Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris

Pangeran Terkuat Menjadi Koki Legendaris
Perang Melawan Mordor XII


__ADS_3

“Mordor! Perintahkan semua mayat hidup menghancurkan para Pendekar itu!” Suara Dewa Cthulhu meraung marah di benak Mordor yang membuatnya kebingungan.


“Bukankah Kita masih menunggu beberapa Pengendali yang belum datang? Apakah mereka telah berhasil melepaskan semua Segel itu?” sahut Mordor penasaran apa yang membuat Dewa Cthulhu murka.


“Mereka dalam perjalanan kemari, tetapi si Alex sialann itu memakan salah satu bagian tubuhku!” keluh Dewa Cthulhu yang membuat Mordor semakin bingung, apakah sosok yang ia sembah ini benar-benar Dewa atau bukan? Kenapa bagian tubuhnya berhasil dimakan oleh Alex tanpa mengakibatkan efek samping padanya.


Dewa Cthulhu tentu menyadari apa yang dipikirkan oleh Mordor saat ini, karena otaknya menyatu dengan otak Mordor.


“Karena bagian tubuhku menyatu dengan tubuh lain, maka Aku membuat ukuran tubuhku mengecil. Namun, itu menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh Alex, anehnya tubuhnya dapat melahap tubuhku itu!” Dewa Cthulhu berkata kesal.


Dia mulai berpikir keberadaan seperti Alex seharusnya setara dengannya. Apakah Alex juga Dewa tingkat tinggi? Hanya itu satu-satunya jawabannya. Namun, Alex hanya menggunakan Kekuatan para Dewa yang menyegelnya dulu.


“Apakah benar setelah kalian menyergap Alex empat tahun lalu, tiba-tiba ia muncul kembali menjadi Koki yang makanan buatannya dapat meningkatkan kekuatan para Pendekar?” Tiba-tiba Dewa Cthulhu melontarkan pertanyaan pada Mordor yang baru saja memerintahkan seluruh Pasukan mayat-mayat hidupnya menyerang musuh dengan kekuatan penuh.


“Ya, Yang Agung Dewa Cthulhu... Padahal selama Empat tahun di Kota Perdamaian, keadaannya seperti Manusia yang hidup segan mati tak mau. Namun, dalam sekejap Kekuatannya tiba-tiba pulih dan menjadi Koki. Setelah itu sebagian besar penduduk di sana mengatakan kalau Dia adalah Koki Legendaris,” sahut Mordor.


“Tak salah lagi, Dia tidak berasal dari Dunia ini!” kata Dewa Cthulhu yang membuat Mordor terkejut. “Dia pasti telah membaca petunjuk yang ditulis oleh Dewa Hercules yang juga bukan berasal dari Dunia ini.”


“Kalau begitu, apakah Kita masih dapat memenangkan Perang ini?” Mordor bertanya dengan hati-hati agar Dewa Cthulhu tak marah padanya.


Dewa Cthulhu tidak menjawab pertanyaan Mordor. Butuh jeda beberapa menit sebelum ia menjawab kalau seluruh tubuhnya sudah menyatu maka sangat mudah baginya melenyapkan Alex. Kemudian Dewa Cthulhu tidak berbicara lagi, sehingga Mordor memfokuskan perhatiannya terhadap Perang dihadapannya itu.


...***...

__ADS_1


Setelah menerima pesan dari Alex, Helena langsung menutup Restoran Sarah dan membuat pengumuman mereka akan tutup hingga Perang melawan pengikut Dewa Cthulhu berakhir.


“Kita akan ke mana, Bu?” tanya Sarah menatap Restoran Sarah dengan raut wajah sedih dan tidak menyangka rumah barunya ini akan mereka tinggalkan, padahal ia sangat senang tinggal di sini karena banyak orang-orang baik yang memberikannya tip Koin Perak.


Helena tersenyum dan mencium pipi mungil Sarah. “Kita akan mengungsi ke tempat Nenekmu atau Ibuku di Hutan Abadi.”


“Apakah Nenekku itu cantik seperti Nenek Lilia atau tampak seperti wanita tua seperti Nenek Eli?” sahut Sarah. “Eh, Aku sudah lama tidak melihat Nenek Eli? Dia ke mana, ya? Biasanya Nenek Eli minum teh di balkon itu setiap pagi!”


Helena tersenyum masam dan bingung bagaimana menceritakan pada Putrinya itu, kalau Elizabeth telah tewas di bunuh oleh Pengikut Dewa Cthulhu.


