Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perjumpaan Dengan Alex


__ADS_3

Ulrich dan Zelma berjalan kaki di jalanan Kota Perdamaian sisi Barat, keduanya memperhatikan papan nama toko-toko di sepanjang jalan mencari apakah ada toko yang khusus jual-beli Kristal Sihir.


Kebetulan juga, Alex baru saja pulang dari pasar membeli bumbu-bumbu. Setelah menyuruh Kereta Kuda membawa belanjaannya, tiba-tiba saja ia memutuskan berjalan kaki saja kali ini.


Alex merasakan energi Sihir yang sangat aneh dari Ulrich dan Zelma yang baru saja melintas di sebelahnya. “Energi Sihir itu mirip dengan Energi Sihir yang tiba-tiba masuk ke dalam tubuh Sarah, apakah mereka datang untuk membawanya?” pikirnya merasa seperti akan muncul plot dalam novel, di mana Putrinya akan diculik oleh orang asing untuk dijadikan wadah atau dipaksa menjadi pengantin tokoh antagonis.


Alex langsung cemas, tetapi ia tidak bisa buru-buru menuduh mereka sebagai orang jahat, karena keduanya tidak menunjukkan sikap angkuh seperti para tokoh antagonis dalam plot novel.


Alex mempercepat langkahnya dan memperhatikan gerak-gerik keduanya yang selalu menoleh ke arah toko-toko di sepanjang jalan.


“Apa kalian baru pertama kali mengunjungi Kota Perdamaian, tuan dan nona cantik?” tanya Alex tersenyum tipis sembari menaruh kedua tangannya di belakang. Dia meniru gaya-gaya tuan muda dalam cerita novel yang suka tebar pesona ketampanan


Ulrich dan Zelma terkejut dengan kehadiran Alex di sebelah mereka. Keduanya bahkan mundur beberapa langkah saking terkejutnya, karena mereka tidak merasakan jejak Sihir dari tubuhnya, padahal lalu lalang yang disebut sebagai Pendekar memancarkan jejak Sihir yang mirip dengan Kesatria Suci dari Benua Vlorien.


Ulrich dan Zelma berpikir mungkin Pria tampan di hadapan mereka itu adalah Manusia biasa, tetapi entah mengapa mereka merasa Pria itu terlihat seperti sosok kuat bukan Manusia biasa.


Alex melirik ke kantong kulit yang terbuat dari kulit Monster tingkat tinggi di tangan Zelma. Sudut bibirnya langsung memancarkan senyuman tipis dan berpikir dari mana Dua orang aneh ini berasal, kenapa semua Kristal Sihir di Kantong kulit itu adalah Monster diatas tingkat 10.


“Semua Kristal Sihir itu mengandung elemen Sihir Air, apakah itu seperti Kristal Sihir Monster Hiu yang dulu Aku kalahkan?” pikirnya hendak mengelus janggutnya, tetapi ia tiba-tiba menyadari dirinya tidak memiliki janggut. “Ah, Aku terlalu menghayati peranku sebagai tuan muda,” pikirnya lagi.


Ulrich mengangguk pelan setelah bertatap mata dengan Zelma. Kemudian Zelma hendak berbicara, tetapi Alex langsung melambaikan tangannya.

__ADS_1


“Kalian dari luar Kota Perdamaian dan kehabisan uang, kemudian sedang mencari toko yang mau membeli Kristal Sihir kalian, kan?” kata Alex dengan santai sembari membungkukkan tubuhnya menatap Zelma, ia memperlakukan Penyihir Wanita itu seperti gadis remaja saja.


“Ba-bagaimana Kamu tahu tujuan Kami?” Zelma mundur selangkah dan merapal mantera Sihir dalam pikirannya, kemudian di kepalan tangannya muncul Bola Api.


Bola Api itu akan ia lemparkan ke arah orang asing di hadapannya itu, bila orang asing itu mencoba merampas Kantong Kulitnya.


Alex kembali tersenyum dan menaruh Kedua tangannya di punggungnya. “Karena kalian Pendekar, jadi ... sudah wajar kalian dengan mudah mendapatkan Kristal Sihir setelah berburu Monster.”


Ulrich dan Zelma bernapas lega setelah mendengar jawaban Alex. Bola Api di tangan Zelma pun memudar dan menghilang. Ternyata Pria di hadapan mereka itu tidak menyadari kalau mereka berasal dari negeri asing.


Zelma tersenyum menatap Alex dan berkata, “Memang benar ini pertama kalinya Kami datang ke Kota Perdamaian. Kami berasal dari sebuah Pulau di Kekaisaran Hazel dan uang kami dicuri saat di Kereta Api. Apakah tuan tahu di mana toko yang mau membeli Kristal Sihir Kami?”


“Ah, sungguh hari yang sial dan pencuri itu bernyali tinggi juga berani mencuri uang dari Pendekar,” sahut Alex berpura-pura terkejut. Padahal dalam benaknya ia mencibir Zelma, kalau Kekaisaran Hazel tidak mempunyai Pulau. Sementara Pulau yang direbut oleh Pangeran Pertama telah dikembalikan kepada Kerajaan Iblis. “Bagaimana kalau Aku yang akan membeli semua Kristal Sihir kalian? Jangan khawatir, Aku adalah tuan muda Kaya. Bahkan Aku dapat menawarkan kalian pekerjaan sebagai Pengawal Pribadiku dan kalian akan digaji tinggi, bagaimana?”


