Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Restoran Valor Dan Ayla


__ADS_3

“Apa yang kalian lakukan?” Alex bertanya pada Valor yang sedang sibuk memotong beberapa Pohon di halaman rumah yang mereka sewa. Para bocah-bocah Suku Ular yang mereka selamatkan juga ikut sibuk memindahkan dahan-dahan yang sudah dipotong ke halaman belakang.


“Ah, kukira Paman Alex telah kabur meninggalkan Kami,” sahut Valor terkejut dengan kehadiran Alex yang tiba-tiba muncul di sebelahnya. “Bukankah Kita akan membuka Restoran di sini, makanya kami merapikan halaman ini agar dapat digunakan sebagai tempat parkir Kereta Kuda maupun Kuda.”


“Oh, begitu,” kata Alex segera melangkahkan kaki menuju ke dalam rumah. Dia merasa mengantuk dan ingin tidur sebentar sebelum kembali mencari sisa-sisa anggota Organisasi Hercules yang masih bersembunyi di Kota Ardotalia ini.


Valor tiba-tiba menarik tangan Alex. Dia tersenyum malu-malu sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Alex tentu kebingungan dengan tingkah Valor itu. “Jangan gunakan kode-kode rahasia padaku, Aku tidak akan memahami maksudmu! Katakan saja, apa maumu?” keluhnya.


Valor tertawa pelan dan berkata, “Sebenarnya Kami masih kekurangan uang untuk membeli bumbu-bumbu dan daging sapi. Ah, uang membeli kursi dan meja juga tidak ada, terus ... uang untuk—”


Alex mengangkat tangannya menyela perkataan Valor. Kepalanya terasa pusing, kenapa dirinya malah menjadi donatur mereka? Padahal ia cuma datang untuk menyelamatkan Suku Ular dari serangan Organisasi Hercules, bukan menjadi Pahlawan yang dapat mengatasi semua masalah.


Alex mengeluarkan Kristal Sihir sebesar kepalan tangan yang merupakan Kristal Sihir dari Monster Beruang Coklat yang ia bunuh saat pertama kali datang ke dataran rendah Therondia.


“Jual ini ke Guild Pandora dan gunakan uangnya untuk membeli semua yang kalian butuhkan,” sahut Alex tersenyum masam. Kristal Sihir itu sangat berharga dan nilainya mungkin mencapai 100 Koin Emas, karena berasal dari Monster tingkat 10. “Eith! Kembalikan sisa uangnya padaku!”


“Tenang saja Paman Alex, Aku tidak akan berani mengkorupsi uang hasil penjualan Kristal Sihir ini,” kata Valor menerima Kristal Sihir itu dengan tangan gemetar. Ini pertama kalinya ia menyentuh Kristal Sihir Monster tingkat 10 secara langsung dan berpikir bila ada orang lain yang melihatnya maka mereka mungkin akan merebutnya darinya.


Valor dengan tergesa-gesa memasukkan Kristal Sihir itu ke dalam Kantong sembari memperhatikan sekelilingnya apakah ada orang lain yang melihatnya.


Dia bernapas lega karena hanya ada anak-anak yang mereka selamatkan disekitarnya dan anak-anak itu sedang sibuk memindahkan dahan-dahan pohon sehingga tidak memerhatikan Kristal Sihir yang diberikan oleh Alex padanya.

__ADS_1


Dia kemudian kembali bekerja membantu anak-anak memindahkan dahan-dahan pohon ke halaman belakang. Dia juga menyapu halaman hingga bersih, kemudian barulah ia menuju cabang Guild Pandora di Kota Ardotalia.


...***...


Alex tidur dengan pulas di sofa ruang tamu rumah yang mereka sewa. Dia tidak sadar kalau air liurnya telah mengalir deras dari sudut bibirnya.


“Sarah? Kenapa Kamu mengganggu tidur Ayah?” Alex membuka matanya dan terkejut ternyata yang duduk di dadanya ternyata Ros. “Eh, apa yang Kamu lakukan gadis cantik?” goda Alex tersenyum hangat.


Ros yang membawa sapu tangan kumuh di tangannya langsung tersenyum, kemudian ia mengelap sudut bibir Alex. Setelah itu ia turun dari dada Alex dan berlari ke arah Ayla yang sedang mendekorasi rumah yang akan dijadikan sebagai Restoran tersebut.


Namun, Ayla langsung tertawa terkekeh-kekeh saat Alex berjalan melewatinya. Anak-anak lainnya juga tertawa termasuk Ros yang bersembunyi di belakang Ayla, karena dirinya lah yang mengakibatkan Alex menjadi bahan tertawaan.


