
“Eh... eh... eh... Kakek tua Naga itu dapat menghancurkan meja dengan mudah, berarti Kakek tua itu adalah Pendekar kuat,” kata Sarah dengan mata berbinar-binar segera berlari mendekati Naga tua itu.
Naga tua itu mengelus-elus janggut putihnya dan tersenyum bangga, tetapi sesaat kemudian ia malah mengerutkan keningnya karena bingung Sarah mengulurkan tangannya.
”Ada apa bocah setengah Elf?” tanya Naga tua itu.
”Bayar... Karena Kakek tua Naga telah menghancurkan properti Restoran Sarah!” sahut Sarah dengan santai.
”Eh? Berapa yang harus kubayar?” kata Naga tua itu menghela napas panjang.
Saat Sarah hendak menghitung berapa jumlah uang yang akan dibayar oleh Naga tua itu, tiba-tiba Alex berkata, ”Sepuluh Koin Emas!”
Sarah tampak kebingungan dan menoleh ke arah Ayahnya itu, tetapi Alex malah mengedipkan mata dan Sarah langsung memahami maksud Alex. Kemudian Sarah dengan senyum lebar mengulurkan tangannya lagi, ”10 Koin Emas Kakek tua Naga.”
”Mahal sekali! Apa-apaan Restoran ini, apakah kalian memanfaatkan momen ini untuk memeras pelanggan?” keluh Naga tua itu.
Sarah menggembungkan pipinya dan berkata, ”Cepatlah Kakek tua Naga! Atau Ayahku akan marah”
Naga tua itu sudah tahu identitas Alex dari Pangeran Gray Peddragon, sehingga ia tentu akan takut bila Alex benar-benar marah padanya. Dengan enggan, ia kemudian membayar 10 Koin Emas pada Sarah.
Sarah tampak senang mendapatkan 10 Koin Emas dari Naga tua itu, kemudian ia berlari ke meja Kasir dan menyerahkan uang itu pada Helena.
“Baiklah hati-hati di jalan, Paman Rambo sudah menunggu kalian,” kata Alex pada Hannah dan Viola yang pulang ke wilayah timur karena besok adalah akhir pekan—yang berarti Restoran Sarah juga akan tutup.
__ADS_1
“Baiklah, terimakasih Bos,” kata Hannah sangat senang karena membawa oleh-oleh seharga setengah bulan gajinya untuk keluarganya di rumah. “Sampai jumpa lagi Kak Elenna, Kak Lilith, Kak Eva, Kak Catherine, Kak Miranda, Sarah... Sampai jumpa lagi Nyonya Bos.”
”Ya, hati-hati di jalan!” sahut Helena tersenyum hangat.
”Kak Viola... Kirim salamku pada Jessica,” sahut Sarah, padahal ia selalu bertemu Jessica di Sekolah Harapan.
Viola sangat senang dengan sambutan hangat Bos dan rekan-rekan kerjanya itu. Bekerja dengan orang-orang baik di Restoran Sarah seperti mimpi atau fatamorgana saja.
Dia juga berharap hal seperti ini akan bertahan lama dan tidak pernah berakhir.
Kemudian Viola dan Hannah berangkat menuju wilayah timur dengan menumpangi Kereta Kuda Rambo, sementara Lilith, Elenna, dan Eva tetap tinggal di Restoran Sarah karena Lilith dan Eva sudah tidak memiliki keluarga lagi serta Elenna Keluarganya sangat jauh di Hutan Abadi.
”Kenapa Kamu masih di sana Naga tua? Restoran ini bukanlah panti jompo!” seru Alex dengan kening mengkerut menatap Naga tua itu.
”Jangan sembarang bicara anak muda! Walaupun Aku sudah tua, Aku masih memiliki banyak tabungan dan gajiku tetap mengalir setiap bulan ke sakuku,” sahut Naga tua sembari menoleh ke arah Eva. “Aku merasakan jejak aura Naga dari tubuhmu dan itu adalah Aura yang sangat melimpah, maukah Kamu menjadi muridku dan tenang saja, statusmu di Kerajaan Naga akan tinggi serta Aku dapat mencarikan Kamu Naga tampan seperti diriku... Oh, tidak, maksudku lebih tampan dari Alex!”
”Tentu Aku dapat menjaminnya karena Aku adalah salah satu Tetua Naga,” sahut Naga tua itu. ”Apakah Kamu tega membiarkan Naga bertalenta hebat ini terpendam di dapur Restoran ini?”
