
Sosok misterius itu melepaskan penutup wajahnya dan Alex langsung terkejut, karena sosok misterius itu ternyata Pria Elf yang berarti ia dikirim oleh Kerajaan Hutan Abadi.
“Apakah mereka sudah tahu keberadaanku dan memintaku untuk menjauh dari Helena?” pikir Alex berspekulasi.
“Aku adalah Damian, Pelayan tuan Putri Mahkota Helena,” sahut Damian memperkenalkan dirinya agar Alex tidak tiba-tiba menyerangnya. “Aku diutus oleh tuan Putri Helena untuk mencarimu selama Empat tahun terakhir ini.”
“Syukurlah dia baik-baik saja!” Alex bernapas lega karena menurut informasi yang ia dapatkan, Helena telah dipenjara setelah melahirkan anak berdarah campuran yang sudah pasti itu menjadi aib bagi Ras Elf yang tidak mau berbaur dengan Ras lain tersebut.
Damian menganggukkan kepala dan berkata, “Akan tetapi Aku mendapat informasi kalau posisinya sebagai Putri Mahkota akan digantikan oleh Saudarinya.”
“Bukankah itu kabar gembira? Kalau posisinya digantikan maka Aku akan mudah membawanya dari Hutan Abadi,” sela Alex keheranan melihat Damian malah tampak sedih.
Damian menghela napas panjang. “Masalahnya adalah rumornya tuan Putri Helena akan dijadikan sebagai alat pernikahan politik dengan Kekaisaran Hazel agar Hutan Abadi tidak diusik serta Kekaisaran Hazel akan membantu Hutan Abadi bila Kerajaan Goblin menyerang Hutan Abadi.”
“Apaaaaaa?” Alex terkejut mendengarnya.
Kekaisaran Hazel memang sudah berkembang pesat selama Seratus tahun terakhir, dari yang awalnya sebagai negara terlemah tiba-tiba menjelma menjadi negara kuat yang sejajar dengan Kerajaan Naga dan Orc.
Alex berpikir sepertinya ia harus segera pulang ke Kota Ella dan mencari keberadaan warisan Kekuatan yang ditinggalkan oleh Dewa Hercules. Hanya dengan menjadi kuatlah Dia bisa melindungi orang-orang yang ia cintai.
“Oh, dengan siapa Dia akan dinikahkan? Apakah Tetua Agung lagi yang mengusulkan pernikahan politik itu?” selidik Alex penasaran, karena ia sudah tahu kalau Tetua Agung lah yang merebut Sarah dari Helena dan menyerahkannya pada Pangeran Kedua hingga terjadilah peristiwa malam mencekam itu.
Kalau ia bertemu dengan Tetua Agung Kerajaan Hutan Abadi itu suatu hari nanti, maka ia pasti akan mencabut nyawanya dengan bilah Pedang Meteor.
“Benar, Tetua Agung lah yang mengusulkan pernikahan politik itu. Namun, dengan Pangeran yang mana tuan Putri Helena menikah, Aku belum mendapatkan informasi mengenai itu,” sahut Damian.
“Hmm, mungkin itu Pangeran Kedua,” tebak Alex, karena dialah yang bekerjasama dengan Tetua Agung untuk melenyapkan dirinya dan dulu Pangeran Kedua juga berteman baik dengan Helena sebelum dirinya tiba-tiba datang serta langsung mengungkapkan memiliki perasaan cinta pada Helena. Yang paling mengejutkan adalah Helena saat itu langsung menerima cinta Alex dan hingga lahirlah Sarah ke Dunia ini.
__ADS_1
Damian menggelengkan kepala. “Kabarnya Pangeran Pertama juga mau menjadikan Tuan Putri Helena sebagai Selirnya sehingga Pangeran Kedua dan Pangeran Pertama tidak akur lagi.”
Alex mencibir, “Dari dulu mereka sudah bertikai karena ingin menjadi Putra Mahkota Kekaisaran Hazel. Pangeran Pertama pasti sengaja melakukannya agar Pangeran Kedua marah dan jengkel.”
“Aku tidak bisa berlama-lama di sini, takutnya Duta Besar mencurigaiku dan melaporkan pada Tetua Agung bahwa Aku adalah Pelayan tuan Putri Helena,” kata Damian menutup kembali wajahnya dengan kain berwarna hitam. “Oh, kapan Pangeran Alex akan menjemput tuan Putri Helena?” selidiknya, padahal ia sudah melompat ke balkon toko milik Elizabeth.
