
“Apa kita pernah bertemu?” tanya Alex pada Miranda yang hanya diam saja disebelah Catherine dan Alex merasa pernah bertemu dengan wanita itu, tetapi entah di mana.
Miranda segera menggelengkan kepala dan dengan gugup menjawab, “Kita tidak pernah bertemu dan Aku juga baru mengenali wajah Pangeran Alex.”
“Oh, begitu, ya... tetapi rasa-rasanya aku pernah mendengar suaramu dan kalau tidak salah saat itu suara yang mirip denganmu itu malah mengumpat padaku,” kata Alex berusaha mengingat-ingat di mana ia bertemu dengan sosok yang memiliki suara yang sama dengan Miranda tersebut.
“Tolong tidak perlu menggali ingatan tentangku, kita tidak pernah bertemu, kok!” Miranda hampir menangis, karena takut Alex mengingat kalau dirinya adalah bawahan Lycus.
“Sudahlah Kak, cepat bantu kami menghabiskan makanan enak yang banyak ini!” sela Catherine agar Alex tidak mencoba menggali ingatan tentang Miranda.
“Kamu ada uang, kan? Semua hidangan di Restoranku adalah makanan mewah,” canda Alex duduk disebelah Catherine dan memindahkan Sarah ke pelukannya.
Catherine tidak langsung menjawab, dia mengambil Ayam Crispy dan menggigitnya. “Ummm, enak sekali! Ayam Crispy ini jauh lebih enak daripada Ayam Crispy tiruan yang kita makan di Kedutaan,” kata Catherine dan Miranda langsung mengangguk setuju. Catherine kemudian menatap Alex dan berkata sinis, “Kenapa Aku harus mengeluarkan uang? Kan, Restoran ini milik Saudaraku!”
Alex mengerutkan keningnya, “Hei, siapa saudara yang kamu katakan? Apakah Aku yang ada di depan wajahmu ini, tuan Putri miskin?”
“Hah? Coba ulangi lagi ucapanmu itu!” gerutu Catherine tampak kesal menatap Alex.
“Kenapa mereka malah bertengkar?” gumam Miranda ketakutan, tubuhnya sampai gemetaran sehingga Ayam Crispy terasa berat ditangannya.
Para pelanggan Restoran juga keheranan melihat mereka. Awalnya mereka terlihat sangat serasi sebagai Kakak-beradik, tetapi sesaat kemudian telah berubah seperti Api dan Air yang langsung bertengkar.
Sarah yang sedang digendong Alex berpikir sejenak bagaimana cara mendamaikan Ayah dan Bibinya. Kemudian ia mengeluarkan Koin Perak dari sakunya, “Bagaimana pakai uang Sarah saja?”
“Jangan!” Alex dan Catherine berkata disaat bersamaan, kemudian keduanya saling berpandangan dan tertawa terkekeh-kekeh.
__ADS_1
Hanya Helena yang tersenyum mendengar perubahan suasana hati Kakak-beradik itu, sementara Miranda dan pelanggan lainnya malah tercengang.
Setelah itu, Alex dan Catherine hanya berbincang-bincang tentang Lilia serta seputar makanan buatan Alex itu. Keduanya tidak mengungkit tentang Kaisar, Lycus maupun Einar yang juga berada di Kota Perdamaian sebagai utusan Kekaisaran Hazel tersebut.
Tanpa bantuan Alex maupun Sarah, Catherine dan Miranda menghabiskan semua hidangan diatas meja. Keduanya bahkan kesulitan untuk berdiri karena kekenyangan.
Miranda penasaran, kenapa makanan buatan Alex memiliki efek khusus setelah memakannya. Saat ia memakan Rendang, tiba-tiba ia teringat dengan kenangan terindah yang hampir ia lupakan dan merasa fisiknya semakin kuat. Sementara saat memakan bubur Tinutuan, ia merasa kulit wajahnya semakin halus dan cantik.
Namun, Miranda tidak berani bertanya pada Alex karena takut Alex mengingat tentang dirinya yang merupakan mantan bawahan Lycus.
Dia juga tidak menyangka sosok seperti Alex yang dengan tangan dingin membunuh banyak musuh itu ternyata sangat humoris dan sopan santun saat berbicara dengan para pelanggan Restorannya.
Tak terasa, diluar Restoran Sarah sudah gelap gulita dan tidak ada lagi pelanggan yang mendatangi Restoran Sarah.
“Apakah Einar akan mengirim Kereta Kuda menjemput kalian?” tanya Alex sembari menutup pintu Restoran.
