
Hades terkejut menatap Lilith yang sedang meletakkan hidangan di atas meja, tadi ia tidak terlalu memperhatikan pramusaji Restoran Sarah ini dan tidak menyangka gadis di depannya ini ternyata berasal dari Ras yang sama dengannya.
“Silahkan dinikmati hidangannya tuan,” sapa Lilith tersenyum hangat yang membuat detak jantung Hades berdebar kencang.
Hades melirik ke dalam Restoran dan kembali dibuat tercengang saat melihat Elf cantik juga menjadi pramusaji di Restoran ini.
Dia akhirnya mengerti kenapa Uran sangat bersemangat saat menceritakan tentang Bos Restoran Sarah padanya—padahal biasanya Restoran yang dikelola oleh Ras Manusia tidak menyukai Ras lain masuk ke Restoran mereka. Namun, Alex berbeda, dia tidak membeda-bedakan pelanggan; selama Anda memiliki cukup uang, maka pintu akan terbuka lebar.
Alex segera berdiri setelah membisikkan keinginannya pada Uran. Dia menuju meja di sebelahnya dan mengelap meja itu agar bersih dari noda bekas makanan pelanggan sebelumnya.
Hades menatap daging Rendang dengan seksama dan berpikir dalam benaknya, ternyata seperti ini makanan yang banyak membuat Kekuatan para Pendekar tiba-tiba meningkat tersebut.
Dia merasa tidak ada yang istimewa, daging Rendang itu terlihat sama dengan daging yang sering ia makan. Namun, Rendang ini diolah dengan banyak bumbu, tidak seperti di Kerajaan Iblis yang hanya menggunakan bumbu sederhana saja.
“Jangan dilihat terus tuan Hades, Rendangnya tidak akan melompat ke mulutmu ha-ha-ha.” Uran tertawa karena Hades malah termenung menatap Rendang di piring kecil di atas permukaan meja. “Hmm, Jus wortel ini enak juga,” katanya lagi setelah menenggak minuman yang ditaruh oleh Lilith di depannya.
Hades agak kesal mendengar candaan Dwarf di depannya itu. Dengan ragu-ragu ia mencubit sedikit bagian tepi daging rendang dan mencampurnya dengan nasi, kemudian segenggam nasi melesat ke dalam mulutnya dan mengunyahnya.
“Rasa ini?” Hades terkejut dan tidak menyangka daging monster dapat diolah menjadi makanan yang sangat nikmat, tiba-tiba pikirannya melayang ke masa-masa saat ibunya masih hidup dan saat itu, ibunya membuka pintu gubuk dengan berlumuran darah.
Hades bertanya dengan wajah polos, apa yang terjadi pada ibunya dan ibunya menjawab ia terluka saat mencoba menangkap monster burung Elang.
__ADS_1
Ibunya berkata agar Hades tidak perlu khawatir dan akan memasakkan sup daging monster Elang untuknya.
Setelah sup-nya matang, ibunya menyuruh Hades untuk segera makan—sementara ibunya berbaring diatas ranjang dan tidak pernah membuka matanya lagi.
Hades menyeka air matanya dan terus mengunyah nasi bercampur lauk Rendang tersebut hingga nambah Lima porsi lagi.
Uran mengerutkan keningnya saat membayar biaya makan Hades dan menyesal telah mentraktirnya makan gratis.
“Ayolah kawan... tidak perlu cemberut begitu, bagaimana kalau nanti malam kita ke Bar dan Aku yang akan mentraktirmu?” Hades membujuk Uran agar tidak merajuk dan ia menoleh ke arah Alex yang sibuk membersihkan meja makan. “Apakah Bos Alex mau bergabung dengan kami, juga?”
“Ehemmm, suamiku tidak suka minuman yang memabukkan,” sela Helena yang sedang menghitung uang pemberian Uran.
Hades tersadar kalau Alex sudah menikah dan diapun segera menggaruk-garuk kepalanya serta berkata, “Maaf Nyonya Bos... Aku hanya berbasa-basi saja.”
“Sepertinya kita tidak perlu ke Bar lagi, Uran,” kata Hades lagi—yang membuat Uran mengerutkan keningnya. “Bagaimana kalau nanti malam Aku akan mentraktirmu makan malam,” katanya lagi meredakan kekesalan Uran.
