
Johan keheranan melihat ekspresi wajah Wakil Kepala Akademi Kekaisaran itu. “Ada apa guru? Apakah ada sesuatu yang salah?” tanyanya penasaran.
“Sepertinya ada Pendekar yang mengamuk di dalam menara!” sahut Hendrix sembari menggelengkan kepala dan berpikir Pendekar bodoh mana yang berani menerjang ke dalam menara Akademi Kekaisaran yang dihuni Puluhan Guru Pendekar tingkat 10 tersebut.
Hendrix mengabaikan keributan kecil itu dan melanjutkan penelitiannya tentang Dewa Cthulhu dari buku kuno di atas meja.
Sementara itu, di lantai dasar menara Akademi Sihir, Pendekar tingkat 10 yang mengenakan penutup wajah sedang menginjak dada Pria berbadan besar yang terbaring di lantai.
“Berani sekali kamu membuat keributan di sini, Alex!” gerutu Pria besar itu yang langsung mengenali siapa sosok dibalik penutup wajah itu dari Pedang Meteor di tangan Alex.
Walaupun Pria besar itu tahu siapa dirinya, Alex tetap mengenakan penutup wajah agar terkesan misterius dan menakutkan di mata lawannya.
“Ha-ha-ha... Aku mengira kau sudah melupakan aku, Charles!” Alex tertawa dan menekan kakinya semakin kuat, sehingga Charles merasa dadanya seperti ditimpa batu sebesar gunung saja.
“Kenapa kau menyiksaku, Alex!” teriak Charles sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit di dadanya. “Kalian cepat selamatkan Aku!” bentaknya pada Dua Guru wanita yang juga Pendekar tingkat 10 yang berdiri tak jauh dari mereka. Namun, Kedua Pendekar wanita itu ragu-ragu melangkahkan kaki.
“Kalian tidak perlu ikut campur!” Alex menatap tajam Kedua wanita itu sehingga mereka langsung mundur beberapa langkah. “Aku dan Charles sedang menyelesaikan hutang lama,” katanya lagi.
“Ha-ha-ha... berani sekali kamu muncul di menara Akademi Kekaisaran, Alex ....” Dari tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai Dua, Pria kurus menuruni tangga sembari menenteng Sabit besar. “Empat tahun yang lalu kamu berhasil melarikan diri karena kami lengah saat itu dan aku tidak menyangka Legiun Baratmu ternyata adalah tameng hidup yang begitu kokoh.” Dia berkata lagi dengan sudut bibir menyeringai kecil.
Alex menoleh ke arah sumber suara itu sembari menusukkan Pedang Meteor ke dada Charles sehingga Kedua guru wanita menjerit histeris.
Charles adalah korban yang Kesepuluh dibunuh oleh Alex di lantai dasar menara Akademi Kekaisaran.
“Sepertinya kamu sangat percaya diri sekali mampu melawanku, Lennon!” sahut Alex sembari menarik gagang Pedang Meteor dan melangkahkan kaki secara perlahan-lahan menuju Lennon.
“Tentu saja, karena Aku hanya perlu menahanmu beberapa waktu dan Kepala Akademi Kekaisaran bersama Puluhan Pendekar tingkat 10 akan datang dari asrama guru,” kata Lennon dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Alex tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Di mana Hendrix? Kenapa Pak tua penakut itu malah bersembunyi? Bukankah Dia yang paling bersemangat ingin melenyapkanku Empat tahun yang lalu?”
Lennon terdiam sejenak, karena tidak menyangka Alex mengetahui kalau salah satu dalang utama penyergapan terhadap Alex adalah Wakil Kepala Akademi Kekaisaran.
Namun, Lennon kembali menyeringai dan berkata, “Baiklah, Aku akan mengatakan di mana Wakil Kepala Akademi agar Kamu tidak mati penasaran. Beliau sedang sibuk melakukan penelitian buku-buku kuno.”
Alex hanya menganggukkan kepala dan dia tiba-tiba melesat dengan cepat ke arah Lennon sembari mengayunkan Pedang Meteor ke arah depan.
Alex sudah merasakan pergerakan dari asrama guru Akademi Kekaisaran. Dia tidak bisa lagi berlama-lama di menara ini agar tidak melukai Pendekar yang tidak bersalah atau bertarung mati-matian agar dapat melarikan diri dari Akademi Kekaisaran.
Lennon mundur beberapa, kemudian memasang kuda-kuda beladiri dan mengayunkan Sabit besarnya ke arah depan.
Menara Akademi Kekaisaran bergetar hebat oleh gelombang energi dari benturan bilah Pedang Meteor dengan bilah Sabit Lennon.
Tiba-tiba terdengar dentuman suara Petir memekakkan telinga dan Alex telah berpindah ke belakang punggung Lennon yang dengan sekuat tenaga mengayunkan Sabitnya ke belakang.
“Kobaran Api!” teriak Lennon membakar seluruh tubuhnya agar elemen Es Alex meleleh.
Lutut Alex tiba-tiba mendarat dengan keras di ulu hati Lennon yang langsung membuat memuntahkan seteguk darah, raut wajahnya memancarkan rasa cemas karena bala bantuan belum juga muncul.