“Katakan padanya untuk sabar sebentar, Aku pasti akan datang menjemputnya sebelum pernikahan politik itu terjadi!” sahut Alex dengan sungguh-sungguh, Aura Pendekar tingkat 10 menyebar luas dari tubuhnya.
Damian mengerutkan keningnya saat merasakan Aura Pendekar Alex yang membuatnya tertekan. Aura Pendekar itu mirip dengan yang dimiliki oleh Tetua Agung yang memaksa Helena menyerahkan bayi yang baru ia lahirkan saat itu walaupun Helena juga Pendekar tingkat 10 yang sangat kuat.
Alex menengadah menatap langit berbintang dan menghela napas dalam-dalam. Dia berharap Helena tidak menderita di Hutan Abadi, karena Tetua Agung membatasi pergerakan istrinya itu.
Tetua Agung sebenarnya adalah bibi dari Helena dan memiliki pengaruh yang sangat kuat di Kerajaan Hutan Abadi, apalagi Ratu Elf yang juga Ibu Helena sudah lama tidak keluar dari rumah pohonnya.
Menurut rumor yang beredar, Ratu Elf telah lama menderita penyakit yang membuatnya koma. Namun, Helena mengatakan pada Alex bahwa Ratu Elf sedang bermeditasi untuk meningkatkan kekuatannya dan mencoba menerobos ke atas Pendekar tingkat 10.
Alex melompat ke atas balkon Restoran Sarah dan melakukan latihan berpedang selama Satu Jam sebelum beranjak ke tempat tidur.
...***...
“Ayahhhhhhhh! Kapan kita akan pergi ke Sekolah Harapan?”
Sarah berlari ke dapur setelah bangun tidur, bahkan rambutnya masih acak-acakan dan tidak mencuci muka lebih dulu.
Alex yang sedang mempersiapkan bahan-bahan makanan langsung tersenyum hangat menatap Sarah. “Mandilah lebih dulu dan pakai baju paling bagus. Kita akan ke Sekolah Harapan setelah sarapan pagi,” sahutnya.
“Yeay... Sarah akan belajar di Sekolah Harapan!” Sarah melompat-lompat kegirangan dan menaiki tangga ke lantai atas Restoran. “Kak Hannah... Kak Elenna ayo kita mandi bersama!” Dia membangunkan Kedua Karyawan Restoran Sarah tersebut.
__ADS_1
Alex membuat hidangan baru lagi hari ini karena ia sangat percaya kalau hari ini pengunjung Restoran pasti sangat ramai sekali—setelah ia mempromosikannya pada tamu pesta di Kastil Keluarga Donovan.
Hidangan baru yang ia buat adalah Tinutuan atau Bubur Manado dari Sulawesi Utara. Alex mempersiapkan bahan-bahannya dan akan memasaknya bersama Hannah nanti.
Daun bawang, serai, jagung manis, Ubi kuning, bayam, labu kuning, ikan asin dan lain-lain telah selesai ia persiapkan. Kini ia hanya menunggu Hannah turun ke dapur saja.
“Kak Elenna... kenapa gundukan empukmu lebih besar dari Kak Hannah?” Suara Sarah membuat kening Alex mengkerut.
“Tolong jangan di.re.mas... Sarahhhh!” Suara Elenna membuat pikiran Alex melayang-layang jauh.
“Kak Hannah... Aku ingin me.re.mas gundukan empukmu juga!” kata Sarah lagi dan tiba-tiba mereka tertawa terkekeh-kekeh di lantai atas Restoran.
Alex menggelengkan kepala dan menghela napas panjang. “Sepertinya Aku harus bertanya pada Uran, apakah Dwarf memiliki sistem peredam suara,” gumamnya.
Tak lama kemudian, Hannah turun dari lantai atas Restoran Sarah mengenakan seragam Koki. Dia tersenyum cerah karena hari ini akan menjadi juru masak utama di Restoran Sarah setelah Elenna menjadi Pramusaji.
“Bos... apakah kita akan membuat hidangan baru lagi?” tanya Hannah setelah melihat bahan-bahan makanan yang telah disiapkan oleh Alex.
“Benar,” sahut Alex tersenyum hangat. “Perhatikan baik-baik,” katanya lagi mulai memasukkan beras ke dalam panci bersama air, garam, daun bawang, serai, daun kunyit dan penyedap rasa buatannya sendiri.
Hannah memperhatikan dengan seksama setiap proses pembuatan Tinutuan itu, terutama urutan memasukkan bahan-bahannya ke dalam panci, karena ubi jalar, labu kuning, dan jagung baru dimasukkan setelah berasnya menjadi setengah matang.
...***...
Gambar Ras Elf (Sumber Pinterest)
__ADS_1