga Pemburu Pria itu sebenarnya ia tidak peduli dengan nasib mereka karena mereka terlalu angkuh saat menatapnya di Kapal.


Alex melepaskan balutan Kain Putih pada Pedang Josh dan mengenakan penutup wajah agar tidak ada yang menyadari siapa dirinya karena ia akan melepaskan Aura Kekuatan tingkat 10.


Alex kemudian melesat dengan kecepatan tinggi, suara dentuman Petir kembali menggelegar. Shireen dan teman-temannya terkejut mendengar suara dentuman Petir itu.


“Apa yang terjadi di atas sana, Toni?” tanya Shireen pada Pria yang mencibir Alex saat di Kapal tersebut.


Wajah Toni memucat, butuh beberapa detik untuknya mencerna pertanyaan Shireen. “Cepat keluar dari sana, ada kawanan Monster Banteng yang melesat ke arah kita!” Toni berteriak panik.


“Kawanan Monster Banteng?” Shireen yang berada di dalam lubang jebakan menjadi panik.


“Talinya sudah terpasang, kita tarik saja Monster Rusa ini,” sela Barton tidak ingin meninggalkan hutan Monster dengan tangan kosong padahal mereka sudah bersusah-payah menaklukkan Monster Rusa itu.


Toni masih ragu apakah menyetujui usulan Barton karena kawanan Monster yang mendekat ke arah mereka adalah tingkat 10. Namun, saat memikirkan saku celananya yang kini hanya ada beberapa Koin Perak saja, ia pun memutuskan menyetujui usulan Barton.


Tanpa menunggu Shireen dan Barton naik ke atas, Toni dan satu Pemburu lainnya langsung menarik tali yang mengikat Monster Rusa dengan sekuat tenaga.


...***...


Kawanan Monster Banteng berhenti berlari saat Alex menghadang mereka. Dia bingung karena ini pertama kali melihat Mata Monster Banteng berwarna merah.


“Kaukah itu, Alex?”


Tiba-tiba Kawanan Monster Banteng membukakan jalan untuk Banteng yang ditunggangi oleh sosok misterius yang mengenakan penutup wajah.


Alex mengerutkan keningnya menatap sosok yang terlihat tidak asing tersebut. Dia berusaha mengingat-ingat di mana pernah bertemu sosok misterius itu.

__ADS_1


Alex mengingat saat malam mencekam itu, mata mereka terlihat sama dan saat ia menjelajahi Kerajaan Iblis; dirinya pernah mengalahkan Pendekar tingkat 10 dari Keluarga Bangsawan Iblis.


“Kau adalah Mordor... ha-ha-ha sepertinya Aku tidak perlu mendatangi Kerajaan Iblis untuk memenggal kepalamu.” Alex tertawa dingin, percikan-percikan listrik memancar dari bilah Pedang Josh.


Namun, Mordor tetap terlihat tenang duduk di atas punggung Monster Banteng dan tertawa terkekeh-kekeh meledek ancaman Alex yang ingin memenggal kepalanya tersebut.


“Seharusnya Kau membunuhku empat tahun yang lalu,” sahut Mordor dengan jawaban dingin. “Namun, Aku yang sekarang sudah berbeda, karena Aku telah mencapai Kekuatan yang mendekati tingkat 11.”


“Tingkat 11?” Alex keheranan karena tak pernah mendengar ada tingkat 11, baik itu dalam catatan sejarah maupun di buku-buku kuno Perpustakaan Kekaisaran Hazel.


Mordor menganggukkan kepala. “Keberadaan Yang Agung telah memberikan Aku petunjuk cara mencapai tingkat 11 dan Aku sebenarnya ingin mencarimu untuk mengambil wadah untuk Keberadaan Yang Agung,” sahutnya sembari tersenyum lebar. “Dan... Putrimu lah wadah itu. Dia memiliki semua Elemen Sihir sehingga dapat menampung Jiwa Keberadaan Yang Agung dan kami akan melepaskan Segel yang mengekangnya kemudian menguasai Dunia ini ha-ha-ha ....”


Alex semakin bingung dan tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Mordor, terutama tentang Putrinya menjadi wadah Keberadaan Yang Agung.


“Sudahi saja omong kosongmu itu!” cibir Alex segera mengayunkan Pedang Josh.


“Apakah kamu tidak penasaran siapa yang mengundang kami untuk melenyapkanmu malam itu?” kata Mordor sembari menangkis tebasan Alex dengan Pedang Hitam besar miliknya.


Pedang Josh mengalami retakan dan sesaat kemudian hancur berkeping-keping.


“Cih, dasar Pedang murah, siapa sih penempa-nya? Apakah ia memcampur bijih besinya dengan tanah liat?” gerutu Alex kesal pedangnya hancur, kemudian ia menatap Mordor. “Bukankah sudah jelas, Kerajaan Iblislah dalangnya.”