Alex hanya tersenyum mendengar perkataan adiknya itu. “Kalau kalian ingin tinggal di sini, maka bantu Viola mencuci piring dan mulai besok kalian akan ikut menjadi Pramusaji Restoran ini,” sahutnya dengan sudut bibir menyeringai lebar. “Tak ada makan siang eh, maksudku makan malam gratis di Dunia ini!”
Catherine langsung mengerutkan keningnya dan memaki-maki Alex, tetapi akhirnya ia dan Miranda tetap ikut membantu Viola mencuci piring di dapur.
Miranda mengajukan diri untuk membantu Koki di dapur mulai besok, karena sebenarnya dulunya ia adalah Koki pribadi Lycus. Namun, tentu ia tidak memberitahu Alex tentang indentitas masa lalunya itu.
...***...
Wajah Jasper mengkerut masam sepanjang malam setelah mengetahui kalau Catherine telah kabur bersama pengawalnya ke Restoran Sarah.
__ADS_1
Awalnya ia hendak membawa beberapa Pendekar menjemput Catherine ke sana, tetapi Pangeran Pertama mengatakan untuk membiarkannya saja.
Setelah bertanya pada Morgan, Jasper akhirnya mendapatkan informasi kalau Pemilik Restoran Sarah itu ternyata adalah saudara dari Pangeran Pertama.
“Sial! Aku tidak memiliki kesempatan lagi untuk mencuri perhatian tuan Putri Catherine,” gerutu Jasper sembari menenggak anggur merah langsung dari botolnya.
Morgan hanya menggelengkan kepala dan meninggalkan kamar putranya itu, kemudian ia memecat semua Pendekar yang berjaga di gerbang Kedutaan, karena membantu Catherine melarikan diri.
“Apa kita perlu melenyapkan Morgan dan Putranya, Pangeran?” Assassin berpakaian serba hitam bertekuk lutut di hadapan Einar yang sedang membaca dokumen rahasia yang dikirim oleh merpati pesan.
Einar meletakkan dokumen itu diatas meja dan menggelengkan kepala. “Mereka masih berguna untuk saat ini, kecuali mereka menggunakan cara-cara kotor pada Catherine barulah singkirkan mereka,” sahutnya, “apa kamu sudah membeli makanan yang dapat membuat elemen Sihir berevolusi itu?”
Assassin itu menyerahkan kotak berisi daging Rendang. “Ternyata efek Ayam Betutu itu hanya berpengaruh terhadap Ras Naga, sehingga Aku membeli hidangan bernama Rendang saja, karena menurut para Pendekar yang telah memakannya; Rendang itu memiliki efek dapat meningkatkan kekuatan fisik seseorang.”
Einar menerima kotak berisi Rendang itu dan melambaikan tangannya, tanda bahwa Assassin itu untuk segera pergi. “Jangan lupa, lindungi Catherine secara diam-diam!” seru Einar saat Assassin itu melompat melalui jendela.
Einar meletakkan kotak ditangannya itu diatas meja dan melanjutkan membaca laporan rahasia tadi.
“Oh, sepertinya Kaisar tidak percaya dengan kekuatan Pasukanku,” gumam Einar menyeringai tipis, karena semua Legiun militer yang mendukungnya hanya ditempatkan di perbatasan dengan Kerajaan Hutan Abadi dan Kerajaan Naga, begitu juga dengan yang berada di Pulau milik Kerajaan Iblis yang telah diduduki; mereka hanya diperintahkan untuk bertahan tanpa melakukan ekspansi ke Pulau lainnya.
Einar tidak kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Kaisar itu. Dia justru senang, militer yang tidak mendukungnya akan berkurang karena dikirim berperang melawan Kerajaan Orc dan Kerajaan Goblin.
“Lycus telah tersingkir, sekarang yang harus diwaspadai adalah bocah licik itu,” gumamnya sembari membayangkan wajah Alex. Hingga sekarang, ia masih bingung apa sebenarnya ambisi hidup Alex. Apakah ia benar-benar hanya ingin menikmati hidup dengan mengelola Restoran atau menunggu momen yang tepat untuk merebut kekuasaan seperti yang dilakukan oleh Ayahnya dulu saat membentuk Kekaisaran Hazel.
Assassin lain tiba-tiba muncul di jendela dan berkata, “Pangeran Alex telah meninggalkan Restorannya dan menuju ke wilayah timur Kota Perdamaian. Namun, dia hanya membawa golok dan mengenakan penutup wajah.”
__ADS_1
Einar tersenyum dan berkata, “Oh, menarik sekali. Terus amati dia dan laporkan apa yang ia lakukan di sana!”
“Baik Pangeran Pertama!” sahut Assassin itu langsung menghilang dari jendela.