Alex tentu bingung, kenapa dia ditertawakan. Kemudian ia melihat ke arah kaca dan melihat pantulan dirinya. “Ha-ha-ha ... Paman terlihat lucu, ya?” Dia malah ikut tertawa.


“Hmm, sepertinya belanjamu cukup banyak juga,” kata Alex tersenyum masam.


Valor bukan hanya membeli bumbu-bumbu, daging sapi yang cukup banyak. Dia juga membeli mesin pendingin buatan Dwarf, mesin penghangat ruangan dan masih banyak lagi. Sepertinya Valor menggunakan prinsip mumpung gratis, belanjakan saja sebanyak-banyaknya karena rejeki gratis tak akan terulang untuk kedua kalinya.


“He-he-he ... tenang saja Paman Alex, uang hasil penjualan Kristal Sihir masih tersisa sangat banyak,” sahut Valor mengeluarkan Kantong kecil berisi 60 Keping Emas. “Aku mengambil 10 Keping Emas untuk biaya sekolah anak-anak,” katanya lagi.


Alex tidak berkata-kata lagi, dia memang telah menjadi donatur mereka. “Ya, gunakan dengan baik.”


Tiba-tiba Ayla mengulurkan tangan ke arah Valor dan Alex langsung senang melihat Pemuda yang memeras uangnya itu tampak murung. Namun, Ayla tetap mengulurkan tangannya mendesak Valor menyerahkan sisa uang yang ia simpan.

__ADS_1


“Apa ada desas-desus menarik di Kota saat ini?” tanya Alex penasaran apakah sisa Organisasi Hercules telah melarikan diri atau tetap bersembunyi tanpa mencari keberadaan Neil yang menghilang tadi malam.


Valor menggelengkan kepala dan berkata, “Guild Pandora mengatakan kemungkinan besar Organisasi Hercules telah meninggalkan Kerajaan Beasthuman setelah Ribuan Prajurit Kekaisaran Hazel bergabung dengan Pasukan Kerajaan Beasthuman menyerang mereka. Mungkin mereka akan mencari mangsa baru di Kerajaan lain.”


Alex tidak menyangka Organisasi Hercules bergerak begitu cepat, padahal belum ada pertarungan besar yang terjadi antara mereka melawan Pasukan Kerajaan Beasthuman maupun melawan Pasukan Kekaisaran Hazel.


Alex menjadi khawatir kalau Kerajaan Beasthuman hanyalah pengalih perhatian saja dan tujuan utama mereka sebenarnya di Kerajaan lain.


Dia mulai ragu apakah akan bertahan sebentar lagi di Kota Ardotalia atau menuju Kerajaan yang bertetangga dengan Kerajaan Beasthuman.


“Ah, Aku tunggu saja beberapa hari lagi,” pikirnya tak ingin Kota Ardotalia diserang oleh Organisasi Hercules yang masih bersembunyi di Kota Ardotalia.


...***...


Seminggu kemudian, Restoran milik Valor dan Ayla cukup ramai dikunjungi oleh pelanggan. Awalnya hanya teman-teman mereka sesama Pendekar Suku Ular yang datang berkunjung, tetapi setelah Kepala Suku Ular datang berkunjung juga, para penduduk Kota Ardotalia mulai berdatangan walaupun harga Daging Sapi Belacang di Restoran Valor dan Ayla cukup mahal.


Biang keladi mahalnya harga di Restoran mereka adalah ulah Alex yang mengatakan, kalau pelanggan merasa puas dengan hidangan di Restoran mereka, maka pelanggan pasti akan kembali lagi walaupun harganya cukup mahal.


Agar hidangan di Restoran Valor dan Ayla bervariasi, Alex mengajari mereka cara memasak menu yang dipublikasikan oleh Koran Guild Pandora.


Para pelanggan yang pernah makan di Restoran Sarah merasa masakan di Restoran Valor dan Ayla cukup identik bahkan bisa dibilang sama 99,99%. Kritikus makanan mengatakan, Valor dan Ayla mungkin peniru ulung yang berhasil meniru hidangan Restoran Sarah.


Karena Alex tidak ingin keberadaan diungkapkan, Valor hanya menjawab dia mungkin beruntung saja dan tidak akan selamanya dapat meniru hidangan Restoran Sarah walaupun resepnya telah dipublikasikan di Koran Guild Pandora.

__ADS_1


__ADS_2