Uran tersenyum bahagia, karena ia sudah mendengar kabar kalau Alex akan meluncurkan hidangan baru. Dalam pikirannya, Uran mengejek agar Hades bersiap-siap akan mengeluarkan uang yang jauh lebih besar darinya.
Keduanya kemudian keluar dari Restoran Sarah dan masih terdengar mereka berbicara tentang Pedang pesanan Hades yang akan dibuat oleh Uran di Pabrik milik Dewan Kota Milles, tempatnya bekerja tersebut.
Helena menatap jarum jam menunjukkan pukul 10.45, yang berarti Sarah akan segera pulang dari Sekolah Harapan.
__ADS_1
“Aku akan menjemput Sarah, Sayang... eh,” kata Helena yang selalu lupa masih ada orang disekitarnya. "Ya, sudahlah... aku akan memanggilmu ‘Sayang’ saja setiap hari,” katanya lagi dan berpikir untuk apa ia malu memanggil Alex dengan kata sayang.
“Ya, hati-hati di jalan dan jangan sampai membunuh orang lagi, tetapi bila mereka sungguh menyebalkan, maka lenyapkan saja!” sahut Alex yang sudah mengetahui kalau Helena membunuh para Preman setelah mendengar gosip dari pelanggan wanita.
Helena tersenyum sembari menoleh ke arah Viola yang tampak merasa bersalah karena melibatkan Nyonya Bos-nya dalam masalah kelurganya dan mungkin akan berurusan dengan Petugas Keamanan. Namun, ia juga bingung, kenapa belum ada Petugas Keamanan yang datang ke Restoran Sarah? Dia berpikir mungkinkah tidak ada saksi mata yang mengadukan mereka pelakunya.
Saat Alex hendak menutup pintu Restoran, tiba-tiba Kereta Kuda berlambang Kastil Pemimpin Kota memasuki halaman Restoran Sarah, sehingga Alex batal menutup pintu dan menunggu siapa yang akan turun dari gerbong Kereta Kuda itu.
Namun, tidak ada yang turun dari gerbong Kereta Kuda dan hanya Kusirnya yang berjalan sembari tersenyum ke arahnya.
“Maaf mengganggumu Bos Alex,” sapa Jonathan yang langsung mengeluarkan dokumen dari tasnya. “Lord Michael tidak dapat mengunjungi Anda untuk saat ini, tetapi ia menitipkan salam ‘selamat telah berkumpul kembali dengan Putri Mahkota Helena’ dan ini adalah dokumen tentang perkembangan penyelidikan terhadap Dewa Cthulhu.”
Alex menerima dokumen itu dan membacanya sekilas saja. “Apa tuan Jonathan sudah makan, bagaimana kalau kita makan siang bersama?”
“Lain kali saja Bos Alex, Aku masih sibuk karena Lord Michael memintaku untuk membereskan para Preman yang masih berkeliaran di wilayah timur,” sahut Jonathan sengaja memberitahu tujuannya agar Alex mengetahui kalau Kastil Pemimpin Kota juga ingin menghabisi para Preman walaupun mereka di tekan oleh para tuan muda yang memelihara para Preman itu.
“Apa ini ada hubungannya dengan tindakan Helena? Atau Lord Michael secara tidak langsung memberikan ijin padaku untuk mengatasi mereka?” pikir Alex menebak maksud dari perkataan Jonathan. “Hati-hati di jalan tuan Jonathan... dan tidak perlu berbelas-kasih pada para Preman itu ha-ha-ha.” Alex tertawa.
Kini Jonathan yang bingung mencerna maksud perkataan Alex dan berpikir apakah Alex tidak mau membantu Lord Michael.
Setelah menutup pintu Restoran, Alex duduk di tempat Kasir dan mulai membaca dokumen yang diberikan oleh Jonathan tadi.
__ADS_1
Alex terkejut, ternyata selama ia meninggalkan Kota Perdamaian, banyak penduduk di wilayah timur yang tiba-tiba menghilang dan Lord Torin curiga pelakunya adalah Mordor, karena beberapa pelaku yang tertangkap adalah para pengikutnya yang telah berhasil menyerap sebagian kecil Kekuatan Dewa Cthulhu.