Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Pengungsi Orc


__ADS_3

“Kamu harus memperingatkan Jenderal atau Panglima militermu bahwa pengikut Dewa Cthulhu telah menyusup ke dalam tubuh militer, kalau bisa sebaiknya Kekaisaran Hazel menghentikan peperangan ini karena hal itu akan menguntungkan pengikut Dewa Cthulhu untuk menambah senjata mayat hidup mereka,” kata Alex sembari menoleh ke arah Oliver, tetapi matanya langsung terbelalak menatap Oliver dan Chicie sedang berciuman dengan ganas. “Ehemmm... tolong bila kalian sudah tak tahan lagi ingin bermesraan tunggu Aku pergi dulu.”


Oliver dan Chicie tersenyum malu menatap Alex. Keduanya segera menjaga jarak dan suasana tiba-tiba menjadi hening.


“Apa Kamu mendengar apa yang kukatakan tadi?” Alex memutuskan berbicara lebih dulu dan menatap Chicie. “Kamu juga peringatkan Kerajaan Orc bahwa pengikut Dewa Cthulhu telah menyusup ke militer kalian!”


Chicie mengangkat bahunya dan berkata, “Tetapi Aku bukan Pasukan militer, kenapa Aku harus memperingatkan mereka?”


Alex tersenyum masam mendengar jawaban polos gadis remaja Orc yang sedang dilanda jatuh cinta dengan Pemuda Manusia yang cukup tampan tersebut.


“Apa kamu tidak tahu, kalau para pengikut Dewa Cthulhu dibiarkan maka babang tampanmu ini kemungkinan akan menjadi mayat hidup di masa depan, karena pengikut Dewa Cthulhu itu hendak menguasai seluruh Benua Grandland,” sahut Alex.


Karena Alex mengatakan Oliver kemungkinan akan menjadi mayat hidup, Chicie akhirnya mengangguk setuju.


Dia menatap Oliver dan berkata, “Aku akan menuju pangkalan militer Kerajaan Orc terdekat. Di mana Aku mencarimu bila Aku kembali ke sini?”


“Kita akan pergi bersama,” sahut Oliver, “Aku akan menulis pesan kepada Legiun Barat tentang kejadian di sini. Bagaimana dengan Pangeran Alex?” Dia menatap Alex dan penasaran, apa tujuan Alex memasuki wilayah Kerajaan Orc ini.


Alex tidak langsung menjawab dan berpikir sejenak, Dia merasa mereka adalah orang yang baik sehingga tidak apa-apa memberitahu mereka ke mana tujuannya selanjutnya.


“Aku akan pergi ke ibukota Kerajaan Orc, ada sesuatu yang kubutuhkan di sana,” sahut Alex.


Namun, Oliver dan Chicie tampak terkejut mendengarnya, keduanya tidak menyangka Alex sangat berani mendatangi sarang atau tempat berkumpulnya para Orc terkuat tersebut.


Alex tahu mereka terkejut mendengarnya dan dia hanya tertawa saja tanpa menjelaskan pada mereka, sebenarnya dengan kekuatannya saat ini; tidak ada Orc yang dapat mengalahkannya, kemungkinan hanya Mordor lah lawan yang sepadan untuknya.

__ADS_1


“Oh, ya... karena kalian akan menuju Pangkalan militer Kerajaan Orc, bagaimana kalau kita pergi bersama saja?” kata Alex lagi, karena menurutnya berpergian bersama mereka lebih nyaman sehingga ia tidak perlu melamun sendiri.


Oliver dan Chicie mengangguk setuju. Setelah Oliver menulis pesan kepada Legiun Barat, Chicie memimpin jalan menuju pangkalan militer Kerajaan Orc yang berjarak sekitar 100 Km.


Sepanjang perjalanan, mereka bergabung dengan para pengungsi Orc.


Para pengungsi Orc itu awalnya ketakutan melihat ada Dua Pendekar Manusia mendekati mereka. Namun, setelah Chicie menjelaskan kalau Kedua tidak akan melukai mereka, para pengungsi Orc itu pun merasa lega dan merasa lebih nyaman ada Pendekar tingkat tinggi yang menemani perjalanan mereka.


Alex tidak menyangka perang antara Kekaisaran Hazel dengan Kerajaan Orc akan menimbulkan penderitaan yang begitu mengerikan terhadap para penduduk Kerajaan Orc, mereka bahkan tidak sempat membawa harta mereka dan hanya membawa uang serta perbekalan seadanya serta berharap mencapai wilayah aman secepat mungkin.


Beberapa Orc mengatakan ada Desa-Desa tetangga mereka yang tidak sempat melarikan diri dan semuanya dibunuh oleh Pasukan Legiun Barat.


Alex hanya dapat menghela napas panjang tanpa dapat memberikan solusi mengatasi perselisihan antara Kedua Ras yang telah berlangsung ratusan tahun tersebut.