Mordor menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Kami hanya menerima ajakannya saja dan kebetulan sekali banyak pihak yang membencimu. Kami dengan senang hati tentu mau menghancurkan Legiun Barat, Pasukan terkuat Kekaisaran Hazel tersebut sehingga mengurangi ancaman bagi semua Kerajaan di Benua Grandland. Apakah kamu tidak sadar, Kekaisaran Hazel terlalu kuat dan banyak rumor bila kamu menjadi Kaisar maka kamu akan menyatukan seluruh Benua Grandland dibawah kekuasaanmu.”


“Mana mungkin Aku melakukan itu,” sahut Alex, “Aku saja berada di perbatasan Barat hanya untuk meredam serangan Suku-Suku Orc.”


Mordor menggelengkan kepala. “Sudah lupakan saja, toh... dalangnya berasal dari Istana Kekaisaran Hazel sendiri he-he-he,” sahutnya sengaja tidak mengungkapkan dalang sebenarnya sehingga Alex semakin membenci Kekaisaran Hazel.

__ADS_1


Sudut bibir Alex memancarkan senyuman tipis. “Lambat laun aku akan mengetahui siapa dalangnya. Namun, aku harus berterimakasih karena kamu menyetorkan nyawamu sendiri padaku.”


Kepalan tangan Alex tiba-tiba dilapisi Elemen Es dan Alex segera meraih bilah Pedang Mordor yang langsung membeku dilapisi bongkahan Es.


Mordor melepaskan pegangannya pada gagang pedangnya agar tubuhnya tidak dibekukan oleh elemen Es Alex.


Tubuh Mordor dipenuhi oleh kobaran Api yang tepian Api itu berwarna Hitam. Kemudian ia menyeringai jahat dan merentangkan kedua tangannya dengan bangga.


“Lihatlah Alex... inilah kekuatan yang diberikan oleh Keberadaan Yang Agung untukku,” kata Mordor sembari berjalan mendekati Alex. “Kalau saja kamu tidak muncul di sini, mungkin kamu akan melihat diriku yang mencapai Pendekar tingkat 11 beberapa bulan lagi. Namun, sayang sekali... Kau akan mati hari ini!”


Mordor melompat ke arah Alex yang juga melompat ke arahnya. Dua tinju yang dilapisi Api dan Es berbenturan, ledakan energi membuat area disekitar mereka bergetar hebat dan kawanan Monster Banteng pun terhempas jauh.


Alex mengerutkan keningnya, akhirnya ia menemukan lawan yang sangat kuat walaupun sebenarnya ia beberapa kali imbang melawan Pendekar tingkat 10. Namun, dirinya tetap dijuluki Pendekar terkuat di Benua Grandland karena lawan yang sudah ia kalahkan tak terhitung jumlahnya.


“Elemen Api apa ini?” Alex terkejut Elemen Esnya mencair dengan cepat—padahal bila Dua Elemen seimbang biasanya Kedua Elemen itu akan tetap utuh, hanya seni beladiri lah yang membuat Pendekar tersebut dapat memenangkan pertarungan.


Mordor menyeringai jahat, senang melihat ekspresi wajah masam Alex. Namun, ia tetap tidak menyangka kekuatan Alex ternyata setara dengannya yang berarti Alex mungkin telah mencapai puncak Pendekar tingkat 10, akan tetapi ia tidak memiliki pemahaman tentang cara mencapai Pendekar tingkat 11.


Mordor mundur beberapa langkah. “Julukan Pendekar tingkat 10 terkuat di Benua Grandland memang tak salah disematkan padamu. Aku akan meningkatkan kekuatanku dulu dan akan mencarimu lagi saat mencapai Pendekar tingkat 11,” kata Mordor langsung melompat ke atas punggung Monster Elang dan dalam sekejap telah menghilang dibalik Awan di langit. “Jagalah wadah itu untuk sementara ha-ha-ha.” Suara Mordor menggema di hutan Monster.


“Pendekar tingkat 11?” gumam Alex mendengus dingin. “Rahasia apa sebenarnya yang dimiliki oleh Iblis sialan itu, kenapa Dia mengincar Putriku?” gerutunya.


Awal Alex berpikir akan menjalani kehidupan damai di Kota Perdamaian hingga Sarah Dewasa, kemudian barulah ia melakukan balas dendam pada Pasukan misterius yang menyergapnya malam itu. Namun, setelah bertemu Mordor, Alex memutuskan akan mencari cara mencapai Pendekar tingkat 11 juga agar dapat melindungi Putri semata wayangnya itu.


Alex menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya, kemudian melirik kawanan Monster Banteng yang kini telah terlihat normal. Mata mereka juga tidak merah lagi, pimpinan kawanan Monster Banteng mendengus menatap Alex. Dia membungkukkan kepalanya, sesaat kemudian langsung menyeruduk Alex.


Alex memasang kuda-kuda beladiri dan meninju Monster Banteng itu yang langsung terhempas puluhan meter. Kawanan Monster Banteng lainnya segera berhamburan; kabur ke segala arah meninggalkan pimpinan mereka yang tergeletak dan telah meregang nyawa tersebut.

__ADS_1


__ADS_2