Dia harus memberitahu Lord Michael tentang kabar ini agar Lord Michael memberitahu seluruh Raja-Raja dan mempersiapkan diri dengan kemungkinan Perang besar akan berkobar melawan invasi asing.


Dia juga teringat dengan perkataan Dewa Cthulhu tentang Benua lain yang memiliki Dewa yang jauh lebih kuat darinya. Kepalanya langsung terasa sakit, baru saja menikmati kedamaian dan Deviden dari Hak Kepemilikannya atas Tiga Perusahaan besar juga belum turun, masa harus perang kembali. Kalau begini, kapan ia bisa menikmati kekayaan itu.


“Karena kalian adalah orang asing yang kaya, maka Aku akan mengambil keuntungan dari kalian ha-ha-ha.” Alex tertawa terbahak-bahak seperti tokoh antagonis di dalam benaknya.


“Terimakasih tuan mau membeli Kristal Sihir Kami,” sahut Zelma tersenyum cerah. Akhirnya ia akan memiliki uang banyak dan masalah kekurangan pasokan makanan mereka teratasi. “Namun, untuk menjadi Pengawal Pribadi Anda ... Kami meminta maaf, Kami tidak dapat menerimanya, karena Kami hanya berliburan ke sini dan akan segera kembali ke kampung halaman beberapa hari ke depan.”

__ADS_1


Zelma memperlihatkan Kristal Sihir berkilauan miliknya pada Alex—yang membuat Alex tersenyum lebar, bila dikalkulasikan dengan harga normal maka itu senilai Seratus Ribu Koin Emas atau sama dengan pendapatan Satu Tahun Restorannya.


“Kebetulan sekali sisa uang belanjaanku masih banyak,” pikir Alex tersenyum nakal. Dia langsung meraih Kantong Kulit berisi 100 Kristal Sihir itu dan menyerahkan Kantong kulit Monster tingkat rendah yang lusuh kepada Zelma. “Sebenarnya pertukaran ini tidak sepadan, tetapi karena Aku kasihan melihat kalian yang terlihat pucat, maka ambil saja semuanya. Belilah makanan bergizi, kalau kalian ingin Pulau kalian memiliki hubungan diplomatik dengan Kota Perdamaian, maka pergi ke Kastil itu!” Dia menunjuk ke arah Kastil Pemimpin Kota yang berada tidak jauh dari mereka.


Zelma membuka Kantong kulit yang diberikan oleh Alex. Di dalamnya ada sekitar 100 Koin Emas dan sisanya Ratusan Koin Perak, entah mengapa ia merasa seperti ditipu walaupun ia tidak tahu nilai tukar mata uang Benua Grandland. Namun, yang ia jual adalah Kristal Sihir dari Monster tingkat tinggi di Samudera tak berujung, seharusnya itu bernilai tinggi. Di Benua Vlorien saja, itu bernilai 100 Koin Emas mata uang Benua Vlorien.


Alex menyadari perubahan wajah Zelma yang sudah curiga ditipu olehnya. Dia pun berkilah, “Kristal Sihir berelemen Sihir Air itu tidak ada gunanya, untuk menghabiskan semua ini ... sepertinya Aku akan membangun Akuarium terbesar di Dunia dan menempatkan Monster Ikan Sapu-Sapu dan Monster Ikan Buntal di dalamnya.”


Zelma dan Ulrich saling berpandangan, keduanya tidak menyangka di Benua ini Kristal Sihir Air tidak ada gunanya. Kini, mereka merasa bersyukur, ternyata tuan muda Kaya di hadapan mereka itu adalah Pemuda baik hati.


“Bos!”


Tiger kebetulan lewat dan tidak memiliki penumpang pada Kereta Kudanya. Putra dari Rambo, Kereta Kuda langganannya itu selalu menyapa Alex dengan panggilan Bos bila bertemu di jalan maupun saat Alex sedang menyapu halaman Restoran Sarah.


“Oh, Kau sudah datang Tiger!” Alex bertingkah seolah-olah Tiger adalah Kusir Kereta Kuda pribadinya. Di langsung masuk ke dalam Kereta Kuda itu dan Tiger hanya tersenyum lebar, ia sangat senang Alex naik ke Kereta Kudanya. “Bawa Aku pulang! Aku lelah sekali hari ini? Kapan musim hujan, ya? Panasnya sudah seperti di Neraka saja.”


“Bukankah tadi malam hujan deras, Bos?” sahut Tiger yang langsung membuat Alex menjadi gugup, untung saja Tiger langsung melajukan Kereta Kudanya.


“Ah, Aku lupa ha-ha-ha.” Alex tertawa dan melambaikan tangan pada Zelma dan Ulrich yang langsung melambaikan tangan juga padanya. “Kalau kalian membawa Kristal Sihir lagi, cari saja Aku ya!”


“Ya, terimakasih tuan muda!” sahut Ulrich, “sampai jumpa lagi.”

__ADS_1


“Ah, Aku tidak mau lagi berjumpa dengan kalian ha-ha-ha.” gumam Alex tertawa terkekeh-kekeh, karena mendapat uang banyak dari orang asing tersebut.


__ADS_2