“Seharusnya kamu bersembunyi ke lubang semut saat mendengar namaku, Lennon!” cibir Alex menebas leher Lennon yang langsung menggelinding di permukaan lantai dengan mata terbelalak. “Cih, kau pikir julukan Pendekar tingkat 10 terkuat itu diberikan karena Aku anak Kaisar,” gerutunya lagi sembari bergegas ke lantai atas menara Akademi Kekaisaran.
Hendrix akhirnya memahami maksud dari buku kuno di hadapannya, senyuman lebar terpancar dari sudut bibirnya. “Aku akhirnya memecahkan misteri Dewa Cthulhu.”
“Betulakah? Apa itu guru?” Johan dengan semangat langsung bertanya dan bersiap menulis apa yang keluar dari mulut Hendrix.
Namun, tiba-tiba pintu ruangan penelitian Hendrix hancur berkeping-keping dan Pria yang mengenakan penutup wajah muncul sembari memikul Pedang besar berlumuran darah.
__ADS_1
Johan langsung ketakutan, karena merasakan Aura Pendekar tingkat 10 dari sosok misterius itu. Apalagi dia muncul di lantai atas menara Akademi Kekaisaran, yang berarti semua Guru di lantai bawah telah dihabisi oleh sosok misterius itu.
“Alex?” Hendrix mengerutkan keningnya. Dia sangat sedih, hasil penelitiannya Seratus hari terakhir baru saja membuahkan hasil. Namun, sosok yang mestinya menghilang empat tahun lalu itu kembali menjadi parasit yang menghantuinya. “Johan... dengarkan baik-baik, kunci mengalahkan Dewa Cthulhu adalah—”
“Guruuuuuu... tidakkkkkkkkkkkkkk!” Johan berteriak histeris saat bilah Pedang Meteor memenggal kepala Hendrix yang sedang lengah karena menoleh ke arah Johan. “Ke-kenapa Pangeran membunuh, Guru? Beliau sedang memecahkan misteri cara menyelamatkan Dunia dari ancaman Dewa Cthulhu!”
Johan bertekuk lutut di depan tubuh tua Hendrix dan menangis tersedu-sedu, rasa hormatnya terhadap Alex langsung gugur digantikan kebencian dan dendam, tangannya terkepal erat—kalau saja dirinya adalah Pendekar tingkat 10 maka ia akan melawan Alex hingga tetes darah terakhir.
“Jangan pernah lengah dalam keadaan apapun... atau musuhmu akan menikammu dari belakang seperti yang dilakukan oleh Hendrix empat tahun yang lalu padaku,” sahut Alex yang membuat Johan terkejut mendengarnya. “Kalau kau tak puas, berlatihlah dengan giat dan cari aku setelah kamu merasa cukup kuat melawanku. Namun, aku menyarankan jangan melakukan hal itu, karena kematiannya itu adalah balasan atas perbuatannya sendiri!”
Kepala Akademi Kekaisaran dan para Guru yang merupakan Pendekar tingkat 10 akhirnya muncul di pintu ruangan penelitian Hendrix.
Mereka terkejut melihat tubuh Hendrix telah terpisah dari kepalanya dan Pria misterius sedang berdiri di depan Johan, murid terpintar di Akademi Kekaisaran.
“Tangkap Assassin itu!” seru Kepala Akademi Kekaisaran melepaskan aura Pendekar tingkat 10 yang sangat besar.
Alex segera melompat ke arah jendela karena Kepala Akademi Kekaisaran adalah lawan yang sangat tangguh. Dulu, ia pernah bertarung beberapa gerakan melawannya, tetapi mereka berakhir imbang dan Alex yakin saat itu Kepala Akademi Kekaisaran belum mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Dalam hidupnya, Alex hanya merasa ketakutan saat berhadapan dengan Kaisar dan Raja Kerajaan Naga, kemudian yang terakhir adalah Kepala Akademi Kekaisaran. Sementara untuk Raja dari Kerajaan lain, ia belum pernah bertarung melawan mereka. Namun, ia menduga mereka mungkin setangguh Lord Michael saja.
Kepala Akademi Kekaisaran menyadari siapa sosok misterius itu setelah melihat Pedang yang berlumuran darah di tangan sosok misterius itu. “Alexxxxxxxxxxxxxxxx!” teriaknya.
Namun, Alex telah mendarat di punggung Pegasus yang langsung datang saat Alex bersiul ketika pertama kali menginjakkan kaki di depan Menara Akademi Kekaisaran.
“Maafkan Aku Pak tua! Aku tidak bermaksud menyinggung Akademimu, tetapi Pak tua ba.ji.ngan itu adalah dalang yang menyergapku empat tahun yang lalu!” sahut Alex dan Pegasus langsung terbang ke langit.
“Cepat pergi ke kandang Monster Elang!” seru salah satu Guru.
__ADS_1
“Tidak perlu!” sela Kepala Akademi Kekaisaran mengangkat tangannya dan tatapan matanya tetap tertuju pada punggung Alex yang semakin mengecil dan menghilang di balik awan hitam di langit.