Setelah berpikir sejenak, Helena menjawab, “Kabarnya Nenek Eli pergi ke tempat yang sangat jauh. Mungkin beliau tidak akan kembali lagi.”


Sarah bertambah sedih karena tidak akan pernah lagi bisa menyapa wanita tua penjual Ramuan herbal tetangganya itu.


Helena segera masuk ke dalam gerbong Kereta Kuda sembari menoleh ke arah Hannah dan yang lainnya yang memutuskan tidak akan ikut dengan Helena menuju Kerajaan Hutan Abadi.


“Berhati-hatilah saat berada di Kota Ella dan jangan jauh-jauh dari Elenna,” kata Helena.


Hannah dan Karyawan Restoran Sarah lainnya memutuskan pergi ke Kekaisaran Hazel sebagai sukarelawan yang membantu memasakkan makanan untuk Pasukan militer yang sedang bertarung melawan mayat-mayat hidup.


Helena telah memberitahu Lord Michael tentang kepergian mereka dan Lord Michael langsung menyediakan Monster Elang membawa mereka menuju Kota Ella.


“Aku berjanji akan menjaga mereka dengan baik, Nyonya Bos!” sahut Elenna dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Hannah tertawa dan berkata, “Tidak perlu khawatir Nyonya Bos! Aku sudah mengirim surat kepada Tuan Putri Catherine dan beliau membalas kalau dirinya juga menjadi sukarelawan di dapur umum.”


Helena tidak menyangka Hannah yang hanya gadis biasa atau bukan Pendekar itu rasa percaya dirinya sangat tinggi, bahkan Dialah yang terlihat tetap tenang—padahal rekan-rekannya yang merupakan Pendekar terlihat sangat cemas dan gugup, serta dia jugalah yang menyarankan agar mereka menjadi sukarelawan di dapur umum di belakang garis depan medan Perang melawan pengikut Dewa Cthulhu tersebut.


“Apakah ada yang ingin kamu titipkan atau adakah pesan yang ingin kamu sampaikan kepada orangtuamu?” tanya Helena pada Elenna yang juga berasal dari Hutan Abadi tersebut.


Namun, Elenna menggeleng pelan. “Tolong jangan beritahu Keluargaku kalau Aku menuju Kota Ella,” sahutnya takut orangtuanya akan menyusulnya ke Kota Ella, karena orangtuanya pasti khawatir ia terbunuh di sana.


“Baiklah, sampai jumpa!” Helena melambaikan tangannya dan Rambo segera melajukan Kereta Kuda menuju Kerajaan Hutan Abadi.


“Sampai jumpa Kak Hannah, Kan Eva, Kak Elenna, Kak Lilith, Kak Viola... Sampaikan salamku pada bibi Catherine, ya!” Sarah melambaikan tangannya, mata birunya memerah dan linangan airmata mulai berjatuhan membasahi pipinya.


“Sampai jumpa juga Sarah! Kita pasti akan bertemu lagi ha-ha-ha.” Hannah tertawa, tetapi setelah Kereta Kuda Rambo tak terlihat lagi, tiba-tiba Hannah menangis tersedu-sedu. “Aku khawatir, Nyonya Bos dan Sarah disergap oleh pengikut Dewa Cthulhu di perjalanan nanti?”


Elenna dan yang lainnya mengerutkan kening. Awalnya mereka mengira Hannah lah yang paling tenang diantara mereka, ternyata ia hanya berpura-pura tegar saja.


“Tidak perlu khawatir, Nyonya Bos adalah Pendekar tingkat 11 saat ini. Selain Bos Alex dan Mordor, sepertinya tidak ada yang dapat mengalahkannya!” Elenna menghibur Hannah karena suara tangisannya semakin keras.


Monster Elang mendarat di halaman Restoran Sarah.


Pria tua yang merupakan penunggang Monster itu melompat turun dari punggung Monster Elang. “Apakah kalian sukarelawan yang akan menuju Kota Ella itu?” tanyanya, “Perkenalkan Aku adalah John atau panggil saja Pak tua John yang diutus oleh Lord Michael mengantar kalian ke Kota Ella.” Pak tua John membungkukkan tubuhnya sembari melepas Topi hitamnya.


Hannah menyeka air matanya dan memperkenalkan dirinya lebih dulu, kemudian gadis-gadis lainnya juga memperkenalkan diri.

__ADS_1


Pak tua John kemudian membantu mereka mengangkat barang-barang yang akan mereka bawa ke Kota Ella. Sebagian besar barang-barang itu adalah Kotak-Kotak besar yang berisi Rendang.


__ADS_2