Alex tidak menanggapi perkataan Naga tua itu, karena ia juga sudah menyadari kalau Eva berlatih beladiri maka Eva akan menjadi Pendekar tingkat tinggi di masa depan, apalagi Elemen Sihir Apinya adalah Api Putih yang sangat langka atau Api terkuat yang pernah ada.
Alex menatap Eva. ”Kami tidak akan melarangmu bila Kamu memutuskan untuk ikut dengan Tetua Naga tua itu ke Kerajaan Naga dan akan menyambutmu kapanpun bila Kamu ingin kembali lagi.”
Tetua Naga itu sangat puas dengan jawaban Alex dan dia menatap Eva yang tampak ragu-ragu membuat keputusan.
__ADS_1
“Kalau Kamu ikut denganku, maka Aku akan memasukkanmu ke Akademi Kerajaan dan bahkan dapat membuatmu bertunangan dengan Pangeran Gray Peddragon. Kamu ingatkan Naga jantan itu? Dia cukup tampan dan Pendekar tingkat 10, hidupmu akan bersinar terang bila ikut denganku ke Kerajaan Naga.” Tetua Naga membujuk Eva dengan menjual nama Pangeran Gray Peddragon.
Bahkan bila Gray tidak mau menikah dengan Eva, maka ia tetap memaksa bocah Naga itu harus mau menikahi Eva asalkan Eva mau menjadi muridnya.
Restoran Sarah tiba-tiba menjadi hening, semua mata tertuju pada Eva yang tampak ragu-ragu membuat keputusan dan beberapa kali terdengar helaan napas panjang—yang berarti ia enggan untuk pergi meninggalkan Restoran Sarah ini.
”Kalau Kamu senang tinggal di sini, maka tolak saja. Selama Aku masih hidup maka Aku akan menjagamu dan tidak membiarkan orang lain menyakitimu dan hal ini juga berlaku pada Lilith dan Elenna serta Hannah dan Eva,” kata Alex yang membuat Tetua Naga mengerutkan keningnya, karena perkataannya itu menambah keragu-raguan Eva untuk mengikuti Tetua Naga ke Kerajaan Naga.
Sarah berdiri di atas meja dan melipat kedua tangannya di dada. ”Jangan khawatir Kak Eva, kalau Aku sudah setinggi Ayah... Aku akan melindungimu juga, karena Aku ini sangat kuat!” katanya dengan bangga.
Eva tertawa mendengar perkataan Sarah, tetapi dari sudut matanya mengalir air mata. Dia mengepal tangannya dengan erat dan berkata, ”Aku sudah memutuskan, Aku akan tetap tinggal di sini dan akan berlatih beladiri dengan Kak Elenna.”
”Hmm, Kalian juga dapat meminta bimbinganku atau suamiku,” sahut Helena.
Tetua Naga sangat kesal dengan jawaban Eva itu, tetapi ia tidak berani memarahi Eva demi keselamatan dirinya. Dia menatap Eva dengan seksama dan merasa keputusan gadis setengah Naga itu sudah bulat dan tak bisa dibujuk lagi.
”Baiklah, kalau Kamu berubah pikiran suatu hari nanti, mintalah Alex mengantarmu ke Akademi Kerajaan Naga atau datangi saja Kedutaan Kerajaan Naga, Aku akan menjemputmu ke sana!” seru Naga tua sembari berjalan keluar dari Restoran Sarah. ”Sampai jumpa Koki Pangeran,” katanya lagi dengan sinis, yang membuat Alex mengerutkan keningnya.
Alex menutup pintu Restoran dan tersenyum hangat menatap Helena dan yang lainnya. “Si tua bangka itu membuat suasana Restoran menjadi canggung he-he-he... Kalian istirahat lah, biarkan Aku saja yang menyapu dan membereskan meja serta kursi-kursi ini.”
Lilith hendak menghentikan Alex, tetapi sebelum ia mengucapkan sepatah katapun—Alex langsung melambaikan tangannya.
”Sudahlah, kalian istirahat saja... lagi pula hari ini pekerjaan kalian sangat banyak,” kata Alex lagi.
__ADS_1
Sarah melompat dari atas meja dan mengambil sapu, ”Aku juga akan membantu Ayah. Lihatlah Aku menyapu dengan cepat!”
Alex tertawa karena Sarah malah menggunakan Elemen Sihir Angin pada sapu itu, sehingga semua debu langsung berterbangan ke segala penjuru Restoran.