Oliver mengumpulkan kayu kering dan membuat Api unggun. Dia juga mengeluarkan Panci kecil dari tasnya dan Tiga Sarahmie Goreng Original.


“Aku juga memiliki Sarahmie!” Alex menolak pemberian Oliver, sementara Chicie tampak berbinar-binar menatap mie instan yang sedang populer di seluruh Benua Grandland tersebut. “Aku akan makan yang berkuah,” katanya lagi sembari mengeluarkan Sarahmie Soto Lamongan.


Oliver tertawa pelan karena ia teringat kalau yang menciptakan Sarahmie ini adalah sosok yang ada di hadapannya saat ini. “Aku lebih suka Sarahmie Goreng Original ini, makanya semua Sarahmie di tasku hanya ada varian itu.”


“Aku suka keduanya, tetapi bila malam hari Aku lebih suka makan yang ini,” sahut Alex, “kuahnya membuat tubuh menjadi hangat.” Alex kemudian tertawa.


Namun, aroma kuah Sarahmie Soto Lamongan Alex menyebar ke segala penjuru sehingga para pengungsi Orc menoleh ke arahnya.


“Ibu... Aku mau makan yang itu juga,” kata Orc berusia Lima tahun sembari menunjuk ke arah Alex. Namun, Ibu bocah Orc itu langsung menutup mulut anaknya karena takut Alex akan marah dan membunuh anaknya seperti yang dilakukan oleh para Manusia yang menyerang negaranya tersebut.

__ADS_1


Alex menyadari para pengungsi Orc hanya memakan Roti kering, bahkan ada sebagian Orc yang tidak makan karena tidak sempat membawa perbekalan mereka, sebab mereka harus kabur dengan tergesa-gesa karena Pasukan Legiun Barat telah memasuki Desa mereka.


Alex berpura-pura secara tidak sengaja menumpahkan mie di Panci dan tertawa. “Ah, sepertinya malam ini Aku harus puasa dulu,” katanya sembari menggaruk kepalanya.


Dia tidak mungkin memberikan Mie Instan miliknya pada Orc itu, karena ada Ribuan Orc bersama mereka—sementara dalam tasnya hanya ada Sepuluh Mie Instan saja dan bila ia memberikan Mie Instan itu pada beberapa Orc, maka Orc lain akan cemburu dan solusi yang terpikirkan di benak Alex hanya menumpahkan Mie Instan itu sehingga menjadi adil, karena tak ada mendapatkan bantuan darinya.


Oliver menatap sekelilingnya dan memutuskan melakukan hal yang sama dengan Alex.


“Cepat serahkan semua Roti kering kalian!” Tiba-tiba terdengar keributan di barisan belakang pengungsi dan disaat bersamaan beberapa Orc wanita menangis memohon belas kasihan dari Orc Pria.


Alex hendak berdiri, tetapi Oliver melambaikan tangan. “Biarkan Aku saja yang menegur mereka, Pangeran.”


Sebelum Alex menanggapi perkataan Oliver, tubuhnya telah menghilang dalam kegelapan malam dan saat-saat seperti ini Elemen Sihir Bayangannya sangat efektif sekali, karena sangat sedikit Cahaya menjadi kelemahan Sihirnya.


“Cepat serahkan atau Aku akan membunuhmu!” bentak Orc Pria mengayunkan tangannya menampar wajah Wanita Orc yang bersikukuh mempertahankan Roti kering miliknya. “Dasar P.e.l.a.c.u.r sialan! Mati saja kau!” umpatnya.


Namun, ayunan tangannya tiba-tiba berhenti, sehingga Orc Pria itu kebingungan dan menoleh ke arah Alex yang berada di kejauhan. Dia melihat Alex tetap duduk di sana, bagaimana tangannya tidak dapat digerakkan.


Sebuah Belati tiba-tiba muncul dan menghujam dada Pria Orc itu. Matanya terbelalak, terkejut dengan apa yang terjadi padanya.


Orc-Orc lain yang juga ingin merampas makanan dari para pengungsi langsung menjauh dari Orc Pria yang dadanya ditusuk Belati tersebut.


Dari Kegelapan malam muncul Pemuda Manusia yang membuat para Orc itu ketakutan, sementara Orc wanita yang merasa terselamatkan dengan kehadiran Pemuda Manusia itu langsung mengucapkan terimakasih.


“Ini adalah peringatan pertama dan terakhir untuk kalian semua!” seru Oliver dengan tatapan dingin. “Jangan mengusik para pengungsi dan bila kalian lapar maka pergilah berburu binatang liar atau tahanlah rasa lapar kalian, karena Dua hari lagi kita akan mencapai pangkalan militer terdekat.”

__ADS_1


__ADS_2